25 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
October 25, 2023
in Liputan Khusus
IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi

IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja:

Maja labo dahu

Nggahi rawi pahu

KALIMAT di atas merupakan falsafah hidup dalam tradisi masyarakat Duo Mbojo, sebagai cara pandang mereka dalam menjalani kehidupannya. Duo Mbojo merupakan sebutan untuk kelompok etnis yang mendiami Pulau Sumbawa bagian timur, di mana wilayah cakupannya, meliputi, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.

Maja labo dahu bermakna malu untuk berbuat hal-hal yang di luar batas norma susila, dan takut untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama. Sedangkan, nggahi rawi pahu bermakna, apa saja yang telah diungkap dan diucapkan harus direalisasikan dalam bentuk perbuatan dan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain.

Dengan demikian, falsafah tersebut semacam suatu dorongan yang sudah tertanam secara turun temurun di masyarakat Suku Bima, untuk senantiasa hidup sesuai dengan aturan/norma yang berlaku, dan berperilaku arif dalam mencapai kehidupan yang berbudi luhur.

Benar. Falsafah itu akan tetap diamini oleh penganutnya. Selama memiliki makna yang positif, selama itu pula ia akan tetap hidup di hati masyarakatnya. Seperti IMBIPU Singaraja, misalnya, meskipun jauh dari tanah kelahirannya, mereka tetap menjadikan maja labo dahu dan nggahi rawi panu sebagai landasan hidup mereka di tanah Rantau.

IMBIPU Singaraja merupakan akronim dari Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu yang berada di Singaraja. Sekadar tambahan, IMBIPU merupakan suatu organisasi eksternal kampus yang bersifat kedaerahan dengan mengusung nilai-nilai kekeluargaan sebagai landasan utamanya.

Seperti Muhammad Rangga Bima, misalnya. Pemuda kelahiran Desa Cenggu, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, itu, menganggap IMBIPU bukan hanya sebatas organisasi yang mewadahi mahasiswa Bima dan Dompu saja, melainkan sudah seperti sebuah rumah.

.

“Kami di IMBIPU itu ibarat seperti satu keluarga yang hidup dalam satu rumah. Di mana dirumah itu, kami banyak melakukan kegiatan bersama-sama,” ujarnya, kepada tatkala.co di sekretariat PMM AL-HIKMAH, Jln. Sudirman Gang Satu, Singaraja.

Bima—sebagaimana ia akrab dipanggil—menjelaskan, sebelum terbentuknya IMBIPU Singaraja, perkumpulan untuk Mahasiswa Bima dan Dompu yang ada di Bali itu hanya ada satu. “Dulu, perkumpulan mahasiswa dari Bima itu hanya satu, yakni PMBD—Perhimpunan  Mahasiswa Bima Dompu—yang berbasis di Bali Selatan,” terangnya.

Sesaat setelah memberi jeda, ia menambahkan, “Karena sekarang ada dua tempat bagi mahasiswa Bima dan Dompu bersekolah, di Bali Selatan dan Utara, jadinya kami memecah diri menjadi organisasi baru yang bernama IMBIPU Singaraja.”

Bima, mahasiswa semester tiga Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, itu kini menjabat sebagai Ketua IMBIPU Singaraja masa bakti tahun 2023/2024. “Alhamdulillah, saya diberi amanah untuk menjadi Ketua IMBIPU Singaraja di tahun ini,” ujarnya, penuh syukur.

Namun, sebagai ketua, ia merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk keberlangsungan IMBIPU Singaraja ke depannya. Sebab, menurutnya, IMBIPU Singaraja harus memulai pembenahan dalam ranah administrasi maupun hal-hal lain yang menyangkut sebuah organisasi.

“Di masa kepengurusan kami sekarang, kami berusaha membuat suatu acuan untuk membenahi struktur organisasi yang memiliki dasar administratif yang sesuai, agar kita bisa melihat filosofi dan sejarah dari IMBIPU itu sendiri,” pungkasnya.

Sebagai sebuah organisasi perhimpunan mahasiswa daerah, IMBIPU bisa ditemui di Kedai Kopi Ikhlas di Jln. Patimura Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Pemilihan tempat itu sebagai basecamp IMBIPU Singaraja bukan karena agar kegiatan nongkrong mereka menjadi asik, namun, karena pemilik Kedai Kopi Ikhlas merupakan salah seorang senior dari IMBIPU itu sendiri.

“Sebenarnya kami belum memiliki sekretariat tetap, jadinya kami memilih Kedai Kopi Ikhlas sebagai tempat kami berkumpul—karena pemiliknya merupakan senior kami di IMBIPU,” ujar pemuda kelahiran tahun 2004 itu.

.

Sebagai ketua, tentu saja Bima memiliki tujuan untuk membawa IMBIPU menjadi lebih maju. “Dalam waktu dekat, IMBIPU Singaraja diusahakan memiliki sekretariat tetap, agar semua hal yang menyangkut IMBIPU Singaraja dapat terkoordinir dengan maksimal,” ujarnya.

Bebagi Kebahagiaan

Meskipun belum memiliki kesekretariatan tetap, anggota maupun pengurus IMBIPU Singaraja, hampir setiap hari memiliki rutinitas untuk berkumpul. Sebagaimana Bima menyampaikan, bahwasannya, mereka kerap berkumpul di salah satu kos dari anggota IMBIPU Singaraja.

“Kami biasanya kumpul di kos salah satu anggota kami, hampir setiap malam,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami kumpul bukan hanya sebatas nongkrong, atau bersenda gurau. Tapi kami biasanya akan menentukan target, pantai mana yang akan kami jaring ikannya malam itu,” ungkapnya sembari tertawa.

Ya, menjaring ikan. Kegiatan itu mereka lakukan bukan hanya sebatas untuk mengobati rasa kerinduan mereka terhadap kampung halamannya saja, melainkan, hanya dengan itu mereka bisa berkumpul sesama anggota hampir setiap malamnya.

“Dulu, sebelum kami memiliki jaring ikan, jangankan untuk membuat acara makan-makan bersama, untuk sekadar berkumpul aja susah sekali,” ujar Bima.

Namun, setelah mereka berinisiatif untuk membeli jaring ikan—dengan cara berpatungan sesama anggota tentu saja—hampir setiap malam IMBIPU Singaraja mengadakan pesta hasil tangkapan merka.

“Tinggal belikan ayam satu ekor—untuk tambahan. Ikan hasil tangkapan dan ayam bakar, sudah cukup membuat sesama anggota IMBIPU Singaraja semakin akrab,” katanya.

Selain menjaring ikan, kegiatan lain untuk mengakrabkan sesama anggota adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan yang positif. Seperti misal, mengadakan malam keakraban IMBIPU, halal bihalal, pengajian bersama, dan IMBIPU goes to camping.

Kegiatan IMBIPU Singaraja tidak hanya sebatas antaranggota saja, melainkan mereka kerap terlibat dalam kegiatan sosial di Singaraja maupun di luar Singaraja. Hal tersebut dibenarkan oleh Bima selaku ketua IMBIPU Singaraja.

“Dulu, waktu ada bencana gempa Lombok, kami mengadakan penggalangan dana dengan cara turun ke jalan untuk menggalang donasi,” ujarnya.

Selain mengadakan penggalangan dana, IMBIPU Singaraja juga tergabung kedalam aliansi peduli Bima dan NTT, Singaraja, Bali. Di mana kegiatan sosial tersebut, mereka lakukan untuk membantu korban banjir bandang dan tanah longsor di Bima, NTB, dan NTT beberapa tahun yang lalu.

“Jadi, setelah penggalangan dana, kami mengirimkan bantuan berupa uang, makanan, dan baju yang masih layak untuk dipakai,” ungkapnya.

Dan, IMBIPU Singaraja juga pernah melakukan bakti sosial yang ditujukan untuk masyarakat di Singaraja beberapa waktu yang lalu. Namun, menurut Bima, kegiatan sosial tersebut sempat mengalami vakumbeberapa tahun belakangan, karena para anggota dari IMBIPU Singaraja masih mengalami kendala karena Covid-19.

Membangun Relasi

Dengan konstruksi masyarakatnya yang heterogen, menjadikan Singaraja memiliki banyak warna kehidupan dan bermacam-macam sudut pandang untuk dibicarakan. Berbagai pola kehidupan tumbuh subur di Singaraja. Dalam catatan sejarah, Singaraja juga pernah menjadi Ibu Kota dari Sunda Kecil yang meliputi Bali dan Nusa Tenggara.

Dari perjalanan sejarah itulah, menjadikan Singaraja—bagi mereka yang datang ke Singaraja—bukan hanya sebagai suatu tempat untuk mencari ilmu dan mengumpulkan pundi-pundi rupiah, melainkan juga untuk menemukan makna dari persaudaraan itu sendiri.

Maka benar, jika IMBIPU Singaraja merupakan sebuah rumah bagi mahasiswa Bima dan Dompu untuk menemukan saudaranya di tanah rantau. Selain membangun hubungan persaudaraan dengan sesama anggota, mereka juga menjalin hubungan baik dengan orang-orang dari Bima dan Dompu yang lain.

“Selain membangun hubungan dengan mahasiswa IMBIPU, kami juga membangun relasi dengan tentara dari Bima dan Dompu yang bertugas di Yonif Raider 900,” jelas Bima.

.

Hubungan Simbiosis mutualisme itu, menurut Bima, sudah terjalin cukup lama dan harmonis. “Kami mengenal mereka (tentara) karena sama-sama berasal dari satu daerah, karena kami memiliki ikatan darah yang sama, jadinya kami sering terlibat kegiatan bersama, seperti bakti sosial, buka bersama, dan kadang kami juga diperbolehkan meminjam alat-alat yang kami perlukan dari merka,” jelasnya.

Selain memiliki hubungan dengan tentara, IMBIPU Singaraja juga menjalin hubungan dengan para pekerja dari Bima dan Dompu yang merantau ke Singaraja. “Memiliki hubungan yang baik dengan mereka sangat menguntungkan bagi kami, karena jika kami memiliki suatu kegiatan, maka kami tak susah-susah untuk mencari peserta, tinggal minta bantuan ke mereka saja,” pungkasnya.

Menurut pengakuan Bima, IMBIPU Singaraja juga kerap mendapat bantuan dari hasil hubungan baik itu. Bantuan tersebut berupa materi maupun fasilitas yang diperlukan IMBIPU Singaraja, guna kelancaran setiap kegiatan yang diselenggarakan.[T]

Baca juga artikel terkait LIPUTAN KHUSUS atau tulisan menarik lainnya YUDI SETIAWAN

Reporter: Yudi Setiawan
Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

IKAMALA Singaraja Adalah Kampung Halaman bagi Mahasiswa dari Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro
Jalan Terjal Menuju Gelar Sarjana dan Aturan Baru Syarat Kelulusan Mahasiswa Akhir di Perguruan Tinggi
Ragam Cara Mahasiswa Undiksha Menutup Biaya Hidup: Jadi Tukang Las, Ojol, Hingga Petugas Survei
Tags: BimaDompuUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Calon Lawan”: Sebuah Alegori Perebutan Kekuasaan Hari Ini

Next Post

 “Low Tide”, Keindahan Pasang-Surut Laut dalam Fotografi

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails

Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

by Agus Wiratama
January 9, 2026
0
Melihat Gambuh dari Kacamata Hitam dan Percakapan yang Menerus

BERJUMPA dengan pelaku Gambuh Batuan, membuat saya bertanya: “Tubuh yang membentuk tari, atau tari yang membentuk tubuh? Karya yang membentuk...

Read moreDetails

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

by Jaswanto
February 28, 2025
0
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

SEBAGAIMANA Banyuwangi di Pulau Jawa, secara geografis, letak Pulau Lombok juga cukup dekat dengan Pulau Bali, sehingga memungkinkan penduduk kedua...

Read moreDetails

Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

by Made Adnyana Ole
February 13, 2025
0
Kisah Pilu Sekaa Gong Wanita Baturiti-Kerambitan:  Jawara Tabanan Tapi Jatah PKB Digugurkan

SUNGGUH kasihan. Sekelompok remaja putri dari Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan—yang tergabung dalam  Sekaa Gong Kebyar Wanita Tri Yowana Sandhi—harus...

Read moreDetails

Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

by Jaswanto
February 10, 2025
0
Relasi Buleleng-Banyuwangi: Tak Putus-putus, Dulu, Kini, dan Nanti

BULELENG-BANYUWANGI, sebagaimana umum diketahui, memiliki hubungan yang dekat-erat meski sepertinya lebih banyak terjadi secara alami, begitu saja, dinamis, tak tertulis,...

Read moreDetails

Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi | Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

by Jaswanto
February 3, 2025
0
Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Kasus Pencabulan pada Taraf Gawat: Di Buleleng Tertinggi  |  Podcast Lolohin Malu – tatkala dotco

ADA kisah pilu pada pertengahan Oktober 2023 lalu. Gadis (23) penyandang disabilitas rungu wicara diperkosa oleh kerabatnya sendiri yang berumur...

Read moreDetails
Next Post
 “Low Tide”, Keindahan Pasang-Surut Laut dalam Fotografi

 “Low Tide”, Keindahan Pasang-Surut Laut dalam Fotografi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins
Esai

Dua Jalan, Satu Tujuan: Membaca Krishna dan Siddharta melalui Peta Hawkins

Ingatan yang Menjadi Wacana Batin Gagasan tentang Krishna dan Siddharta yang muncul dari ingatan terhadap wacana maupun tulisan Guruji Anand...

by Agung Sudarsa
April 24, 2026
Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”
Pop

Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

“Untuk saat ini, single-single saja dulu, sama seperti status saya,” ujar Tika Pagraky sambil tertawa, memecah suasana sore itu. Kalimat...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah
Khas

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co