2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
December 15, 2025
in Esai
Pentingnya Komunikasi Publik Bagi Pejabat Publik

Ilustrasi tatkala.co | Canva

KOMUNIKASI publik merupakan salah satu aspek terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Pejabat publik tidak hanya dituntut untuk membuat kebijakan yang tepat, tetapi juga harus mampu mengkomunikasikan kebijakan tersebut secara jelas, sopan, dan efektif kepada masyarakat. Di era keterbukaan informasi dan perkembangan media sosial yang kian pesat, kemampuan berkomunikasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti yang menentukan citra, legitimasi, serta keberhasilan kepemimpinan. Banyak kasus menunjukkan bahwa kebijakan yang sebenarnya baik menjadi kontroversial dan ditolak karena disampaikan dengan cara yang tidak tepat. Fenomena inilah yang membuat komunikasi publik menjadi sangat penting bagi setiap pejabat yang memegang amanah publik.

Di berbagai daerah, kita sering melihat contoh pejabat yang berbicara “asal ceplos” atau bereaksi spontan terhadap pertanyaan publik tanpa mempertimbangkan konteks sosial, kondisi psikologis masyarakat, atau sensitivitas isu. Ketika hal ini terjadi, bukan hanya pesan yang gagal tersampaikan, tetapi kepercayaan publik pun ikut terkikis. Padahal dalam hubungan antara pemimpin dan masyarakat, kepercayaan adalah modal utama. Sekali rusak, pemulihannya memerlukan waktu, energi, dan upaya yang tidak sedikit. Ucapan pejabat publik bukan hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga institusi yang dibawanya. Karena itu, kesalahan komunikasi sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap persepsi masyarakat terhadap pemerintah secara keseluruhan.

Komunikasi publik sejatinya tidak pernah netral. Setiap kata yang diucapkan membawa makna, emosi, nilai, dan interpretasi yang berbeda-beda tergantung konteks sosial dan budaya. Inilah mengapa teori Sosiopragmatik sangat relevan digunakan dalam membahas komunikasi pejabat publik. Sosiopragmatik mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial, bagaimana maksud dan makna ditangkap oleh pendengar, serta bagaimana struktur sosial memengaruhi cara berkomunikasi. Konsep “kesantunan berbahasa” menjadi salah satu unsur penting dalam Sosiopragmatik, karena di dalam interaksi sosial, kesantunan bukan hanya sebagai etika tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Kesantunan berbahasa memiliki dua aspek penting, yaitu kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Kesantunan niat berarti bahwa seseorang berbicara dengan tujuan baik, tanpa maksud merendahkan, menghina, atau menyakiti pihak lain. Namun niat baik saja tidak cukup. Ia harus diikuti oleh kesantunan bentuk, yakni bagaimana pesan tersebut dikemas, dipilih kata-katanya, nada penyampaian, serta konteks ucapan itu dilakukan. Banyak pejabat merasa bahwa selama maksudnya baik, maka ucapan mereka pasti diterima. Padahal, publik tidak selalu menilai niat. Publik lebih sering menilai bentuk, cara, serta kesesuaian ucapan dengan norma sosial yang berlaku.

Contoh sederhana bisa dilihat ketika seorang pejabat berkata, “Sampah punya sendiri urus sendiri, kalau orang lain punya sampah kamu disuruh urus memang mau?” Tujuan dari ucapan tersebut mungkin baik, yaitu ingin mengajak masyarakat bertanggung jawab mengelola sampah berbasis sumber. Tetapi bentuk penyampaiannya menimbulkan kesan merendahkan, kasar, serta tidak menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat. Alih-alih memberikan edukasi, ucapan itu justru memicu kemarahan dan ketersinggungan publik. Akibatnya, pesan yang sebenarnya positif menjadi tidak sampai, bahkan berubah menjadi bumerang yang merusak citra pejabat tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan betapa pentingnya seorang pejabat memahami hubungan antara bahasa dan persepsi. Kata-kata bukan sekadar alat menyampaikan informasi, tetapi juga alat membangun relasi. Jika relasi antara pejabat dan masyarakat terbangun melalui bahasa yang santun, empatik, dan terukur, maka masyarakat akan lebih mudah menerima kebijakan apa pun, sekalipun kebijakan tersebut berat atau tidak populer. Sebaliknya, jika relasi dibangun melalui bahasa yang merendahkan atau tidak sensitif, maka kebijakan yang paling baik sekalipun dapat ditolak hanya karena buruknya cara penyampaian. Inilah salah satu tantangan terbesar komunikasi publik.

Dalam konteks kepemimpinan, komunikasi bukan hanya sekadar berbicara. Ia adalah seni mengelola makna. Pejabat publik harus mampu memprediksi bagaimana publik akan menafsirkan pesan tertentu, bagaimana media akan mengutipnya, dan bagaimana lawan politik akan memanfaatkan celah komunikasi yang buruk. Setiap kata memiliki potensi politis, sosial, dan psikologis. Oleh karena itu, kemampuan berkomunikasi harus menjadi kemampuan yang dibangun secara sadar melalui pelatihan, pembinaan, dan evaluasi berkala. Tidak cukup mengandalkan intuisi atau karakter pribadi, karena komunikasi publik memiliki standar yang wajib dipahami.

Selain itu, perkembangan teknologi informasi mendorong pejabat untuk semakin hati-hati. Media sosial membuat setiap ucapan dapat direkam, dipotong, disebarkan, dan dipelintir dalam hitungan detik. Ketidakhati-hatian bukan hanya menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga dapat memicu krisis informasi yang berdampak panjang. Dalam kondisi seperti ini, pejabat publik harus memiliki kesadaran bahwa diam kadang lebih baik daripada berbicara tanpa persiapan. Namun ketika harus berbicara, persiapan matang dan empati adalah kunci.

Komunikasi publik yang baik memberi banyak keuntungan bagi pejabat publik. Pertama, membangun kepercayaan dan kredibilitas. Masyarakat menilai seorang pemimpin pertama kali melalui kata-katanya sebelum melihat kinerjanya. Kedua, komunikasi yang baik memperkuat efektivitas kebijakan. Saat masyarakat paham, mereka lebih mungkin bekerja sama. Ketiga, komunikasi yang santun memperkuat keteladanan moral, sesuatu yang sangat dibutuhkan dari pejabat publik. Keempat, komunikasi yang baik mencegah konflik sosial serta memperkuat stabilitas politik.

Maka dari itu, pejabat publik perlu memahami bahwa komunikasi bukan sekadar kewajiban, tetapi sebuah bentuk pengabdian. Komunikasi adalah jembatan antara negara dan rakyat. Ketika jembatan itu kuat, hubungan yang terbangun pun akan kokoh. Sebaliknya, ketika jembatan retak karena bahasa yang buruk, maka seluruh sistem pemerintahan dapat terganggu. Di sinilah pentingnya menerapkan prinsip kesantunan niat dan kesantunan bentuk. Dua prinsip ini membantu pejabat agar selalu mempertimbangkan bukan hanya apa yang ingin mereka katakan, tetapi juga bagaimana masyarakat akan menerima ucapannya.

Akhirnya, komunikasi publik bagi pejabat publik adalah keterampilan yang tidak dapat diabaikan. Pejabat yang baik bukan hanya yang membuat kebijakan, tetapi yang mampu menyampaikan kebijakan tersebut dengan bahasa yang santun, jelas, dan membangun kepercayaan. Kesalahan bahasa mungkin tampak sepele, namun dampaknya dapat jauh lebih besar daripada yang dibayangkan. Oleh karena itu, setiap pejabat publik seharusnya menjadikan komunikasi sebagai bagian integral dari profesionalisme. Dengan komunikasi yang baik, hubungan antara pemerintah dan rakyat dapat terjalin lebih harmonis, lebih produktif, dan lebih berkeadaban. [T]

Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: komunikasipejabat
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Medan ke Toba: Ziarah Ilmu dan Rasa Kopi di Tanah Batak

Next Post

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Pertemuan Santos dan Oppenheimer, Refleksi atas Eden in the East dan The Lost Continent Finally Found

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co