22 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
in Panggung
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (taksu) dan ritme gerak yang menyatu. Anak-anak muda menari dengan ekspresi ceria sekaligus penuh konsentrasi. Para penabuh memainkan gamelan, sementara para penari bergerak saling memberi kode melalui tatapan dan tempo. Aura spiritual benar-benar terpancar meskipun mereka masih tergolong sangat muda.

Semangat itulah yang terasa saat menyaksikan anggota Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menjalani latihan Tari Legong khas Desa Peliatan pada Sabtu, 20 Juni 2026. Petang itu, puluhan generasi muda tampak serius mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 sebagai Duta Parade Palegongan Klasik Khas Kabupaten Gianyar. Mayoritas penabuh dan penarinya merupakan generasi muda berusia sekitar 20 tahun yang terlibat langsung dalam proses rekonstruksi.

Sanggar seni yang berlokasi di Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar tersebut dijadwalkan tampil di Gedung Ksirarnawa pada 22 Juni 2026 pukul 17.00 Wita. “Sanggar Gamelan Suling Gita Semara akan menampilkan rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan, yang pernah berkembang pada masa keemasan seni Palegongan di Desa Peliatan,” ujar Ketua Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, I Wayan Sudiarsa, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Pacet.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Kesenian menjadi ekspresi penting dalam merepresentasikan karakter dan identitas budaya suatu daerah. Desa Peliatan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kesenian Bali yang kuat dipengaruhi tradisi keraton atau puri. Salah satu warisan budaya yang menjadi identitas desa ini adalah kesenian Palegongan, dengan Tari Legong Lasem sebagai ikon utamanya.

Tari Legong Lasem telah menjadi energi positif dalam perkembangan kesenian di Desa Peliatan. Kesenian ini bahkan pernah mengantarkan nama Desa Peliatan ke panggung dunia pada tahun 1931 melalui misi kesenian ke Eropa dalam rangkaian L’Exposition Coloniale Internationale de Paris. “Hingga saat ini, kesenian Palegongan tetap lestari di Desa Peliatan,” kata Pacet.

Atas dasar itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar menunjuk Desa Peliatan sebagai duta dalam Parade Palegongan Klasik Khas Desa Peliatan pada PKB XLVIII Tahun 2026. Penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian Palegongan Peliatan masih terjaga dengan baik, sekaligus menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan terus dilakukan oleh para seniman senior kepada generasi penerus.

“Pemerintah Desa Peliatan, baik desa adat maupun desa dinas, kemudian menunjuk Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sebagai perwakilan desa untuk menyajikan keanggunan dan dinamika kesenian Palegongan Peliatan yang memiliki sejarah panjang dalam menopang peradaban budaya Bali sejak abad ke-19,” paparnya.

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara merupakan salah satu dari puluhan sekaa dan sanggar yang ada di Desa Peliatan yang berfokus pada pelestarian serta pengembangan kesenian khas daerah setempat. Para penabuh dan penari yang tergabung di dalamnya merupakan generasi muda Peliatan dengan rata-rata usia sekitar 20 tahun.

“Kepercayaan sebagai Duta Kabupaten Gianyar kami maknai sebagai kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman terhadap kesenian Peliatan, khususnya Palegongan,” ungkap Pacet.

Kesempatan tersebut diwujudkan melalui rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan. Generasi penari Legong Lasem tahun 1969 terdiri atas Ni Wayan Sriathi (Iluh Mas) sebagai penari Condong, Anak Agung Sri Utari, dan Ni Nyoman Suliasih sebagai penari Legong yang memerankan Prabu Lasem dan Rangkesari.

“Mereka merupakan generasi terakhir yang dibina langsung oleh maestro Palegongan Peliatan, yakni almarhum Gusti Biang Sengog, almarhum A.A. Gde Mandera, dan almarhum I Made Lebah. Dari tangan para maestro tersebut lahir generasi yang hingga kini masih aktif mengajar dan membina Tari Legong Lasem di Desa Peliatan,” jelasnya.

Para penari Legong yang akan tampil dalam PKB 2026 juga mendapatkan pembinaan langsung dari Ni Wayan Sriathi. Ia menjadi sumber data dan informasi utama dalam proses rekonstruksi yang dilakukan. Sebagai pembina utama tari, Ni Wayan Sriathi merupakan salah satu cucu kesayangan almarhum I Made Lebah.

Sementara itu, pembina utama tabuh dipercayakan kepada I Gusti Ngurah Sukra, salah satu cucu almarhum I Gusti Kompiang Pangkung.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Adapun rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan dibina oleh I Wayan Lantir, putra almarhum I Made Gerindem, seniman Palegongan yang mengaransemen Tabuh Liar Samas menjadi gaya Peliatan. Seluruh narasumber yang terlibat dalam proses rekonstruksi merupakan tokoh yang memiliki kompetensi dan pengalaman mendalam dalam kesenian Palegongan Peliatan yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain melakukan rekonstruksi kesenian klasik, Gamelan Suling Gita Semara juga menciptakan karya-karya baru yang berpijak pada tradisi klasik sebagai bentuk pengembangan yang selaras dengan semangat zaman. Sanggar ini akan menyajikan dua karya baru, yakni Tabuh Kreasi Palegongan berjudul “Rah Rawuh” dan Tari Kreasi Palegongan berjudul “Sulur Waringin”.

“Tabuh kreasi ini berpijak pada Tabuh Liar Samas, sedangkan tari kreasinya berangkat dari Tari Legong Lasem. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian klasik tetap terbuka untuk diamati, dieksplorasi, dan dikembangkan menjadi ungkapan artistik baru tanpa meninggalkan akar tradisinya,” ujarnya.

Pacet menegaskan, upaya rekonstruksi dan pengembangan tersebut tidak hanya dilakukan untuk kebutuhan pentas PKB semata. Program tersebut akan terus berlanjut melalui rekonstruksi berbagai kesenian klasik lainnya yang kemudian dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Selain itu, proses transfer pengetahuan akan terus dilakukan kepada generasi muda Desa Peliatan, baik melalui tradisi lisan, dokumentasi tertulis, maupun praktik berkesenian secara langsung. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PeliatanGianyarLegong Gaya PeliatanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026seni klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Next Post

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
0
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

Read moreDetails

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
0
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

Read moreDetails

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
0
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

Read moreDetails

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails
Next Post
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri
Esai

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran
Bahasa

“Semua Babi” atau “Serba Babi”, Diksi dalam Perkulineran

DUNIA kuliner di Bali saat ini sedang ramai-ramainya dengan berbagai pilihan olahan. Dari tradisi babi guling yang legendaris hingga tren...

by I Made Sudiana
October 19, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co