4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Janji Ratu Lebah

Mas Ruscitadewi by Mas Ruscitadewi
April 30, 2020
in Dongeng
Penyesalan Kelelawar

Ilustrasi tatkala.co | Nana Partha

Pada sebuah Pohon Soka yang tinggi, ada sarang Lebah. Letaknya tersembunyi pada celah-celah kayu yang besar. Tempat sarang yang tinggi membuat Ratu Lebah leluasa bertelur, mengerami, memelihara dan mengajar anak-anaknya.

Biasanya Ratu Lebah mengajarkan anak-anaknya pada sore hari pada saat Lebah Pekerja pulang dari tempat mencari nectar dan tepung sari bunga. Nectar dan sari bunga itu akan dibagikan secara merata kepada Lebah-Lebah yang masih kecil.

Sambil memberi makan Ratu Lebah biasanya akan mengajari Lebah-Lebah Kecil bagaimana Keluarga Lebah bisa hidup damai dan berketurunan.

“Lebah perempuan yang mempunyai mulut yang panjang bertugas mengisap nektar. Yang kakinya panjang bertugas membawa tepung sari, dan yang mempunyai kantung madu yang besar bertugas,menyimpan dan mengubah nectar dan sari bunga menjadi jely dan madu. Yang lain bertugas membersihkan dan menjaga sprang,” terang Ratu Lebah.

Mendengar penjelasan Ratu Lebah, anak-anak Lebah menjadi riuh. Mereka mulai melihat-lihat kondisi tubuhnya sendiri dan bakat-bakatnya yang dimilikinya.

“Horeee, kantong madu saya besar, saya jadi penyimpan,” kata seekor anak Lebah.

“Mulut Saya panjang saya jadi pengisap nectar, asyikk,” kata anak Lebah yang lain.

Tetapi ada seekor anak Lebah betina yang tubuhnya paling besar. Ia sama sekali tak memiliki kelebihan seperti saudara-saudaranya itu.

“Saya tak jadi pengisap, pembawa sari, jadi perawat, juga jadi penjaga, saya sungguh tak berguna,” kata Lebah bertubuh besar itu sambil menjauh dari tempat saudara-saudaranya.

Anak Lebah bertubuh besar sedih, ia tak rnak makan, ia menangis sendiri menyesali keadaannya. Hal itu dilihat oleh Ratu Lebah. Pada saat semua anak-anak tertidur pulas Ratu Lebah mendekati Anak Lebah bertubuh besar.

“Kenapa bersedih, makanlah nanti kamu sakit, ” kata Ratu Lebah Denham lembut sambil menghapus air mata Anak Lebah.

“Saya Anak Lebah tak berguna, lebih baik saya pergi saja,” kata Anak Lebah.

Ratu Lebah tersenyum, dan bercerita bahwa dia juga dulu merasa seperti itu, karena tubuhnya yang jauh lebih besar dari yang lain, tak punya kelebihan dan ketrampilan seperti yang lain, tapi Ia mempunyai perasaan yang peka, sehingga selalu merasa tidak enak hati.

“Tenanglah, kepekaanmu, rasa tidak enakmu itu menunjukkan bahwa kau Lebah Kecil yang bijaksana, menunjukan bahwa kamu memang berbakat menjadi Ratu Lebah seperti diriku,” jelas Ratu Lebah. Anak Lebah tertegun, dia tidak percaya apa yang didengarnya.

“Saya, kenapa saya, saya tidak tahu apa-apa, saya bodoh,” kata Anak Lebah.

“Sabarlah, merasa bodoh adalah titik awal untuk semangat belajar, maka belajar dan belajarlah selalu,” kata Ratu Lebah.

Sejak saat itu Anak Lebah sangat bersemangat untuk belajar. Dia banyak belajar dari hal-hal yang dilihat, didengar dan dirasakannya. Kalau menemukan suatu hal yang tak dipahaminya Ia tak segan-segan bertanya kepada Ratu Lebah dan Lebah yang lain.

Suatu ketika Anak Lebah melihat peristiwa yang sangat melukainya. Ia melihat seorang anak lelaki yang sedang mencari layangannya yang tersangkut pada pohon Soka dengan galah. Galah itu tanpa sengaja mengenainya saat ia bermain ke luar sarang. Sesunghuhnya lukanya hanya luka kecil, tapi yang membuat ia sangat sedih, karena Lebah Penjaga mengeroyok dan menyengat anak lelaki itu. Anak itu menangis, tubuhnya bengkak-bengkak, untung saja ada seorang Ibu yang melihatnya dan mengoleskan sesuatu pada anak itu. Anak itu sembuh, tapi Lebah Kecil masih merasa sangat sedih.

“Kenapa anak itu disengat, kenapa sengatan bangsa Lebah beracun?,” kata Anak Lebah sambil menangis.

“Racun adalah sisa dari nektar dan tepung dari kita pakai senjata, sebagai penjata pelindung agar bangsa kita tidak punah. Racun kita bisa membuat manusia yang bertubuh besar sakit, pinsan atau bahkan mati, tapi…”Ratu Lebah berhenti berbicara.

“Tapi apa Ratu, adakah obatnya?”

“Baiklah akan aku ceritakan sebuah rahasia padamu. Rahasia yang harus diketahui oleh para Ratu Lebah dimanapun berada. Sebagai bangsa Lebah kita sudah mengikat janji pada Bunga-bunga yang telah sangat berjasa untuk kelangsungan hidup bangsa Lebah. Bahwa betapun hebatnya racun Lebah, maka akan mampu diobati oleh keharuman bunga, oleh minyak dari bunga-bunga,” kata Ratu Lebah akhirnya.

Ratu Lebah merasa sudah saatnya ia turun tahta. Anak Lebah sudah siap menjadi Ratu Lebah yang baru. Sudah siap untuk menjaga dan menjalankan janji bangsa Lebah pada Bunga. [T]

Tags: dongengPendidikan
Share67TweetSendShareSend
Previous Post

Mengintip Masa Depan Lewat Tarot, Candu atau Permainan?

Next Post

Membaca Kelor dalam Aud Kelor

Mas Ruscitadewi

Mas Ruscitadewi

Sastrawan, dramawan, pecinta anak-anak. Penggagas berbagai acara seni-budaya di Denpasar termasuk Bali Mandara Nawanatya yang digelar pada setiap akhir pecan selama setahun.

Related Posts

Takut Galungan

by Dede Putra Wiguna
June 27, 2026
0
Takut Galungan

DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan...

Read moreDetails

Radio Tua Kakek Panjul

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

Read moreDetails

Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
February 27, 2026
0
Tangisan Rinai, Derita Bumi │ Dongeng Lingkungan

DI langit biru yang luas, hiduplah kawanan awan yang lembut dan setia. Pemimpin mereka bernama Rinai, awan tua berwarna kelabu...

Read moreDetails

Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

by Jaswanto
February 8, 2026
0
Sekar dan Tujuh Cahaya | Cerita Anak

SEKAR masih menangis ketakutan dengan badan kuyup. Badai telah reda. Tapi Kakek dan orang-orang desa tak kunjung kelihatan. Di ujung...

Read moreDetails

Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
January 18, 2026
0
Adik dan Katak | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak lelaki bernama Adik. Ia dikenal...

Read moreDetails

Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

by Dede Putra Wiguna
October 12, 2025
0
Jalak Bali dan Beringin Tua | Dongeng Lingkungan

DI sebuah desa kecil bernama Desa Kerta Harum, berdiri sebuah beringin raksasa berusia ratusan tahun di pinggir jalan dekat Pura...

Read moreDetails

Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

by Pitrus Puspito
May 11, 2025
0
Bob & Ciko | Dongeng Masa Kini

MENJELANG sore, seekor beruang madu ditangkap oleh para pemburu dan dibawa ke kebun binatang Zoole. Kebun binatang Zoole merupakan tempat...

Read moreDetails

Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 26, 2025
0
Gery dan Sangkarnya  |  Dongeng dari Papua

DI satu gedung Gereja hiduplah seekor burung yang bahagia. Ia tidur di tempat yang nyaman dan sering keluar bermain dan...

Read moreDetails

Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

by Wayan Purne
January 25, 2025
0
Ulat Mengkhianati Pohon Apel  |  Dongeng Pendidikan

“Tolong-tolong!!! Aku diburu! Diburu! Tolong aku!” teriakan seekor ulat ketakutan. Terlihat seekor ulat menggeliat merayap di antara dedaunan mati yang...

Read moreDetails

Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

by Teddy Koll
January 12, 2025
0
Toweli dan Tongkat Saktinya | Dongeng dari Papua

DI satu kampung yang dikelilingi gunung batu: Gunung Batu Kulbi di timur dan Gunung Batu Wandel di barat dan Gunung...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Kelor dalam Aud Kelor

Membaca Kelor dalam Aud Kelor

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co