2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Tangkapan layar akun youtube Desy Cahyani Lari

Penulis: Desy Cahyani Lari

________

Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, setiap orang bertanya tentang cita-cita saya. Dan saya selalu menjawab ingin menjadi seorang dokter.

 Di mata saya saat itu menjadi seorang dokter adalah satu-satunya pekerjaan yang hebat dan mulia, karena selain mendapat gaji yang besar yang mampu membuat saya kaya di kemudian hari. Dari profesi ini juga saya dapat membantu menyembuhkan orang sekaligus menambah amal baik saya.

Dan saya yakin jawaban yang   sama akan selalu kita temui ketika semua anak kecil ditanya tentang cita- citanya saat itu.

Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang tidak tinggi, jadi pandangan saya saat itu menjadi seorang dokter adalah jalan pintas saya untuk mengangkat kondisi perekonomian keluarga saya.

Namun, pandangan saya ini berubah ketika mendengar kata-kata guru ekonomi saya saat saya sudah berada di akhir tahun masa SMA.  Guru itu mengatakan bahwa “Kalau mau mendapatkan uang banyak, kamu harus pandai berjualan”.

Kalimat ini selalu terngiang-ngiang di telinga dan bahkan tertanam di alam bawah sadar saya sehingga kalimat ini mengubah keinginan saya dari kecil yang awalnya ingin menjadi seorang dokter sekarang ingin menjadi seorang entrepreneur.

Menjadi seorang entrepreneur bukanlah hal yang mudah. Selama saya menjadi seorang mahasiswa S1, saya telah mencoba menjalani kegiatan sebagai entrepreneur sebanyak dua kali, namun keduanya gagal. Penyebabnya, saya sering merasa tidak enak sama teman. Saat menawarkan sesuatu sang teman sering meminta “harga teman”, dan saya tak tahu bagaimana menghadapi teman semacam itu. Akhirnya saya memutuskan untuk rehat sejenak.

Tahun 2018, dunia digital sedang naik daun di mana kemunculan Atta Hallilintar dan Ria Ricis yang saat itu masih berusia 20 tahunan membuat heboh satu Indonesia karena memiliki penghasilan milyaran dari video-video yang dibuat dan diupload di kanal youtube. Saya sangat kagum dengan kedua anak muda ini karena di saat usia mereka yang masih 20 tahun sudah bisa mengumpulkan pundi rupiah dan memenuhi keinginan mereka sehingga hal ini memicu saya dan beberapa anak muda untuk ingin seperti mereka.

Paltform youtube merupakan platform digital yang sangat besar dan seluruh masyarakat dunia meggunakannya serta bisa mengaksesnya. Jadi, ini adalah peluang yang besar untuk mendapatkan pundi rupiah. Setiap orang tentu bisa mendapatkan penghasilan dari youtube hanya dengan membuat video sesuai dengan hobi mereka, kemampuan dan ciri khas mereka.

 Akan tetapi memutuskan menjadi seorang content creator bukanlah hal yang mudah seperti yang  dianggap oleh beberapa orang. Seorang content creator dituntut untuk kreatif dan edukatif disetiap video yang dibuat serta harus mampu untuk konsisten dalam membuat content. Tidak hanya itu saja, agar dapat termonetisasinya chanel youtube, seorang content creator diwajibkan untuk memenuhi syarat yaitu, tembus 4000 jam tayang dan 1000 subscriber dalam waktu 1 tahun.

Melihat cara kerja di dunia youtube yang sesuai dengan karakteristik kaum milenials yaitu adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, bekerja sesuai dengan hobi, dan pendapatan yang besar membuat saya dan anak milenials lainnya sangat tertarik merambah karir ke dunia youtube.

Langkah awal saya memulai karir di dunia youtube yaitu membuat akun youtube, mendaftarkan diri di google adsense, dan mulai mengupload video yang telah saya buat dan itu saya lakukan setiap hari. Alhasil, satu tahun pertama bergabung saya merasakan gaji pertama saya dan saya sangat senang karena bisa merasakan yang namanya “hobi yang dibayar”. Dua tahun berlalu, dan saya masih konsisten bekerja di Youtube hingga akhirnya saya berhasil menembus 100.000 subscriber dan saya mendapatkan pernghargaan dari youtube yaitu “Silver Play Button”.

Tidak hanya saya saja yang mencoba peruntungan di dunia youtube, banyak kaum milenials mencobanya juga dan beberapa dari mereka bahkan akhirnya menjadi tulang punggung keluarga dari hasil youtubenya. Dengan adanya fenomena ini, cita-cita anak kecil yang dulunya sama seperti saya ingin menjadi dokter telah berubah yaitu ingin menjadi seorang YOUTUBER.

Karena di youtube bekerja sesuai dengan hobi, maka banyak bermunculan content creator sesuai dengan passion mereka masing- masing, ada yang menjadi beauty vlogger, food vlogger, education vlogger, tutorial, dan masih banyak lagi. Jumlah subscriber yang dimiliki oleh seorang content creator dan views yang diperoleh di setiap videonya di manfaatkan oleh perusahaan sebagai alat marketing untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat dari sinilah mulai tercipta pekerjaan baru dengan nama “endorsment”.

“Endorsment” tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan karena produk mereka lebih mudah dan cepat diketahui public melainkan menguntungkan content creator juga karena mendapat fee tambahan dari promosi yang telah dilakukan dan tentunya ini menambah pundi-pundi rupiah lagi. Sehingga semakin banyak kaum milenials menunjukkan kekreatifitasannya di youtube agar mendapatkan Kerjasama produk serta pemasukan lebih selain dari gaji utama youtube.

Tidak hanya Youtube, platform digital lain yang bisa dijadikan ladang pundi rupiah kaum milenials adalah Instagram. Awal mula Instagram diciptakan tujuannya adalah untuk berbagi kenangan foto namun karena pertumbuhan digital yang sangat cepat, pekerjaan “endorsement” pun masuk ke Instagram, menyasar content creator yang memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak dan interaktif yang kuat.

Pekerja kreator di platform ini biasa disebut dengan “SelebGram”. Para Youtuber yang telah sukses di youtube pun tak mau kalah cepat memanfaatkan peluang ini. Jadi setiap video yang mereka buat, mereka selalu mengarahkan subscribernya untuk mengikutinya di Instagram sehingga secara otomatis jumlah pengikutnya pun meningkat dan “endorsement” pun semakin kuat.

Masuk ke tahun 2020, tahun dimana semua negara di dunia perekonomiannya lumpuh karena pandemic yang terjadi, semua orang bekerja dari rumah, PHK besar-besaran terjadi, dan banyak orang bingung mendapatkan penghasilan tambahan dari mana. Hal ini tidak terjadi pada kaum milenials yang kreatif, malahan ini dijadikan peluang untuk mereka menghibur orang yang dirumah saja dan membesarkan nama mereka di platform digital terbaru yaitu TIKTOK.

Tiktok merupakan platform hiburan dengan menyajikan video kreatif, edukatif, tutorial dan masih banyak lagi dengan durasi 15 hingga 60 detik. Platform ini awalnya dinilai tidak baik bagi generasi bangsa, karena isinya joget-joget tidak jelas, tapi seiring perkembangan system yang dibuat, platform ini berubah total, platform yang awalnya dinilai “Alay” berubah menjadi platform “Penghasil uang dengan dampak tercepat”. Banyak content creator tiktok atau yang lebih dikenal “SelebTok” memanfaatkan kekratifitasan mereka untuk menghibur orang dan menarik perhatian orang untuk mengikutinya di platform ini. Ketika mereka telah memiliki interaksi yang kuat antar selebtok dan pengikutnya, brand-brand pun akan menjadikan ini peluang untuk mempromosikan produk mereka, dan lagi-lagi pekerjaan “endorsement” masuk ke platform ini, dan membuat pundi rupiah content creator semakin bertambah.

Hal inilah yang membuat banyak kaum milenials saat ini berlomba-lomba menunjukkan kekreatifitasan mereka di platform tersebut, karena sesuai dengan hobi, bayaran yang didapat juga lumayan, dan fleksibel. Namun perlu di ingat dibutuhkan konsisten dan kreatifitas yang tinggi agar dapat bertahan di platform ini. Saya sendiri hanya memfokuskan diri platform youtube dan Instagram, bagaimana dengan anda? Apakah anda ingin mencoba peruntungan di ladang subur ini juga? [T]

Desy Cahyani Lari, youtuber, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Otewe Gym Otewe Body Goal

Next Post

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co