24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Ilustrasi diambil dari: https://www.bankmandiri.co.id/reksadana

Penulis : Luh Putu Yuni Hartini

________

Wabah Covid-19 yang mulai merajela sejak awal tahun 2020 membuat hampir semua lini kehidupan termasuk sektor ekonomi mengalami pelemahan yang sangat terasa. Pada fase masa transisi menuju kebiasaan baru, sektor ekonomi harus segera bangkit, seiring penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan. Kondisi perekonomian global telah berubah secara signifikan dengan merebaknya Covid-19 di awal 2020.

Perubahan ini diperlihatkan dengan menurunnya kondisi perekonomian di berbagai sektor setelah WHO menyatakan secara resmi Covid-19 sebagai pandemi. Kehidupan “new normal” hanya menjadi wacana karena sampai detik ini virus Corona masih merajalela. Beberapa negara yang sudah menyatakan terbebas dari virus Corona ternyata menemukan lagi virus tersebut di negaranya. Situasi tersebut menyadarkan kita, Covid-19 masih tetap ada. Masyarakat dihadapkan pada ketidakjelasan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Dengan kondisi yang masih dalam situasi pandemi ini, tentunya membuat kita semua harus beradaptasi dan melakukan perubahan. Perubahan tentunya dimulai dari diri sendiri. Seperti kita ketahui Pemerintah sudah sering menganjurkan agar seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan 3 M di kehidupan sehari hari yang secara tidak langsung sudah menjadi budaya kita saat ini yakni Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker.

Bahkan setelah 3 M kita pun wajib menerapkan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) . Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Bagaimana dengan perubahan lainnya yang perlu kita lakukan? Memang banyak yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini memang ada sebagian masyarakat yang mengalami perubahan hidup 180 derajat karena terkena PHK. Ada yang harus mengubah rencana liburan dan lain lain. Melihat apa yang terjadi saat ini, penting untuk mengatur strategi investasi. Pastikan diri kita memiliki investasi yang dapat menjadi pegangan di masa depan, termasuk jika terjadi krisis yang tak terduga seperti yang terjadi sekarang. Nah, jika ingin memulai  di saat krisis seperti saat ini, investasi apa yang bisa dilakukan?

Banyak pakar keuangan mengatakan bahwa upayakan agar tetap berinvestasi meski dalam situasi krisis. Tak masalah jika nilai / uang nya berkurang dari sebelum krisis, tidak seperti di situasi normal. Sepanjang  masih berpenghasilan,  tidak ada alasan untuk menghentikan investasi di saat krisis. Namun, berbeda kondisinya jika menjadi salah satu korban PHK karena dampak virus corona. Maka hal yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi keuangan aman selama pandemi ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Dalam situasi ini, upayakan tidak mencairkan investasi yang dimiliki kecuali dalam keadaan sangat terpaksa. Upayakan menambahkan pendapatan dengan memaksimalkan talenta kita dengan berusaha untuk memiliki side job seperti berjualan online sebagai pertimbangan alternative penghasilan.

Bagi yang masih berpenghasilan mungkin banyak yang melakukan langkah wait and see dan menginvestasikan dananya di produk simpanan konvensional seperti tabungan atau deposito. Kebijakan Bank Indonesia saat ini yang menurunkan suku bunga simpanan maka tentunya membuat hasil investasi dana di simpanan yakni tabungan dan deposito akan memperoleh bunga yang relatif kecil dan hasil tersebut belum dikenakan pajak bunga sesuai ketentuan yakni sebesar 20% dari bunga yang diperoleh .

Kita tahu bahwa dengan investasi, bukan hanya mengamankan aset, tetapi juga mengembangkan uang. Sehingga saat ini kita harus berfikir cerdas untuk memilih instrumen investasi yang dapat memberikan hasil yang maksimal namun tetap aman. Jangan mudah terpengaruh dengan iming iming bunga tinggi yang biasanya datang dari investasi yang ternyata bodong.  Saat ini kita dapat alokasikan dana kita dengan salah satu alternative di masa pandemi ini adalah di instrumen reksadana. Instrumen rendah risiko, menguntungkan, dan pastinya aman karena dikelola manajer investasi.

Apakah itu reksadana dan apa saja keuntungan lain menginvestasikan dana di reksadana? Berikut penjelasannya :

Pengertian reksadana berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 pasal 1, ayat 27 adalah suatu tempat yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan sejumlah uang dari masyarakat pemodal agar selanjutnya bisa diinvestasikan dalam portofolio efek oleh masing-masing manajer investasi.

Sedangkan pengertian reksadana berdasarkan undang-undang pasar modal adalah suatu tempat yang didalamnya terkumpul berbagai uang dari masyarakat untuk bisa diinvestasikan kembali oleh manajer investasi atau MI. Nantinya, dana yang diinvestasikan tersebut bisa berupa saham, pasar uang, obligasi, dll. Keuntungan investasi reksadana di tengah pandemi adalah sebagai berikut:

Pertama, Modal yang diperlukan relatif kecil. Investasi di reksadana terbilang masih terjangkau bahkan mahasiswa yang belum berpenghasilan pun bisa melakukannya, hal ini karena modalnya murah meriah. Saat ini banyak reksadana tersedia secara online atau jika lebih meyakinkan dapat bergabung melalui bank umum yang telah memiliki lisensi menjadi agen penjual efek reksadana dengan modal Rp.100.000 ( Seratus ribu rupiah). Segera rubah mindset kita,  tidak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi. Apalagi saat pandemi seperti ini, kita dapat mulai investasi dengan modal kecil dulu.

Kedua, Tersedia fasilitas Installment plan atau top up dana setiap bulannya. Sebelum berinvestasi, kita dapat memilih jangka waktu investasinya. Ada tenor 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau 10 tahun. Sehingga installment plan ini akan terus berlanjut sampai reksadana memasuki masa jatuh tempo. Tentunya dengan jumlah yang sama seperti yang kita investasikan pada bulan sebelumnya. Misal, jika di awal kita menyimpan dana Rp 500.000, (Lima ratus ribu rupiah ) maka bulan-bulan berikutnya pun sebesar itu. Sistem installment plan ini bisa meringankan beban finansial kita setiap bulan. Kita tidak perlu lagi menunggu sampai kaya dulu baru memulai investasi reksadana. 

Ketiga, Dikelola oleh Manajer Investasi. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan manajer investasi harus mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi tidak asal beroperasi. Orang yang bekerja pada perusahaan manajer investasi atau disebut Wakil Manajer Investasi (WMI) pun wajib memiliki izin dari OJK. Untuk mendapatkan izin WMI, orang tersebut harus dinyatakan lulus ujian yang digelar Panitia Standar Profesi. Tanda kelulusan tersebut menjadi dasar penilaian atas permohonan izin yang diajukan ke OJK. Jadi tidak perlu takut risikonya, sebab ada Manajer Investasi (MI). Merekalah yang akan mengelola dana yang kita investasikan pada produk reksadana, sehingga dapat memberi imbal hasil maksimal.

Keempat, Mudah dilakukan. Kenapa dikategorikan mudah dilakukan?  Reksadana saat ini dapat di dilayani diperusahaan Manajer Investasi (MI), Bank, Perusahaan Efek atau Sekuritas atau juga Perusahaan Finansial Teknologi atau disebut Fintech yang sudah memiliki ijin APERD ( Agen Penjual Efek Reksa Dana) serta telah tersedia pula akses secara online sehingga kita dapat dengan mudah untuk melakukan pendaftaran dan melakukan top up dana. Seperti  aplikasi MOST ( Mandiri Online Securities Trading) yang disediakan oleh Mandiri Sekuritas (anak perusahaan Bank Mandiri) atau melalui situs belanja online, seperti Tokopedia dan Bukalapak. Dengan begitu, lebih mudah, praktis, dan pastinya aman karena dibekali sistem keamanan berlapis. Saat pencairan atau dijual pun sangat mudah dilakukan karena dapat sewaktu waktu dan tanpa denda atau pinalti pula.

Kelima, Produknya yang bervariasi. Reksadana menyediakan produk yang menyesuaikan dengan profil resiko (risk profile) nasabah nya. Mulai dari resiko rendah yakni Reksadana Pasar Uang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun, resiko sedang yakni Reksadana Pendapatan Tetap dengan jangka waktu 1-3 tahun dan Reksadana Campuran dengan jangka waktu 3-5 tahun serta yang memiliki resiko tinggi yakni Reksadana Saham dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun. Jika kita mau aman maka kita bisa memilih reksadana pasar uang namun jika suka tantangan dan ingin cuan yang lebih besar maka reksadana saham jawabannya.

Dari penjelasan diatas, berharap agar tulisan ini dapat membuka wawasan para pembaca untuk mulai merubah diri untuk cerdas berinvestasi di masa pandemi COVID-19. Daripada gaji atau penghasilan tidak jelas larinya ke mana, tahu-tahu aja habis, lebih baik diinvestasikan. Investasi yang tepat akan membawa kita pada masa depan keuangan cerah, tidak merana di hari tua. Salam Perubahan. [T]

Luh Putu Yuni Hartini, Mahasiswa,

Prodi S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja, Branch Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cab. Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Next Post

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co