24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Angsa Putih dan Hidup Baru

tatkala by tatkala
June 2, 2020
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Angsa Putih itu sebenarnya berbulu putih, karena hidup di lumpur, bulunya kini berwarna coklat kehitaman, walaupun begitu ia tetap dipanggil dan menyebut dirinya Angsa Putih. Sebenarnya Angsa Putih adalah jenis mahluk hidup yang cerdas karena itu dia dipercaya untuk membagikan pengetahuannya bagi mahluk hidup yang lain di bumi. Angsa Putih juga sebenarnya bisa terbang tinggi tetapi dia memilih untuk tetap tinggal di darat yang dekat dengan air dari pada di langit.

“Ahhh, kenapa aku harus capek-capek terbang, kalau di tempat ini aku bisa mendapatkan segalanya, makanan berlimpah, teman, saudara, pengagum dan kebanggaan,” kata Angsa Putih saat burung Bangau mengajaknya terbang.

Angsa Putih memang merasa sangat nyaman tinggal di rawa-rawa berlumpur itu. Dia sudah menganggap semua mahluk yang hidup di sana sebagai teman, saudara dan murid-muridnya. Ooo ya Angsa Putih memang banyak mengajarkan mahluk-mahluk yang hidup di rawa itu tentang berbagai hal. Yang paling membuatnya sangat disanjung dan dipuja adalah keberhasilan Angsa Putih untuk mengajarkan mahluk lain untuk memilih makanan yang baik. Bahkan Angsa Putih mempraktekannya secara langsung dengan terjun dan ikut berkubang dalam lumpur, tanpa memperhitungkan kebersihan bulu-bulunya.

“Terima kasih Angsa Putih, tuanku memang guru terbaik yang tak takut kotor, ” kata Bebek memuji.
“Iya, Angsa Putih memang mahluk yang benar-benar tulus dan suci yang tak mementingkan kulit luar, tetapi memiliki hati yang putih, ” kata Ayam ikut memuji.
Ikan-ikan, kepiting, cacing dan binatang yang lain juga memuji kecerdasan dan kesucian Angsa Putih dengan cara dan gaya mereka masing-masing. Mahluk-mahluk hidup yang tinggal dan mencari makan di rawa-rawa itu memberikan Angsa Putih berbagai jenis makanan, sehingga ia merasa benar-benar puas dan bahagia.

“Inilah sorga yang sesungguhnya, akulah penguasa sorga, ” begitu Angsa Putih selalu berguman, menikmati hari-harinya yang membahagiakan.
Hari itu, mahluk-mahluk yang hidup dan mencari makan di rawa-rawa berlumpur itu, tiba-tiba heboh. Ada penyakit yang menyebar dengan cepat, yang membunuh binatang-binatang di sana yang lemah kekebalan tubuhnya. Banyak mahluk hidup yang memilih pergi dari rawa-rawa itu.

“Ayolah Angsa Putih, kita tinggalkan rawa ini, kita cari tempat baru di daratan, ” ajak Bebek dan Ayam. Tapi Angsa Putih menolak ajakan Bebek dan Ayam. Angsa Putih tidak mau meninggalkan kenyamanan dan kebanggaan yang ia dapatkan di rawa itu.
“Kalau aku ke tempat yang baru, aku harus bergerak dari awal lagi, aku akan kehilangan anak buahku, pengikut-pengikutku dan kebanggan-kebangganku, ” pikir Angsa Putih. Angsa Putih tak mau kehilangan miliknya, rasa nyamannya dan semua kebanggaannya.

“Ingat jaga kesehatan diri sendiri dan sekitarmu, ingat jaga jarak, jangan berkerumun, jangan berdesak-desakkan,” teriak Burung Bangau dari pohon bakau mengingatkan yang berkerumun mendengarkan pelajaran dari Angsa Putih. Angsa Putih sebenarnya ingin marah, tapi ia tahu apa yang dikatakan Burung Bangau benar adanya, tetapi Angsa Putih juga merasa dirinya benar karena sedang mengajarkan kebaikan, maka makin banyak yang datang makin baik, makin berdesak-desakan makin hebat.

“Bagaimana aku bisa mengajarkan kebaikan dengan cepat dan luas jika tak boleh ada keramaian. Bagaimana namaku bisa dikenal luas jika yang bisa kuajar sangat terbatas, ” keluh Angsa Putih pada Burung Bangau. Burung Bangau tersenyum.

“Kebaikan bukan diukur dari jumlah dan luas sebarannya, tapi dari kebaikan itu sendiri. Mungkin sudah saatnya kebaikan yang kau ajarkan itu kau resapi dan kau praktekan sendiri, tanpa perlu dilihat dan diakui oleh mahluk lain, ” kata Burung Bangau. Angsa Putih kaget mendengar kata-kata bijak Burung Bangau yang selama ini juga menjadi salah satu muridnya.

“Mungkin kamu harus kembali mengenali dirimu yang sejati, tempat hidupmu, tugas-tugas dan tanggungjawabmu,” tambah Burung Bangau.
Angsa Putih diam, dia pandangi bulu-bulunya yang coklat kehitaman, tubuh dan bulunya yang penuh lumpur, telapak kakinya yang lebar, sayapnya yang lebar dan kuat, lehernya yang panjang, mulut dan hidungnya. Ya, Angsa Putih merasa semua anggota tubuhnya itu selama ini jarang dia perhatikan. Selama ini ia hanya terpusat pada matanya yang menerima banyak penghormatan, telinganya yang menerima banyak pujian, dan lidahnya yang merasakan berbagai rasa yang enak.

“Kenikmatan indria membuatku melupakan diriku sebagai Angsa Putih. Ya, aku telah melupakan diriku yang sejati, tugas-tugas dan tanggungjawabku. Kenyaman hidup di rawa itu telah membuatku lupa segalanya. Apakah mungkin aku bisa kembali terbang sebagai Angsa Putih, kendaraan Dewi Pengetahuan,…? ” tanya Angsa Putih lemah.

“Semuanya mungkin, asal kamu mau berusaha untuk hidup baru, mengubah semua kebiasaan dan kenikmatan yang selama ini mengikatmu, memberatkanmu. Sebagai Angsa kamu punya sayap dan akan bisa terbang tinggi jika bebanmu ringan. Sebagai Angsa Putih, bulumu tentu akan bisa kembali putih kalau kamu rajin membersihkannya dan tidak lagi berkubang dalam lumpur. Melepaskan keterikatan itu memang berat, perlu pengorbanan, tapi kalau diusahakan secara terus menerus pasti akan bisa dan terbiasa. Yang penting kau mau dan berusaha untuk memulai hidup baru, ” tambah Burung Bangau.

Sejak saat itu, Angsa Putih berusaha mengubah prilakunya. Ia tetap mengajarkan pengetahuan kebaikan walaupun tak banyak yang mendengar kata-katanya. Dia kini lebih banyak berbuat baik tanpa perlu mengabarkan kepada yang lain. Ia juga belajar untuk mencari makan sendiri secukupnya tanpa harus berkubang dalam lumpur, membaginya pada yang lain, membersihkan bulu-bulu sendiri, belajar terbang sedikit demi sedikit dan mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang bermanfaat. Angsa Putih akan menghindar jika ada yang mengajaknya bergosip.

Kini Angsa Putih tidak lagi terlalu bangga jika ada yang memujinya. Semuanya biasa-biasa saja bagiIa Angsa Putih. Ia juga tak marah jika ada yang menjelek-jelekkannya. Angsa Putih benar-benar ingin berubah, Ia ingin menjalani hidup yang baru. Dengan mengorbankan kesenangan dan kenikmatan pribadi, Angsa Putih yakin dia bisa menjalani hidup baru. [T]

Tags: dongengfaunakehidupan
Share68TweetSendShareSend
Previous Post

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Next Post

DINI DITU KALANGAN || Work for Progress – Teater Kalangan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
DINI DITU KALANGAN || Work for Progress – Teater Kalangan

DINI DITU KALANGAN || Work for Progress - Teater Kalangan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co