23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 15, 2025
in Ulas Buku
Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Dua Dunia, Satu Akar

Dalam sejarah peradaban, sering kali kita terjebak pada dikotomi: Timur sebagai wilayah mitos dan spiritualitas, Barat sebagai ranah sains dan rasionalitas. Namun dua buku penting—Eden in the East karya Stephen Oppenheimer dan The Lost Continent Finally Found karya Arysio Santos—menggugat pembelahan ini. Keduanya bertemu dalam satu titik reflektif: bahwa peradaban manusia memiliki akar yang jauh lebih tua, lebih maju, dan lebih timur dari yang selama ini diakui sejarah arus utama. Dalam pertemuan gagasan inilah, secara metaforis, “Santos dan Oppenheimer” saling berjabat tangan.

Oppenheimer: Sains yang Membuka Pintu Mitos

Stephen Oppenheimer, seorang dokter dan genetikus, menulis Eden in the East dengan pendekatan ilmiah yang ketat. Melalui data genetika, arkeologi, dan geologi, ia mengajukan tesis radikal namun terukur: pusat peradaban awal manusia bukanlah Timur Tengah, melainkan Asia Tenggara, khususnya kawasan Sundaland yang kini tenggelam akibat kenaikan permukaan laut pasca Zaman Es.

Oppenheimer tidak sedang membangun mitologi baru. Ia justru mengajak sains untuk jujur pada temuannya sendiri. Migrasi manusia, penyebaran bahasa, tanaman pangan, dan teknologi menunjukkan arah dari timur ke barat, bukan sebaliknya. Dengan demikian, “Eden” bukanlah simbol teologis semata, melainkan memori kolektif atas sebuah tanah subur yang hilang ditelan air.

Santos: Atlantis sebagai Ingatan Kultural

Jika Oppenheimer berbicara dengan bahasa sains, Arysio Santos berbicara dengan bahasa keberanian imajinatif yang terstruktur. Dalam The Lost Continent Finally Found, ia mengidentifikasi Atlantis—yang selama ini dianggap legenda Plato—sebagai Sundaland. Bagi Santos, Atlantis bukan dongeng, melainkan catatan simbolik tentang kehancuran sebuah peradaban maju akibat bencana alam global.

Yang menarik, Santos tidak menolak sains. Ia justru memadukan geografi, mitologi, teks kuno, dan data geologi untuk menunjukkan konsistensi narasi Atlantis dengan kondisi Asia Tenggara purba. Di sinilah Santos dan Oppenheimer bertemu: satu membawa bukti, yang lain membawa makna.

Pertemuan Indah: Ketika Data Bertemu Ingatan

Pertemuan gagasan Santos dan Oppenheimer adalah pertemuan indah antara rasionalitas dan intuisi sejarah. Oppenheimer menunjukkan “bagaimana” peradaban itu ada dan menyebar; Santos menjelaskan “mengapa” ingatan tentangnya bertahan dalam mitos global—dari Atlantis hingga kisah banjir besar dalam berbagai tradisi.

Keduanya mengingatkan kita bahwa mitos bukan kebohongan, melainkan arsip ingatan manusia yang dibungkus simbol. Ketika sains membuka lapisan faktualnya, mitos menemukan kembali martabatnya sebagai pengetahuan purba.

Pelajaran untuk Bali: Pulau Kecil dengan Ingatan Besar

Bali, dengan sistem subak, kosmologi Tri Hita Karana, dan ritual yang menyelaraskan manusia-alam-Tuhan, tampak seperti fragmen hidup dari peradaban yang lebih tua. Jika Sundaland benar merupakan pusat peradaban awal, maka Bali bukan sekadar daerah “pinggiran”, melainkan pewaris etika ekologis yang pernah menopang dunia.

Pelajaran terpenting bagi Bali adalah kesadaran akan keseimbangan. Atlantis/Sundaland runtuh bukan karena perang, melainkan karena bencana yang diperparah oleh ketidakseimbangan relasi manusia dan alam. Bali hari ini menghadapi tantangan serupa: alih fungsi lahan, krisis air, dan pariwisata yang melampaui daya dukung.

Pelajaran untuk Indonesia: Dari Konsumen Sejarah menjadi Subjek

Bagi Indonesia secara keseluruhan, pertemuan Santos dan Oppenheimer menantang mentalitas pascakolonial yang terlalu lama menganggap diri sebagai penerima peradaban. Jika Asia Tenggara adalah sumber, maka Indonesia bukan halaman kaki sejarah, melainkan bab pembuka yang terlupakan.

Namun pengakuan ini bukan untuk kebanggaan kosong. Ia menuntut tanggung jawab intelektual dan intelijensia: membangun ilmu pengetahuan sendiri, menafsir ulang tradisi dengan kritis, serta menjaga alam sebagai arsip hidup peradaban.

Sains, Spiritualitas, dan Masa Depan

Pertemuan Santos dan Oppenheimer juga relevan untuk masa depan global. Dunia modern yang teknologis namun rapuh membutuhkan integrasi antara sains dan kebijaksanaan ekologis. Atlantis runtuh karena lupa batas; dunia hari ini berada di tepi risiko yang sama.

Indonesia—dengan kekayaan budaya, biodiversitas, dan ingatan kosmologis—berpotensi menjadi jembatan antara sains modern dan spiritualitas bumi. Namun hanya jika kita mampu belajar, bukan sekadar bernostalgia.

Mengingat untuk Bertanggung Jawab

Pertemuan indah Santos dan Oppenheimer bukan tentang siapa yang benar, melainkan tentang keberanian mengingat. Mengingat bahwa peradaban bisa tenggelam. Mengingat bahwa kemajuan tanpa kesadaran ekologis adalah ilusi. Dan mengingat bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya pewaris tanah, tetapi pewaris budaya luhur yang nilai-nilainya terpateri dalam Pancasila.

Menariknya, kedua buku ini pernah diseminarkan di LIPI Jakarta di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010, dengan menghadirkan langsung Stephen Oppenheimer, penulis Eden in The East. Sayang, Prof. Santos sudah berpulang sehingga diwakili oleh Frank Joseph Hoff, dari University of Washington.

Jika Atlantis adalah peringatan, maka Nusantara hari ini adalah kesempatan kedua. Apakah kita akan mengulang tenggelamnya Eden, atau menjaga agar ia tetap hidup—itulah pertanyaan sejati yang ditinggalkan oleh pertemuan dua penulis buku ini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuOppenheimerrefleksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Next Post

Pakuwon Mall Surabaya dan Jebakan Kapitalisme yang Melenakan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails
Next Post
Pakuwon Mall Surabaya dan Jebakan Kapitalisme yang Melenakan

Pakuwon Mall Surabaya dan Jebakan Kapitalisme yang Melenakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co