1 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Manusia, Kelahiran dan Subha Karma

IGA Darma Putra by IGA Darma Putra
June 2, 2020
in Esai
Atat Yang Bijaksana #1

ILustari tatkala.co | Nana Partha

Wararuci dan Waisampayana adalah dua nama Bhagawan, dalam dua teks berbeda tapi punya satu hubungan. Kedua nama Bhagawan itu dihubungkan oleh aliran sungai sastra. Sebut saja sastra Sarasamuccaya. Sara artinya wisesa. Kata wisesa sering dihubungkan dengan kesaktian atau kemampuan mistik semisal mengubah air liur menjadi obat, mengubah terang jadi hujan atau sebaliknya, dan seterusnya. Sehingga muncullah nama-nama lontar yang dibumbui dengan kawisesan.

Wisesa menurut kamus, tidak berarti demikian melainkan utama, tertinggi, unggul, terpenting. Bisa jadi karena keutamaannya, sebuah teks dianggap memiliki kekuatan tertentu. Atau barangkali karena dalam satu bagian dari teks Calon Arang, lontar yang dibawa oleh Calon Arang dan berhasil dicuri oleh Bahula disebut juga teks yang mawisesa. Meskipun belakangan, teks itu disebut dengan nama Lipyakara. Kata wisesa memang dalam beberapa kasus sangat sering dikaitkan dengan nama Calon Arang. Pengkaitan itu dilakukan oleh banyak orang karena Calon Arang dianggap sakti dan suka menyakiti manusia dengan ilmu mistik. Saya sendiri curiga, pengkaitan itu diwarisi turun temurun secara lisan dan terus diyakini bahkan oleh orang yang tidak pernah baca teks Calon Arang sama sekali. Teksnya sendiri tidak saja bernama Calon Arang, tapi ada yang menyebutnya Baradah Carita, ada juga yang menyebutnya Tattwa Mpu Baradah.

Tidak hanya Calon Arang yang saya pandang menjadi korban penilaian buruk orang-orang karena belajar lebih banyak dari orang kebanyakan. Begitu pula Basur, Balian Batur, Dukuh Jumpungan, dan lain sebagainya yang sudah terlanjur dikaitkan dengan kemampuan mistik nan ajaib. Semua nama-nama tokoh itu berada dalam garis hitam dalam pemikiran banyak orang. Orang banyak itu menggaris demikian karena memang tahu, paham, atau hanya sekadar ikut-ikutan. Percayalah, penilaian semacam itu masih hidup di tengah masyarakat yang menganggap dirinya modern sekarang ini.

Samuccaya artinya papupulanya, maksudnya ‘perkumpulannya’. Jadi Sarasamuccaya berarti perkumpulan dari segala hal yang utama, yang penting, yang tinggi. Tidak mengherankan, jika Bhagawan Waisampayana mengatakan pada raja Janamejaya bahwa ‘Segala penjelasan yang ada disini, pasti ada di tempat lain. Jika tidak ada disini, tidak akan ada di tempat lain’. Maksudnya, segala yang tidak ada dalam Sarasamuccaya tidak akan ada di dalam sumber lain. Saya pikir, inilah cara pembuatnya menunjukkan keutamaan dari Sarasamuccaya. Pernyataan tadi, tidak sepenuhnya benar. Karena tidak mungkin dalam Sarasamuccaya akan memuat cara-cara bersanggama sebagaimana dimuat dalam teks Tingkahing Pasanggaman, atau cara-cara memperbesar kelamin pria ala teks Aji Montong.

Lalu apa isi Sarasamuccaya? Kalau kita lihat mulai dari Sloka nomor 10, kita akan menemukan spirit agar semua manusia selalu optimis. Jangan bersedih! Demikian kata Sarasamuccaya. Kesedihan mesti dihilangkan agar kebahagiaan dapat dicapai. Pada gilirannya, kebahagiaan pun mesti dilampaui. Untuk sekarang ini, berbahagialah menjadi manusia meskipun terlahir dalam kelahiran yang paling buruk sekali pun. Karena konon tidak mudah untuk lahir menjadi manusia. Kelahiran menjadi manusia adalah utama.

Keutamaan lahir sebagai manusia adalah karena bisa menolong diri sendiri dari kesengsaraan. Dengan kata lain, lahir menjadi manusia tetaplah sebuah penderitaan. Bedanya, karena lahir menjadi manusia, kita bisa menolong diri sendiri dari penderitaan tak berujung itu. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan subha karma. Subha karma berarti berperilaku baik. Perilaku yang baik, dimulai dari pikiran, menjadi kata-kata, terakhir menjadi tindakan. Baik dari dalam pikiran saja belum cukup, tapi juga harus baik dalam kata-kata. Tapi baik kata-kata juga tidak cukup, harus dilajutkan sampai baik pada tindakan. Kesinambungan antar ketiganya itulah yang disebut Subha Karma. Bagi orang yang tidak bersungguh-sungguh melakukan Subha Karma, tidak akan bisa lepas dari lautan penderitaan. Subha Karma seperti anak tangga untuk sampai ke Swarga. Maka sebaiknya selalu diusahakan melakukan Subha Karma. Lebih lagi melakukan segala hal yang menyebabkan kita tidak lagi lahir ke dunia yang dipenuhi penderitaan serta kematian ini.

Hidup di dunia ini, pada saat ini, adalah kesempatan untuk mengikis segala sisa-sisa karma. Sebelum mati, segerakan Subha Karma itu. Karena konon di alam sana, segala macam perbuatan tidak ada hasilnya lagi. Hanya di dunia inilah segala perbuatan mendapatkan hasil. Karena itulah, sudah saatnya kembali menyusun jalan setapak ini perlahan. Sudah waktunya, sudah saatnya, dalam hidup yang hanya sekejap ini segera kita lakukan Subha Karma. Tidak ada banyak waktu lagi. Tolonglah dirimu oleh dirimu.

Membicarakan tentang Sarasamuccaya, kita akan dihadapkan pada suatu teks yang berisi berbagai macam hal. Hal-hal itu seperti aturan etik sampai pengetahuan mistik. Pembicaraan sejenis ini, seringkali berhenti atau terpaksa dihentikan dengan sama-sama diam karena tidak menemukan jawaban dengan hanya bicara. Semua berhenti pada jejak-jejak yang samar. Karena samar, sangat sering menyebabkan keraguan dan kebingungan. Sangat sulitlah menemukan kelanjutan dari jejak yang samar-samar itu. Sama seperti mencari sisa kilatan petir di langit. Seperti memilah jejak ikan di dalam air. Kita yang berulangkali berebut kebenaran, tidak ada bedanya dengan orang yang berebut sisa petir dan jejak ikan. Kita diam tersungut-sungut tidak kemana-mana, saat keduanya terus berlalu. [T]

Tags: filosofifilsafatfilsafat balirenungan
Share11TweetSendShareSend
Previous Post

Sop Kaki Kambing

Next Post

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

IGA Darma Putra

IGA Darma Putra

Penulis, tinggal di Bangli

Related Posts

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
0
Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

Read moreDetails

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

by Iko Amadeus
June 30, 2026
0
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

Read moreDetails

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
0
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

Read moreDetails

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
0
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

Read moreDetails

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

by Angga Wijaya
June 29, 2026
0
Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

Read moreDetails

KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

by I Gede Joni Suhartawan
June 29, 2026
0
KEDAULATAN HIJAU DI TANGAN RAKYAT: Konservasi Berbasis Komunitas, Jalankah?

KRISIS iklim bukan lagi ramalan apokaliptik di makalah-makalah seminar melainkan kenyataan di depan mata semua bangsa. Ayolah jujur mengakui ironi...

Read moreDetails

KEHANCURAN HINDU NUSANTARA & DUNNING-KRUGER EFFECT

by Sugi Lanus
June 29, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

JAUH sebelum psikolog modern David Dunning dan Justin Kruger merumuskan Dunning-Kruger Effect pada tahun 1999, pujangga Jawa Kuno telah meramalkan...

Read moreDetails

Bulan Juni Milik Empat Presiden

by I Nyoman Tingkat
June 28, 2026
0
Bulan Juni Milik Empat Presiden

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak...

Read moreDetails

Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

by Agung Sudarsa
June 28, 2026
0
Ishavasyam Idam Sarvam: Ketika Seluruh Alam Semesta Adalah Wujud Ilahi

īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa...

Read moreDetails

Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

by T.H. Hari Sucahyo
June 28, 2026
0
Masalah Kita Bukan Kekurangan, Melainkan Pemborosan

ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin...

Read moreDetails
Next Post
Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Gigi Berlubang, Jangan Tunggu Sakit!

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama
Ulas Buku

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata
Esai

Bali Under Attack —Ketika Ambisi Pembangunan Menggerus Alam, Budaya, dan Jiwa Pulau Dewata

Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali....

by Agung Sudarsa
July 1, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Notaris di Tengah Gelombang Disrupsi: Antara Kepastian Hukum, Iklim Investasi, dan Ancaman Kriminalisasi

NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan...

by I Made Pria Dharsana
July 1, 2026
Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi
Ulas Rupa

Dari Plaju ke Hawkins: Membaca Puisi Dahlia Rasyad Melalui Pendekatan Serial Televisi “Stranger Things” pada Pameran Ferdi

PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana,...

by Mahesa Putra
June 30, 2026
Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise
Esai

Menurunkan Standar, Meninggikan Prestise

HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat,...

by Iko Amadeus
June 30, 2026
Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan
Khas

Bermain, Belajar, dan Mencintai Alam Lewat Kakua Buta —Catatan dari Workshop Permainan Tradisional di Tabanan

Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi...

by Wahyu Mahaputra
June 30, 2026
Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja
Ulas Pentas

Kembalinya Roh Teo-Estetika —Menguatkan Kembali Konsolidasi Sosial Masyarakat Banjar Bukit Buwung Kesiman Melalui Kesenian Dramatari Arja

KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses...

by IM Gede Nesa Saputra
June 30, 2026
Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan
Esai

Wawancara antara Saya dan AI —Ketika Mesin Bertanya tentang Masa Depan Kebudayaan

IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah...

by Wayan Gde Yudane
June 30, 2026
‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya
Ulas Rupa

‘Intermedialitas Dialektis’ —Karya Rupa Putu Fajar Arcana & Cerpen Cindy Wijaya

PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu,...

by Hartanto
June 29, 2026
Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?
Esai

Mengapa ‘Tidak Punya Modal’ Adalah Kebohongan Terbesar Calon Pengusaha?

DALAM berbagai diskusi mengenai kewirausahaan, ada satu narasi yang terus berulang seperti sebuah gema yang tak kunjung reda. Ketika seorang...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
June 29, 2026
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival
Bahasa

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

by I Made Sudiana
June 29, 2026
Teringat Mendiang Bang DS. Putra
Esai

Teringat Mendiang Bang DS. Putra

PAGI INI saya teringat mendiang Ida Bagus Ketut Dharma Santika Putra, sahabat dan guru kami dalam dunia sastra dan budaya...

by Angga Wijaya
June 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co