10 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
in Panggung
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (taksu) dan ritme gerak yang menyatu. Anak-anak muda menari dengan ekspresi ceria sekaligus penuh konsentrasi. Para penabuh memainkan gamelan, sementara para penari bergerak saling memberi kode melalui tatapan dan tempo. Aura spiritual benar-benar terpancar meskipun mereka masih tergolong sangat muda.

Semangat itulah yang terasa saat menyaksikan anggota Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menjalani latihan Tari Legong khas Desa Peliatan pada Sabtu, 20 Juni 2026. Petang itu, puluhan generasi muda tampak serius mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 sebagai Duta Parade Palegongan Klasik Khas Kabupaten Gianyar. Mayoritas penabuh dan penarinya merupakan generasi muda berusia sekitar 20 tahun yang terlibat langsung dalam proses rekonstruksi.

Sanggar seni yang berlokasi di Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar tersebut dijadwalkan tampil di Gedung Ksirarnawa pada 22 Juni 2026 pukul 17.00 Wita. “Sanggar Gamelan Suling Gita Semara akan menampilkan rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan, yang pernah berkembang pada masa keemasan seni Palegongan di Desa Peliatan,” ujar Ketua Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, I Wayan Sudiarsa, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Pacet.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Kesenian menjadi ekspresi penting dalam merepresentasikan karakter dan identitas budaya suatu daerah. Desa Peliatan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kesenian Bali yang kuat dipengaruhi tradisi keraton atau puri. Salah satu warisan budaya yang menjadi identitas desa ini adalah kesenian Palegongan, dengan Tari Legong Lasem sebagai ikon utamanya.

Tari Legong Lasem telah menjadi energi positif dalam perkembangan kesenian di Desa Peliatan. Kesenian ini bahkan pernah mengantarkan nama Desa Peliatan ke panggung dunia pada tahun 1931 melalui misi kesenian ke Eropa dalam rangkaian L’Exposition Coloniale Internationale de Paris. “Hingga saat ini, kesenian Palegongan tetap lestari di Desa Peliatan,” kata Pacet.

Atas dasar itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar menunjuk Desa Peliatan sebagai duta dalam Parade Palegongan Klasik Khas Desa Peliatan pada PKB XLVIII Tahun 2026. Penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian Palegongan Peliatan masih terjaga dengan baik, sekaligus menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan terus dilakukan oleh para seniman senior kepada generasi penerus.

“Pemerintah Desa Peliatan, baik desa adat maupun desa dinas, kemudian menunjuk Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sebagai perwakilan desa untuk menyajikan keanggunan dan dinamika kesenian Palegongan Peliatan yang memiliki sejarah panjang dalam menopang peradaban budaya Bali sejak abad ke-19,” paparnya.

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara merupakan salah satu dari puluhan sekaa dan sanggar yang ada di Desa Peliatan yang berfokus pada pelestarian serta pengembangan kesenian khas daerah setempat. Para penabuh dan penari yang tergabung di dalamnya merupakan generasi muda Peliatan dengan rata-rata usia sekitar 20 tahun.

“Kepercayaan sebagai Duta Kabupaten Gianyar kami maknai sebagai kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman terhadap kesenian Peliatan, khususnya Palegongan,” ungkap Pacet.

Kesempatan tersebut diwujudkan melalui rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan. Generasi penari Legong Lasem tahun 1969 terdiri atas Ni Wayan Sriathi (Iluh Mas) sebagai penari Condong, Anak Agung Sri Utari, dan Ni Nyoman Suliasih sebagai penari Legong yang memerankan Prabu Lasem dan Rangkesari.

“Mereka merupakan generasi terakhir yang dibina langsung oleh maestro Palegongan Peliatan, yakni almarhum Gusti Biang Sengog, almarhum A.A. Gde Mandera, dan almarhum I Made Lebah. Dari tangan para maestro tersebut lahir generasi yang hingga kini masih aktif mengajar dan membina Tari Legong Lasem di Desa Peliatan,” jelasnya.

Para penari Legong yang akan tampil dalam PKB 2026 juga mendapatkan pembinaan langsung dari Ni Wayan Sriathi. Ia menjadi sumber data dan informasi utama dalam proses rekonstruksi yang dilakukan. Sebagai pembina utama tari, Ni Wayan Sriathi merupakan salah satu cucu kesayangan almarhum I Made Lebah.

Sementara itu, pembina utama tabuh dipercayakan kepada I Gusti Ngurah Sukra, salah satu cucu almarhum I Gusti Kompiang Pangkung.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Adapun rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan dibina oleh I Wayan Lantir, putra almarhum I Made Gerindem, seniman Palegongan yang mengaransemen Tabuh Liar Samas menjadi gaya Peliatan. Seluruh narasumber yang terlibat dalam proses rekonstruksi merupakan tokoh yang memiliki kompetensi dan pengalaman mendalam dalam kesenian Palegongan Peliatan yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain melakukan rekonstruksi kesenian klasik, Gamelan Suling Gita Semara juga menciptakan karya-karya baru yang berpijak pada tradisi klasik sebagai bentuk pengembangan yang selaras dengan semangat zaman. Sanggar ini akan menyajikan dua karya baru, yakni Tabuh Kreasi Palegongan berjudul “Rah Rawuh” dan Tari Kreasi Palegongan berjudul “Sulur Waringin”.

“Tabuh kreasi ini berpijak pada Tabuh Liar Samas, sedangkan tari kreasinya berangkat dari Tari Legong Lasem. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian klasik tetap terbuka untuk diamati, dieksplorasi, dan dikembangkan menjadi ungkapan artistik baru tanpa meninggalkan akar tradisinya,” ujarnya.

Pacet menegaskan, upaya rekonstruksi dan pengembangan tersebut tidak hanya dilakukan untuk kebutuhan pentas PKB semata. Program tersebut akan terus berlanjut melalui rekonstruksi berbagai kesenian klasik lainnya yang kemudian dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Selain itu, proses transfer pengetahuan akan terus dilakukan kepada generasi muda Desa Peliatan, baik melalui tradisi lisan, dokumentasi tertulis, maupun praktik berkesenian secara langsung. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PeliatanGianyarLegong Gaya PeliatanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026seni klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Next Post

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 28, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails
Next Post
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Catatan di Tepi Tanah yang Tersisa  —66 Tahun UUPA Bukan Sekadar Angka

TANAH selalu tampak diam. Ia tidak pernah mengeluh ketika batasnya digeser. Tidak berteriak ketika sawah berubah menjadi kawasan perumahan. Tidak...

by I Made Pria Dharsana
September 10, 2026
490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas
Pendidikan

490 Mahasiswa Baru UPMI Bali Memulai Kehidupan Kampus lewat Malam Kreativitas

SEBANYAK 490 mahasiswa baru Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali memulai kehidupan kampus melalui Malam Kreativitas Kampus dan Pembukaan Pengenalan...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”
Pop

Hadirkan Pop-Punk Berbahasa Bali, Satria N Band Luncurkan Single dan Video Klip “Bukan Pemenang Hatimu”

BELANTIKA musik Bali kembali mendapat warna baru. Kali ini datang dari Satria N Band, grup musik yang mencoba membawa pop-punk...

by Dede Putra Wiguna
September 9, 2026
Tubuh yang Saya Suruh Begadang
Esai

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

by Angga Wijaya
September 9, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

by Chusmeru
September 9, 2026
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional
Khas

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co