2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Suara Perubahan by Suara Perubahan
December 23, 2020
in Esai
Cerdas Berinvestasi di Masa Pandemi

Ilustrasi diambil dari: https://www.bankmandiri.co.id/reksadana

Penulis : Luh Putu Yuni Hartini

________

Wabah Covid-19 yang mulai merajela sejak awal tahun 2020 membuat hampir semua lini kehidupan termasuk sektor ekonomi mengalami pelemahan yang sangat terasa. Pada fase masa transisi menuju kebiasaan baru, sektor ekonomi harus segera bangkit, seiring penanganan Covid-19 dari sisi kesehatan. Kondisi perekonomian global telah berubah secara signifikan dengan merebaknya Covid-19 di awal 2020.

Perubahan ini diperlihatkan dengan menurunnya kondisi perekonomian di berbagai sektor setelah WHO menyatakan secara resmi Covid-19 sebagai pandemi. Kehidupan “new normal” hanya menjadi wacana karena sampai detik ini virus Corona masih merajalela. Beberapa negara yang sudah menyatakan terbebas dari virus Corona ternyata menemukan lagi virus tersebut di negaranya. Situasi tersebut menyadarkan kita, Covid-19 masih tetap ada. Masyarakat dihadapkan pada ketidakjelasan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

Dengan kondisi yang masih dalam situasi pandemi ini, tentunya membuat kita semua harus beradaptasi dan melakukan perubahan. Perubahan tentunya dimulai dari diri sendiri. Seperti kita ketahui Pemerintah sudah sering menganjurkan agar seluruh masyarakat menerapkan protokol kesehatan 3 M di kehidupan sehari hari yang secara tidak langsung sudah menjadi budaya kita saat ini yakni Menjaga Jarak, Mencuci Tangan dan Memakai Masker.

Bahkan setelah 3 M kita pun wajib menerapkan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) . Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.

Bagaimana dengan perubahan lainnya yang perlu kita lakukan? Memang banyak yang tidak bisa menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Saat ini memang ada sebagian masyarakat yang mengalami perubahan hidup 180 derajat karena terkena PHK. Ada yang harus mengubah rencana liburan dan lain lain. Melihat apa yang terjadi saat ini, penting untuk mengatur strategi investasi. Pastikan diri kita memiliki investasi yang dapat menjadi pegangan di masa depan, termasuk jika terjadi krisis yang tak terduga seperti yang terjadi sekarang. Nah, jika ingin memulai  di saat krisis seperti saat ini, investasi apa yang bisa dilakukan?

Banyak pakar keuangan mengatakan bahwa upayakan agar tetap berinvestasi meski dalam situasi krisis. Tak masalah jika nilai / uang nya berkurang dari sebelum krisis, tidak seperti di situasi normal. Sepanjang  masih berpenghasilan,  tidak ada alasan untuk menghentikan investasi di saat krisis. Namun, berbeda kondisinya jika menjadi salah satu korban PHK karena dampak virus corona. Maka hal yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi keuangan aman selama pandemi ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Dalam situasi ini, upayakan tidak mencairkan investasi yang dimiliki kecuali dalam keadaan sangat terpaksa. Upayakan menambahkan pendapatan dengan memaksimalkan talenta kita dengan berusaha untuk memiliki side job seperti berjualan online sebagai pertimbangan alternative penghasilan.

Bagi yang masih berpenghasilan mungkin banyak yang melakukan langkah wait and see dan menginvestasikan dananya di produk simpanan konvensional seperti tabungan atau deposito. Kebijakan Bank Indonesia saat ini yang menurunkan suku bunga simpanan maka tentunya membuat hasil investasi dana di simpanan yakni tabungan dan deposito akan memperoleh bunga yang relatif kecil dan hasil tersebut belum dikenakan pajak bunga sesuai ketentuan yakni sebesar 20% dari bunga yang diperoleh .

Kita tahu bahwa dengan investasi, bukan hanya mengamankan aset, tetapi juga mengembangkan uang. Sehingga saat ini kita harus berfikir cerdas untuk memilih instrumen investasi yang dapat memberikan hasil yang maksimal namun tetap aman. Jangan mudah terpengaruh dengan iming iming bunga tinggi yang biasanya datang dari investasi yang ternyata bodong.  Saat ini kita dapat alokasikan dana kita dengan salah satu alternative di masa pandemi ini adalah di instrumen reksadana. Instrumen rendah risiko, menguntungkan, dan pastinya aman karena dikelola manajer investasi.

Apakah itu reksadana dan apa saja keuntungan lain menginvestasikan dana di reksadana? Berikut penjelasannya :

Pengertian reksadana berdasarkan Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 pasal 1, ayat 27 adalah suatu tempat yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan sejumlah uang dari masyarakat pemodal agar selanjutnya bisa diinvestasikan dalam portofolio efek oleh masing-masing manajer investasi.

Sedangkan pengertian reksadana berdasarkan undang-undang pasar modal adalah suatu tempat yang didalamnya terkumpul berbagai uang dari masyarakat untuk bisa diinvestasikan kembali oleh manajer investasi atau MI. Nantinya, dana yang diinvestasikan tersebut bisa berupa saham, pasar uang, obligasi, dll. Keuntungan investasi reksadana di tengah pandemi adalah sebagai berikut:

Pertama, Modal yang diperlukan relatif kecil. Investasi di reksadana terbilang masih terjangkau bahkan mahasiswa yang belum berpenghasilan pun bisa melakukannya, hal ini karena modalnya murah meriah. Saat ini banyak reksadana tersedia secara online atau jika lebih meyakinkan dapat bergabung melalui bank umum yang telah memiliki lisensi menjadi agen penjual efek reksadana dengan modal Rp.100.000 ( Seratus ribu rupiah). Segera rubah mindset kita,  tidak ada alasan lagi untuk tidak berinvestasi. Apalagi saat pandemi seperti ini, kita dapat mulai investasi dengan modal kecil dulu.

Kedua, Tersedia fasilitas Installment plan atau top up dana setiap bulannya. Sebelum berinvestasi, kita dapat memilih jangka waktu investasinya. Ada tenor 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun atau 10 tahun. Sehingga installment plan ini akan terus berlanjut sampai reksadana memasuki masa jatuh tempo. Tentunya dengan jumlah yang sama seperti yang kita investasikan pada bulan sebelumnya. Misal, jika di awal kita menyimpan dana Rp 500.000, (Lima ratus ribu rupiah ) maka bulan-bulan berikutnya pun sebesar itu. Sistem installment plan ini bisa meringankan beban finansial kita setiap bulan. Kita tidak perlu lagi menunggu sampai kaya dulu baru memulai investasi reksadana. 

Ketiga, Dikelola oleh Manajer Investasi. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, perusahaan manajer investasi harus mengantongi izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jadi tidak asal beroperasi. Orang yang bekerja pada perusahaan manajer investasi atau disebut Wakil Manajer Investasi (WMI) pun wajib memiliki izin dari OJK. Untuk mendapatkan izin WMI, orang tersebut harus dinyatakan lulus ujian yang digelar Panitia Standar Profesi. Tanda kelulusan tersebut menjadi dasar penilaian atas permohonan izin yang diajukan ke OJK. Jadi tidak perlu takut risikonya, sebab ada Manajer Investasi (MI). Merekalah yang akan mengelola dana yang kita investasikan pada produk reksadana, sehingga dapat memberi imbal hasil maksimal.

Keempat, Mudah dilakukan. Kenapa dikategorikan mudah dilakukan?  Reksadana saat ini dapat di dilayani diperusahaan Manajer Investasi (MI), Bank, Perusahaan Efek atau Sekuritas atau juga Perusahaan Finansial Teknologi atau disebut Fintech yang sudah memiliki ijin APERD ( Agen Penjual Efek Reksa Dana) serta telah tersedia pula akses secara online sehingga kita dapat dengan mudah untuk melakukan pendaftaran dan melakukan top up dana. Seperti  aplikasi MOST ( Mandiri Online Securities Trading) yang disediakan oleh Mandiri Sekuritas (anak perusahaan Bank Mandiri) atau melalui situs belanja online, seperti Tokopedia dan Bukalapak. Dengan begitu, lebih mudah, praktis, dan pastinya aman karena dibekali sistem keamanan berlapis. Saat pencairan atau dijual pun sangat mudah dilakukan karena dapat sewaktu waktu dan tanpa denda atau pinalti pula.

Kelima, Produknya yang bervariasi. Reksadana menyediakan produk yang menyesuaikan dengan profil resiko (risk profile) nasabah nya. Mulai dari resiko rendah yakni Reksadana Pasar Uang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun, resiko sedang yakni Reksadana Pendapatan Tetap dengan jangka waktu 1-3 tahun dan Reksadana Campuran dengan jangka waktu 3-5 tahun serta yang memiliki resiko tinggi yakni Reksadana Saham dengan jangka waktu lebih dari 5 tahun. Jika kita mau aman maka kita bisa memilih reksadana pasar uang namun jika suka tantangan dan ingin cuan yang lebih besar maka reksadana saham jawabannya.

Dari penjelasan diatas, berharap agar tulisan ini dapat membuka wawasan para pembaca untuk mulai merubah diri untuk cerdas berinvestasi di masa pandemi COVID-19. Daripada gaji atau penghasilan tidak jelas larinya ke mana, tahu-tahu aja habis, lebih baik diinvestasikan. Investasi yang tepat akan membawa kita pada masa depan keuangan cerah, tidak merana di hari tua. Salam Perubahan. [T]

Luh Putu Yuni Hartini, Mahasiswa,

Prodi S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja, Branch Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Cab. Singaraja

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Youtube, Instagram & Tiktok, Ladang Subur Kaum Milenial || Catatan Seorang Youtuber

Next Post

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Suara Perubahan

Suara Perubahan

Suara Perubahan berisi esai-esai tugas mata kuliah "Change Management" Program S2 Ilmu Manajemen Undiksha Singaraja yang diampu oleh dosen Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

“Youtube Artist” Vs “Artist Youtube”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co