17 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Komang Sujana, Menulis Puisi, Meraih Gerip Maurip

Jaswanto by Jaswanto
November 6, 2023
in Persona
Komang Sujana, Menulis Puisi, Meraih Gerip Maurip

Komang Sujana

β€œSETELAH merampungkan naskah Cangkit Den Bukit, saya terus menulis puisi.” Demikian ucap Komang Sujana kepada tatkala.co, Senin (6/11/2023) malam. Cangkit Den Bukit merupakan buku kumpulan puisi pertama yang ia telurkan. Buku puisi berbahasa Bali itu diterbitkan Mahima Institute Indonesia pada tahun 2023.

Komang Sujana lahir di Tajun, 28 Desember 1990. Sejak tahun 2021, setelah sempat bekerja sebagai Penyuluh Bahasa Bali tahun 2016-2017 dan menjadi perangkat Desa Tajun tahun 2017-2020, ia memutuskan menjadi guru di SMPN 2 Sawan sampai sekarang.

Komang, begitu ia akrab dipanggil, mulai belajar menulis puisi sejak tahun 2012—saat kuliah, katanya. Dan untuk pertama kalinya, pria yang memiliki hobi menonton pertandingan bola voli itu mengaku menulis puisi dengan judul Cangkit Den Bukit. Belakangan, entah kebetulan atau bagaimana, yang jelas ia tidak menyangka, pada akhirnya puisi tersebut menjadi judul buku antologi pertamanya.

β€œTahun 2017 sempat menulis sedikit. Tapi setelah itu, sampai pertengahan tahun 2020, saya tidak menulis. Dan saya menyesali ini. Saya kembali menulis setelah resmi dinyatakan lolos CPNS Guru Bahasa Bali Desember 2020, sampai saat ini,” ujarnya.

Semangatnya dalam menulis, entah puisi atau esai, tak terlepas dari dukungan beberapa tokoh yang ia kenal. Sebut saja I Wayan Artika, Made Adnyana Ole, dan Komang Berata. Dalam sebuah acara akreditasi di Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha, sekitar tahun 2022, I Wayan Artika pernah berpesan kepadanya supaya terus menulis dan tak henti membaca supaya puisi yang ia hasilkan menjadi lebih baik.

Dalam prosesnya menjadi penulis, ia mengaku berterima kasih banyak kepada Made Adnyana Ole—penyair sekaligus Pemimpin Redaksi tatkala.co—yang telah mendorongnya menerbitkan buku puisi. β€œSaya awalnya tidak berani menerbitkan buku karena masih pemula. Puisi-puisi saya juga masih sederhana. Tetapi, berkat penguatan yang diberikan beliau [Made Adnyana Ole], akhirnya saya punya buku. Dan karena buku ini saya menjadi terus ingin belajar menulis,” ungkapnya.

Selain mendapat dukungan dari orang-orang yang namanya telah disebutkan, tidak jarang juga Komang berdiskusi dengan IBW Keniten—sebagaimana saran dari Made Sugianto—saat belajar menulis puisi.

Dalam hal menulis, Komang mengungkapkan bahwa tujuannya menulis puisi bukan karena ingin menjadi penyair atau terkenal sebagai penulis. Tetapi sebagai bentuk pertanggungjawaban moral seorang guru bahasa daerah kepada anak-anak didiknya di sekolah. β€œSelain itu, menulis juga memaksa saya untuk terus membaca dan menjadi lebih perhatian terhadap fenomena sekitar,” terangnya.

Pernyataan Komang terkait β€œpertanggungjawaban moral sebagai guru” adalah bentuk kerendahan hati sekaligus keseriusannya menjadi seorang guru.

Seharusnya memang demikian. Para guru adalah liga ilmu dan cinta sekaligus. Karenanya jejaknya panjang. Komang tentu paham, tak hanya β€˜digugu’ dan β€˜ditiru’, seorang guru jugalah yang mengenalkan kita pada dunia—atau ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan—dan kompleksitivitas pikiran manusia, tentu saja—yang membedakan kita dari mamalia lain, dan membuat dunia dan manusia seperti ini, tak lain adalah peran para guru itu.

Kita ingat kutipan terkenal Pramoedya Ananta Toer dalam novel klasik tetralogi Pulau Buru: β€œSeorang terpelajar harus adil sudah sejak dalam pikiran.” Dalam segala firmannya, Tuhan memerintahkan kita berbuat adil pada apa saja. Karena adil adalah sebenar-benarnya takwa. Sebab itu ia tak mudah. Hanya ilmu pengetahuan yang membuat kita bisa adil—bahkan sejak sebelum jadi tindakan. Sebab, Ilmu pengetahuan adalah dasar kebijaksanaan. Dan itu adalah jasa besar para guru.

Sepertinya, tanpa guru, cinta dan ilmu tak akan menyatu dalam satu liga, dalam pikiran dan hati kita. β€œSebab cinta tanpa ilmu membuat kita buta, ilmu tanpa cinta menyebabkan ia semena-mena,” kata Bagja Hidayat. Oleh karena itu, menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah.

Namun, yang tak mudah bukan berarti tak bisa dicapai. Meski pada kenyataannya, masih banyak guru yang tak mampu sekaligus memiliki—meminjam apa yang dikatakan Komang Sujana—β€œpertanggungjawaban moral sebagai guru”. Komang, sebagai seorang guru, sesulit apa pun, akan tetap berusaha menjadi guru yang bertanggung jawab.

Tampaknya memang demikian. Sebagai guru bahasa daerah yang bertanggung jawab, geguritan yang ia tulis, Geguritan Puja Parisuda Buana, menjadi salah satu karya terpilih untuk dimuat dalam buku Sastra Saraswati SΓ©wana Pamarisuddha Gering Agung yang diterbitkan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud pada tahun 2021.

Selain itu, pada periode 2022, Komang kerap menjuarai perlombaan kepenulisan. Ia pernah menjadi Juara Wimbakara Nyurat Artikel Bulan Bahasa Bali Provinsi Bali Tahun 2022; Juara 1 Lomba Esai IGI Bali Competition Tahun 2022; Juara 3 Lomba Artikel Ilmiah IGI Bali Competition Tahun 2022; dan Juara 2 Saraswati Award Bidang Kompetitif Kategori Guru Tahun 2022.

Tak sampai di situ, ia juga meraih Anugerah Saraswati Award dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Tahun 2022. Pada periode yang sama, 25 puisinya menjadi yang terbaik dalam lomba cipta puisi yang diselenggarakan oleh Gerakan Makanti Puisi. Pada 2023, ia lolos seleksi sebagai peserta luring Kongres Bahasa Indonesia XII.

Puisi-puisi Bali anyar yang ia tulis, terbit di Nusa Bali, Media Bali, Pos Bali, dan majalah Suara Saking Bali. Selain menulis puisi, Komang juga menulis esai dan artikel berbahasa Indonesia tentang pendidikan, revitalisasi bahasa daerah, dan desa, di tatkala.co—tempat artikel ini diterbitkan. β€œTerbitnya puisi-puisi sederhana itu di media massa, menjadi pemantik saya untuk terus menulis,” ujarnya.

Seperti tak mau pintar sendiri, Komang Sujana menginisiasi buku kumpulan puisi Bali anyar bertajuk Nyurat Rasa Ngupapira Basa (2023). Buku ini adalah kumpulan puisi peserta didiknya di sekolah sebagai hasil praktik baik revitalisasi bahasa daerah di SMP Negeri 2 Sawan.

Meraih Gerip Maurip

Sampai pada September 2023, Komang memilih 25 puisinya untuk diikutkan dalam sayembara β€œGerip Maurip”—sayembara penulisan naskah buku berbahasa Bali yang diselenggarakan Pustaka Ekspresi sejak tahun 2017.

β€œSebelum saya kirim ke panitia, mengenai judul saya sempat mohon masukan Pak Komang Berata. Beliaulah yang merekomendasikan judul Renganis. Renganis manis anggen judul buku, kata beliau dalam bahasa Bali,” ujar Komang, menirukan ucapakan Komang Berata. Dalam hal ini, menurutnya, Komang Berata sangat berjasa sebab turut menuntun proses kreatifnya. β€œJudul Cangkit Den Bukit juga rekomendasi dari beliau,” tambahnya.

Setelah ia merenung, ternyata judul Renganis yang diberikan oleh Komang Berata itu sejalan dengan sebagian besar puisi yang ia setorkan ke panitia sayembaran. Renganis, sebagai kesenian klasik dari Desa Pengelatan, Buleleng, katanya, menurut Wayan Sukerena—tokoh Renganis—berarti Reng Manis (suara manis) dan Reng Nis (suara dikesunyian). β€œHarapannya, puisi-puisi saya  semoga merepresentasikan suara-suara ‘manis ngemanesin’ dan suara kesunyian Den Bukit,” imbuhnya.

Menurut Komang, puisi-puisi yang ia tulis, secara umum, bertemakan realisme sosial. β€œPuisi saya lebih banyak berisi tentang kritik sosial,” katanya. Ia mencoba mengamati fenomena sosial-politik-budaya di sekitarnya, kemudian mencoba menuliskannya ke dalam puisi. Seperti puisinya yang berjudul Pesta Kembang Api, tentang seorang anak dengan ibunya yang menyaksikan pesta meriah peringatan ulang tahun sebuah kota. Sementara si anak dan ibunya tak tahu harus tidur di mana dan makan apa pada malam itu.

β€œSaya memiliki ketertarikan terhadap fenomena sosial-politik untuk bahan menulis. Sehingga hampir tidak ada puisi romantisme. Selain tidak tertarik, karena memang saya orangnya tidak romantis,” ucapnya, sembari tertawa.

Meski memuat tentang persoalan sosial-politik, pada saat acara bedah buku Cangkit Den Bukit di Rumah Belajar Komunitas Mahima beberapa bulan lalu, menurut Nurjaya PM sebagai pembedah dan Kadek Sonia Piscayanti sebagai moderator, saat itu sepakat mengatakan bahwa puisi-puisinya belum sepenuhnya menunjukkan karakternya yang agak keras.

β€œTapi, mungkin puisi-puisi dalam antologi Renganis ini sejalan dengan karakter saya. Namun tentu ini penilaian sepihak saya. Setidaknya itu yang saya rasakan. Pembaca tentu nanti punya penilaian tersendiri,” ujarnya.

Namun, terlepas dari itu semua, 25 puisi yang dikirimkan kepada panitia sayembara, berhasil menjadi yang terbaik. Dan dengan begitu, ia berhak meraih penghargaan Gerip Maurip 2023.

β€œGerip Maurip saya persembahkan kepada istri saya tercinta, Tri Suryani, dan dua buah hati saya yang cantik, Gita dan Gangga. Mereka yang senantiasa menghidupkan kata-kata dalam puisi saya. Juga kepada anak-anak didik saya di SMPN 2 Sawan,” ucapnya, dengan nada yang tulus dan penuh cinta.

Meraih Gerip Maurip 2023 tak membuat Komang lantas sesumbar dan mendaku bahwa puisi-puisinya sudah jauh dari kata bagus—atau super, katanya. Tidak! Alih-alih sesumbar, ia justru berkata, β€œMasih banyak yang harus saya pelajari—untuk selanjutnya konsisten menulis dan menjadikan puisi saya menjadi lebih baik.” Itu.[T]

Baca juga artikel terkait TOKOH atau tulisan menarik lainnya JASWANTO

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Jon Fosse, Nobel Sastra, dan Karya Minimalismenya
Dek Cita: Aktivis β€˜98, Politisi, dan Politik Keseimbangan
I Ketut Suwela, Atlet Atletik 80-an, Berlari Sampai Thailand
Diki Wahyudi | Sarjana Hukum Undiksha Sukses dengan β€œTiktok Sarjana Hukum” untuk Indonesia
Tags: PenyairPuisipuisi bali anyarsastratokoh
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mahasiswa Sastra Jawa Kuna Unud Lakukan Konservasi Lontar Masyarakat di ULU

Next Post

Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

β€œSaya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada AjangΒ  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada AjangΒ  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails
Next Post
Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Nopek Novian dan Orang-Orang Kenongorejo

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir
Buku Tatkala

Panduan Lumut — Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir

Judul: Panduan Lumut -- Untuk Manusia yang Terlalu Banyak Berpikir Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Putri Wijaya ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 16, 2026
Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM
Esai

Mekemit di SPBU: Parodi Kehidupan Orang Bali dalam Antrean BBM

LIMA hari sudah antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) memenuhi SPBU di Pulau Bali. Antrean itu tidak hanya...

by I Wayan Artika
October 16, 2026
Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow
Esai

Ketika BBM Mengusik Kebutuhan Dasar: Membaca Bali dari Kaca Mata Maslow

BAYANGKAN seorang tenaga medis yang baru saja menerima panggilan darurat. Seorang pasien membutuhkan pertolongan segera dan sudah terbaring di meja...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 16, 2026
Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan
Esai

Mengantre Bensin, Merayakan Kekalahan

ADA kejanggalan ketika mendapatkan bensin harus dirayakan sebagai sebuah kemenangan. Warga rela mengantre berjam-jam, menanti hingga dini hari, bahkan mengorbankan...

by Dede Putra Wiguna
October 16, 2026
DariΒ β€œPanic Buying” hinggaΒ β€œMaborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali
Bahasa

DariΒ β€œPanic Buying” hinggaΒ β€œMaborbor”: Cerita Bahasa di Balik Antrean BBM Bali

SECARA pribadi, saya sebisa mungkin menghindari antrean BBM di Bali saat ini. Saya pernah berada di posisi itu dahulu, dan...

by I Made Sudiana
October 16, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Selembar Kain di Antara Aku dan Dunia: Ritual Menutup Gorden Ketika Senja

Ada sebuah tindakan kecil yang hampir selalu kita lakukan tanpa pernah bertanya mengapa. Ketika sore mulai turun, cahaya matahari perlahan...

by Tri Nugroho Adi
October 16, 2026
Hukum Tanah Air Bali
Buku Tatkala

Hukum Tanah Air Bali

Judul: Hukum Tanah Air Bali Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: I Made Pria Dharsana ISBN: Masih dalam proses Tebal:...

by Buku Tatkala
October 15, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Kemping yang Mencekam

LIBUR semester telah tiba. Mahasiswa dan anak sekolah dapat bersantai. Agung Santoso berencana memanfaatkan libur itu bersama keluarga. Ia ingin...

by Chusmeru
October 15, 2026
πŒπ„ππ“π„π‘πˆ 𝐋𝐔𝐀𝐑 ππ„π†π„π‘πˆ πˆππƒπˆπ€ ππ”πŠπ€ ππ€πŒπ„π‘π€π π‹πŽππ“π€π‘ ππ€π‹πˆ
Pameran

πŒπ„ππ“π„π‘πˆ 𝐋𝐔𝐀𝐑 ππ„π†π„π‘πˆ πˆππƒπˆπ€ ππ”πŠπ€ ππ€πŒπ„π‘π€π π‹πŽππ“π€π‘ ππ€π‹πˆ

Menteri Luar Negeri India, 𝐃𝐫. 𝐒. π‰πšπ’π¬π‘πšπ§π€πšπ«, 12 Oktober 2026, membuka pameran π‘π‘–π‘ŸΔπ‘šπ‘Žπ‘¦Δπ‘‘π‘Ž: π»π‘’π‘Žπ‘™π‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘Šπ‘’π‘™π‘™π‘π‘’π‘–π‘›π‘” 𝑖𝑛 π‘†π‘œπ‘’π‘‘β„Ž π΄π‘ π‘–π‘Žπ‘› 𝑇𝑒π‘₯𝑑𝑠...

by tatkala
October 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Perjanjian Kawin Campuran dan Hak Mewaris: Ketika Pisah Harta Berhadapan dengan Hak Pasangan yang Ditinggalkan

PERJANJIAN perkawinan dibuat untuk memberikan kepastian hukum atas harta suami dan istri. Namun, bagaimana jika kesepakatan pisah harta yang semula...

by I Made Pria Dharsana
October 14, 2026
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari
Ulas Buku

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi
Esai

Bali Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pagi ini, Selasa, 13 Oktober 2026, saya ikut mengantre bensin. Bukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), melainkan di...

by Angga Wijaya
October 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright Β© 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright Β© 2016-2025, tatkala.co