2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngurah Agung Sukertayasa | Kapal Pesiar, Bonsai, dan Media Tanam Organik

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 12, 2021
in Khas
Ngurah Agung Sukertayasa | Kapal Pesiar, Bonsai, dan Media Tanam Organik

Ngurah Agung Sukertayasa

Ada orang berbuih-buih bicara soal pertanian organik, tapi tak melakukan apa pun untuk membuat orang percaya pada omongannya. Adanya orang yang diam-diam melakukan sesuatu, agar pertanian organik bisa dipercaya sebagai sistem bercocok-tanam yang lebih baik.

Saya, ketika berkunjung ke Desa Panji, menemukan salah satu orang yang tak banyak omong tapi sukses menciptakan iklim bertanam secara organik.

Dia adalah  I Gusti Ngurah Agung Sukertayasa. Sosok anak muda ini dulunya bekerja sebagai waiter di perusahaan kapal pesiar ternama di dunia. Dia bekerja selama hampir 14 tahun. Namun karena kondisi pandemi, dia banting setir menjadi pembuat media organik.

Awalnya Pecinta Bonsai

Pria kelahiran tahun 1983 ini sudah dua tahun terakhir menekuni usaha pembuatan media tanam organik di rumahnya sendiri di Desa Panji, Sukasada, Buleleng. Ide ini muncul begitu saja, dia adalah penggemar bonsai. Saat itu dia selalu membeli media organik untuk tanaman bonsainya.

Lama-lama, timbul niatannya untuk belajar membuat media tanam organik secara mandiri. Gayung bersambut, niatan ini terwujud setelah mendapatkan dorongan dari kakak sepupunya, Gusti Kadek Susila.

Kakak sepupunya ini adalah seorang pendamping petani di perusahaan pupuk nasional, yang sudah lama berkecimpung di dunia pertanian dan sangat memahami permasalahan tanam-menanam di lapangan.

Dengan pengetahuan teknis yang dia dapatkan dari Gusti Kadek Susila, akhirnya membuat Ngurah Agung memberanikan diri untuk bereksperimen di rumahnya. Dia menggunakan dua buah bangunan yang dulunya digunakan sebagai bekas gudang pengeringan tembakau di halaman rumahnya. Perjuangannya tidak sia-sia, akhirnya dia berhasil membuat media organik yang olehnya diberi merk Taman Subur.

Dalam waktu dua minggu, usahanya ini mampu menghasilkan sekitar 5 ton media organik. Untuk pemasarannya sendiri, produk media organik ini sudah merambah kemana-mana, bahkan sampai ke wilayah Bangli.

“Media niki biasanya digunakan untuk tanaman komoditas mulai dari cengkeh, duren hingga tanaman bonsai, tiang dibantu oleh beberapa teman yang juga bergerak sebagai reseller, jadi produk kami sudah tersedia di beberapa wilayah di Bali,” kata Ngurah Agung.

Bahan Baku Tahi Sapi

Kendala yang dihadapi selama ini adalah bahan baku  “Kalau musim hujan sangat sulit untuk mendapatkan kotoran sapi, karena kotorannya basah, itu saja yang menjadi kendala ketika saya harus memproduksi pupuk untuk keperluan musim penghujan,” katanya.

Selama ini kebutuhan untuk pasokan bahan baku memang berasal dari sekitar desanya. Ada juga yang didatangkan dari wilayah luar Buleleng seperti untuk cocopit hingga kotoran kambing.

Masyarakat petani di sekitar Panji yang memiliki ternak sapi tentu saja senang dengan usaha yang dirintis oleh Ngurah Agung. Mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menjual kotoran sapi yang dihargai sekitar Rp. 10.000 untuk satu kampil.

“Masyarakat di sini sudah pada tahu, jadi ketika mereka memiliki stok kotoran sapi, mereka akan datang ke rumah untuk mengambil kampil, dan setelah terisi mereka langsung membawakannya kemari,” kata Ngurah Agung.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan media organik ini melalui tahapan yang lumayan panjang. Bersyukur dalam menjalankan usahanya Ngurah Agung dibantu oleh dua orang pekerja yang berasal dari desa setempat.

Bahan baku yang digunakan terdiri dari kohe kambing (kotoran kambing), kotoran sapi, cocopit, kapur, arang sekam serta activator organik. Semua campuran media, kecuali activator organik dihaluskan dengan mesin pencacah sampai hancur, semua bahan lantas diaduk dan dimasukkan ke dalam tempat fermentasi. Untuk activator organik sendiri mesti dilarutkan dalam campuran air, untuk kemudian digunakan untuk menyiram media yang sudah hancur, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan fermentasi.

Penulis dan Ngurah Agung Sukertayasa

Proses fermentasi dilakukan dalam rentang waktu dua minggu, dan proses pengadukan mesti lakukan dengan rutin karena fermentasi ini menggunakan teknik aerob atau memerlukan bantuan udara untuk membantu proses fermentasi dan pelapukannya.

Untuk membedakan media yang sudah jadi dengan yang masih fermentasi gampang sekali, masukan tangan, kalau media masih panas itu artinya media masih mengalami proses dekomposisi. Sementara jika sudah dingin , itu artinya media sudah siap digunakan.

Karena penasaran, saya masuk ke ruangan fermentasi, dan memang di dalam terasa suhu agak panas. Sementara untuk mengecek media yang sudah jadi, saya memasukan tangan ke media yang sudah jadi, dan memang terasa sangat lembut dan juga sejuk.

“Untuk satu kampil yang terisi 10 kilogram media organik ini, saya menjual dengan harga Rp. 15.000, jika mau ngambil dalam partai banyak, tentu akan diberikan harga khusus,” kata Ngurah menambahkan.

Tanpa berpikir lama, saya memutuskan untuk memesan sekitar 10 kampil media organik, rencana media organik ini akan saya gunakan untuk campuran media tanam projek percontohan Lumbung Pangan Keluarga dengan menanam tanaman komoditas jahe merah di kebun belakang rumah saya.

Suka Berkebun Juga

Tidak hanya melihat tempat pembuatan media organik, saya juga penasaran dengan isi pekarangan rumahnya, lalu kami putuskan untuk keliling sejenak. Di sana saya melihat areal kebun vanili, tepatnya di sebelah barat rumah Ngurah Agung, dia menceritakan kalau vanili ini hanya sekadar untuk memanfaatkan pekarangan yang tersisa saja. Ngurah lantas mengajak saya melihat areal taman bonsai.

Di depan halaman rumahnya saya juga melihat beberapa koleksi tanaman alpukat yang dia tanam di pot. Ngurah Agung tampaknya memang hobi berkebun, lengkap sekali koleksinya.

Belum puas menunjukkan koleksi tanamannya, Ngurah Agung mengajak saya ke belakang untuk melihat peternakan ayam kampung, dan memang ayam kampung itu dilepas liarkan dalam petakan lahan yang di sekitarnya juga ditanam tanaman pisang lokal.

“Lumayan juga beternak ayam kampung, telornya bisa saya jual di warung tetangga untuk tambahan kebutuhan keluarga,” gumam Ngurah Agung.

Melihat apa yang dilakukan Gusti Ngurah Agung Sukertayasa, saya teringat dari program kemandirian pangan dari pekarangan yang selama ini menjadi impian semua orang, bagaimana masyarakat mesti berperan aktif dalam mengusahakan urusan pangan secara mandiri.

Dan itu bisa dimulai dari pekarangan rumah tangga masing-masing, kalau kami di Koperasi Pangan Bali Utara menyebutnya dengan program Lumbung Pangan Keluarga.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Ngurah Agung ini benar-benar sangat menampar, dia tidak hanya telaten dalam urusan hospitality services di dunia pariwisata, tapi dalam dua tahun dia bisa membuat hasil karya yang sudah bisa memberikan sumbangsih bagi masyarakat. Pandemi ini membawa berkah bagi mereka yang selalu melihat hal positif dari sebuah peristiwa. [T]

___

Baca artikel lain dari jurnalis warga TOBING CRYSNANJAYA 

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng


Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tags: Koperasi Pangan Bali Utaralingkunganorganikpupuk organiktanaman organiktanaman pangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Muasal Gelar Pedanda

Next Post

Dilematika Bali Kontemporer Dalam Matra Ideologi Tri Hita Karana

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Dilematika Bali Kontemporer Dalam Matra Ideologi Tri Hita Karana

Dilematika Bali Kontemporer Dalam Matra Ideologi Tri Hita Karana

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co