2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Jaswanto by Jaswanto
November 7, 2023
in Khas
Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Nopek Novian dan youtuber Kenongorejo bersama Habib Ja'far | Foto: @nopeknovian

BEBERAPA hari belakangan, kanal YouTube Kulot Chanel ramai ‘diserbu’ netizen. Mereka menyerbu kanal tersebut bukan untuk menyerang, tapi mengapresiasi. Pasalnya, kanal YouTube milik seorang bapak bernama Didik itu, mengunggah sebuah video pendek berjudul Mapak Anak Wedok, Gak Krasan Neng Jakarta. Judul itu, kalau boleh diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, menjadi Jemput Anak Perempuan, Tidak Betah di Jakarta.

Sebenarnya, jika dipandang dari sisi sinematografi, tidak ada yang istimewa dan spesial dari video tersebut. Video tiga belas menit itu diambil secara apa adanya, polosan, jauh dari teknik-teknik dasar pengambilan video—bodoh amat dengan apa yang disebut angle selection, video stabilization, lighting setup, composition, camera movement, proper focus, sampai clear audio. Tetapi, teori-teori gawat seperti itu rasanya memang tidak berlaku bagi youtuber dari Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu.

Lantas, apa yang membuat video tersebut banyak ditonton netizen? Barangkali, mungkin, jawabannya adalah karena anak perempuan Didik memiliki paras yang cantik—beberapa netizen berkomentar anaknya Didik parasnya seperti orang Cina.

Pak Didik, begitu ia akrab dipanggil, memang salah satu youtuber medioker yang berasal dari Kampung Kenongorejo, tanah kelahiran stand up comedy-an yang sedang naik daun itu, Nopek Novian. Kulot Chanel, bersama kanal lain seperti Andik Nur Prabowo, Rian Vlog, Viga Doyok, Keluarga Zaki, Mak Sih Chanel, Dede Gembeng, Iwan Kumis, Blotong Family, dll, tahun ini memang sedang gencar-gencarnya—meminjam bahasa mereka—menggempur YouTube dengan video-video vlog sederhana yang berisi keseharian mereka. Vlog-vlog itu mereka sebut sebagai “konten kuantiti”.

Konten kuantiti adalah istilah yang dipopulerkan Nopek Novian pada tahun-tahun belakangan. Istilah itu disebut sebagai lawan dari konten kualiti—konten yang berkualitas dari segi apa pun. Melalui konten-konten kuantitinya itulah yang melambungkan nama Nopek Novian di jagat skena stand up comedy Indonesia maupun di jagat maya. Apalagi saat ia masih gencar-gencarnya ngevlog suasana dan orang-orang di kosnya di Jakarta—Kost The Raid, begitu mereka menyebutnya.

Ya, sebagai youtuber, Nopek memang lebih banyak mengunggah vlog sederhana, apa adanya. Alih-alih menggunakan kamera DSLR untuk merekam, ia cukup mengandalkan kamera telepon genggamnya. Alih-alih merekam tokoh-tokoh terkenal, ia lebih suka mengabadikan orang-orang biasa di sekitarnya. Jika youtuber pada umumnya lebih banyak memoles, mengedit sana-sini video-videonya, Nopek lebih nyaman membiarkan begitu saja video-video yang ia unggah di kanal YouTube-nya. Tetapi, di situlah keistimewaannya. Vlog Nopek menjadi sangat otentik, tak dibuat-buat, asli, tanpa banyak kepura-puraan, tak banyak kepalsuan—kata yang sering kita temukan di dunia lain bernama YouTube.

Dan diakui atau tidak, sosok Nopek Novian-lah yang memantik orang-orang Kenongorejo, kampung halamannya, untuk menjadi seorang youtuber. Ia, bersama sahabatnya Andik Nur Prabowo, didaulat sebagai founding father-nya youtuber-youtuber Kenongorejo. Bahkan, Nopek Novian sekarang disebut sebagai “wong pusat”, orang pusat, oleh orang-orang Kenongorejo yang pernah ia bantu dalam merintis karier sebagai youtuber—Nopek memang menjadi tumpuan para youtuber di kampungnya.

Berkat Nopek, orang-orang Kenongorejo mencoba peruntungan di “panggung” yang, siapa pun, sangat berpotensi menjadi “orang sukses dan diakui”. Ya, YouTube, juga platform digital lainnya, memang terbukti mampu menjadikan siapa pun, yang awalnya “bukan apa-apa”, “bukan siapa-siapa”, berubah menjadi orang yang diakui, ditokohkan, dielu-elukan, dihormati, ditiru, dijadikan inspirasi, dianggap sukses. Platform digital, seperti yang sudah umum terdengar, menjadi alternatif penyelamat.

Kita bisa berkaca pada tokoh utama kita, Nopek Novian dan orang-orang Kenongorejo, yang memilih untuk—meminjam bahasa Mumu Aloha—“lahir kembali”, dan membuka jalan baru bagi lahirnya inspirasi-inspirasi baru masyarakat, idola-idola baru bagi kalangan akar rumput, pahlawan-pahlawan baru untuk wong cilik.

Youtuber-Youtuber yang Menyenangkan

Kenongorejo hanyalah bagian kecil dari Madiun—apalagi Jawa Timur. Tetapi, meski kecil, pada dekade belakangan, namanya santer terdengar, setidaknya di wilayah Madiun dan sekitarnya. Kenongorejo menjadi terkenal setelah beberapa warganya menjadi youtuber-youtuber yang menyenangkan. Tidak berlebihan memang, sebab begitulah respon netizen atas vlog-vlog yang mereka telurkan. Bahkan, netizen yang mengikuti mereka merupakan jenis orang yang militan. Yang dahsyat, setiap kanal YouTube Kenongorejo memiliki fans dan julukan masing-masing.

Penonton dan subscriber Nopek Novian, misalnya, menyebut diri mereka sebagai Jama’ah Al-Nopekiyah dan Ultras Nopek. Mereka memanggil Nopek dengan sebutan Gus. Sedangkan penonton dan subscriber kanal YouTube Andik Nur Prabowo, menyebut diri mereka sebagai Sobat ANP. Tak hanya Nopek dan Andik, kanal YouTube yang lain juga memiliki sebutan sendiri untuk penonton dan subscriber-nya.

Youtuber-youtuber Kenongorejo tampaknya memang termasuk jenis orang yang menyenangkan. Selain memiliki kemampuan humor yang baik, humor khas orang-orang desa, mereka juga sering menunjukkan hubungan antarsesama yang harmonis—hubungan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Di Kenongorejo, setidaknya yang sering ditunjukkan para youtubernya, relasi antara anak dan orang tua tampak sangat menyenangkan, seperti sahabat karib, tak ada batas antara keduanya. Begitupun relasi antara kerabat, teman, dan tetangga.

Berbicara kanal YouTube yang menyenangkan, selain orang-orang Kenongorejo, di Solo, ada kanal YouTube bernama Bakar Production. Berbeda dengan yang dilakukan youtuber Kenongorejo, Bakar Production dengan Kampung Riwil-nya, merupakan kanal yang dibangun secara serius, kualiti.

Kampung Riwil, sebagaimana dikatakan Mumu Aloha, adalah sebuah kampung fiktif dalam serial Balada Kampung Riwil yang setiap episodenya hadir dua kali seminggu sejak sekitar dua tahun lalu. Awalnya adalah cerita yang sudah umum terdengar tentang “dampak pandemi”. Gara-gara pandemi, komunitas seniman kethoprak di Solo yang biasa pentas di Taman Balekambang, tergabung dalam Seniman Muda Surakarta, kehilangan job.

Dan, lanjut Mumu, seperti cerita yang sudah umum terdengar pula, platform digital menjadi alternatif penyelamat. Dengan bendera Bakar Production, mereka membuat “sinetron” untuk ditayangkan di YouTube. Pemainnya adalah para seniman berbagai usia yang sebelumnya biasa main kethoprak. Dari yang sudah senior, remaja, hingga anak-anak berusia SD.

Jika Solo punya Kampung Riwil, maka Kediri punya lakon mereka sendiri, yang barangkali bisa dibilang lebih membahana, lewat bendera Woko Channel. Sama-sama menyajikan lakon komedi berbahasa Jawa, Woko Channel dikenal dengan gayanya yang lebih “slapstick” dibandingkan dengan Bakar Production. Dan, perbedaan nuansa “kehalusan” bahasa antara Solo (Jawa Tengah) dan Kediri (Jawa Timur) juga memberikan perbedaan pada sketsa kisah-kisah mereka (Mumu, 2022).

Namun, terlepas dari bagaimana Bakar Production dan Woko Channel menghasilkan konten-konten berkualitas, youtuber Kenongorejo memang memiliki ciri khasnya sendiri. Seperti Nopek, tokoh yang mereka banggakan, mereka juga mendeklarasikan diri sebagai “youtuber kuantiti”; tak peduli kualitas, yang penting produktif menghasilkan video—yang penting ngonten, kata mereka. Sebab, mereka percaya, semakin produktif semakin banyak mereka mendulang penghasilan, AdSense dari YouTube.

Youtuber-youtuber Kenongorejo barangkali bisa dikatakan youtuber yang otentik. Jika kebanyakan youtuber sibuk melapisi dirinya dengan kemasan yang menebal penuh dengan kepalsuan, maka youtuber otentik melepaskan lapis-lapis dirinya. Menelanjangi dirinya di depan netizen. Mereka menampilkan apa-apa dengan jujur, apa adanya. Kondisi rumah, menu makanan, dan segalanya, direkam, dieksplor, tanpa tedeng aling-aling.

Akhirnya, sekali lagi, mengutip Mumu Aloha, “dengan perangkat handphone murah di tangan, sambil makan di warung, ngarit di sawah, naik bus antarkota antarprovinsi, atau sambil menunggui kios di pasar”, orang-orang dengan mudah menyetel, menyaksikan, menyimak keseharian orang-orang Kenongorejo yang menyenangkan. Dan, dari layar HP yang dipantengi seseorang di warteg atau di suatu kios di sisi lorong pasar yang hiruk-pikuk, akan menggema suara khas: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… kembali lagi di channel YouTube saya… jadi ceritanya… bla bla bla.[T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Banyuning: Gudang Seni dan Youtuber di Bali Utara
“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber
Drama Dunia Youtuber Indonesia: Beramal di Zaman Milenial dengan Nonton Youtube
Tags: jawaJawa Timurmedia sosialyoutube
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Sujana, Menulis Puisi, Meraih Gerip Maurip

Next Post

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co