6 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Tangkapan layar akun youtube Desy Cahyani Lari

Penulis: Desy Cahyani Lari

________

Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, setiap orang bertanya tentang cita-cita saya. Dan saya selalu menjawab ingin menjadi seorang dokter.

 Di mata saya saat itu menjadi seorang dokter adalah satu-satunya pekerjaan yang hebat dan mulia, karena selain mendapat gaji yang besar yang mampu membuat saya kaya di kemudian hari. Dari profesi ini juga saya dapat membantu menyembuhkan orang sekaligus menambah amal baik saya.

Dan saya yakin jawaban yang   sama akan selalu kita temui ketika semua anak kecil ditanya tentang cita- citanya saat itu.

Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang tidak tinggi, jadi pandangan saya saat itu menjadi seorang dokter adalah jalan pintas saya untuk mengangkat kondisi perekonomian keluarga saya.

Namun, pandangan saya ini berubah ketika mendengar kata-kata guru ekonomi saya saat saya sudah berada di akhir tahun masa SMA.  Guru itu mengatakan bahwa “Kalau mau mendapatkan uang banyak, kamu harus pandai berjualan”.

Kalimat ini selalu terngiang-ngiang di telinga dan bahkan tertanam di alam bawah sadar saya sehingga kalimat ini mengubah keinginan saya dari kecil yang awalnya ingin menjadi seorang dokter sekarang ingin menjadi seorang entrepreneur.

Menjadi seorang entrepreneur bukanlah hal yang mudah. Selama saya menjadi seorang mahasiswa S1, saya telah mencoba menjalani kegiatan sebagai entrepreneur sebanyak dua kali, namun keduanya gagal. Penyebabnya, saya sering merasa tidak enak sama teman. Saat menawarkan sesuatu sang teman sering meminta “harga teman”, dan saya tak tahu bagaimana menghadapi teman semacam itu. Akhirnya saya memutuskan untuk rehat sejenak.

Tahun 2018, dunia digital sedang naik daun di mana kemunculan Atta Hallilintar dan Ria Ricis yang saat itu masih berusia 20 tahunan membuat heboh satu Indonesia karena memiliki penghasilan milyaran dari video-video yang dibuat dan diupload di kanal youtube. Saya sangat kagum dengan kedua anak muda ini karena di saat usia mereka yang masih 20 tahun sudah bisa mengumpulkan pundi rupiah dan memenuhi keinginan mereka sehingga hal ini memicu saya dan beberapa anak muda untuk ingin seperti mereka.

Paltform youtube merupakan platform digital yang sangat besar dan seluruh masyarakat dunia meggunakannya serta bisa mengaksesnya. Jadi, ini adalah peluang yang besar untuk mendapatkan pundi rupiah. Setiap orang tentu bisa mendapatkan penghasilan dari youtube hanya dengan membuat video sesuai dengan hobi mereka, kemampuan dan ciri khas mereka.

 Akan tetapi memutuskan menjadi seorang content creator bukanlah hal yang mudah seperti yang  dianggap oleh beberapa orang. Seorang content creator dituntut untuk kreatif dan edukatif disetiap video yang dibuat serta harus mampu untuk konsisten dalam membuat content. Tidak hanya itu saja, agar dapat termonetisasinya chanel youtube, seorang content creator diwajibkan untuk memenuhi syarat yaitu, tembus 4000 jam tayang dan 1000 subscriber dalam waktu 1 tahun.

Melihat cara kerja di dunia youtube yang sesuai dengan karakteristik kaum milenials yaitu adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, bekerja sesuai dengan hobi, dan pendapatan yang besar membuat saya dan anak milenials lainnya sangat tertarik merambah karir ke dunia youtube.

Langkah awal saya memulai karir di dunia youtube yaitu membuat akun youtube, mendaftarkan diri di google adsense, dan mulai mengupload video yang telah saya buat dan itu saya lakukan setiap hari. Alhasil, satu tahun pertama bergabung saya merasakan gaji pertama saya dan saya sangat senang karena bisa merasakan yang namanya “hobi yang dibayar”. Dua tahun berlalu, dan saya masih konsisten bekerja di Youtube hingga akhirnya saya berhasil menembus 100.000 subscriber dan saya mendapatkan pernghargaan dari youtube yaitu “Silver Play Button”.

Tidak hanya saya saja yang mencoba peruntungan di dunia youtube, banyak kaum milenials mencobanya juga dan beberapa dari mereka bahkan akhirnya menjadi tulang punggung keluarga dari hasil youtubenya. Dengan adanya fenomena ini, cita-cita anak kecil yang dulunya sama seperti saya ingin menjadi dokter telah berubah yaitu ingin menjadi seorang YOUTUBER.

Karena di youtube bekerja sesuai dengan hobi, maka banyak bermunculan content creator sesuai dengan passion mereka masing- masing, ada yang menjadi beauty vlogger, food vlogger, education vlogger, tutorial, dan masih banyak lagi. Jumlah subscriber yang dimiliki oleh seorang content creator dan views yang diperoleh di setiap videonya di manfaatkan oleh perusahaan sebagai alat marketing untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat dari sinilah mulai tercipta pekerjaan baru dengan nama “endorsment”.

“Endorsment” tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan karena produk mereka lebih mudah dan cepat diketahui public melainkan menguntungkan content creator juga karena mendapat fee tambahan dari promosi yang telah dilakukan dan tentunya ini menambah pundi-pundi rupiah lagi. Sehingga semakin banyak kaum milenials menunjukkan kekreatifitasannya di youtube agar mendapatkan Kerjasama produk serta pemasukan lebih selain dari gaji utama youtube.

Tidak hanya Youtube, platform digital lain yang bisa dijadikan ladang pundi rupiah kaum milenials adalah Instagram. Awal mula Instagram diciptakan tujuannya adalah untuk berbagi kenangan foto namun karena pertumbuhan digital yang sangat cepat, pekerjaan “endorsement” pun masuk ke Instagram, menyasar content creator yang memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak dan interaktif yang kuat.

Pekerja kreator di platform ini biasa disebut dengan “SelebGram”. Para Youtuber yang telah sukses di youtube pun tak mau kalah cepat memanfaatkan peluang ini. Jadi setiap video yang mereka buat, mereka selalu mengarahkan subscribernya untuk mengikutinya di Instagram sehingga secara otomatis jumlah pengikutnya pun meningkat dan “endorsement” pun semakin kuat.

Masuk ke tahun 2020, tahun dimana semua negara di dunia perekonomiannya lumpuh karena pandemic yang terjadi, semua orang bekerja dari rumah, PHK besar-besaran terjadi, dan banyak orang bingung mendapatkan penghasilan tambahan dari mana. Hal ini tidak terjadi pada kaum milenials yang kreatif, malahan ini dijadikan peluang untuk mereka menghibur orang yang dirumah saja dan membesarkan nama mereka di platform digital terbaru yaitu TIKTOK.

Tiktok merupakan platform hiburan dengan menyajikan video kreatif, edukatif, tutorial dan masih banyak lagi dengan durasi 15 hingga 60 detik. Platform ini awalnya dinilai tidak baik bagi generasi bangsa, karena isinya joget-joget tidak jelas, tapi seiring perkembangan system yang dibuat, platform ini berubah total, platform yang awalnya dinilai “Alay” berubah menjadi platform “Penghasil uang dengan dampak tercepat”. Banyak content creator tiktok atau yang lebih dikenal “SelebTok” memanfaatkan kekratifitasan mereka untuk menghibur orang dan menarik perhatian orang untuk mengikutinya di platform ini. Ketika mereka telah memiliki interaksi yang kuat antar selebtok dan pengikutnya, brand-brand pun akan menjadikan ini peluang untuk mempromosikan produk mereka, dan lagi-lagi pekerjaan “endorsement” masuk ke platform ini, dan membuat pundi rupiah content creator semakin bertambah.

Hal inilah yang membuat banyak kaum milenials saat ini berlomba-lomba menunjukkan kekreatifitasan mereka di platform tersebut, karena sesuai dengan hobi, bayaran yang didapat juga lumayan, dan fleksibel. Namun perlu di ingat dibutuhkan konsisten dan kreatifitas yang tinggi agar dapat bertahan di platform ini. Saya sendiri hanya memfokuskan diri platform youtube dan Instagram, bagaimana dengan anda? Apakah anda ingin mencoba peruntungan di ladang subur ini juga? [T]

Desy Cahyani Lari, youtuber, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Otewe Gym Otewe Body Goal

Next Post

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails

Aoroville: Kota Eksperimental

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
0
Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

Read moreDetails

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

by Angga Wijaya
May 4, 2026
0
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

Read moreDetails

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
0
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

Read moreDetails

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
0
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

Read moreDetails

Guru Profesional Bekerja Proporsional

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
0
Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

Read moreDetails

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

Read moreDetails

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

by Angga Wijaya
May 2, 2026
0
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

Read moreDetails

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

by Arief Rahzen
May 1, 2026
0
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

Read moreDetails

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails
Next Post
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co