23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
June 2, 2020
in Esai
Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Google

Berbicara mengenai kesehatan secara umum, sejatinya tak bisa terlepas dari kesehatan gigi dan mulut. Namun, seringkali kesehatan gigi dan mulut menjadi prioritas kesekian bagi sebagian masyarakat. Meski memiliki fungsi krusial bagi tubuh. Selain sebagai alat pengunyahan dan gerbang awal masuknya nutrisi. Gigi dan mulut juga bisa menjadi pintu utama masuknya bakteri ke dalam tubuh, apabila tidak dijaga kebersihannya dengan baik.

Sakit gigi pasti pernah dialami oleh sebagian orang. Namun, tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai angin lalu. Banyak pula mitos yang berkembang perihal sakit gigi, yang tak jarang membuat masyarakat khawatir. Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat adalah adanya ulat yang menggerogoti gigi dan menyebabkan gigi terasa sakit. Padahal faktanya, rasa sakit yang timbul pada gigi bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah karies gigi  (gigi berlubang).

Gigi berlubang adalah salah satu tanda bahwa gigi anda sedang tidak sehat, karena terjadi kerusakan pada jaringan keras gigi. Perlu diketahui, sejatinya lapisan terluar pada  gigi yang disebut email adalah jaringan yang paling keras di dalam tubuh manusia. Bahkan lebih kuat dari tulang. Namun, bersifat getas atau mudah rapuh serta tidak memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali. Jadi, jika email mengalami kerusakan, maka email tidak mampu  kembali seperti semula. Berbeda halnya dengan tulang yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur tulang itu sendiri. Proses gigi berlubang diibaratkan seperti besi yang mulai berkarat. Karena diawali dengan kerusakan pada lapisan terluar gigi, apabila tidak secepatnya dirawat akan meluas ke lapisan yang lebih dalam pada gigi. Dan dapat menimbulkan infeksi baik lokal maupun infeksi pada organ lainnya.

Banyak yang bertanya, sebenarnya apa yang menyebabkan gigi berlubang? Padahal sudah rajin menyikat gigi, bahkan sudah tiga kali menyikat gigi dalam sehari. Tapi tetap saja gigi masih bisa berlubang.

Jadi, ada empat faktor utama yang menjadi pencetus terjadinya lubang pada gigi. Seperti, struktur gigi, mikroorganisme (bakteri), substrat (makanan kariogenik), dan waktu. Stuktur gigi memiliki peran penting terhadap perkembangan lesi karies terutama pada permukaan enamel. Tak hanya itu, keadaan morfologi gigi yang memiliki ceruk yang dalam, akan menjadi tempat melekatnya sisa makanan yang sulit dibersihkan. Sehingga menjadi tempat bagi mikroorganisme, seperti bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus  yang memiliki sifat acidogenic yaitu bakteri yang mampu memproduksi asam, dan aciduric yang artinya mampu bertahan pada kondisi asam. Bakteri tersebut mampu menurunkan pH didalam mulut hingga 5,5 yang disebut sebagai pH kritis. Sehingga terjadi demineralisasi mineral, dengan cara memetabolisme karbohidrat yang di dapatkan dari makanan manis yang mudah melekat, penyebab karies pada gigi, disebut sebagai makanan kariogenik. Proses terbentuknya lubang pada gigi, terjadi secara perlahan, ini dapat  berlangsung secara terus menerus bahkan dalam kurun waktu bulan hingga tahun.

Selain keempat faktor tersebut, adapula faktor tidak langsung yang mempengaruhi terjadinya karies pada gigi. Seperti faktor Ras, Usia, Jenis Kelamin, Keturunan serta Status Sosial Masyarakat. Tanda dan gejala awal terjadinya karies gigi ditandai dengan perubahan warna pada gigi, adanya rasa ngilu apabila terkena rangsangan makanan atau minuman yang panas atau dingin, asam atau manis. Dengan mengenali tanda-tanda ini, sebaiknya segera ke pelayanan kesehatan gigi untuk dilakukan penambalan, agar karies gigi tidak semakin meluas.

Namun, apabila lubang pada gigi sudah terlanjur besar hingga mengenai saraf, akan timbul rasa sakit yang spontan dan berdenyut, rasa tidak nyaman, bahkan rasa sakit bisa menjalar ke telinga hingga kepala. Untuk itu, akan diperlukan perawatan saluran akar yang dapat dilakukan dengan sekali kunjungan atau beberapa kali kunjungan, tergantung kondisi gigi. Alangkah lebih baik,jika gigi tersebut dipertahankan dan dirawat dengan baik.Tetapi kebanyakan masyarakat yang merasa giginya sakit, lebih memilih untuk mencabut giginya.

 Karies gigi menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Akan tetapi, kebanyakan orang menunda pergi ke dokter gigi karena takut dan khawatir dengan biaya yang mahal. Padahal dengan ditahan-tahan, selain membahayakan juga akan membuat biaya pengobatan kian mahal. Dan perawatan yang dilakukan akan memakan waktu, sehingga memerlukan beberapa kali kunjungan ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Kekhawatiran masyarakat akan hal tersebut, menyebabkan masyarakat cenderung memilih pengobatan secara swamedikasi. Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan masyarakat dengan melakukan pengobatan sendiri, terhadap tanda dan gejala yang dirasakan, dengan mengunjungi apotik atau toko terdekat, untuk membeli obat dengan merk yang mereka ketahui. Padahal penggunaan obat harus sesuai dengan kebutuhan klinis pasien dengan dosis yang tepat dan harga yang terjangkau. Perlu diingat, penggunaan obat tidak dapat menyembuhkan gigi berlubang. Tetapi hanya sebagai pereda rasa sakit sementara, sehingga perlu mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan gigi dan mulut.

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, untuk itu jaga dengan baik kesehatan gigi dan mulut dari resiko gigi berlubang dengan cara :

  1. Menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penumpukan plak dan sisa makanan setelah sarapan di pagi hari. Menyikat gigi pada malam hari haruslah dilakukan, karena terjadi penurunan produksi air ludah akibat tidak adanya aktivitas di dalam mulut, sehingga meningkatkan resiko penurunan pH menjadi asam oleh bakteri, disebabkan oleh penumpukan plak dan sisa makanan.
  2. Menyikat gigi dengan cara yang tepat, dan gunakan pasta gigi yang mengandung flour, untuk membantu proses remineralisasi mineral atau mengembalikan mineral yang hilang akibat asam yang diproduksi oleh bakteri.
  3. Mengurangi mengkonsumsi makanan manis dan mudah melekat seperti, coklat, permen dan biskuit. Atau setelah mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur dan menyikat gigi.
  4. Memperbanyak konsumsi makanan yang berserat dan berair, guna menstimulasi produksi air ludah. Sehingga pH di dalam mulut meningkat. Makanan berserat dan berair juga dapat digunakan sebagai pembersih alami (self cleansing) gigi dan mulut.
  5. Rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut, untuk merawat dan mengetahui masalah kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin.

Senyum menawan dengan gigi yang sehat

Tags: gigikesehatan
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia, Kelahiran dan Subha Karma

Next Post

Angsa Putih dan Hidup Baru

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Penyesalan Kelelawar

Angsa Putih dan Hidup Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co