2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ngurah Agung Sukertayasa | Kapal Pesiar, Bonsai, dan Media Tanam Organik

Tobing Crysnanjaya by Tobing Crysnanjaya
August 12, 2021
in Khas
Ngurah Agung Sukertayasa | Kapal Pesiar, Bonsai, dan Media Tanam Organik

Ngurah Agung Sukertayasa

Ada orang berbuih-buih bicara soal pertanian organik, tapi tak melakukan apa pun untuk membuat orang percaya pada omongannya. Adanya orang yang diam-diam melakukan sesuatu, agar pertanian organik bisa dipercaya sebagai sistem bercocok-tanam yang lebih baik.

Saya, ketika berkunjung ke Desa Panji, menemukan salah satu orang yang tak banyak omong tapi sukses menciptakan iklim bertanam secara organik.

Dia adalah  I Gusti Ngurah Agung Sukertayasa. Sosok anak muda ini dulunya bekerja sebagai waiter di perusahaan kapal pesiar ternama di dunia. Dia bekerja selama hampir 14 tahun. Namun karena kondisi pandemi, dia banting setir menjadi pembuat media organik.

Awalnya Pecinta Bonsai

Pria kelahiran tahun 1983 ini sudah dua tahun terakhir menekuni usaha pembuatan media tanam organik di rumahnya sendiri di Desa Panji, Sukasada, Buleleng. Ide ini muncul begitu saja, dia adalah penggemar bonsai. Saat itu dia selalu membeli media organik untuk tanaman bonsainya.

Lama-lama, timbul niatannya untuk belajar membuat media tanam organik secara mandiri. Gayung bersambut, niatan ini terwujud setelah mendapatkan dorongan dari kakak sepupunya, Gusti Kadek Susila.

Kakak sepupunya ini adalah seorang pendamping petani di perusahaan pupuk nasional, yang sudah lama berkecimpung di dunia pertanian dan sangat memahami permasalahan tanam-menanam di lapangan.

Dengan pengetahuan teknis yang dia dapatkan dari Gusti Kadek Susila, akhirnya membuat Ngurah Agung memberanikan diri untuk bereksperimen di rumahnya. Dia menggunakan dua buah bangunan yang dulunya digunakan sebagai bekas gudang pengeringan tembakau di halaman rumahnya. Perjuangannya tidak sia-sia, akhirnya dia berhasil membuat media organik yang olehnya diberi merk Taman Subur.

Dalam waktu dua minggu, usahanya ini mampu menghasilkan sekitar 5 ton media organik. Untuk pemasarannya sendiri, produk media organik ini sudah merambah kemana-mana, bahkan sampai ke wilayah Bangli.

“Media niki biasanya digunakan untuk tanaman komoditas mulai dari cengkeh, duren hingga tanaman bonsai, tiang dibantu oleh beberapa teman yang juga bergerak sebagai reseller, jadi produk kami sudah tersedia di beberapa wilayah di Bali,” kata Ngurah Agung.

Bahan Baku Tahi Sapi

Kendala yang dihadapi selama ini adalah bahan baku  “Kalau musim hujan sangat sulit untuk mendapatkan kotoran sapi, karena kotorannya basah, itu saja yang menjadi kendala ketika saya harus memproduksi pupuk untuk keperluan musim penghujan,” katanya.

Selama ini kebutuhan untuk pasokan bahan baku memang berasal dari sekitar desanya. Ada juga yang didatangkan dari wilayah luar Buleleng seperti untuk cocopit hingga kotoran kambing.

Masyarakat petani di sekitar Panji yang memiliki ternak sapi tentu saja senang dengan usaha yang dirintis oleh Ngurah Agung. Mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menjual kotoran sapi yang dihargai sekitar Rp. 10.000 untuk satu kampil.

“Masyarakat di sini sudah pada tahu, jadi ketika mereka memiliki stok kotoran sapi, mereka akan datang ke rumah untuk mengambil kampil, dan setelah terisi mereka langsung membawakannya kemari,” kata Ngurah Agung.

Proses Pembuatan

Proses pembuatan media organik ini melalui tahapan yang lumayan panjang. Bersyukur dalam menjalankan usahanya Ngurah Agung dibantu oleh dua orang pekerja yang berasal dari desa setempat.

Bahan baku yang digunakan terdiri dari kohe kambing (kotoran kambing), kotoran sapi, cocopit, kapur, arang sekam serta activator organik. Semua campuran media, kecuali activator organik dihaluskan dengan mesin pencacah sampai hancur, semua bahan lantas diaduk dan dimasukkan ke dalam tempat fermentasi. Untuk activator organik sendiri mesti dilarutkan dalam campuran air, untuk kemudian digunakan untuk menyiram media yang sudah hancur, untuk kemudian dilanjutkan ke tahapan fermentasi.

Penulis dan Ngurah Agung Sukertayasa

Proses fermentasi dilakukan dalam rentang waktu dua minggu, dan proses pengadukan mesti lakukan dengan rutin karena fermentasi ini menggunakan teknik aerob atau memerlukan bantuan udara untuk membantu proses fermentasi dan pelapukannya.

Untuk membedakan media yang sudah jadi dengan yang masih fermentasi gampang sekali, masukan tangan, kalau media masih panas itu artinya media masih mengalami proses dekomposisi. Sementara jika sudah dingin , itu artinya media sudah siap digunakan.

Karena penasaran, saya masuk ke ruangan fermentasi, dan memang di dalam terasa suhu agak panas. Sementara untuk mengecek media yang sudah jadi, saya memasukan tangan ke media yang sudah jadi, dan memang terasa sangat lembut dan juga sejuk.

“Untuk satu kampil yang terisi 10 kilogram media organik ini, saya menjual dengan harga Rp. 15.000, jika mau ngambil dalam partai banyak, tentu akan diberikan harga khusus,” kata Ngurah menambahkan.

Tanpa berpikir lama, saya memutuskan untuk memesan sekitar 10 kampil media organik, rencana media organik ini akan saya gunakan untuk campuran media tanam projek percontohan Lumbung Pangan Keluarga dengan menanam tanaman komoditas jahe merah di kebun belakang rumah saya.

Suka Berkebun Juga

Tidak hanya melihat tempat pembuatan media organik, saya juga penasaran dengan isi pekarangan rumahnya, lalu kami putuskan untuk keliling sejenak. Di sana saya melihat areal kebun vanili, tepatnya di sebelah barat rumah Ngurah Agung, dia menceritakan kalau vanili ini hanya sekadar untuk memanfaatkan pekarangan yang tersisa saja. Ngurah lantas mengajak saya melihat areal taman bonsai.

Di depan halaman rumahnya saya juga melihat beberapa koleksi tanaman alpukat yang dia tanam di pot. Ngurah Agung tampaknya memang hobi berkebun, lengkap sekali koleksinya.

Belum puas menunjukkan koleksi tanamannya, Ngurah Agung mengajak saya ke belakang untuk melihat peternakan ayam kampung, dan memang ayam kampung itu dilepas liarkan dalam petakan lahan yang di sekitarnya juga ditanam tanaman pisang lokal.

“Lumayan juga beternak ayam kampung, telornya bisa saya jual di warung tetangga untuk tambahan kebutuhan keluarga,” gumam Ngurah Agung.

Melihat apa yang dilakukan Gusti Ngurah Agung Sukertayasa, saya teringat dari program kemandirian pangan dari pekarangan yang selama ini menjadi impian semua orang, bagaimana masyarakat mesti berperan aktif dalam mengusahakan urusan pangan secara mandiri.

Dan itu bisa dimulai dari pekarangan rumah tangga masing-masing, kalau kami di Koperasi Pangan Bali Utara menyebutnya dengan program Lumbung Pangan Keluarga.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Ngurah Agung ini benar-benar sangat menampar, dia tidak hanya telaten dalam urusan hospitality services di dunia pariwisata, tapi dalam dua tahun dia bisa membuat hasil karya yang sudah bisa memberikan sumbangsih bagi masyarakat. Pandemi ini membawa berkah bagi mereka yang selalu melihat hal positif dari sebuah peristiwa. [T]

___

Baca artikel lain dari jurnalis warga TOBING CRYSNANJAYA 

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Percayalah, Berkebun di Halaman Rumah Bisa Sebabkan Listrik Gratis

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Bermainlah ke Mandul di Panji | Ada Jahe Merah Hangat dan Mariani yang Petani

Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng


Cerita Nasi Jinggo Ayam Kampung dari Kopabara untuk Warga Isoman di Buleleng

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Tok, Tok, Tok…! Sudang Lepet Made Suarti pun Pipih dan Gurih

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Kopi Susu + Telur Ayam Arab Setengah Matang | Legenda Ngopi di Kota Tua Singaraja

Tags: Koperasi Pangan Bali Utaralingkunganorganikpupuk organiktanaman organiktanaman pangan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Muasal Gelar Pedanda

Next Post

Dilematika Bali Kontemporer Dalam Matra Ideologi Tri Hita Karana

Tobing Crysnanjaya

Tobing Crysnanjaya

Pegawai, petani, bapak rumah tangga. Kini sedang mengikuti kelas Creative Writing di Mahima Institute Indonesia

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Dilematika Bali Kontemporer Dalam Matra Ideologi Tri Hita Karana

Dilematika Bali Kontemporer Dalam Matra Ideologi Tri Hita Karana

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co