A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026. Di tengah sorot lampu dan riuh tepuk tangan di Gedung Taksu, Dharma Negara Alaya, keduanya berdiri sebagai representasi harapan baru generasi muda Denpasar.
Momen penobatan itu menjadi puncak dari Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026 yang digelar pada Selasa, 7 April 2026. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga ruang bagi remaja untuk menunjukkan kapasitas, kepedulian, dan komitmen terhadap isu-isu generasi muda.
Mengusung tema ‘Nanda Jagra Buwana’, gelaran tahun ini membawa pesan tentang pentingnya peran generasi muda sebagai penjaga keseimbangan dunia, baik dari sisi moral, sosial, maupun budaya. Tema tersebut menjadi benang merah yang mengikat seluruh proses seleksi hingga grand final.

Krishna Dananjaya dari perwakilan Desa Sanur Kaja mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyebut pengalaman ini sebagai salah satu yang paling berharga dalam perjalanan masa remajanya.
“Ini merupakan pengalaman paling berharga yang pernah saya alami selama saya menjadi seorang remaja. Gelar ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menegaskan, kedepannya akan berkomitmen menjalankan tugas sebagai bagian dari GenRe melalui edukasi kepada remaja dan masyarakat, serta bersinergi dengan berbagai pihak untuk merealisasikan program kerja.
Tak hanya itu, Krishna Dananjaya juga mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkat berikutnya, mewakili Denpasar dalam ajang Duta GenRe Provinsi Bali 2026.

Sementara itu, Komang Trisna Darmayanti dari PIK-R Satya Darma, SMAN 4 Denpasar, memaknai kemenangan ini sebagai sebuah amanah. Ia menilai gelar Duta GenRe bukan sekadar pencapaian, tetapi tanggung jawab untuk terus berkontribusi.
“Menjadi Winner bagi saya bukan sekadar pencapaian, tetapi tanggung jawab untuk terus berkontribusi,” tuturnya.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk terlibat langsung dalam mengedukasi dan menginspirasi remaja. Bersama Forum GenRe Denpasar, Trisna berencana merealisasikan program kerja yang telah dirancang sebagai bentuk aksi nyata di masyarakat. Ia juga percaya bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan yang berarti.
Sedari pukul 13.00 WITA, atmosfer grand final terasa khidmat sekaligus meriah. Para finalis tampil dalam balutan busana adat Bali yang anggun ─ mencerminkan identitas budaya yang kuat. Di atas panggung, mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menyampaikan gagasan, visi, serta komitmen sebagai agen perubahan.

Ketua Panitia, I Kadek Nuartha Wijaya, menyebut Pildugen tahun ini sebagai momentum penting yang menghadirkan berbagai inovasi. Salah satunya adalah penayangan langsung (live streaming) grand final melalui kanal YouTube GenRe Denpasar, yang pertama kalinya dilakukan.
Selain itu, terdapat pula penambahan aspek GenRe in Medsos dalam rangkaian seleksi. Ia menilai langkah ini penting untuk membentuk remaja yang mampu menyampaikan gagasan secara efektif di ruang digital.
“Dengan adanya inovasi ini, kami ingin membentuk remaja yang tanggap serta mampu menyuarakan pendapatnya melalui media sosial,” jelasnya.
Nuartha menyebut jumlah peserta tahun ini mencapai 85 pendaftar dari berbagai instansi, mulai dari universitas, sekolah menengah, hingga desa dan kelurahan di Kota Denpasar. Keberagaman ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi program GenRe di masyarakat.
Meski sempat menghadapi kendala terkait dana awal pendaftaran, menurut Nuartha persoalan tersebut dapat diatasi seiring berjalannya waktu berkat kerja sama panitia. Dari puluhan peserta tersebut, hanya 10 pasang finalis yang berhasil melaju ke babak grand final setelah melalui proses seleksi ketat.

Ketua Forum GenRe Kota Denpasar periode 2026–2028, I Nengah Ari Suputra Bawa, mengapresiasi jalannya kegiatan yang dinilai penuh semangat kolaborasi dan menunjukkan kualitas peserta yang luar biasa.
Ia menjelaskan bahwa tema ‘Nanda Jagra Buwana’ memiliki makna mendalam, yakni bagaimana generasi muda mampu menjadi penjaga dan penggerak keseimbangan dunia. Menurutnya, peran GenRe tidak hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter dan integritas.
Ia juga menilai bahwa para peserta memiliki potensi besar untuk menjadi role model dalam perencanaan kehidupan berkeluarga, pencegahan pernikahan dini, serta pengembangan diri yang positif.
“Semoga para Duta terpilih mampu membawa semangat tersebut ke dalam aksi nyata di masyarakat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya,” ucap Ari Suputra, penuh harap.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, menekankan bahwa pemilihan Duta GenRe merupakan ruang edukasi sekaligus wadah konsultasi bagi generasi muda terkait perencanaan masa depan.
“Hal ini penting terutama saat generasi muda memasuki fase berumah tangga, sehingga mereka siap menghadapi tantangan kehidupan di era saat ini dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi secara bijak,” ujarnya.

Selain Krishna dan Trisna sebagai pemenang utama, ajang ini juga menetapkan Desak Putu Widya Paramitha dan I Wayan Nanda Nugraha sebagai Runner Up 1 dan Ida Ayu Jenny Pradnyaneswari dan I Gusti Ngurah Agung Abhirama Wijaya sebagai Runner Up 2. Untuk kategori Juara Intelegensia, penghargaan diberikan kepada Ni Nyoman Rista Angraini dan Made Satria Nugraha Dharma Putra. Sementara Juara Favorit diraih oleh IGA Ayu Linda Pratiwi dan I Gusti Agung Dika Karmana Putra.
Di akhir acara, seluruh finalis dan pemenang berdiri bersama di atas panggung, menutup rangkaian panjang seleksi yang telah mereka lalui. Di balik seremoni dan gemerlap panggung hari itu, tugas yang sesungguhnya justru baru dimulai.
Gelar Duta GenRe tentu tidak berhenti pada hari penobatan. Ia menjadi mandat untuk hadir di tengah remaja, membawa edukasi, membangun kesadaran, dan menjawab tantangan nyata yang dihadapi generasi muda hari ini. Dari titik ini, publik akan melihat sejauh mana peran itu benar-benar dijalankan. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole





























