2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
December 15, 2025
in Ulas Buku
Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Dua Dunia, Satu Akar

Dalam sejarah peradaban, sering kali kita terjebak pada dikotomi: Timur sebagai wilayah mitos dan spiritualitas, Barat sebagai ranah sains dan rasionalitas. Namun dua buku penting—Eden in the East karya Stephen Oppenheimer dan The Lost Continent Finally Found karya Arysio Santos—menggugat pembelahan ini. Keduanya bertemu dalam satu titik reflektif: bahwa peradaban manusia memiliki akar yang jauh lebih tua, lebih maju, dan lebih timur dari yang selama ini diakui sejarah arus utama. Dalam pertemuan gagasan inilah, secara metaforis, “Santos dan Oppenheimer” saling berjabat tangan.

Oppenheimer: Sains yang Membuka Pintu Mitos

Stephen Oppenheimer, seorang dokter dan genetikus, menulis Eden in the East dengan pendekatan ilmiah yang ketat. Melalui data genetika, arkeologi, dan geologi, ia mengajukan tesis radikal namun terukur: pusat peradaban awal manusia bukanlah Timur Tengah, melainkan Asia Tenggara, khususnya kawasan Sundaland yang kini tenggelam akibat kenaikan permukaan laut pasca Zaman Es.

Oppenheimer tidak sedang membangun mitologi baru. Ia justru mengajak sains untuk jujur pada temuannya sendiri. Migrasi manusia, penyebaran bahasa, tanaman pangan, dan teknologi menunjukkan arah dari timur ke barat, bukan sebaliknya. Dengan demikian, “Eden” bukanlah simbol teologis semata, melainkan memori kolektif atas sebuah tanah subur yang hilang ditelan air.

Santos: Atlantis sebagai Ingatan Kultural

Jika Oppenheimer berbicara dengan bahasa sains, Arysio Santos berbicara dengan bahasa keberanian imajinatif yang terstruktur. Dalam The Lost Continent Finally Found, ia mengidentifikasi Atlantis—yang selama ini dianggap legenda Plato—sebagai Sundaland. Bagi Santos, Atlantis bukan dongeng, melainkan catatan simbolik tentang kehancuran sebuah peradaban maju akibat bencana alam global.

Yang menarik, Santos tidak menolak sains. Ia justru memadukan geografi, mitologi, teks kuno, dan data geologi untuk menunjukkan konsistensi narasi Atlantis dengan kondisi Asia Tenggara purba. Di sinilah Santos dan Oppenheimer bertemu: satu membawa bukti, yang lain membawa makna.

Pertemuan Indah: Ketika Data Bertemu Ingatan

Pertemuan gagasan Santos dan Oppenheimer adalah pertemuan indah antara rasionalitas dan intuisi sejarah. Oppenheimer menunjukkan “bagaimana” peradaban itu ada dan menyebar; Santos menjelaskan “mengapa” ingatan tentangnya bertahan dalam mitos global—dari Atlantis hingga kisah banjir besar dalam berbagai tradisi.

Keduanya mengingatkan kita bahwa mitos bukan kebohongan, melainkan arsip ingatan manusia yang dibungkus simbol. Ketika sains membuka lapisan faktualnya, mitos menemukan kembali martabatnya sebagai pengetahuan purba.

Pelajaran untuk Bali: Pulau Kecil dengan Ingatan Besar

Bali, dengan sistem subak, kosmologi Tri Hita Karana, dan ritual yang menyelaraskan manusia-alam-Tuhan, tampak seperti fragmen hidup dari peradaban yang lebih tua. Jika Sundaland benar merupakan pusat peradaban awal, maka Bali bukan sekadar daerah “pinggiran”, melainkan pewaris etika ekologis yang pernah menopang dunia.

Pelajaran terpenting bagi Bali adalah kesadaran akan keseimbangan. Atlantis/Sundaland runtuh bukan karena perang, melainkan karena bencana yang diperparah oleh ketidakseimbangan relasi manusia dan alam. Bali hari ini menghadapi tantangan serupa: alih fungsi lahan, krisis air, dan pariwisata yang melampaui daya dukung.

Pelajaran untuk Indonesia: Dari Konsumen Sejarah menjadi Subjek

Bagi Indonesia secara keseluruhan, pertemuan Santos dan Oppenheimer menantang mentalitas pascakolonial yang terlalu lama menganggap diri sebagai penerima peradaban. Jika Asia Tenggara adalah sumber, maka Indonesia bukan halaman kaki sejarah, melainkan bab pembuka yang terlupakan.

Namun pengakuan ini bukan untuk kebanggaan kosong. Ia menuntut tanggung jawab intelektual dan intelijensia: membangun ilmu pengetahuan sendiri, menafsir ulang tradisi dengan kritis, serta menjaga alam sebagai arsip hidup peradaban.

Sains, Spiritualitas, dan Masa Depan

Pertemuan Santos dan Oppenheimer juga relevan untuk masa depan global. Dunia modern yang teknologis namun rapuh membutuhkan integrasi antara sains dan kebijaksanaan ekologis. Atlantis runtuh karena lupa batas; dunia hari ini berada di tepi risiko yang sama.

Indonesia—dengan kekayaan budaya, biodiversitas, dan ingatan kosmologis—berpotensi menjadi jembatan antara sains modern dan spiritualitas bumi. Namun hanya jika kita mampu belajar, bukan sekadar bernostalgia.

Mengingat untuk Bertanggung Jawab

Pertemuan indah Santos dan Oppenheimer bukan tentang siapa yang benar, melainkan tentang keberanian mengingat. Mengingat bahwa peradaban bisa tenggelam. Mengingat bahwa kemajuan tanpa kesadaran ekologis adalah ilusi. Dan mengingat bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya pewaris tanah, tetapi pewaris budaya luhur yang nilai-nilainya terpateri dalam Pancasila.

Menariknya, kedua buku ini pernah diseminarkan di LIPI Jakarta di hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010, dengan menghadirkan langsung Stephen Oppenheimer, penulis Eden in The East. Sayang, Prof. Santos sudah berpulang sehingga diwakili oleh Frank Joseph Hoff, dari University of Washington.

Jika Atlantis adalah peringatan, maka Nusantara hari ini adalah kesempatan kedua. Apakah kita akan mengulang tenggelamnya Eden, atau menjaga agar ia tetap hidup—itulah pertanyaan sejati yang ditinggalkan oleh pertemuan dua penulis buku ini. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

Tags: BukuOppenheimerrefleksi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Next Post

Pakuwon Mall Surabaya dan Jebakan Kapitalisme yang Melenakan

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Pakuwon Mall Surabaya dan Jebakan Kapitalisme yang Melenakan

Pakuwon Mall Surabaya dan Jebakan Kapitalisme yang Melenakan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co