13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
in Gaya
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu panggung, keindahan kimono tradisional Jepang berpadu dengan endek Bali. Pemandangan itu, lebih dari sebuah dialog budaya antara busana tradisional Jepang dan wastra Nusantara. Cantik dan menarik, berbagai desain itu meriahkan Gedung Kerta Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Sabtu 20 Juni 2026 malam.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi beserta rombongan Jepang yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam PKB melalui BWCC 2026,” kata Gubernur Bali Wayan Koster saat menyapa para undangan sebelum pergelaran itu dimulai.

Pergelaran dibuka dengan penampilan Taiko, merupakan alat musik perkusi atau drum tradisional Jepang. Gaya permainannya sangat kreatif dan unik. Setiap dentuman alat musik itu langsung menyedot perhatian penonton sebelum acara berlanjut menuju peragaan berbagai jenis kimono atau pakaian tradisional Jepang. Para model melenggang diatas catwalk memperkenalkan satu per satu busana lengkap dengan filosofi, fungsi, dan penggunaannya dalam kehidupan masyarakat Jepang.

Gubernur Koster mengatakan, kehadiran delegasi Jepang tidak hanya memperkaya sajian seni budaya PKB, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi budaya yang mempererat hubungan Bali dan Jepang. Hubungan Bali dan Jepang selama ini berkembang cukup baik, termasuk melalui program magang dan penempatan tenaga kerja bagi generasi muda Bali di Jepang. “Orang Bali itu sedikit bicara banyak kerja, tekun. Cocok juga dengan etos kerja masyarakat Jepang,” ujarnya.

Suasana malam itu menjadi lebih akrab pada saat penonton diajak mengenal satu per satu jenis kimono tradisional Jepang. Ada sebanyak 11 jenis busana diperagakan malam penuh persahabatan itu. Peragan dimulai dari Kurotomesode, kimono formal tertinggi berwarna hitam yang biasa dikenakan ibu pengantin atau keluarga dekat dalam upacara pernikahan. Lalu Furisode, kimono berlengan panjang yang identik dengan perempuan muda dan biasa digunakan saat perayaan kedewasaan di Jepang.

Sementara Homongi, kimono yang cocok untuk menghadiri acara resmi dan kunjungan penting, lalu Tsukesage yang memiliki fungsi serupa namun dengan motif lebih sederhana. Ada Komon dan Edo Komon, kimono bercorak berulang yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dilihat dari kejauhan motifnya tampak sederhana. Berbeda kalau dilihat lebih dekat tampak detail rumit menandakan hasil keterampilan tinggi para perajin Jepang.

Selain busana perempuan, ditampilkan pula kimono pria berbahan katun yang dipadukan dengan obi Hakata. Ada pula Hakama, busana yang lazim dikenakan saat upacara kelulusan, serta kimono anak perempuan yang digunakan dalam tradisi Shichi-Go-San, perayaan tumbuh kembang anak usia tiga, lima, dan tujuh tahun.

Memasuki sesi kedua, Kimono Gallery Yawara menampilkan koleksi kolaborasi yang memadukan kimono Jepang dengan berbagai wastra Indonesia. Tidak hanya endek Bali, kolaborasi juga melibatkan batik Jawa dan sejumlah tenun Nusantara.

Simbol budaya Jepang yang paling ikonik

Konsul Jenderal Jepang di Denpasar Miyakawa Katsutoshi menyebutkan, tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha, memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang juga hidup dalam budaya Jepang. “Malam ini bintang utamanya tentu adalah salah satu simbol budaya Jepang yang paling ikonik di dunia yaitu kimono. Bagi masyarakat Jepang, kimono lebih dari sekadar busana tradisional,” paparnya.

Miyakawa mengatakan, setiap warna dan motif dalam kimono memiliki makna tersendiri. Motif bunga sakura melambangkan keindahan kehidupan yang sementara, bambu melambangkan kedamaian dan harapan umur panjang, sedangkan motif ombak menggambarkan keteguhan hati dan keharmonisan dengan alam semesta.

Filosofi ini memiliki banyak kesamaan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam wastra endek Bali. Maka, perpaduan kimono dan endek menjadi simbol persahabatan budaya antara Jepang dan Bali yang terus berkembang. “Perpaduan ini bukan hanya kolaborasi fashion, tetapi dialog budaya yang menunjukkan bahwa tradisi bisa saling bertemu, saling menginspirasi, dan melahirkan kreativitas baru tanpa kehilangan identitasnya,” imbuhnya.

Sementara Direktur Kimono Gallery Yawara, Tomi Nakamura menjelaskan, koleksi yang disajikan malam ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan selama tiga tahun terakhir.
Sejumlah rancangan menampilkan perpaduan kain Jepang seperti Jujigasuri, Edo Komon, Roketsuzome, Oshima Tsumugi, hingga Akashi Chijimi dengan endek Bali yang beragam warna.

Selain itu, ada pula desain yang mengombinasikan sutra Jepang dengan batik Jawa, serta tenun Nusantara yang dipadukan dengan bentuk khas kimono. “Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan harmoni baru, inspirasi baru, dan mempererat persahabatan antara kedua negara,” harapnya.

Menariknya, Nakamura disajikan tetap mempertahankan bentuk asli kimono, namun membuat lebih praktis dikenakan dan lebih mudah digunakan generasi muda. Aksesori dan perhiasan Bali yang turut digunakan untuk memperkuat identitas kolaborasi kedua budaya itu. “Kolaborasi ini menjadi cara memperkenalkan kembali busana tradisional kepada generasi muda tanpa menghilangkan identitas budaya masing-masing,” sebutnya.

Dengan dipersatukannya kain dari Jepang dan Indonesia, dirinya berharap hubungan kedua negara menjadi lebih erat. “Ini juga menjadi cara mengajak generasi muda tetap bangga mengenakan busana tradisionalnya,” ujarnya.

Melalui panggung BWCC 2026, kimono Jepang dan wastra Indonesia tidak hanya tampil sebagai busana, tetapi juga menjadi simbol persahabatan dan dialog budaya yang terus berkembang di tengah zaman. Pergelaran yang turut dihadiri Ketua Dekranasda Bali Ni Luh Putri Suastini Koster, Heri Akhmadi, komunitas Jepang di Bali, desainer, serta pegiat budaya itu berlangsung hangat hingga akhir acara.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

Tags: JepangkimonoPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

Next Post

Mengagumi Mobil Mini

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

by Dede Putra Wiguna
April 13, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026....

Read moreDetails

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

by tatkala
April 6, 2026
0
5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Teknologi drone telah mengubah cara kita merekam pengalaman perjalanan. Dengan menerbangkan drone, kreator dapat menangkap pegunungan, garis pantai, kota, hingga...

Read moreDetails

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

by Radha Dwi Pradnyani
March 13, 2026
0
Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

LAMPU sorot menyambar dan menerangi panggung Gedung Kesenian Gde Manik yang menampilkan sepuluh pasangan finalis Jegeg Bagus Buleleng 2026. Mereka...

Read moreDetails

Suara Anak Gianyar Tahun 2026: Menolak Normalisasi Perkawinan Anak Hingga Etika Penggunaan ‘Artificial Intellegence’ Pada Anak

by Wahyu Mahaputra
March 2, 2026
0
Suara Anak Gianyar Tahun 2026: Menolak Normalisasi Perkawinan Anak Hingga Etika Penggunaan ‘Artificial Intellegence’ Pada Anak

SUDAH empat belas tahun Forum Anak Daerah (FAD) Gianyar hadir sebagai salah satu wadah partisipasi anak di Kabupaten Gianyar, dan...

Read moreDetails

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

by Dede Putra Wiguna
February 26, 2026
0
Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

MINGGU sore, 21 Februari 2026, langit Denpasar sempat berawan. Namun di Amphitheater Living World Denpasar, semangat justru menyala terang. Di...

Read moreDetails
Next Post
Mengagumi Mobil Mini

Mengagumi Mobil Mini

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co