1 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Ni Luh Meisa Wulandari by Ni Luh Meisa Wulandari
June 2, 2020
in Esai
Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Google

Berbicara mengenai kesehatan secara umum, sejatinya tak bisa terlepas dari kesehatan gigi dan mulut. Namun, seringkali kesehatan gigi dan mulut menjadi prioritas kesekian bagi sebagian masyarakat. Meski memiliki fungsi krusial bagi tubuh. Selain sebagai alat pengunyahan dan gerbang awal masuknya nutrisi. Gigi dan mulut juga bisa menjadi pintu utama masuknya bakteri ke dalam tubuh, apabila tidak dijaga kebersihannya dengan baik.

Sakit gigi pasti pernah dialami oleh sebagian orang. Namun, tak sedikit juga yang menganggapnya sebagai angin lalu. Banyak pula mitos yang berkembang perihal sakit gigi, yang tak jarang membuat masyarakat khawatir. Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat adalah adanya ulat yang menggerogoti gigi dan menyebabkan gigi terasa sakit. Padahal faktanya, rasa sakit yang timbul pada gigi bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, salah satunya adalah karies gigi  (gigi berlubang).

Gigi berlubang adalah salah satu tanda bahwa gigi anda sedang tidak sehat, karena terjadi kerusakan pada jaringan keras gigi. Perlu diketahui, sejatinya lapisan terluar pada  gigi yang disebut email adalah jaringan yang paling keras di dalam tubuh manusia. Bahkan lebih kuat dari tulang. Namun, bersifat getas atau mudah rapuh serta tidak memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali. Jadi, jika email mengalami kerusakan, maka email tidak mampu  kembali seperti semula. Berbeda halnya dengan tulang yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur tulang itu sendiri. Proses gigi berlubang diibaratkan seperti besi yang mulai berkarat. Karena diawali dengan kerusakan pada lapisan terluar gigi, apabila tidak secepatnya dirawat akan meluas ke lapisan yang lebih dalam pada gigi. Dan dapat menimbulkan infeksi baik lokal maupun infeksi pada organ lainnya.

Banyak yang bertanya, sebenarnya apa yang menyebabkan gigi berlubang? Padahal sudah rajin menyikat gigi, bahkan sudah tiga kali menyikat gigi dalam sehari. Tapi tetap saja gigi masih bisa berlubang.

Jadi, ada empat faktor utama yang menjadi pencetus terjadinya lubang pada gigi. Seperti, struktur gigi, mikroorganisme (bakteri), substrat (makanan kariogenik), dan waktu. Stuktur gigi memiliki peran penting terhadap perkembangan lesi karies terutama pada permukaan enamel. Tak hanya itu, keadaan morfologi gigi yang memiliki ceruk yang dalam, akan menjadi tempat melekatnya sisa makanan yang sulit dibersihkan. Sehingga menjadi tempat bagi mikroorganisme, seperti bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacillus  yang memiliki sifat acidogenic yaitu bakteri yang mampu memproduksi asam, dan aciduric yang artinya mampu bertahan pada kondisi asam. Bakteri tersebut mampu menurunkan pH didalam mulut hingga 5,5 yang disebut sebagai pH kritis. Sehingga terjadi demineralisasi mineral, dengan cara memetabolisme karbohidrat yang di dapatkan dari makanan manis yang mudah melekat, penyebab karies pada gigi, disebut sebagai makanan kariogenik. Proses terbentuknya lubang pada gigi, terjadi secara perlahan, ini dapat  berlangsung secara terus menerus bahkan dalam kurun waktu bulan hingga tahun.

Selain keempat faktor tersebut, adapula faktor tidak langsung yang mempengaruhi terjadinya karies pada gigi. Seperti faktor Ras, Usia, Jenis Kelamin, Keturunan serta Status Sosial Masyarakat. Tanda dan gejala awal terjadinya karies gigi ditandai dengan perubahan warna pada gigi, adanya rasa ngilu apabila terkena rangsangan makanan atau minuman yang panas atau dingin, asam atau manis. Dengan mengenali tanda-tanda ini, sebaiknya segera ke pelayanan kesehatan gigi untuk dilakukan penambalan, agar karies gigi tidak semakin meluas.

Namun, apabila lubang pada gigi sudah terlanjur besar hingga mengenai saraf, akan timbul rasa sakit yang spontan dan berdenyut, rasa tidak nyaman, bahkan rasa sakit bisa menjalar ke telinga hingga kepala. Untuk itu, akan diperlukan perawatan saluran akar yang dapat dilakukan dengan sekali kunjungan atau beberapa kali kunjungan, tergantung kondisi gigi. Alangkah lebih baik,jika gigi tersebut dipertahankan dan dirawat dengan baik.Tetapi kebanyakan masyarakat yang merasa giginya sakit, lebih memilih untuk mencabut giginya.

 Karies gigi menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia dengan prevalensi yang tinggi. Akan tetapi, kebanyakan orang menunda pergi ke dokter gigi karena takut dan khawatir dengan biaya yang mahal. Padahal dengan ditahan-tahan, selain membahayakan juga akan membuat biaya pengobatan kian mahal. Dan perawatan yang dilakukan akan memakan waktu, sehingga memerlukan beberapa kali kunjungan ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Kekhawatiran masyarakat akan hal tersebut, menyebabkan masyarakat cenderung memilih pengobatan secara swamedikasi. Swamedikasi adalah upaya yang dilakukan masyarakat dengan melakukan pengobatan sendiri, terhadap tanda dan gejala yang dirasakan, dengan mengunjungi apotik atau toko terdekat, untuk membeli obat dengan merk yang mereka ketahui. Padahal penggunaan obat harus sesuai dengan kebutuhan klinis pasien dengan dosis yang tepat dan harga yang terjangkau. Perlu diingat, penggunaan obat tidak dapat menyembuhkan gigi berlubang. Tetapi hanya sebagai pereda rasa sakit sementara, sehingga perlu mendapatkan penanganan dari tenaga kesehatan gigi dan mulut.

Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati, untuk itu jaga dengan baik kesehatan gigi dan mulut dari resiko gigi berlubang dengan cara :

  1. Menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penumpukan plak dan sisa makanan setelah sarapan di pagi hari. Menyikat gigi pada malam hari haruslah dilakukan, karena terjadi penurunan produksi air ludah akibat tidak adanya aktivitas di dalam mulut, sehingga meningkatkan resiko penurunan pH menjadi asam oleh bakteri, disebabkan oleh penumpukan plak dan sisa makanan.
  2. Menyikat gigi dengan cara yang tepat, dan gunakan pasta gigi yang mengandung flour, untuk membantu proses remineralisasi mineral atau mengembalikan mineral yang hilang akibat asam yang diproduksi oleh bakteri.
  3. Mengurangi mengkonsumsi makanan manis dan mudah melekat seperti, coklat, permen dan biskuit. Atau setelah mengkonsumsi makanan tersebut segera berkumur dan menyikat gigi.
  4. Memperbanyak konsumsi makanan yang berserat dan berair, guna menstimulasi produksi air ludah. Sehingga pH di dalam mulut meningkat. Makanan berserat dan berair juga dapat digunakan sebagai pembersih alami (self cleansing) gigi dan mulut.
  5. Rutin memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut, untuk merawat dan mengetahui masalah kesehatan gigi dan mulut sedini mungkin.

Senyum menawan dengan gigi yang sehat

Tags: gigikesehatan
Share15TweetSendShareSend
Previous Post

Manusia, Kelahiran dan Subha Karma

Next Post

Angsa Putih dan Hidup Baru

Ni Luh Meisa Wulandari

Ni Luh Meisa Wulandari

Lahir di Batur Tengah, 9 Mei 1998. Kini mahasiswa Jurusaan Kesehatan Gigi Poltekkes Denpasar

Related Posts

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails
Next Post
Penyesalan Kelelawar

Angsa Putih dan Hidup Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co