3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Jaswanto by Jaswanto
November 7, 2023
in Khas
Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Nopek Novian dan youtuber Kenongorejo bersama Habib Ja'far | Foto: @nopeknovian

BEBERAPA hari belakangan, kanal YouTube Kulot Chanel ramai ‘diserbu’ netizen. Mereka menyerbu kanal tersebut bukan untuk menyerang, tapi mengapresiasi. Pasalnya, kanal YouTube milik seorang bapak bernama Didik itu, mengunggah sebuah video pendek berjudul Mapak Anak Wedok, Gak Krasan Neng Jakarta. Judul itu, kalau boleh diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia, menjadi Jemput Anak Perempuan, Tidak Betah di Jakarta.

Sebenarnya, jika dipandang dari sisi sinematografi, tidak ada yang istimewa dan spesial dari video tersebut. Video tiga belas menit itu diambil secara apa adanya, polosan, jauh dari teknik-teknik dasar pengambilan video—bodoh amat dengan apa yang disebut angle selection, video stabilization, lighting setup, composition, camera movement, proper focus, sampai clear audio. Tetapi, teori-teori gawat seperti itu rasanya memang tidak berlaku bagi youtuber dari Desa Kenongorejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu.

Lantas, apa yang membuat video tersebut banyak ditonton netizen? Barangkali, mungkin, jawabannya adalah karena anak perempuan Didik memiliki paras yang cantik—beberapa netizen berkomentar anaknya Didik parasnya seperti orang Cina.

Pak Didik, begitu ia akrab dipanggil, memang salah satu youtuber medioker yang berasal dari Kampung Kenongorejo, tanah kelahiran stand up comedy-an yang sedang naik daun itu, Nopek Novian. Kulot Chanel, bersama kanal lain seperti Andik Nur Prabowo, Rian Vlog, Viga Doyok, Keluarga Zaki, Mak Sih Chanel, Dede Gembeng, Iwan Kumis, Blotong Family, dll, tahun ini memang sedang gencar-gencarnya—meminjam bahasa mereka—menggempur YouTube dengan video-video vlog sederhana yang berisi keseharian mereka. Vlog-vlog itu mereka sebut sebagai “konten kuantiti”.

Konten kuantiti adalah istilah yang dipopulerkan Nopek Novian pada tahun-tahun belakangan. Istilah itu disebut sebagai lawan dari konten kualiti—konten yang berkualitas dari segi apa pun. Melalui konten-konten kuantitinya itulah yang melambungkan nama Nopek Novian di jagat skena stand up comedy Indonesia maupun di jagat maya. Apalagi saat ia masih gencar-gencarnya ngevlog suasana dan orang-orang di kosnya di Jakarta—Kost The Raid, begitu mereka menyebutnya.

Ya, sebagai youtuber, Nopek memang lebih banyak mengunggah vlog sederhana, apa adanya. Alih-alih menggunakan kamera DSLR untuk merekam, ia cukup mengandalkan kamera telepon genggamnya. Alih-alih merekam tokoh-tokoh terkenal, ia lebih suka mengabadikan orang-orang biasa di sekitarnya. Jika youtuber pada umumnya lebih banyak memoles, mengedit sana-sini video-videonya, Nopek lebih nyaman membiarkan begitu saja video-video yang ia unggah di kanal YouTube-nya. Tetapi, di situlah keistimewaannya. Vlog Nopek menjadi sangat otentik, tak dibuat-buat, asli, tanpa banyak kepura-puraan, tak banyak kepalsuan—kata yang sering kita temukan di dunia lain bernama YouTube.

Dan diakui atau tidak, sosok Nopek Novian-lah yang memantik orang-orang Kenongorejo, kampung halamannya, untuk menjadi seorang youtuber. Ia, bersama sahabatnya Andik Nur Prabowo, didaulat sebagai founding father-nya youtuber-youtuber Kenongorejo. Bahkan, Nopek Novian sekarang disebut sebagai “wong pusat”, orang pusat, oleh orang-orang Kenongorejo yang pernah ia bantu dalam merintis karier sebagai youtuber—Nopek memang menjadi tumpuan para youtuber di kampungnya.

Berkat Nopek, orang-orang Kenongorejo mencoba peruntungan di “panggung” yang, siapa pun, sangat berpotensi menjadi “orang sukses dan diakui”. Ya, YouTube, juga platform digital lainnya, memang terbukti mampu menjadikan siapa pun, yang awalnya “bukan apa-apa”, “bukan siapa-siapa”, berubah menjadi orang yang diakui, ditokohkan, dielu-elukan, dihormati, ditiru, dijadikan inspirasi, dianggap sukses. Platform digital, seperti yang sudah umum terdengar, menjadi alternatif penyelamat.

Kita bisa berkaca pada tokoh utama kita, Nopek Novian dan orang-orang Kenongorejo, yang memilih untuk—meminjam bahasa Mumu Aloha—“lahir kembali”, dan membuka jalan baru bagi lahirnya inspirasi-inspirasi baru masyarakat, idola-idola baru bagi kalangan akar rumput, pahlawan-pahlawan baru untuk wong cilik.

Youtuber-Youtuber yang Menyenangkan

Kenongorejo hanyalah bagian kecil dari Madiun—apalagi Jawa Timur. Tetapi, meski kecil, pada dekade belakangan, namanya santer terdengar, setidaknya di wilayah Madiun dan sekitarnya. Kenongorejo menjadi terkenal setelah beberapa warganya menjadi youtuber-youtuber yang menyenangkan. Tidak berlebihan memang, sebab begitulah respon netizen atas vlog-vlog yang mereka telurkan. Bahkan, netizen yang mengikuti mereka merupakan jenis orang yang militan. Yang dahsyat, setiap kanal YouTube Kenongorejo memiliki fans dan julukan masing-masing.

Penonton dan subscriber Nopek Novian, misalnya, menyebut diri mereka sebagai Jama’ah Al-Nopekiyah dan Ultras Nopek. Mereka memanggil Nopek dengan sebutan Gus. Sedangkan penonton dan subscriber kanal YouTube Andik Nur Prabowo, menyebut diri mereka sebagai Sobat ANP. Tak hanya Nopek dan Andik, kanal YouTube yang lain juga memiliki sebutan sendiri untuk penonton dan subscriber-nya.

Youtuber-youtuber Kenongorejo tampaknya memang termasuk jenis orang yang menyenangkan. Selain memiliki kemampuan humor yang baik, humor khas orang-orang desa, mereka juga sering menunjukkan hubungan antarsesama yang harmonis—hubungan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga. Di Kenongorejo, setidaknya yang sering ditunjukkan para youtubernya, relasi antara anak dan orang tua tampak sangat menyenangkan, seperti sahabat karib, tak ada batas antara keduanya. Begitupun relasi antara kerabat, teman, dan tetangga.

Berbicara kanal YouTube yang menyenangkan, selain orang-orang Kenongorejo, di Solo, ada kanal YouTube bernama Bakar Production. Berbeda dengan yang dilakukan youtuber Kenongorejo, Bakar Production dengan Kampung Riwil-nya, merupakan kanal yang dibangun secara serius, kualiti.

Kampung Riwil, sebagaimana dikatakan Mumu Aloha, adalah sebuah kampung fiktif dalam serial Balada Kampung Riwil yang setiap episodenya hadir dua kali seminggu sejak sekitar dua tahun lalu. Awalnya adalah cerita yang sudah umum terdengar tentang “dampak pandemi”. Gara-gara pandemi, komunitas seniman kethoprak di Solo yang biasa pentas di Taman Balekambang, tergabung dalam Seniman Muda Surakarta, kehilangan job.

Dan, lanjut Mumu, seperti cerita yang sudah umum terdengar pula, platform digital menjadi alternatif penyelamat. Dengan bendera Bakar Production, mereka membuat “sinetron” untuk ditayangkan di YouTube. Pemainnya adalah para seniman berbagai usia yang sebelumnya biasa main kethoprak. Dari yang sudah senior, remaja, hingga anak-anak berusia SD.

Jika Solo punya Kampung Riwil, maka Kediri punya lakon mereka sendiri, yang barangkali bisa dibilang lebih membahana, lewat bendera Woko Channel. Sama-sama menyajikan lakon komedi berbahasa Jawa, Woko Channel dikenal dengan gayanya yang lebih “slapstick” dibandingkan dengan Bakar Production. Dan, perbedaan nuansa “kehalusan” bahasa antara Solo (Jawa Tengah) dan Kediri (Jawa Timur) juga memberikan perbedaan pada sketsa kisah-kisah mereka (Mumu, 2022).

Namun, terlepas dari bagaimana Bakar Production dan Woko Channel menghasilkan konten-konten berkualitas, youtuber Kenongorejo memang memiliki ciri khasnya sendiri. Seperti Nopek, tokoh yang mereka banggakan, mereka juga mendeklarasikan diri sebagai “youtuber kuantiti”; tak peduli kualitas, yang penting produktif menghasilkan video—yang penting ngonten, kata mereka. Sebab, mereka percaya, semakin produktif semakin banyak mereka mendulang penghasilan, AdSense dari YouTube.

Youtuber-youtuber Kenongorejo barangkali bisa dikatakan youtuber yang otentik. Jika kebanyakan youtuber sibuk melapisi dirinya dengan kemasan yang menebal penuh dengan kepalsuan, maka youtuber otentik melepaskan lapis-lapis dirinya. Menelanjangi dirinya di depan netizen. Mereka menampilkan apa-apa dengan jujur, apa adanya. Kondisi rumah, menu makanan, dan segalanya, direkam, dieksplor, tanpa tedeng aling-aling.

Akhirnya, sekali lagi, mengutip Mumu Aloha, “dengan perangkat handphone murah di tangan, sambil makan di warung, ngarit di sawah, naik bus antarkota antarprovinsi, atau sambil menunggui kios di pasar”, orang-orang dengan mudah menyetel, menyaksikan, menyimak keseharian orang-orang Kenongorejo yang menyenangkan. Dan, dari layar HP yang dipantengi seseorang di warteg atau di suatu kios di sisi lorong pasar yang hiruk-pikuk, akan menggema suara khas: Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… kembali lagi di channel YouTube saya… jadi ceritanya… bla bla bla.[T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Banyuning: Gudang Seni dan Youtuber di Bali Utara
“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber
Drama Dunia Youtuber Indonesia: Beramal di Zaman Milenial dengan Nonton Youtube
Tags: jawaJawa Timurmedia sosialyoutube
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Komang Sujana, Menulis Puisi, Meraih Gerip Maurip

Next Post

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Gerip Maurip dan Ruang Belajar Menulis Puisi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co