24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 18, 2025
in Ulas Rupa
Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

PULAU Dewata kembali membuktikan dirinya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium ide-ide kreatif dunia. Melalui Jia CURATED 2025, sebuah perayaan lima hari yang berlangsung 14–18 Agustus di Bali Festival Park, ribuan pengunjung larut dalam pertemuan lintas disiplin: desain, kerajinan, arsitektur, kuliner, musik, hingga budaya.

Lebih dari sekadar pameran, Jia CURATED adalah ruang pengalaman yang hidup. Instalasi monumental berpadu dengan presentasi brand, diskusi inspiratif, lokakarya interaktif, hingga pop-up kuliner yang merayakan kreativitas lokal. Setiap sudut dirancang untuk membuka dialog antara pembuat, desainer, arsitek, musisi, komunitas, dan audiens internasionalsebuah lanskap kolaboratif yang jarang ditemui di tempat lain.

Gaya Keramik | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Edisi 2025 tampil lebih ambisius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lebih dari 70 display, 100 exhibitor, dan 200 brand terlibat; sekitar 150 di antaranya berasal dari Indonesia dan Asia, berdampingan dengan nama-nama internasional. Angka-angka ini menegaskan posisi Jia CURATED sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan paling penting di kawasan.

Dengan mengusung tema “Evolving Perspectives”, tahun ini Jia mendorong para kreatif menafsir ulang cara pandang terhadap keberlanjutan, tradisi, dan inovasi. Dari Bali, perspektif baru ini diharapkan bergema ke dunia, membangun ekosistem desain yang lebih inklusif dan berakar pada kesadaran ekologis.

Beberapa karya yang mencuri perhatian datang dari Gaya Ceramic, studio keramik berbasis Ubud yang sejak 2001 digawangi Marcello dan Michela. Karya mereka selalu lahir dari tangan pengrajin terampil, memadukan ketelitian teknis dengan sensibilitas artistik.

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di Jia CURATED 2025, Gaya mempersembahkan “RECLAY Tactile Wallpaper”, instalasi modular dari tanah liat daur ulang yang dihiasi motif kebaya. Kebaya yang biasanya hadir sebagai pakaian tradisional, kini tampil sebagai metafora: simbol alam, budaya, dan identitas Bali yang diolah ulang menjadi narasi kontemporer. Keberlanjutan menjadi nadi utama: limbah tanah liat yang biasanya terbuang kini dihidupkan kembali sebagai karya bernilai seni. Lebih dari 100 pengrajin lokal terlibat, menjadikan instalasi ini bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga pernyataan ekologis yang kuat.

Namun tentu saja, masih banyak karya spektakuler lain yang tak kalah mencuri perhatian pengunjung. Setiap instalasi, presentasi, dan pertunjukan memberi branding baru bagi perkembangan seni dan kebudayaan, sekaligus memperkaya wajah pariwisata Bali di mata dunia.

Di balik lahirnya Jia terdapat figur penting: Budiman Ong, desainer dan pembuat asal Sumatra yang kini berbasis di Bali. Bersama Rudi Winata dan Yang Yang Hartono, ia merintis Jia sebagai platform untuk membangun ekosistem desain yang kolaboratif, berkelanjutan, dan inklusif.

Karya Budiman sendiri membuat banyak penonton terkesima. Ia menghadirkan bentangan kain tekstil yang dihiasi potongan perca dan rajutan tangan. Eksklusif sekaligus personal, karya ini mewujudkan keyakinannya bahwa desain adalah resonansi emosional. “Jia CURATED adalah ruang gotong royong kreatif. Melalui kolaborasi, tradisi bisa berdialog dengan masa depan. Bali, dengan kearifannya, adalah titik temu terbaik bagi percakapan ini,” ujarnya.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Inisiatif lain yang mengundang perhatian adalah Mabiang Seni, ruang yang dirancang oleh Suasana Studio. Namanya berasal dari kata biang dalam dialek Bali yang berarti “ibu”simbol akar, asal, dan daya mengasuh. Mabiang Seni menghadirkan perjalanan komunitas seni: dari ruang tamu, meja makan komunal, hingga galeri. Lebih dari sekadar ruang pamer, ia mengundang interaksi langsung. Pengunjung bisa berbincang dengan seniman, menyaksikan karya terkurasi, hingga ikut berkreasi dengan medium seni yang tersedia. Mabiang hadir sebagai ruang keibuan: mengasuh, mengakar, dan menyuburkan percakapan seni di tengah hiruk pikuk festival.

Pemilihan Bali Festival Park sebagai lokasi juga sarat makna. Area yang lama terbengkalai kini disulap menjadi arena penuh instalasi. Transformasi ini menjadi metafora bahwa kreativitas mampu menghidupkan kembali ruang-ruang yang terlupakan.

Karya yang berjudul Bayang Bayang Manusia di Balik Layar | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di tengah taman tropis yang luas, pengunjung tidak hanya menemukan karya visual dan desain, tetapi juga pop-up kuliner yang menyajikan cita rasa Bali dalam format inovatif. Dengan begitu, pengalaman Jia CURATED terasa multisensorial: pesta bagi mata, pikiran, dan telinga.

Musik pun hadir sebagai elemen pengikat. Setiap sore hingga malam, panggung terbuka Bali Festival Park dipenuhi alunan musik yang berpadu dengan instalasi cahaya dan visual. Mulai dari nuansa akustik intim, ritme elektronik yang berbaur dengan gamelan, hingga kolaborasi eksperimental lintas budaya, seluruhnya dirancang sebagai bagian dari narasi. Musik tidak sekadar hadir sebagai hiburan, melainkan jembatan emosi yang menciptakan atmosfer, di mana desain, ruang, dan publik dapat saling terhubung.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Surya Darma

Dengan puluhan kolaborasi lintas negara, instalasi monumental, konser intim, hingga diskusi inspiratif tentang keberlanjutan, Jia CURATED 2025 menegaskan Bali sebagai episentrum desain dan budaya Asia.

Bali bukan lagi sekadar destinasi; ia kini hadir sebagai panggung global tempat warisan, inovasi, musik, dan keberlanjutan berpadu dalam satu perayaan kreatif. [T]

Jimbaran, 18 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Abdi Budaya Nugraha: Apresiasi Listibiya Kuta Kepada Enam Pengabdi Seni

Next Post

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

by Emi Suy
October 19, 2026
0
Membaca Jejak, Merawat Ingatan: Jelajah Tiga Pulau dalam Foto dan Puisi di Museum Bahari Jakarta

DI Museum Bahari Jakarta, foto dan puisi mempertemukan kita dengan jejak sejarah Pulau Onrust, Cipir, dan Kelor. Melalui Pameran Foto...

Read moreDetails

Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

by Wayan Jengki Sunarta
October 18, 2026
0
Tubuh, Lanskap, dan yang Tak Terucapkan

DALAM karya-karya I Nyoman Darmawan, akrab disapa Kuek, tubuh manusia tidak selalu hadir sebagai sosok utuh dengan batas-batas jelas. Tubuh...

Read moreDetails

Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

by Made Chandra
October 10, 2026
0
Pameran Kolektif, Masih Pentingkah?

KITA yang terlampau serius atau memang ongkos sebuah industri adalah kekakuan kreatifitas. Barangkali unek-unek semacam ini yang berputar-putar di kepalaku...

Read moreDetails

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co