23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manusia, Kelahiran dan Subha Karma

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
June 2, 2020
in Esai
Atat Yang Bijaksana #1

ILustari tatkala.co | Nana Partha

Wararuci dan Waisampayana adalah dua nama Bhagawan, dalam dua teks berbeda tapi punya satu hubungan. Kedua nama Bhagawan itu dihubungkan oleh aliran sungai sastra. Sebut saja sastra Sarasamuccaya. Sara artinya wisesa. Kata wisesa sering dihubungkan dengan kesaktian atau kemampuan mistik semisal mengubah air liur menjadi obat, mengubah terang jadi hujan atau sebaliknya, dan seterusnya. Sehingga muncullah nama-nama lontar yang dibumbui dengan kawisesan.

Wisesa menurut kamus, tidak berarti demikian melainkan utama, tertinggi, unggul, terpenting. Bisa jadi karena keutamaannya, sebuah teks dianggap memiliki kekuatan tertentu. Atau barangkali karena dalam satu bagian dari teks Calon Arang, lontar yang dibawa oleh Calon Arang dan berhasil dicuri oleh Bahula disebut juga teks yang mawisesa. Meskipun belakangan, teks itu disebut dengan nama Lipyakara. Kata wisesa memang dalam beberapa kasus sangat sering dikaitkan dengan nama Calon Arang. Pengkaitan itu dilakukan oleh banyak orang karena Calon Arang dianggap sakti dan suka menyakiti manusia dengan ilmu mistik. Saya sendiri curiga, pengkaitan itu diwarisi turun temurun secara lisan dan terus diyakini bahkan oleh orang yang tidak pernah baca teks Calon Arang sama sekali. Teksnya sendiri tidak saja bernama Calon Arang, tapi ada yang menyebutnya Baradah Carita, ada juga yang menyebutnya Tattwa Mpu Baradah.

Tidak hanya Calon Arang yang saya pandang menjadi korban penilaian buruk orang-orang karena belajar lebih banyak dari orang kebanyakan. Begitu pula Basur, Balian Batur, Dukuh Jumpungan, dan lain sebagainya yang sudah terlanjur dikaitkan dengan kemampuan mistik nan ajaib. Semua nama-nama tokoh itu berada dalam garis hitam dalam pemikiran banyak orang. Orang banyak itu menggaris demikian karena memang tahu, paham, atau hanya sekadar ikut-ikutan. Percayalah, penilaian semacam itu masih hidup di tengah masyarakat yang menganggap dirinya modern sekarang ini.

Samuccaya artinya papupulanya, maksudnya ‘perkumpulannya’. Jadi Sarasamuccaya berarti perkumpulan dari segala hal yang utama, yang penting, yang tinggi. Tidak mengherankan, jika Bhagawan Waisampayana mengatakan pada raja Janamejaya bahwa ‘Segala penjelasan yang ada disini, pasti ada di tempat lain. Jika tidak ada disini, tidak akan ada di tempat lain’. Maksudnya, segala yang tidak ada dalam Sarasamuccaya tidak akan ada di dalam sumber lain. Saya pikir, inilah cara pembuatnya menunjukkan keutamaan dari Sarasamuccaya. Pernyataan tadi, tidak sepenuhnya benar. Karena tidak mungkin dalam Sarasamuccaya akan memuat cara-cara bersanggama sebagaimana dimuat dalam teks Tingkahing Pasanggaman, atau cara-cara memperbesar kelamin pria ala teks Aji Montong.

Lalu apa isi Sarasamuccaya? Kalau kita lihat mulai dari Sloka nomor 10, kita akan menemukan spirit agar semua manusia selalu optimis. Jangan bersedih! Demikian kata Sarasamuccaya. Kesedihan mesti dihilangkan agar kebahagiaan dapat dicapai. Pada gilirannya, kebahagiaan pun mesti dilampaui. Untuk sekarang ini, berbahagialah menjadi manusia meskipun terlahir dalam kelahiran yang paling buruk sekali pun. Karena konon tidak mudah untuk lahir menjadi manusia. Kelahiran menjadi manusia adalah utama.

Keutamaan lahir sebagai manusia adalah karena bisa menolong diri sendiri dari kesengsaraan. Dengan kata lain, lahir menjadi manusia tetaplah sebuah penderitaan. Bedanya, karena lahir menjadi manusia, kita bisa menolong diri sendiri dari penderitaan tak berujung itu. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan subha karma. Subha karma berarti berperilaku baik. Perilaku yang baik, dimulai dari pikiran, menjadi kata-kata, terakhir menjadi tindakan. Baik dari dalam pikiran saja belum cukup, tapi juga harus baik dalam kata-kata. Tapi baik kata-kata juga tidak cukup, harus dilajutkan sampai baik pada tindakan. Kesinambungan antar ketiganya itulah yang disebut Subha Karma. Bagi orang yang tidak bersungguh-sungguh melakukan Subha Karma, tidak akan bisa lepas dari lautan penderitaan. Subha Karma seperti anak tangga untuk sampai ke Swarga. Maka sebaiknya selalu diusahakan melakukan Subha Karma. Lebih lagi melakukan segala hal yang menyebabkan kita tidak lagi lahir ke dunia yang dipenuhi penderitaan serta kematian ini.

Hidup di dunia ini, pada saat ini, adalah kesempatan untuk mengikis segala sisa-sisa karma. Sebelum mati, segerakan Subha Karma itu. Karena konon di alam sana, segala macam perbuatan tidak ada hasilnya lagi. Hanya di dunia inilah segala perbuatan mendapatkan hasil. Karena itulah, sudah saatnya kembali menyusun jalan setapak ini perlahan. Sudah waktunya, sudah saatnya, dalam hidup yang hanya sekejap ini segera kita lakukan Subha Karma. Tidak ada banyak waktu lagi. Tolonglah dirimu oleh dirimu.

Membicarakan tentang Sarasamuccaya, kita akan dihadapkan pada suatu teks yang berisi berbagai macam hal. Hal-hal itu seperti aturan etik sampai pengetahuan mistik. Pembicaraan sejenis ini, seringkali berhenti atau terpaksa dihentikan dengan sama-sama diam karena tidak menemukan jawaban dengan hanya bicara. Semua berhenti pada jejak-jejak yang samar. Karena samar, sangat sering menyebabkan keraguan dan kebingungan. Sangat sulitlah menemukan kelanjutan dari jejak yang samar-samar itu. Sama seperti mencari sisa kilatan petir di langit. Seperti memilah jejak ikan di dalam air. Kita yang berulangkali berebut kebenaran, tidak ada bedanya dengan orang yang berebut sisa petir dan jejak ikan. Kita diam tersungut-sungut tidak kemana-mana, saat keduanya terus berlalu. [T]

Tags: filosofifilsafatfilsafat balirenungan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Sop Kaki Kambing

Next Post

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co