3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 18, 2025
in Ulas Rupa
Jia CURATED 2025: Bali sebagai Episentrum Kreativitas Global

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

PULAU Dewata kembali membuktikan dirinya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium ide-ide kreatif dunia. Melalui Jia CURATED 2025, sebuah perayaan lima hari yang berlangsung 14–18 Agustus di Bali Festival Park, ribuan pengunjung larut dalam pertemuan lintas disiplin: desain, kerajinan, arsitektur, kuliner, musik, hingga budaya.

Lebih dari sekadar pameran, Jia CURATED adalah ruang pengalaman yang hidup. Instalasi monumental berpadu dengan presentasi brand, diskusi inspiratif, lokakarya interaktif, hingga pop-up kuliner yang merayakan kreativitas lokal. Setiap sudut dirancang untuk membuka dialog antara pembuat, desainer, arsitek, musisi, komunitas, dan audiens internasionalsebuah lanskap kolaboratif yang jarang ditemui di tempat lain.

Gaya Keramik | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Edisi 2025 tampil lebih ambisius dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lebih dari 70 display, 100 exhibitor, dan 200 brand terlibat; sekitar 150 di antaranya berasal dari Indonesia dan Asia, berdampingan dengan nama-nama internasional. Angka-angka ini menegaskan posisi Jia CURATED sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan paling penting di kawasan.

Dengan mengusung tema “Evolving Perspectives”, tahun ini Jia mendorong para kreatif menafsir ulang cara pandang terhadap keberlanjutan, tradisi, dan inovasi. Dari Bali, perspektif baru ini diharapkan bergema ke dunia, membangun ekosistem desain yang lebih inklusif dan berakar pada kesadaran ekologis.

Beberapa karya yang mencuri perhatian datang dari Gaya Ceramic, studio keramik berbasis Ubud yang sejak 2001 digawangi Marcello dan Michela. Karya mereka selalu lahir dari tangan pengrajin terampil, memadukan ketelitian teknis dengan sensibilitas artistik.

Karya Budiman Ong | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di Jia CURATED 2025, Gaya mempersembahkan “RECLAY Tactile Wallpaper”, instalasi modular dari tanah liat daur ulang yang dihiasi motif kebaya. Kebaya yang biasanya hadir sebagai pakaian tradisional, kini tampil sebagai metafora: simbol alam, budaya, dan identitas Bali yang diolah ulang menjadi narasi kontemporer. Keberlanjutan menjadi nadi utama: limbah tanah liat yang biasanya terbuang kini dihidupkan kembali sebagai karya bernilai seni. Lebih dari 100 pengrajin lokal terlibat, menjadikan instalasi ini bukan sekadar indah dipandang, tetapi juga pernyataan ekologis yang kuat.

Namun tentu saja, masih banyak karya spektakuler lain yang tak kalah mencuri perhatian pengunjung. Setiap instalasi, presentasi, dan pertunjukan memberi branding baru bagi perkembangan seni dan kebudayaan, sekaligus memperkaya wajah pariwisata Bali di mata dunia.

Di balik lahirnya Jia terdapat figur penting: Budiman Ong, desainer dan pembuat asal Sumatra yang kini berbasis di Bali. Bersama Rudi Winata dan Yang Yang Hartono, ia merintis Jia sebagai platform untuk membangun ekosistem desain yang kolaboratif, berkelanjutan, dan inklusif.

Karya Budiman sendiri membuat banyak penonton terkesima. Ia menghadirkan bentangan kain tekstil yang dihiasi potongan perca dan rajutan tangan. Eksklusif sekaligus personal, karya ini mewujudkan keyakinannya bahwa desain adalah resonansi emosional. “Jia CURATED adalah ruang gotong royong kreatif. Melalui kolaborasi, tradisi bisa berdialog dengan masa depan. Bali, dengan kearifannya, adalah titik temu terbaik bagi percakapan ini,” ujarnya.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Inisiatif lain yang mengundang perhatian adalah Mabiang Seni, ruang yang dirancang oleh Suasana Studio. Namanya berasal dari kata biang dalam dialek Bali yang berarti “ibu”simbol akar, asal, dan daya mengasuh. Mabiang Seni menghadirkan perjalanan komunitas seni: dari ruang tamu, meja makan komunal, hingga galeri. Lebih dari sekadar ruang pamer, ia mengundang interaksi langsung. Pengunjung bisa berbincang dengan seniman, menyaksikan karya terkurasi, hingga ikut berkreasi dengan medium seni yang tersedia. Mabiang hadir sebagai ruang keibuan: mengasuh, mengakar, dan menyuburkan percakapan seni di tengah hiruk pikuk festival.

Pemilihan Bali Festival Park sebagai lokasi juga sarat makna. Area yang lama terbengkalai kini disulap menjadi arena penuh instalasi. Transformasi ini menjadi metafora bahwa kreativitas mampu menghidupkan kembali ruang-ruang yang terlupakan.

Karya yang berjudul Bayang Bayang Manusia di Balik Layar | Foto: Dok. Niluh Wanda Putri Pradanti

Di tengah taman tropis yang luas, pengunjung tidak hanya menemukan karya visual dan desain, tetapi juga pop-up kuliner yang menyajikan cita rasa Bali dalam format inovatif. Dengan begitu, pengalaman Jia CURATED terasa multisensorial: pesta bagi mata, pikiran, dan telinga.

Musik pun hadir sebagai elemen pengikat. Setiap sore hingga malam, panggung terbuka Bali Festival Park dipenuhi alunan musik yang berpadu dengan instalasi cahaya dan visual. Mulai dari nuansa akustik intim, ritme elektronik yang berbaur dengan gamelan, hingga kolaborasi eksperimental lintas budaya, seluruhnya dirancang sebagai bagian dari narasi. Musik tidak sekadar hadir sebagai hiburan, melainkan jembatan emosi yang menciptakan atmosfer, di mana desain, ruang, dan publik dapat saling terhubung.

Suasana di salah satu karya peserta | Foto: Dok. Surya Darma

Dengan puluhan kolaborasi lintas negara, instalasi monumental, konser intim, hingga diskusi inspiratif tentang keberlanjutan, Jia CURATED 2025 menegaskan Bali sebagai episentrum desain dan budaya Asia.

Bali bukan lagi sekadar destinasi; ia kini hadir sebagai panggung global tempat warisan, inovasi, musik, dan keberlanjutan berpadu dalam satu perayaan kreatif. [T]

Jimbaran, 18 Agustus 2025

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum
Tags: Pameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Abdi Budaya Nugraha: Apresiasi Listibiya Kuta Kepada Enam Pengabdi Seni

Next Post

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Mengurai Gnosis Perupa Payangan

by I Wayan Westa
September 27, 2026
0
Mengurai Gnosis Perupa Payangan

Dr. Jean Couteau, budayawan asal Prancis pernah berseloroh soal kondisi terkini psiko-budaya generasi Bali. Dalam sejumlah pernyataan lisan maupun tertulis,...

Read moreDetails

Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

by Jaswanto
September 26, 2026
0
Menangkap Pesona Kekuatan Cahaya: Titik Balik Spiritual dan Sikap Politik Susilo Bambang Yudhoyono

PADA siang yang membakar, saya berebut jalanan Surabaya menuju Voza Tower di Jalan Mayjen HR. Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal. Di...

Read moreDetails

Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

by Emi Suy
September 23, 2026
0
Sari Pati yang Tinggal di Kanvas, Ketika Perempuan Membawa Semesta di Dalam Dirinya —Membaca Dunia Imajinasi, Alam, Ingatan, dan Spiritualitas dalam Lukisan Surealisme Dekoratif

Datang Setelah Riuh Saya datang ketika riuh telah selesai. Pameran telah usai dibuka, sebagian pengunjung mulai beranjak, percakapan telah menemukan...

Read moreDetails

Guci Nasib di Titik Nol Kota

by I Wayan Westa
September 22, 2026
0
Guci Nasib di Titik Nol Kota

”….dalam labirin, aku mencari guci nasibku, yang tersimpan dalam kabut kebuntuan, membentur dalam setiap sudut dinding, tak tahu jalan pulang,...

Read moreDetails

Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
Ketika Tatahan Menembus Kanvas —Membaca Teknik Tembus Tatahan Wayang Dalam Karya I Gede Susilayasa pada Udhar Banda Karma

Menelisik foto karya yang tampak pada pameran, bidang kanvas dipenuhi figur-figur wayang, makhluk mitologis, ornamen, tetumbuhan, dan jaringan garis yang...

Read moreDetails

Membaca Naga Agus Kama Loedin

by I Wayan Westa
September 16, 2026
0
Membaca Naga Agus Kama Loedin

---Venue Art, Batu & Studio, Batubulan, Gianyar, Bali | 12 September 2026 * Pameran "Jaga Raga Bara Jiwa" dibuka  Rektor...

Read moreDetails

Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

by Angga Wijaya
September 16, 2026
0
Pohon Hayat dan Enam Puluh Kuda yang Menjaga Ingatan

Di Agung Rai Museum of Art atau ARMA, Ubud, Bali, pada Juli 2026, sebuah pohon penuh kuda hadir di antara...

Read moreDetails

Wajah I Made Galung Wiratmaja

by Hartanto
September 10, 2026
0
Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

Read moreDetails

“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

by Hartanto
September 3, 2026
0
“Nectar Waggle” KABUL : Lebah, Garis, dan Kehidupan Kolektif

PADA tanggal 29 Agustus hingga 29 September 2026 nanti, digelar pameran lukisan karya I Ketut Suasana ‘Kabul’. Pameran bertajuk  Nectar...

Read moreDetails

Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

by I Wayan Westa
September 3, 2026
0
Meditasi “Nectar Waggle” Ketut Suasana

DI tengah lingkungan yang rusak, belantara  Kalimantan terbakar, ribuan hektar tanah Subak di Bali   menyusut.  Sebab, dari 80.000 hektar di...

Read moreDetails
Next Post
“Self-Diagnosis” atau “Self-Awareness”?:  Navigasi Kesehatan Mental di Era TikTok dan Instagram

Bagaimana Psikologi Memandang Korupsi [Bagian 1]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co