12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Ilustrasi diambil dari: https://www.bankmandiri.co.id/reksadana

Penulis : Luh Putu Yuni Hartini

________

Wabah Covid-19 yang mulai merajela sejak awal tahun 2020 membuat hampir semua lini kehidupan termasuk sektor ekonomi mengalami pelemahan yang sangat terasa. Pada fase masa transisi menuju kebiasaan baru, sektor ekonomi harus segera bangkit, seiring penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan. Kondisi perekonomian global telah berubah secara signifikan dengan merebaknya Covid-19 di awal 2020.

Perubahan ini diperlihatkan dengan menurunnya kondisi perekonomian di berbagai sektor setelah WHO menyatakan secara resmi Covid-19 sebagai pandemi. Kehidupan “new normal” hanya menjadi wacana karena sampai detik ini virus Corona masih merajalela. Beberapa negara yang sudah menyatakan terbebas dari virus Corona ternyata menemukan lagi virus tersebut di negaranya. Situasi tersebut menyadarkan kita, Covid-19 masih tetap ada. Masyarakat dihadapkan pada ketidakjelasan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Dengan kondisi yang masih dalam situasi pandemi ini, tentunya membuat kita semua harus beradaptasi dan melakukan perubahan. Perubahan tentunya dimulai dari diri sendiri. Seperti kita ketahui Pemerintah sudah sering menganjurkan agar seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan 3 M di kehidupan sehari hari yang secara tidak langsung sudah menjadi budaya kita saat ini yakni Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker.

Bahkan setelah 3 M kita pun wajib menerapkan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) . Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Bagaimana dengan perubahan lainnya yang perlu kita lakukan? Memang banyak yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini memang ada sebagian masyarakat yang mengalami perubahan hidup 180 derajat karena terkena PHK. Ada yang harus mengubah rencana liburan dan lain lain. Melihat apa yang terjadi saat ini, penting untuk mengatur strategi investasi. Pastikan diri kita memiliki investasi yang dapat menjadi pegangan di masa depan, termasuk jika terjadi krisis yang tak terduga seperti yang terjadi sekarang. Nah, jika ingin memulai  di saat krisis seperti saat ini, investasi apa yang bisa dilakukan?

Banyak pakar keuangan mengatakan bahwa upayakan agar tetap berinvestasi meski dalam situasi krisis. Tak masalah jika nilai / uang nya berkurang dari sebelum krisis, tidak seperti di situasi normal. Sepanjang  masih berpenghasilan,  tidak ada alasan untuk menghentikan investasi di saat krisis. Namun, berbeda kondisinya jika menjadi salah satu korban PHK karena dampak virus corona. Maka hal yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi keuangan aman selama pandemi ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Dalam situasi ini, upayakan tidak mencairkan investasi yang dimiliki kecuali dalam keadaan sangat terpaksa. Upayakan menambahkan pendapatan dengan memaksimalkan talenta kita dengan berusaha untuk memiliki side job seperti berjualan online sebagai pertimbangan alternative penghasilan.

Bagi yang masih berpenghasilan mungkin banyak yang melakukan langkah wait and see dan menginvestasikan dananya di produk simpanan konvensional seperti tabungan atau deposito. Kebijakan Bank Indonesia saat ini yang menurunkan suku bunga simpanan maka tentunya membuat hasil investasi dana di simpanan yakni tabungan dan deposito akan memperoleh bunga yang relatif kecil dan hasil tersebut belum dikenakan pajak bunga sesuai ketentuan yakni sebesar 20% dari bunga yang diperoleh .

Kita tahu bahwa dengan investasi, bukan hanya mengamankan aset, tetapi juga mengembangkan uang. Sehingga saat ini kita harus berfikir cerdas untuk memilih instrumen investasi yang dapat memberikan hasil yang maksimal namun tetap aman. Jangan mudah terpengaruh dengan iming iming bunga tinggi yang biasanya datang dari investasi yang ternyata bodong.  Saat ini kita dapat alokasikan dana kita dengan salah satu alternative di masa pandemi ini adalah di instrumen reksadana. Instrumen rendah risiko, menguntungkan, dan pastinya aman karena dikelola manajer investasi.

Apakah itu reksadana dan apa saja keuntungan lain menginvestasikan dana di reksadana? Berikut penjelasannya :

Pengertian reksadana berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 pasal 1, ayat 27 adalah suatu tempat yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan sejumlah uang dari masyarakat pemodal agar selanjutnya bisa diinvestasikan dalam portofolio efek oleh masing-masing manajer investasi.

Sedangkan pengertian reksadana berdasarkan undang-undang pasar modal adalah suatu tempat yang didalamnya terkumpul berbagai uang dari masyarakat untuk bisa diinvestasikan kembali oleh manajer investasi atau MI. Nantinya, dana yang diinvestasikan tersebut bisa berupa saham, pasar uang, obligasi, dll. Keuntungan investasi reksadana di tengah pandemi adalah sebagai berikut:

Pertama, Modal yang diperlukan relatif kecil. Investasi di reksadana terbilang masih terjangkau bahkan mahasiswa yang belum berpenghasilan pun bisa melakukannya, hal ini karena modalnya murah meriah. Saat ini banyak reksadana tersedia secara online atau jika lebih meyakinkan dapat bergabung melalui bank umum yang telah memiliki lisensi menjadi agen penjual efek reksadana dengan modal Rp.100.000 ( Seratus ribu rupiah). Segera rubah mindset kita,  tidak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi. Apalagi saat pandemi seperti ini, kita dapat mulai investasi dengan modal kecil dulu.

Kedua, Tersedia fasilitas Installment plan atau top up dana setiap bulannya. Sebelum berinvestasi, kita dapat memilih jangka waktu investasinya. Ada tenor 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau 10 tahun. Sehingga installment plan ini akan terus berlanjut sampai reksadana memasuki masa jatuh tempo. Tentunya dengan jumlah yang sama seperti yang kita investasikan pada bulan sebelumnya. Misal, jika di awal kita menyimpan dana Rp 500.000, (Lima ratus ribu rupiah ) maka bulan-bulan berikutnya pun sebesar itu. Sistem installment plan ini bisa meringankan beban finansial kita setiap bulan. Kita tidak perlu lagi menunggu sampai kaya dulu baru memulai investasi reksadana. 

Ketiga, Dikelola oleh Manajer Investasi. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan manajer investasi harus mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi tidak asal beroperasi. Orang yang bekerja pada perusahaan manajer investasi atau disebut Wakil Manajer Investasi (WMI) pun wajib memiliki izin dari OJK. Untuk mendapatkan izin WMI, orang tersebut harus dinyatakan lulus ujian yang digelar Panitia Standar Profesi. Tanda kelulusan tersebut menjadi dasar penilaian atas permohonan izin yang diajukan ke OJK. Jadi tidak perlu takut risikonya, sebab ada Manajer Investasi (MI). Merekalah yang akan mengelola dana yang kita investasikan pada produk reksadana, sehingga dapat memberi imbal hasil maksimal.

Keempat, Mudah dilakukan. Kenapa dikategorikan mudah dilakukan?  Reksadana saat ini dapat di dilayani diperusahaan Manajer Investasi (MI), Bank, Perusahaan Efek atau Sekuritas atau juga Perusahaan Finansial Teknologi atau disebut Fintech yang sudah memiliki ijin APERD ( Agen Penjual Efek Reksa Dana) serta telah tersedia pula akses secara online sehingga kita dapat dengan mudah untuk melakukan pendaftaran dan melakukan top up dana. Seperti  aplikasi MOST ( Mandiri Online Securities Trading) yang disediakan oleh Mandiri Sekuritas (anak perusahaan Bank Mandiri) atau melalui situs belanja online, seperti Tokopedia dan Bukalapak. Dengan begitu, lebih mudah, praktis, dan pastinya aman karena dibekali sistem keamanan berlapis. Saat pencairan atau dijual pun sangat mudah dilakukan karena dapat sewaktu waktu dan tanpa denda atau pinalti pula.

Kelima, Produknya yang bervariasi. Reksadana menyediakan produk yang menyesuaikan dengan profil resiko (risk profile) nasabah nya. Mulai dari resiko rendah yakni Reksadana Pasar Uang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun, resiko sedang yakni Reksadana Pendapatan Tetap dengan jangka waktu 1-3 tahun dan Reksadana Campuran dengan jangka waktu 3-5 tahun serta yang memiliki resiko tinggi yakni Reksadana Saham dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun. Jika kita mau aman maka kita bisa memilih reksadana pasar uang namun jika suka tantangan dan ingin cuan yang lebih besar maka reksadana saham jawabannya.

Dari penjelasan diatas, berharap agar tulisan ini dapat membuka wawasan para pembaca untuk mulai merubah diri untuk cerdas berinvestasi di masa pandemi COVID-19. Daripada gaji atau penghasilan tidak jelas larinya ke mana, tahu-tahu aja habis, lebih baik diinvestasikan. Investasi yang tepat akan membawa kita pada masa depan keuangan cerah, tidak merana di hari tua. Salam Perubahan. [T]

Luh Putu Yuni Hartini, Mahasiswa,

Prodi S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja, Branch Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cab. Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Next Post

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co