23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 18, 2025
in Ulas Rupa
Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

PULAU Dewata kembali membuktikan dirinya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium ide-ide kreatif dunia. Melalui Jia CURATED 2025, sebuah perayaan lima hari yang berlangsung 14–18 Agustus di Bali Festival Park, ribuan pengunjung larut dalam pertemuan lintas disiplin: desain, kerajinan, arsitektur, kuliner, musik, hingga budaya.

Lebih dari sekadar pameran, Jia CURATED adalah ruang pengalaman yang hidup. Instalasi monumental berpadu dengan presentasi brand, diskusi inspiratif, lokakarya interaktif, hingga pop-up kuliner yang merayakan kreativitas lokal. Setiap sudut dirancang untuk membuka dialog antara pembuat, desainer, arsitek, musisi, komunitas, dan audiens internasionalsebuah lanskap kolaboratif yang jarang ditemui di tempat lain.

Gaya Keramik | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Edisi 2025 tampil lebih ambisius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lebih dari 70 display, 100 exhibitor, dan 200 brand terlibat; sekitar 150 di antaranya berasal dari Indonesia dan Asia, berdampingan dengan nama-nama internasional. Angka-angka ini menegaskan posisi Jia CURATED sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan paling penting di kawasan.

Dengan mengusung tema “Evolving Perspectives”, tahun ini Jia mendorong para kreatif menafsir ulang cara pandang terhadap keberlanjutan, tradisi, dan inovasi. Dari Bali, perspektif baru ini diharapkan bergema ke dunia, membangun ekosistem desain yang lebih inklusif dan berakar pada kesadaran ekologis.

Beberapa karya yang mencuri perhatian datang dari Gaya Ceramic, studio keramik berbasis Ubud yang sejak 2001 digawangi Marcello dan Michela. Karya mereka selalu lahir dari tangan pengrajin terampil, memadukan ketelitian teknis dengan sensibilitas artistik.

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di Jia CURATED 2025, Gaya mempersembahkan “RECLAY Tactile Wallpaper”, instalasi modular dari tanah liat daur ulang yang dihiasi motif kebaya. Kebaya yang biasanya hadir sebagai pakaian tradisional, kini tampil sebagai metafora: simbol alam, budaya, dan identitas Bali yang diolah ulang menjadi narasi kontemporer. Keberlanjutan menjadi nadi utama: limbah tanah liat yang biasanya terbuang kini dihidupkan kembali sebagai karya bernilai seni. Lebih dari 100 pengrajin lokal terlibat, menjadikan instalasi ini bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga pernyataan ekologis yang kuat.

Namun tentu saja, masih banyak karya spektakuler lain yang tak kalah mencuri perhatian pengunjung. Setiap instalasi, presentasi, dan pertunjukan memberi branding baru bagi perkembangan seni dan kebudayaan, sekaligus memperkaya wajah pariwisata Bali di mata dunia.

Di balik lahirnya Jia terdapat figur penting: Budiman Ong, desainer dan pembuat asal Sumatra yang kini berbasis di Bali. Bersama Rudi Winata dan Yang Yang Hartono, ia merintis Jia sebagai platform untuk membangun ekosistem desain yang kolaboratif, berkelanjutan, dan inklusif.

Karya Budiman sendiri membuat banyak penonton terkesima. Ia menghadirkan bentangan kain tekstil yang dihiasi potongan perca dan rajutan tangan. Eksklusif sekaligus personal, karya ini mewujudkan keyakinannya bahwa desain adalah resonansi emosional. “Jia CURATED adalah ruang gotong royong kreatif. Melalui kolaborasi, tradisi bisa berdialog dengan masa depan. Bali, dengan kearifannya, adalah titik temu terbaik bagi percakapan ini,” ujarnya.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Inisiatif lain yang mengundang perhatian adalah Mabiang Seni, ruang yang dirancang oleh Suasana Studio. Namanya berasal dari kata biang dalam dialek Bali yang berarti “ibu”simbol akar, asal, dan daya mengasuh. Mabiang Seni menghadirkan perjalanan komunitas seni: dari ruang tamu, meja makan komunal, hingga galeri. Lebih dari sekadar ruang pamer, ia mengundang interaksi langsung. Pengunjung bisa berbincang dengan seniman, menyaksikan karya terkurasi, hingga ikut berkreasi dengan medium seni yang tersedia. Mabiang hadir sebagai ruang keibuan: mengasuh, mengakar, dan menyuburkan percakapan seni di tengah hiruk pikuk festival.

Pemilihan Bali Festival Park sebagai lokasi juga sarat makna. Area yang lama terbengkalai kini disulap menjadi arena penuh instalasi. Transformasi ini menjadi metafora bahwa kreativitas mampu menghidupkan kembali ruang-ruang yang terlupakan.

Karya yang berjudul Bayang Bayang Manusia di Balik Layar | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di tengah taman tropis yang luas, pengunjung tidak hanya menemukan karya visual dan desain, tetapi juga pop-up kuliner yang menyajikan cita rasa Bali dalam format inovatif. Dengan begitu, pengalaman Jia CURATED terasa multisensorial: pesta bagi mata, pikiran, dan telinga.

Musik pun hadir sebagai elemen pengikat. Setiap sore hingga malam, panggung terbuka Bali Festival Park dipenuhi alunan musik yang berpadu dengan instalasi cahaya dan visual. Mulai dari nuansa akustik intim, ritme elektronik yang berbaur dengan gamelan, hingga kolaborasi eksperimental lintas budaya, seluruhnya dirancang sebagai bagian dari narasi. Musik tidak sekadar hadir sebagai hiburan, melainkan jembatan emosi yang menciptakan atmosfer, di mana desain, ruang, dan publik dapat saling terhubung.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Surya Darma

Dengan puluhan kolaborasi lintas negara, instalasi monumental, konser intim, hingga diskusi inspiratif tentang keberlanjutan, Jia CURATED 2025 menegaskan Bali sebagai episentrum desain dan budaya Asia.

Bali bukan lagi sekadar destinasi; ia kini hadir sebagai panggung global tempat warisan, inovasi, musik, dan keberlanjutan berpadu dalam satu perayaan kreatif. [T]

Jimbaran, 18 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Abdi Budaya Nugraha: Apresiasi Listibiya Kuta Kepada Enam Pengabdi Seni

Next Post

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

by Mahesa Putra
June 18, 2026
0
Fragmen Peristiwa pada Pameran ‘Dialog Ferdi dan Opus Sastra’ Minggu Pertama di Palembang

SEJAK pagi langit mendung, angin membuat barisan pohon kelapa di halaman Roemah Tumbuh Kembang menari. Padahal sudah satu minggu ini...

Read moreDetails

Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

by Oka Rusmini
June 15, 2026
0
Menakar Isi Piring, Meruntuhkan Dinding Sakral  —Narasi Domestik Sebagai Episentrum Perlawanan Politis Perupa Perempuan Bali

SEBUAH pertanyaan tidak pernah lahir dari ruang hampa. Di balik kalimat pendek, “What’s for Dinner?” atau “Mau makan malam apa?”,...

Read moreDetails

Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

by Mas Ruscitadewi
June 13, 2026
0
Karya Rupa Saka Rosanta, Dari Reinkarnasi, Pohon Kasih sampai Avatar Word

Ida Kade Saka Rosanta, yang kerap dipanggil Gus Moyo memamerkan karya rupanya di Rumah Berdaya, jalan Raya Sesetan 280 Denpasar....

Read moreDetails

Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

by Made Chandra
June 8, 2026
0
Stasiun Buraq : Arsitektur Mimpi Seorang Ilham Gusti Syahadat

DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan,...

Read moreDetails

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

by Made Chandra
June 2, 2026
0
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

Read moreDetails

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co