2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
in Panggung
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan telinga seakan terpikat oleh keselarasan ekspresi (taksu) dan ritme gerak yang menyatu. Anak-anak muda menari dengan ekspresi ceria sekaligus penuh konsentrasi. Para penabuh memainkan gamelan, sementara para penari bergerak saling memberi kode melalui tatapan dan tempo. Aura spiritual benar-benar terpancar meskipun mereka masih tergolong sangat muda.

Semangat itulah yang terasa saat menyaksikan anggota Sanggar Gamelan Suling Gita Semara menjalani latihan Tari Legong khas Desa Peliatan pada Sabtu, 20 Juni 2026. Petang itu, puluhan generasi muda tampak serius mempersiapkan diri untuk tampil dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 sebagai Duta Parade Palegongan Klasik Khas Kabupaten Gianyar. Mayoritas penabuh dan penarinya merupakan generasi muda berusia sekitar 20 tahun yang terlibat langsung dalam proses rekonstruksi.

Sanggar seni yang berlokasi di Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar tersebut dijadwalkan tampil di Gedung Ksirarnawa pada 22 Juni 2026 pukul 17.00 Wita. “Sanggar Gamelan Suling Gita Semara akan menampilkan rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan, yang pernah berkembang pada masa keemasan seni Palegongan di Desa Peliatan,” ujar Ketua Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, I Wayan Sudiarsa, S.Sn., M.Sn., yang akrab disapa Pacet.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Kesenian menjadi ekspresi penting dalam merepresentasikan karakter dan identitas budaya suatu daerah. Desa Peliatan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat kesenian Bali yang kuat dipengaruhi tradisi keraton atau puri. Salah satu warisan budaya yang menjadi identitas desa ini adalah kesenian Palegongan, dengan Tari Legong Lasem sebagai ikon utamanya.

Tari Legong Lasem telah menjadi energi positif dalam perkembangan kesenian di Desa Peliatan. Kesenian ini bahkan pernah mengantarkan nama Desa Peliatan ke panggung dunia pada tahun 1931 melalui misi kesenian ke Eropa dalam rangkaian L’Exposition Coloniale Internationale de Paris. “Hingga saat ini, kesenian Palegongan tetap lestari di Desa Peliatan,” kata Pacet.

Atas dasar itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar menunjuk Desa Peliatan sebagai duta dalam Parade Palegongan Klasik Khas Desa Peliatan pada PKB XLVIII Tahun 2026. Penunjukan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian Palegongan Peliatan masih terjaga dengan baik, sekaligus menunjukkan bahwa proses transfer pengetahuan terus dilakukan oleh para seniman senior kepada generasi penerus.

“Pemerintah Desa Peliatan, baik desa adat maupun desa dinas, kemudian menunjuk Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sebagai perwakilan desa untuk menyajikan keanggunan dan dinamika kesenian Palegongan Peliatan yang memiliki sejarah panjang dalam menopang peradaban budaya Bali sejak abad ke-19,” paparnya.

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara merupakan salah satu dari puluhan sekaa dan sanggar yang ada di Desa Peliatan yang berfokus pada pelestarian serta pengembangan kesenian khas daerah setempat. Para penabuh dan penari yang tergabung di dalamnya merupakan generasi muda Peliatan dengan rata-rata usia sekitar 20 tahun.

“Kepercayaan sebagai Duta Kabupaten Gianyar kami maknai sebagai kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman terhadap kesenian Peliatan, khususnya Palegongan,” ungkap Pacet.

Kesempatan tersebut diwujudkan melalui rekonstruksi Tari Legong Lasem Klasik Peliatan generasi tahun 1969 serta rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan. Generasi penari Legong Lasem tahun 1969 terdiri atas Ni Wayan Sriathi (Iluh Mas) sebagai penari Condong, Anak Agung Sri Utari, dan Ni Nyoman Suliasih sebagai penari Legong yang memerankan Prabu Lasem dan Rangkesari.

“Mereka merupakan generasi terakhir yang dibina langsung oleh maestro Palegongan Peliatan, yakni almarhum Gusti Biang Sengog, almarhum A.A. Gde Mandera, dan almarhum I Made Lebah. Dari tangan para maestro tersebut lahir generasi yang hingga kini masih aktif mengajar dan membina Tari Legong Lasem di Desa Peliatan,” jelasnya.

Para penari Legong yang akan tampil dalam PKB 2026 juga mendapatkan pembinaan langsung dari Ni Wayan Sriathi. Ia menjadi sumber data dan informasi utama dalam proses rekonstruksi yang dilakukan. Sebagai pembina utama tari, Ni Wayan Sriathi merupakan salah satu cucu kesayangan almarhum I Made Lebah.

Sementara itu, pembina utama tabuh dipercayakan kepada I Gusti Ngurah Sukra, salah satu cucu almarhum I Gusti Kompiang Pangkung.

Anak-anak Sanggar Gamelan Suling Gita Semara sedang latihan | Foto: Budarsana

Adapun rekonstruksi Tabuh Liar Samas gaya Peliatan dibina oleh I Wayan Lantir, putra almarhum I Made Gerindem, seniman Palegongan yang mengaransemen Tabuh Liar Samas menjadi gaya Peliatan. Seluruh narasumber yang terlibat dalam proses rekonstruksi merupakan tokoh yang memiliki kompetensi dan pengalaman mendalam dalam kesenian Palegongan Peliatan yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain melakukan rekonstruksi kesenian klasik, Gamelan Suling Gita Semara juga menciptakan karya-karya baru yang berpijak pada tradisi klasik sebagai bentuk pengembangan yang selaras dengan semangat zaman. Sanggar ini akan menyajikan dua karya baru, yakni Tabuh Kreasi Palegongan berjudul “Rah Rawuh” dan Tari Kreasi Palegongan berjudul “Sulur Waringin”.

“Tabuh kreasi ini berpijak pada Tabuh Liar Samas, sedangkan tari kreasinya berangkat dari Tari Legong Lasem. Hal ini menjadi bukti bahwa kesenian klasik tetap terbuka untuk diamati, dieksplorasi, dan dikembangkan menjadi ungkapan artistik baru tanpa meninggalkan akar tradisinya,” ujarnya.

Pacet menegaskan, upaya rekonstruksi dan pengembangan tersebut tidak hanya dilakukan untuk kebutuhan pentas PKB semata. Program tersebut akan terus berlanjut melalui rekonstruksi berbagai kesenian klasik lainnya yang kemudian dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Selain itu, proses transfer pengetahuan akan terus dilakukan kepada generasi muda Desa Peliatan, baik melalui tradisi lisan, dokumentasi tertulis, maupun praktik berkesenian secara langsung. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Desa PeliatanGianyarLegong Gaya PeliatanPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026seni klasik
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Next Post

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co