3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Tangkapan layar akun youtube Desy Cahyani Lari

Penulis: Desy Cahyani Lari

________

Saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar, setiap orang bertanya tentang cita-cita saya. Dan saya selalu menjawab ingin menjadi seorang dokter.

 Di mata saya saat itu menjadi seorang dokter adalah satu-satunya pekerjaan yang hebat dan mulia, karena selain mendapat gaji yang besar yang mampu membuat saya kaya di kemudian hari. Dari profesi ini juga saya dapat membantu menyembuhkan orang sekaligus menambah amal baik saya.

Dan saya yakin jawaban yang   sama akan selalu kita temui ketika semua anak kecil ditanya tentang cita- citanya saat itu.

Saya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang tidak tinggi, jadi pandangan saya saat itu menjadi seorang dokter adalah jalan pintas saya untuk mengangkat kondisi perekonomian keluarga saya.

Namun, pandangan saya ini berubah ketika mendengar kata-kata guru ekonomi saya saat saya sudah berada di akhir tahun masa SMA.  Guru itu mengatakan bahwa “Kalau mau mendapatkan uang banyak, kamu harus pandai berjualan”.

Kalimat ini selalu terngiang-ngiang di telinga dan bahkan tertanam di alam bawah sadar saya sehingga kalimat ini mengubah keinginan saya dari kecil yang awalnya ingin menjadi seorang dokter sekarang ingin menjadi seorang entrepreneur.

Menjadi seorang entrepreneur bukanlah hal yang mudah. Selama saya menjadi seorang mahasiswa S1, saya telah mencoba menjalani kegiatan sebagai entrepreneur sebanyak dua kali, namun keduanya gagal. Penyebabnya, saya sering merasa tidak enak sama teman. Saat menawarkan sesuatu sang teman sering meminta “harga teman”, dan saya tak tahu bagaimana menghadapi teman semacam itu. Akhirnya saya memutuskan untuk rehat sejenak.

Tahun 2018, dunia digital sedang naik daun di mana kemunculan Atta Hallilintar dan Ria Ricis yang saat itu masih berusia 20 tahunan membuat heboh satu Indonesia karena memiliki penghasilan milyaran dari video-video yang dibuat dan diupload di kanal youtube. Saya sangat kagum dengan kedua anak muda ini karena di saat usia mereka yang masih 20 tahun sudah bisa mengumpulkan pundi rupiah dan memenuhi keinginan mereka sehingga hal ini memicu saya dan beberapa anak muda untuk ingin seperti mereka.

Paltform youtube merupakan platform digital yang sangat besar dan seluruh masyarakat dunia meggunakannya serta bisa mengaksesnya. Jadi, ini adalah peluang yang besar untuk mendapatkan pundi rupiah. Setiap orang tentu bisa mendapatkan penghasilan dari youtube hanya dengan membuat video sesuai dengan hobi mereka, kemampuan dan ciri khas mereka.

 Akan tetapi memutuskan menjadi seorang content creator bukanlah hal yang mudah seperti yang  dianggap oleh beberapa orang. Seorang content creator dituntut untuk kreatif dan edukatif disetiap video yang dibuat serta harus mampu untuk konsisten dalam membuat content. Tidak hanya itu saja, agar dapat termonetisasinya chanel youtube, seorang content creator diwajibkan untuk memenuhi syarat yaitu, tembus 4000 jam tayang dan 1000 subscriber dalam waktu 1 tahun.

Melihat cara kerja di dunia youtube yang sesuai dengan karakteristik kaum milenials yaitu adanya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, bekerja sesuai dengan hobi, dan pendapatan yang besar membuat saya dan anak milenials lainnya sangat tertarik merambah karir ke dunia youtube.

Langkah awal saya memulai karir di dunia youtube yaitu membuat akun youtube, mendaftarkan diri di google adsense, dan mulai mengupload video yang telah saya buat dan itu saya lakukan setiap hari. Alhasil, satu tahun pertama bergabung saya merasakan gaji pertama saya dan saya sangat senang karena bisa merasakan yang namanya “hobi yang dibayar”. Dua tahun berlalu, dan saya masih konsisten bekerja di Youtube hingga akhirnya saya berhasil menembus 100.000 subscriber dan saya mendapatkan pernghargaan dari youtube yaitu “Silver Play Button”.

Tidak hanya saya saja yang mencoba peruntungan di dunia youtube, banyak kaum milenials mencobanya juga dan beberapa dari mereka bahkan akhirnya menjadi tulang punggung keluarga dari hasil youtubenya. Dengan adanya fenomena ini, cita-cita anak kecil yang dulunya sama seperti saya ingin menjadi dokter telah berubah yaitu ingin menjadi seorang YOUTUBER.

Karena di youtube bekerja sesuai dengan hobi, maka banyak bermunculan content creator sesuai dengan passion mereka masing- masing, ada yang menjadi beauty vlogger, food vlogger, education vlogger, tutorial, dan masih banyak lagi. Jumlah subscriber yang dimiliki oleh seorang content creator dan views yang diperoleh di setiap videonya di manfaatkan oleh perusahaan sebagai alat marketing untuk memperkenalkan produk mereka ke masyarakat dari sinilah mulai tercipta pekerjaan baru dengan nama “endorsment”.

“Endorsment” tidak hanya menguntungkan pihak perusahaan karena produk mereka lebih mudah dan cepat diketahui public melainkan menguntungkan content creator juga karena mendapat fee tambahan dari promosi yang telah dilakukan dan tentunya ini menambah pundi-pundi rupiah lagi. Sehingga semakin banyak kaum milenials menunjukkan kekreatifitasannya di youtube agar mendapatkan Kerjasama produk serta pemasukan lebih selain dari gaji utama youtube.

Tidak hanya Youtube, platform digital lain yang bisa dijadikan ladang pundi rupiah kaum milenials adalah Instagram. Awal mula Instagram diciptakan tujuannya adalah untuk berbagi kenangan foto namun karena pertumbuhan digital yang sangat cepat, pekerjaan “endorsement” pun masuk ke Instagram, menyasar content creator yang memiliki jumlah pengikut yang sangat banyak dan interaktif yang kuat.

Pekerja kreator di platform ini biasa disebut dengan “SelebGram”. Para Youtuber yang telah sukses di youtube pun tak mau kalah cepat memanfaatkan peluang ini. Jadi setiap video yang mereka buat, mereka selalu mengarahkan subscribernya untuk mengikutinya di Instagram sehingga secara otomatis jumlah pengikutnya pun meningkat dan “endorsement” pun semakin kuat.

Masuk ke tahun 2020, tahun dimana semua negara di dunia perekonomiannya lumpuh karena pandemic yang terjadi, semua orang bekerja dari rumah, PHK besar-besaran terjadi, dan banyak orang bingung mendapatkan penghasilan tambahan dari mana. Hal ini tidak terjadi pada kaum milenials yang kreatif, malahan ini dijadikan peluang untuk mereka menghibur orang yang dirumah saja dan membesarkan nama mereka di platform digital terbaru yaitu TIKTOK.

Tiktok merupakan platform hiburan dengan menyajikan video kreatif, edukatif, tutorial dan masih banyak lagi dengan durasi 15 hingga 60 detik. Platform ini awalnya dinilai tidak baik bagi generasi bangsa, karena isinya joget-joget tidak jelas, tapi seiring perkembangan system yang dibuat, platform ini berubah total, platform yang awalnya dinilai “Alay” berubah menjadi platform “Penghasil uang dengan dampak tercepat”. Banyak content creator tiktok atau yang lebih dikenal “SelebTok” memanfaatkan kekratifitasan mereka untuk menghibur orang dan menarik perhatian orang untuk mengikutinya di platform ini. Ketika mereka telah memiliki interaksi yang kuat antar selebtok dan pengikutnya, brand-brand pun akan menjadikan ini peluang untuk mempromosikan produk mereka, dan lagi-lagi pekerjaan “endorsement” masuk ke platform ini, dan membuat pundi rupiah content creator semakin bertambah.

Hal inilah yang membuat banyak kaum milenials saat ini berlomba-lomba menunjukkan kekreatifitasan mereka di platform tersebut, karena sesuai dengan hobi, bayaran yang didapat juga lumayan, dan fleksibel. Namun perlu di ingat dibutuhkan konsisten dan kreatifitas yang tinggi agar dapat bertahan di platform ini. Saya sendiri hanya memfokuskan diri platform youtube dan Instagram, bagaimana dengan anda? Apakah anda ingin mencoba peruntungan di ladang subur ini juga? [T]

Desy Cahyani Lari, youtuber, mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Otewe Gym Otewe Body Goal

Next Post

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co