13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 15, 2025
in Esai
Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KOMUNIKASI publik merupakan salah satu aspek terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Pejabat publik tidak hanya dituntut untuk membuat kebijakan yang tepat, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan kebijakan tersebut secara jelas, sopan, dan efektif kepada masyarakat. Di era keterbukaan informasi dan perkembangan media sosial yang kian pesat, kemampuan berkomunikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti yang menentukan citra, legitimasi, serta keberhasilan kepemimpinan. Banyak kasus menunjukkan bahwa kebijakan yang sebenarnya baik menjadi kontroversial dan ditolak karena disampaikan dengan cara yang tidak tepat. Fenomena inilah yang membuat komunikasi publik menjadi sangat penting bagi setiap pejabat yang memegang amanah publik.

Di berbagai daerah, kita sering melihat contoh pejabat yang berbicara “asal ceplos” atau bereaksi spontan terhadap pertanyaan publik tanpa mempertimbangkan konteks sosial, kondisi psikologis masyarakat, atau sensitivitas isu. Ketika hal ini terjadi, bukan hanya pesan yang gagal tersampaikan, tetapi kepercayaan publik pun ikut terkikis. Padahal dalam hubungan antara pemimpin dan masyarakat, kepercayaan adalah modal utama. Sekali rusak, pemulihannya memerlukan waktu, energi, dan upaya yang tidak sedikit. Ucapan pejabat publik bukan hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga institusi yang dibawanya. Karena itu, kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap persepsi masyarakat terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Komunikasi publik sejatinya tidak pernah netral. Setiap kata yang diucapkan membawa makna, emosi, nilai, dan interpretasi yang berbeda-beda tergantung konteks sosial dan budaya. Inilah mengapa teori Sosiopragmatik sangat relevan digunakan dalam membahas komunikasi pejabat publik. Sosiopragmatik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial, bagaimana maksud dan makna ditangkap oleh pendengar, serta bagaimana struktur sosial memengaruhi cara berkomunikasi. Konsep “kesantunan berbahasa” menjadi salah satu unsur penting dalam Sosiopragmatik, karena di dalam interaksi sosial, kesantunan bukan hanya sebagai etika tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Kesantunan berbahasa memiliki dua aspek penting, yaitu kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Kesantunan niat berarti bahwa seseorang berbicara dengan tujuan baik, tanpa maksud merendahkan, menghina, atau menyakiti pihak lain. Namun niat baik saja tidak cukup. Ia harus diikuti oleh kesantunan bentuk, yakni bagaimana pesan tersebut dikemas, dipilih kata-katanya, nada penyampaian, serta konteks ucapan itu dilakukan. Banyak pejabat merasa bahwa selama maksudnya baik, maka ucapan mereka pasti diterima. Padahal, publik tidak selalu menilai niat. Publik lebih sering menilai bentuk, cara, serta kesesuaian ucapan dengan norma sosial yang berlaku.

Contoh sederhana bisa dilihat ketika seorang pejabat berkata, “Sampah punya sendiri urus sendiri, kalau orang lain punya sampah kamu disuruh urus memang mau?” Tujuan dari ucapan tersebut mungkin baik, yaitu ingin mengajak masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah berbasis sumber. Tetapi bentuk penyampaiannya menimbulkan kesan merendahkan, kasar, serta tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat. Alih-alih memberikan edukasi, ucapan itu justru memicu kemarahan dan ketersinggungan publik. Akibatnya, pesan yang sebenarnya positif menjadi tidak sampai, bahkan berubah menjadi bumerang yang merusak citra pejabat tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan betapa pentingnya seorang pejabat memahami hubungan antara bahasa dan persepsi. Kata-kata bukan sekadar alat menyampaikan informasi, tetapi juga alat membangun relasi. Jika relasi antara pejabat dan masyarakat terbangun melalui bahasa yang santun, empatik, dan terukur, maka masyarakat akan lebih mudah menerima kebijakan apa pun, sekalipun kebijakan tersebut berat atau tidak populer. Sebaliknya, jika relasi dibangun melalui bahasa yang merendahkan atau tidak sensitif, maka kebijakan yang paling baik sekalipun dapat ditolak hanya karena buruknya cara penyampaian. Inilah salah satu tantangan terbesar komunikasi publik.

Dalam konteks kepemimpinan, komunikasi bukan hanya sekadar berbicara. Ia adalah seni mengelola makna. Pejabat publik harus mampu memprediksi bagaimana publik akan menafsirkan pesan tertentu, bagaimana media akan mengutipnya, dan bagaimana lawan politik akan memanfaatkan celah komunikasi yang buruk. Setiap kata memiliki potensi politis, sosial, dan psikologis. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi harus menjadi kemampuan yang dibangun secara sadar melalui pelatihan, pembinaan, dan evaluasi berkala. Tidak cukup mengandalkan intuisi atau karakter pribadi, karena komunikasi publik memiliki standar yang wajib dipahami.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi mendorong pejabat untuk semakin hati-hati. Media sosial membuat setiap ucapan dapat direkam, dipotong, disebarkan, dan dipelintir dalam hitungan detik. Ketidakhati-hatian bukan hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat memicu krisis informasi yang berdampak panjang. Dalam kondisi seperti ini, pejabat publik harus memiliki kesadaran bahwa diam kadang lebih baik daripada berbicara tanpa persiapan. Namun ketika harus berbicara, persiapan matang dan empati adalah kunci.

Komunikasi publik yang baik memberi banyak keuntungan bagi pejabat publik. Pertama, membangun kepercayaan dan kredibilitas. Masyarakat menilai seorang pemimpin pertama kali melalui kata-katanya sebelum melihat kinerjanya. Kedua, komunikasi yang baik memperkuat efektivitas kebijakan. Saat masyarakat paham, mereka lebih mungkin bekerja sama. Ketiga, komunikasi yang santun memperkuat keteladanan moral, sesuatu yang sangat dibutuhkan dari pejabat publik. Keempat, komunikasi yang baik mencegah konflik sosial serta memperkuat stabilitas politik.

Maka dari itu, pejabat publik perlu memahami bahwa komunikasi bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah bentuk pengabdian. Komunikasi adalah jembatan antara negara dan rakyat. Ketika jembatan itu kuat, hubungan yang terbangun pun akan kokoh. Sebaliknya, ketika jembatan retak karena bahasa yang buruk, maka seluruh sistem pemerintahan dapat terganggu. Di sinilah pentingnya menerapkan prinsip kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Dua prinsip ini membantu pejabat agar selalu mempertimbangkan bukan hanya apa yang ingin mereka katakan, tetapi juga bagaimana masyarakat akan menerima ucapannya.

Akhirnya, komunikasi publik bagi pejabat publik adalah keterampilan yang tidak dapat diabaikan. Pejabat yang baik bukan hanya yang membuat kebijakan, tetapi yang mampu menyampaikan kebijakan tersebut dengan bahasa yang santun, jelas, dan membangun kepercayaan. Kesalahan bahasa mungkin tampak sepele, namun dampaknya dapat jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Oleh karena itu, setiap pejabat publik seharusnya menjadikan komunikasi sebagai bagian integral dari profesionalisme. Dengan komunikasi yang baik, hubungan antara pemerintah dan rakyat dapat terjalin lebih harmonis, lebih produktif, dan lebih berkeadaban. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasipejabat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Medan ke Toba: Ziarah Ilmu dan Rasa Kopi di Tanah Batak

Next Post

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails

KEPEMIMPINAN ‘BALANG TAMAK’: BELILAH PUJIAN KETIKA RAKYAT MEMBENCIMU

by Sugi Lanus
July 7, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Catatan Harian Sugi Lanus, 7 Juli 2026 Alkisah Balang Tamak, tokoh cerdik sekaligus satir dalam cerita rakyat Bali, pernah berpesan...

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co