Cerpen: Putri Handayani HAMPIR setiap hari Griya Siwa tidak pernah sepi dari orang-orang yang ngayah1. Mulai dari membuat sarana upakara sampai meracik tirta, semua dilakukan oleh  parekan2dan penyeroan3 Ida Pedanda Sidhimantra. Suasana hiruk-pikuk orang sibuk terlihat di sana-sini. Ada yang bekerja...
AKU adalah ruh sebuah negeri. Negeri nun jauh di sana. Tubuhku bersandar pada pegunungan yang berbaris rapi. Di hadapan mataku terhampar laut utara yang begitu tenang. Mungkin karena letak tubuhku ini, benih-benih kopi begitu mudah tumbuh di atas tubuhku. Ribuan...
 Cerpen: Surya Gemilang           PARA pengunjung Taman Palakosa dibuat menganga pada sore itu oleh kehadiran seorang pria bertubuh kekar yang wajahnya abnormal; ia bermata tiga—mata ketiganya terletak di tengah dahi—tak berhidung, dan tak bermulut—pada area di...
Cerpen: DG Kumarsana Di negeri ini apa saja bisa terjadi/Untuk mendapatkan keadilan kalau perlu membeli/Yang hitam bisa menjadi putih, yang putihpun begitu/Terhadap yang benar saja sewenang-wenang, apalagi yang salah………….(Iwan Fals) *** SATU buah puisi sudah rampung ditulis. Garis kalimat yang demikian rapi....
  BERCERITA   Aku menemukan ibuku di masa lalu Yang memaksaku menjadi ayah masa lalu Aku teringat cerita ibuku masa SMA saat aku masih di dalam rahim Ibu berkata ‘Ayah menunggu ibu’ ‘Melewati ibukota menuju alun-alun kota’ ‘Tidak mendekati adik-adiknya’ ‘Dan tentunya dengan senyuman memesonanya’ aku teringat ayah menunggu selama dua...
Cerpen: Ni Kadek Desi Nurani Sari Purnama pasah, tiga anak bajang berjalan melenggang ke arah barat tempat di mana, rusuk seorang ibu tersesat jalan pulang. Mereka kembara, membawa bingkisan cerita agar kelak rasa lapar yang mereka sebut rindu di tanak...
  BUNGA KECOMBRANG   (1 ) Pada kelopak mudaku kau temukan rasa yang enggan pergi dari tiap ujung papila Kau terbakar rasa larut dalam liur kuntum kuntumku membuat dadamu lebih lapang dari tubuh pelangi seperti tubuh ombak yang buncah leleh dalam peram dan pejam kau melenguh diantara peluh melepas cadas legenda dalam...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mereka. Bahkan orang tua mereka juga tidak tahu kapan persisnya...

Gabriela

Cerpen: Putri Handayani   “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapnya. Pohon itu lumayan tinggi tapi tidak setinggi pohon kelapa. Terletak di jantung kota. Daunnya rimbun serimbun gugusan...
  TIGA RAMU MENGKUDU   Daun;   Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam   Hingga padu resep moyang Hingga sempurna khasiatnya   Cukuplah tempelkan aku di dahi Segala yang panas akan pergi Bagi lelap tidur si bayi   Kulit Batang;   Lekas kupaslah aku Serat jubah pohon Dengan gurat-gurat rajah mantra   Tumbuk...
- Advertisement -

I'M SOCIAL

0FansLike
5,142FollowersFollow
65,474FollowersFollow
16,044SubscribersSubscribe