2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis

I Gede Made Surya Darma by I Gede Made Surya Darma
August 27, 2026
in Pendidikan
Lokakarya “Cultural Heritage Digitization and Preservation”: Digitalisasi Museum Langkah Strategis

Dr. Mikke Susanto, MA. | Foto : Megasepa Duade Bekagema

MUSEUM Pasifika Bali terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memastikan kelestarian koleksi sekaligus memperluas akses publik. Pada 15–16 Agustus 2025, museum yang terletak di kawasan Nusa Dua ini menggelar seminar dan lokakarya internasional bertajuk “Cultural Heritage Digitization and Preservation: Adapt and Thrive in Cultural Digitization Environments”.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Shanghai Jiao Tong University (Tiongkok) dan RMIT University (Australia & Vietnam), serta bermitra dengan Jurusan Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta. Seminar menghadirkan pakar internasional di bidang digitalisasi museum, etika kecerdasan buatan, serta pelestarian warisan budaya, dengan peserta dari kalangan akademisi, profesional museum, seniman, hingga mahasiswa.

Para pembicara: Michal Teague (RMIT Vietnam), Susanne Erhards (Restorator lukisan Raden Saleh), Dr. Emma Duester (Shanghai Jiao Tong University), dan Mr. Ondris Pui (RMIT University) | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Pembicara yang hadir antara lain Dr. Emma Duester (Shanghai Jiao Tong University) – meneliti persinggungan antara seni, teknologi digital, dan ekosistem budaya kontemporer di Asia. Ia menekankan bahwa museum di Asia Tenggara masih sangat terbatas dalam menyediakan koleksi digital yang dapat diakses publik. Menurutnya, upaya digitalisasi di Kamboja, Indonesia, Laos, dan Vietnam adalah langkah strategis agar warisan budaya dapat hadir di ruang daring dan menjangkau generasi muda serta audiens global.

Mrs. Michal Teague (RMIT Vietnam)  menghadirkan perspektif kebijakan dan tata kelola digitalisasi dalam konteks Asia Tenggara. Ia menyoroti bagaimana keragaman budaya kawasan ini membutuhkan pendekatan khusus dalam mendigitalisasi koleksi, agar tidak terjadi homogenisasi nilai budaya.

Dr. Tammy Wong Hulbert (RMIT Australia) membahas keterhubungan antara seni, komunitas, dan teknologi digital. Baginya, museum perlu hadir sebagai ruang dialog yang inklusif, di mana masyarakat merasa memiliki dan ikut merawat warisan budaya, bukan sekadar menjadi penonton pasif dari pameran digital.

Mr. Ondris Pui (RMIT University)  memberikan pengalaman teknis praktis, terutama pemanfaatan teknologi pemindaian 3D melalui fotogrametri dan LiDAR. Peserta diperkenalkan cara sederhana men digitalisasi objek hanya dengan ponsel, lalu mengkonversinya ke format digital yang dapat digunakan untuk seni, arsitektur, maupun dokumentasi budaya.

Kehadiran empat narasumber ini memperlihatkan spektrum pandangan yang lengkap: mulai dari teori, kebijakan, praktik komunitas, hingga keterampilan teknis, yang semuanya penting dalam menjawab tantangan digitalisasi museum dan warisan budaya.

Dalam sesi pembukaannya, Dr. Emma Duester menyoroti urgensi akses publik terhadap koleksi digital.

“Digitalisasi adalah langkah penting agar warisan budaya dapat lebih mudah diakses secara online, sekaligus cara efektif untuk menjangkau audiens baru, khususnya generasi muda dan audiens internasional,” jelasnya.

Mr. Ondris Pui (RMIT University) | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Lokakarya yang berlangsung dua hari ini pun dirancang dengan spektrum berlapis. Dari eksplorasi teknis seperti pemindaian 3D bersama Ondris Pui, hingga lokakarya digital storytelling dan kurator pameran virtual, peserta diajak memahami bagaimana teknologi digital bisa mendukung strategi pelestarian sekaligus memperluas pengalaman audiens.

Isu etika menjadi sorotan penting. Mikke Susanto, staf pengajar ISI Yogyakarta sekaligus keynote speaker, menekankan bahwa teknologi digital membawa tantangan baru bagi dunia museum.

“Ketika pengunjung memotret, merekam video, atau menganimasi karya di museum, muncul pertanyaan besar: siapa pemilik file digital itu? Apakah museum, seniman, atau individu yang merekam?” ujarnya.

Menurutnya, etika digitalisasi harus mencakup perspektif individu, institusi, hingga komunitas global. Indonesia perlu belajar dari Tiongkok, Vietnam, dan Australia dalam menyusun regulasi hak cipta agar praktik duplikasi, replikasi, dan distribusi karya seni di masa depan tidak menimbulkan konflik hukum.

Dr. Emma Duester (Shanghai Jiao Tong University) | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Selain sesi teknis, seminar juga menghadirkan Susanne Erhards, ahli restorasi asal Jerman yang pernah menangani karya Raden Saleh. Ia berbagi pengalaman mengenai tantangan konservasi karya klasik di tengah perubahan iklim dan perkembangan teknologi.

Peserta juga mengikuti tur koleksi Museum Pasifika yang dipandu Megasepa Duade Bekagema, pakar digital marketing museum. Dengan pendekatan naratif, ia menguraikan kisah di balik karya-karya penting, mulai dari lukisan Raden Saleh hingga cerita persahabatan Presiden Sukarno dengan Basuki Abdullah.

Dalam sambutannya, Laksmi, Direktur Museum Pasifika, menegaskan bahwa digitalisasi adalah medium penting untuk menghidupkan kembali kesadaran tentang keberagaman warisan Asia-Pasifik.

Pandangan ini diperkuat oleh I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, penggagas Arsip Bali 1928. Menurutnya, dunia digital kini digerakkan oleh “data, dominasi, dan disrupsi”, sehingga digitalisasi budaya di Bali harus lebih dari sekadar memindahkan bentuk visual. Ia menekankan perlunya menjaga roh pengetahuan, nilai, dan praktik budaya yang hidup.

I Gede Made Surya Darma (penulis) memberi pendapat | Foto: Dok. Megasepa Duade Bekagama

Sementara itu, I Gede Made Surya Darma—penulis, perupa, sekaligus founder Lepud Art Management—menekankan pentingnya pendekatan kritis dalam membaca transformasi budaya digital. Baginya, museum adalah arena pertarungan narasi, tempat tradisi, modernitas, dan teknolog membentuk wajah baru identitas kultural.

Lebih dari dua dekade hadir sebagai rumah bagi koleksi seni Asia-Pasifik terbesar di kawasan, Museum Pasifika kini menegaskan perannya bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya, melainkan juga sebagai laboratorium digitalisasi warisan budaya dunia.

Marlowe Bandem (paling kanan) bersama peserta lokakarya | Foto: Dok. pribadi

Kehadiran akademisi, kurator, praktisi teknologi, seniman, dan komunitas budaya dalam seminar internasional ini memperlihatkan satu hal penting: teknologi digital bukanlah ancaman. Ia adalah medium baru untuk memperluas jangkauan budaya, membuka akses yang lebih inklusif bagi generasi muda, serta menciptakan interaksi yang lebih dinamis antara publik dengan nilai-nilai warisan budaya. [T]

Penulis: I Gede Made Surya Darma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Memperingati Seratus Tahun Walter Spies dengan Pameran ROOTS di ARMA Museum Ubud
Catatan Ringkas dari Seminar Lontar Asta Kosala Kosali Koleksi Museum Bali
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum
Tags: digitaldigitalisasiMuseummuseum pasifika
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Juru Sapuh | Cerpen Mas Ruscitadewi

Next Post

Merdeka 80 Tahun, Terjebak Penjajah Baru

I Gede Made Surya Darma

I Gede Made Surya Darma

Pelukis. Lulusan ISI Yogyakarta. Founder Lepud Art Management

Related Posts

Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

by Dede Putra Wiguna
September 27, 2026
0
Mahasiswa PPG Universitas Mahasaraswati Ajak Siswa SMPN 7 Denpasar Bijak Gunakan AI

KECERDASAN buatan semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mencari informasi, memahami materi, menemukan ide, hingga membuat rangkuman kini dapat dilakukan dengan...

Read moreDetails

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
0
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

Read moreDetails

Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

by Rusdy Ulu
August 29, 2026
0
Duta Bahasa Provinsi Bali Serahkan Model Pembelajaran Serasi kepada SLB Negeri 2 Denpasar

DENPASAR | TATKALA.CO -- Duta Bahasa Provinsi Bali menyerahkan Model Pembelajaran Serasi (Strategi Berbasis Multimodal bagi Disabilitas Rungu untuk Menyusun...

Read moreDetails

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
0
Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

Read moreDetails

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
0
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

Read moreDetails

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
0
PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

Read moreDetails

UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

by Dede Putra Wiguna
August 19, 2026
0
UPMI Bali Lepas 237 Wisudawan, Rektor Ingatkan Gelar Bukan Sekadar untuk Dipajang

 “Gelar ini bukan untuk dipajang tapi untuk dibuktikan dengan karya.” Pesan Rektor UPMI Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta,...

Read moreDetails

FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris

by Dewi Yulianti
August 19, 2026
0
FGD Penelitian ISI Bali: Menggali Nilai-Nilai Karakter Kearifan Lokal untuk Pengembangan Drama Tari Berbahasa Inggris

DENPASAR | TATKALA.CO -- Institut Seni Indonesia (ISI) Bali melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Focus Group...

Read moreDetails

Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

by tatkala
August 16, 2026
0
Wujudkan Desa Ramah Lingkungan ——Intip Keseruan KKN Udayana di Desa Sanding Gianyar

MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Udayana tahun 2026 melaksanakan serangkaian program kerja di Desa Sanding, Kecamatan...

Read moreDetails

Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

by tatkala
August 16, 2026
0
Sinergi Universitas Udayana dan Desa Lebih: Bekali Keluarga Hadapi Tantangan Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

KESEHATAN mental remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau sekolah. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang...

Read moreDetails
Next Post
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

Merdeka 80 Tahun, Terjebak Penjajah Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co