14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 18, 2025
in Ulas Rupa
Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

PULAU Dewata kembali membuktikan dirinya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium ide-ide kreatif dunia. Melalui Jia CURATED 2025, sebuah perayaan lima hari yang berlangsung 14–18 Agustus di Bali Festival Park, ribuan pengunjung larut dalam pertemuan lintas disiplin: desain, kerajinan, arsitektur, kuliner, musik, hingga budaya.

Lebih dari sekadar pameran, Jia CURATED adalah ruang pengalaman yang hidup. Instalasi monumental berpadu dengan presentasi brand, diskusi inspiratif, lokakarya interaktif, hingga pop-up kuliner yang merayakan kreativitas lokal. Setiap sudut dirancang untuk membuka dialog antara pembuat, desainer, arsitek, musisi, komunitas, dan audiens internasionalsebuah lanskap kolaboratif yang jarang ditemui di tempat lain.

Gaya Keramik | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Edisi 2025 tampil lebih ambisius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lebih dari 70 display, 100 exhibitor, dan 200 brand terlibat; sekitar 150 di antaranya berasal dari Indonesia dan Asia, berdampingan dengan nama-nama internasional. Angka-angka ini menegaskan posisi Jia CURATED sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan paling penting di kawasan.

Dengan mengusung tema “Evolving Perspectives”, tahun ini Jia mendorong para kreatif menafsir ulang cara pandang terhadap keberlanjutan, tradisi, dan inovasi. Dari Bali, perspektif baru ini diharapkan bergema ke dunia, membangun ekosistem desain yang lebih inklusif dan berakar pada kesadaran ekologis.

Beberapa karya yang mencuri perhatian datang dari Gaya Ceramic, studio keramik berbasis Ubud yang sejak 2001 digawangi Marcello dan Michela. Karya mereka selalu lahir dari tangan pengrajin terampil, memadukan ketelitian teknis dengan sensibilitas artistik.

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di Jia CURATED 2025, Gaya mempersembahkan “RECLAY Tactile Wallpaper”, instalasi modular dari tanah liat daur ulang yang dihiasi motif kebaya. Kebaya yang biasanya hadir sebagai pakaian tradisional, kini tampil sebagai metafora: simbol alam, budaya, dan identitas Bali yang diolah ulang menjadi narasi kontemporer. Keberlanjutan menjadi nadi utama: limbah tanah liat yang biasanya terbuang kini dihidupkan kembali sebagai karya bernilai seni. Lebih dari 100 pengrajin lokal terlibat, menjadikan instalasi ini bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga pernyataan ekologis yang kuat.

Namun tentu saja, masih banyak karya spektakuler lain yang tak kalah mencuri perhatian pengunjung. Setiap instalasi, presentasi, dan pertunjukan memberi branding baru bagi perkembangan seni dan kebudayaan, sekaligus memperkaya wajah pariwisata Bali di mata dunia.

Di balik lahirnya Jia terdapat figur penting: Budiman Ong, desainer dan pembuat asal Sumatra yang kini berbasis di Bali. Bersama Rudi Winata dan Yang Yang Hartono, ia merintis Jia sebagai platform untuk membangun ekosistem desain yang kolaboratif, berkelanjutan, dan inklusif.

Karya Budiman sendiri membuat banyak penonton terkesima. Ia menghadirkan bentangan kain tekstil yang dihiasi potongan perca dan rajutan tangan. Eksklusif sekaligus personal, karya ini mewujudkan keyakinannya bahwa desain adalah resonansi emosional. “Jia CURATED adalah ruang gotong royong kreatif. Melalui kolaborasi, tradisi bisa berdialog dengan masa depan. Bali, dengan kearifannya, adalah titik temu terbaik bagi percakapan ini,” ujarnya.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Inisiatif lain yang mengundang perhatian adalah Mabiang Seni, ruang yang dirancang oleh Suasana Studio. Namanya berasal dari kata biang dalam dialek Bali yang berarti “ibu”simbol akar, asal, dan daya mengasuh. Mabiang Seni menghadirkan perjalanan komunitas seni: dari ruang tamu, meja makan komunal, hingga galeri. Lebih dari sekadar ruang pamer, ia mengundang interaksi langsung. Pengunjung bisa berbincang dengan seniman, menyaksikan karya terkurasi, hingga ikut berkreasi dengan medium seni yang tersedia. Mabiang hadir sebagai ruang keibuan: mengasuh, mengakar, dan menyuburkan percakapan seni di tengah hiruk pikuk festival.

Pemilihan Bali Festival Park sebagai lokasi juga sarat makna. Area yang lama terbengkalai kini disulap menjadi arena penuh instalasi. Transformasi ini menjadi metafora bahwa kreativitas mampu menghidupkan kembali ruang-ruang yang terlupakan.

Karya yang berjudul Bayang Bayang Manusia di Balik Layar | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di tengah taman tropis yang luas, pengunjung tidak hanya menemukan karya visual dan desain, tetapi juga pop-up kuliner yang menyajikan cita rasa Bali dalam format inovatif. Dengan begitu, pengalaman Jia CURATED terasa multisensorial: pesta bagi mata, pikiran, dan telinga.

Musik pun hadir sebagai elemen pengikat. Setiap sore hingga malam, panggung terbuka Bali Festival Park dipenuhi alunan musik yang berpadu dengan instalasi cahaya dan visual. Mulai dari nuansa akustik intim, ritme elektronik yang berbaur dengan gamelan, hingga kolaborasi eksperimental lintas budaya, seluruhnya dirancang sebagai bagian dari narasi. Musik tidak sekadar hadir sebagai hiburan, melainkan jembatan emosi yang menciptakan atmosfer, di mana desain, ruang, dan publik dapat saling terhubung.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Surya Darma

Dengan puluhan kolaborasi lintas negara, instalasi monumental, konser intim, hingga diskusi inspiratif tentang keberlanjutan, Jia CURATED 2025 menegaskan Bali sebagai episentrum desain dan budaya Asia.

Bali bukan lagi sekadar destinasi; ia kini hadir sebagai panggung global tempat warisan, inovasi, musik, dan keberlanjutan berpadu dalam satu perayaan kreatif. [T]

Jimbaran, 18 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Abdi Budaya Nugraha: Apresiasi Listibiya Kuta Kepada Enam Pengabdi Seni

Next Post

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

by I Gede Made Surya Darma
May 7, 2026
0
Pameran ‘Roots & Routes’: Refleksi Tentang Identitas, Ingatan dan Perjalanan Hidup

DI tengah geliat seni rupa kontemporer yang semakin cair dan lintas disiplin, pameran “Roots & Routes” yang berlangsung di Biji...

Read moreDetails

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

by Made Chandra
May 4, 2026
0
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

Read moreDetails

Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

by Made Chandra
April 14, 2026
0
Kenapa sih Harus Solo Exhibition?

HARI itu rasanya begitu spesial, hari dimana buku-buku tersusun bertumpuk untuk dirayakan kehadirannya. Semerebak wangi dupa menyeruak sampai menyentil dalam-dalam...

Read moreDetails

Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan? —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

by I Wayan Sujana Suklu
March 27, 2026
0
Apa yang ‘Ada’ dalam Sebuah Lukisan?  —Membaca ‘Aurora Blue’ dan ‘Red Blossom’ Karya Wayan Kun Adnyana

Membaca Aurora Blue dan Red Blossom karya Wayan Kun Adnyana, pameran Parama Paraga Retrospective of Biographical Metaphoric Figure to New...

Read moreDetails

SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

by I Wayan Sujana Suklu
March 24, 2026
0
SAPA WARANG: Tubuh yang Terbakar di Batas Liminal

Liminalitas sebagai Ambang Kosmologis LIMINALITAS, dalam pengertian paling mendasar, bukan sekadar fase peralihan, melainkan kondisi ontologis di mana batas-batas eksistensi...

Read moreDetails

Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

by Agung Bawantara
March 23, 2026
0
Retakan, Api, dan Cara Melihat Diri Sendiri — Membaca Ogoh-ogoh ‘Sapa Warang’ Karya Marmar Herayukti

Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok...

Read moreDetails

Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

by Agung Bawantara
March 17, 2026
0
Maestro Tjokot, Gus Tilem, dan Gus Nyana Pulang ke Tugu Mayang Ubud

Karya ogoh-ogoh berjudul “Tugu Mayang” dari ST. Pandawa Banjar Tarukan, Desa Adat Mas, Ubud, Gianyar, menguatkan sebuah kecenderungan estetika yang...

Read moreDetails

Gerabah dan Manusia yang Berubah

by Mas Ruscitadewi
March 7, 2026
0
Gerabah dan Manusia yang Berubah

Dalam pameran Bali Bhuwana Rupa oleh ISI Denpasar di ARMA Museum Ubud, yang bertajuk ' Adhi Jnana Astam (Mastery-Mind-Marvel), banyak...

Read moreDetails

SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

by Hartanto
February 24, 2026
0
SENI EKOLOGIS —Dari Orasi Ilmiah I Wayan Setem

BENCANA banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat dan beberapa daerah di Indonesia – menurut saya, bukanlah sekedar bencana...

Read moreDetails

Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

by Agung Bawantara
February 22, 2026
0
Kendali, Kekerasan, dan Siklus Waktu —Ulasan Ogoh-ogoh Kalabendu Karya ST Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu

OGOH-OGOH Kalabendu karya Sekaa Teruna (ST) Bakti Dharma, Banjar Adat Kangin Pecatu, Kuta Selatan, menempatkan figur bhutakala bertangan enam sebagai pusat komposisi....

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co