14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Jaswanto by Jaswanto
November 7, 2023
in Khas
Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Nopek Novian dan youtuber Kenongorejo bersama Habib Ja'far | Foto: @nopeknovian

BEBERAPA hari belakangan, kanal YouTube Kulot Chanel ramai ‘diserbu’ netizen. Mereka menyerbu kanal tersebut bukan untuk menyerang, tapi mengapresiasi. Pasalnya, kanal YouTube milik seorang bapak bernama Didik itu, mengunggah sebuah video pendek berjudul Mapak Anak Wedok, Gak Krasan Neng Jakarta. Judul itu, kalau boleh diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, menjadi Jemput Anak Perempuan, Tidak Betah di Jakarta.

Sebenarnya, jika dipandang dari sisi sinematografi, tidak ada yang istimewa dan spesial dari video tersebut. Video tiga belas menit itu diambil secara apa adanya, polosan, jauh dari teknik-teknik dasar pengambilan video—bodoh amat dengan apa yang disebut angle selection, video stabilization, lighting setup, composition, camera movement, proper focus, sampai clear audio. Tetapi, teori-teori gawat seperti itu rasanya memang tidak berlaku bagi youtuber dari Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu.

Lantas, apa yang membuat video tersebut banyak ditonton netizen? Barangkali, mungkin, jawabannya adalah karena anak perempuan Didik memiliki paras yang cantik—beberapa netizen berkomentar anaknya Didik parasnya seperti orang Cina.

Pak Didik, begitu ia akrab dipanggil, memang salah satu youtuber medioker yang berasal dari Kampung Kenongorejo, tanah kelahiran stand up comedy-an yang sedang naik daun itu, Nopek Novian. Kulot Chanel, bersama kanal lain seperti Andik Nur Prabowo, Rian Vlog, Viga Doyok, Keluarga Zaki, Mak Sih Chanel, Dede Gembeng, Iwan Kumis, Blotong Family, dll, tahun ini memang sedang gencar-gencarnya—meminjam bahasa mereka—menggempur YouTube dengan video-video vlog sederhana yang berisi keseharian mereka. Vlog-vlog itu mereka sebut sebagai “konten kuantiti”.

Konten kuantiti adalah istilah yang dipopulerkan Nopek Novian pada tahun-tahun belakangan. Istilah itu disebut sebagai lawan dari konten kualiti—konten yang berkualitas dari segi apa pun. Melalui konten-konten kuantitinya itulah yang melambungkan nama Nopek Novian di jagat skena stand up comedy Indonesia maupun di jagat maya. Apalagi saat ia masih gencar-gencarnya ngevlog suasana dan orang-orang di kosnya di Jakarta—Kost The Raid, begitu mereka menyebutnya.

Ya, sebagai youtuber, Nopek memang lebih banyak mengunggah vlog sederhana, apa adanya. Alih-alih menggunakan kamera DSLR untuk merekam, ia cukup mengandalkan kamera telepon genggamnya. Alih-alih merekam tokoh-tokoh terkenal, ia lebih suka mengabadikan orang-orang biasa di sekitarnya. Jika youtuber pada umumnya lebih banyak memoles, mengedit sana-sini video-videonya, Nopek lebih nyaman membiarkan begitu saja video-video yang ia unggah di kanal YouTube-nya. Tetapi, di situlah keistimewaannya. Vlog Nopek menjadi sangat otentik, tak dibuat-buat, asli, tanpa banyak kepura-puraan, tak banyak kepalsuan—kata yang sering kita temukan di dunia lain bernama YouTube.

Dan diakui atau tidak, sosok Nopek Novian-lah yang memantik orang-orang Kenongorejo, kampung halamannya, untuk menjadi seorang youtuber. Ia, bersama sahabatnya Andik Nur Prabowo, didaulat sebagai founding father-nya youtuber-youtuber Kenongorejo. Bahkan, Nopek Novian sekarang disebut sebagai “wong pusat”, orang pusat, oleh orang-orang Kenongorejo yang pernah ia bantu dalam merintis karier sebagai youtuber—Nopek memang menjadi tumpuan para youtuber di kampungnya.

Berkat Nopek, orang-orang Kenongorejo mencoba peruntungan di “panggung” yang, siapa pun, sangat berpotensi menjadi “orang sukses dan diakui”. Ya, YouTube, juga platform digital lainnya, memang terbukti mampu menjadikan siapa pun, yang awalnya “bukan apa-apa”, “bukan siapa-siapa”, berubah menjadi orang yang diakui, ditokohkan, dielu-elukan, dihormati, ditiru, dijadikan inspirasi, dianggap sukses. Platform digital, seperti yang sudah umum terdengar, menjadi alternatif penyelamat.

Kita bisa berkaca pada tokoh utama kita, Nopek Novian dan orang-orang Kenongorejo, yang memilih untuk—meminjam bahasa Mumu Aloha—“lahir kembali”, dan membuka jalan baru bagi lahirnya inspirasi-inspirasi baru masyarakat, idola-idola baru bagi kalangan akar rumput, pahlawan-pahlawan baru untuk wong cilik.

Youtuber-Youtuber yang Menyenangkan

Kenongorejo hanyalah bagian kecil dari Madiun—apalagi Jawa Timur. Tetapi, meski kecil, pada dekade belakangan, namanya santer terdengar, setidaknya di wilayah Madiun dan sekitarnya. Kenongorejo menjadi terkenal setelah beberapa warganya menjadi youtuber-youtuber yang menyenangkan. Tidak berlebihan memang, sebab begitulah respon netizen atas vlog-vlog yang mereka telurkan. Bahkan, netizen yang mengikuti mereka merupakan jenis orang yang militan. Yang dahsyat, setiap kanal YouTube Kenongorejo memiliki fans dan julukan masing-masing.

Penonton dan subscriber Nopek Novian, misalnya, menyebut diri mereka sebagai Jama’ah Al-Nopekiyah dan Ultras Nopek. Mereka memanggil Nopek dengan sebutan Gus. Sedangkan penonton dan subscriber kanal YouTube Andik Nur Prabowo, menyebut diri mereka sebagai Sobat ANP. Tak hanya Nopek dan Andik, kanal YouTube yang lain juga memiliki sebutan sendiri untuk penonton dan subscriber-nya.

Youtuber-youtuber Kenongorejo tampaknya memang termasuk jenis orang yang menyenangkan. Selain memiliki kemampuan humor yang baik, humor khas orang-orang desa, mereka juga sering menunjukkan hubungan antarsesama yang harmonis—hubungan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Di Kenongorejo, setidaknya yang sering ditunjukkan para youtubernya, relasi antara anak dan orang tua tampak sangat menyenangkan, seperti sahabat karib, tak ada batas antara keduanya. Begitupun relasi antara kerabat, teman, dan tetangga.

Berbicara kanal YouTube yang menyenangkan, selain orang-orang Kenongorejo, di Solo, ada kanal YouTube bernama Bakar Production. Berbeda dengan yang dilakukan youtuber Kenongorejo, Bakar Production dengan Kampung Riwil-nya, merupakan kanal yang dibangun secara serius, kualiti.

Kampung Riwil, sebagaimana dikatakan Mumu Aloha, adalah sebuah kampung fiktif dalam serial Balada Kampung Riwil yang setiap episodenya hadir dua kali seminggu sejak sekitar dua tahun lalu. Awalnya adalah cerita yang sudah umum terdengar tentang “dampak pandemi”. Gara-gara pandemi, komunitas seniman kethoprak di Solo yang biasa pentas di Taman Balekambang, tergabung dalam Seniman Muda Surakarta, kehilangan job.

Dan, lanjut Mumu, seperti cerita yang sudah umum terdengar pula, platform digital menjadi alternatif penyelamat. Dengan bendera Bakar Production, mereka membuat “sinetron” untuk ditayangkan di YouTube. Pemainnya adalah para seniman berbagai usia yang sebelumnya biasa main kethoprak. Dari yang sudah senior, remaja, hingga anak-anak berusia SD.

Jika Solo punya Kampung Riwil, maka Kediri punya lakon mereka sendiri, yang barangkali bisa dibilang lebih membahana, lewat bendera Woko Channel. Sama-sama menyajikan lakon komedi berbahasa Jawa, Woko Channel dikenal dengan gayanya yang lebih “slapstick” dibandingkan dengan Bakar Production. Dan, perbedaan nuansa “kehalusan” bahasa antara Solo (Jawa Tengah) dan Kediri (Jawa Timur) juga memberikan perbedaan pada sketsa kisah-kisah mereka (Mumu, 2022).

Namun, terlepas dari bagaimana Bakar Production dan Woko Channel menghasilkan konten-konten berkualitas, youtuber Kenongorejo memang memiliki ciri khasnya sendiri. Seperti Nopek, tokoh yang mereka banggakan, mereka juga mendeklarasikan diri sebagai “youtuber kuantiti”; tak peduli kualitas, yang penting produktif menghasilkan video—yang penting ngonten, kata mereka. Sebab, mereka percaya, semakin produktif semakin banyak mereka mendulang penghasilan, AdSense dari YouTube.

Youtuber-youtuber Kenongorejo barangkali bisa dikatakan youtuber yang otentik. Jika kebanyakan youtuber sibuk melapisi dirinya dengan kemasan yang menebal penuh dengan kepalsuan, maka youtuber otentik melepaskan lapis-lapis dirinya. Menelanjangi dirinya di depan netizen. Mereka menampilkan apa-apa dengan jujur, apa adanya. Kondisi rumah, menu makanan, dan segalanya, direkam, dieksplor, tanpa tedeng aling-aling.

Akhirnya, sekali lagi, mengutip Mumu Aloha, “dengan perangkat handphone murah di tangan, sambil makan di warung, ngarit di sawah, naik bus antarkota antarprovinsi, atau sambil menunggui kios di pasar”, orang-orang dengan mudah menyetel, menyaksikan, menyimak keseharian orang-orang Kenongorejo yang menyenangkan. Dan, dari layar HP yang dipantengi seseorang di warteg atau di suatu kios di sisi lorong pasar yang hiruk-pikuk, akan menggema suara khas: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… kembali lagi di channel YouTube saya… jadi ceritanya… bla bla bla.[T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Banyuning: Gudang Seni dan Youtuber di Bali Utara
“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber
Drama Dunia Youtuber Indonesia: Beramal di Zaman Milenial dengan Nonton Youtube
Tags: jawaJawa Timurmedia sosialyoutube
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Sujana, Menulis Puisi, Meraih Gerip Maurip

Next Post

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital
Ulas Musik

Di Balik Dinding Kastil: Pertahanan Diri dan Krisis Koneksi di Era Digital

DALAM lanskap rock progresif 1970-an, “Castle Walls” tampil sebagai balada megah yang sarat ketegangan emosional. Ditulis dan dinyanyikan oleh vokalis...

by Ahmad Sihabudin
May 14, 2026
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co