4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

Radha Dwi Pradnyani by Radha Dwi Pradnyani
March 13, 2026
in Gaya
Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026 | Foto: tatkala.co/Radha

LAMPU sorot menyambar dan menerangi panggung Gedung Kesenian Gde Manik yang menampilkan sepuluh pasangan finalis Jegeg Bagus Buleleng 2026. Mereka tampak anggun dan gagah.

Gemuruh sorak penonton memenuhi ruangan, memanggil nama-nama peserta dengan semangat yang membara. Di bawah cahaya yang berkilau, para finalis melangkah menyusuri panggung dengan penuh percaya diri, menampilkan pesona dan wibawa mereka.

Para finalis tampil dengan penuh pesona, menyapa para penonton yang terdiri dari keluarga, teman, guru, hingga tamu undangan dari kalangan pemerintahan, media dan pihak Jegeg-Bagus yang mewakili pihak sekolah dan universitas seperti Jegeg-Bagus Smansa, Jegeg-Bagus Universitas Pendidikan Ganesha, Duta Anak Buleleng, Jegeg-Bagus Tabanan, Jegeg-Bagus Bali, dan tamu Jegeg-Bagus yang mewakili institusi tertentu.

Para finalis yang tampil malam itu merupakan generasi muda pilihan dari berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng. Mereka terdiri dari pelajar hingga mahasiswa dengan rentang usia 16 hingga 23 tahun. Berasal dari berbagai kecamatan seperti Tejakula, Buleleng, dan wilayah lainnya. Para peserta hadir dengan latar belakang yang beragam namun memiliki semangat yang sama untuk berkontribusi bagi daerahnya.

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026 | Foto: tatkala.co/Radha

Preliminary Show Jegeg Bagus 2026 dibuka untuk umum pada tanggal 7 Maret 2026. Memang, ajang ini diperuntukan untuk mereka—sosok anak muda yang kuat, kokoh, dan menjadi sarana penyebar kebaikan. Ini sejalan dengan tema yang diusung oleh Semeton Jegeg Bagus untuk Preliminary ini, yakni “Abyudaya Bumi Mana” yang memiliki arti “Kemakmuran Kerajaan Manasa” dengan mengambil inspirasi dari kerajaan agraris di Timur Den Bukit.

Sepuluh pasangan finalis yang tampil malam itu merupakan dua puluh peserta terbaik—terdiri dari sepuluh putra dan sepuluh putri—yang terpilih dari total delapan puluh peserta. Sebelumnya, mereka telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes wawancara, public speaking, hingga kilas bakat.

Para finalis kemudian melanjutkan kompetisi dengan berbagai penilaian, seperti social project, penulisan esai, sesi wawancara, dan penampilan dalam preliminary show. Setelah tahap ini, para pasangan finalis akan kembali diseleksi pada malam Grand Final Jegeg Bagus Buleleng yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret 2026.

Preliminary show diisi dengan acara fashion show dan parade busana dari para desainer Buleleng dan Bali. Para finalis tampil memukau dengan berbagai busana yang sangat unik dan indah. Mulai dari busana endek Bali dengan motif singa khas Buleleng, sampai busana gaya modern juga dipamerkan.

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026 | Foto: tatkala.co/Radha

Menurut Ketua Panitia Semeton Jegeg Bagus, Komang Ratna Dewi, Preliminary Show Jegeg Bagus 2026 merupakan bentuk nyata sikap mendukung para seniman, desainer, dan penata rias di Provinsi Bali terutama di kawasan Buleleng.

“Ini merupakan bentuk nyata dari kami dalam mendukung seluruh seniman dan desainer Provinsi Bali dan penata rias untuk menampilkan karya terbaiknya,” pidato Ratna Dewi pada sore itu.

Tak hanya melibatkan para desainer, penata rias yang terlibat dalam acara ini juga berasal dari pelaku UMKM di Buleleng. Setiap finalis didampingi oleh satu make-up artist (MUA), sehingga mereka dapat tampil hingga lima kali dengan tiga busana yang berbeda.

Menariknya, seluruh busana dan tata rias tersebut merupakan bentuk dukungan langsung dari para desainer dan penata rias lokal. Hal ini menjadikan ajang Preliminary Show Jegeg Bagus tidak hanya sebagai panggung bagi para finalis, tetapi juga sebagai ruang promosi bagi karya para pelaku industri kreatif di Buleleng.

Ratna juga menjelaskan bahwa tim Semeton Jegeg Bagus secara khusus mencari dukungan dari berbagai pihak sebagai media sponsor untuk busana yang akan dikenakan para finalis pada acara preliminary show. Dukungan tersebut tidak hanya berasal dari para desainer busana, tetapi juga dari penata rias yang menyiapkan tata rias wajah, serta berbagai ornamen pelengkap seperti perhiasan dan rambut palsu yang digunakan oleh para finalis di atas panggung.

Menurutnya, banyak desainer dan penata rias yang memang sedang mencari model untuk menampilkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas. Melalui ajang Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng, karya-karya tersebut dapat diperlihatkan langsung kepada para penonton yang hadir di lokasi acara maupun kepada masyarakat yang mengikuti perkembangan acara melalui media sosial.

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026 | Foto: tatkala.co/Radha

Kesempatan promosi inilah yang kemudian menjadi bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Para desainer dan penata rias dapat memperkenalkan karya mereka kepada publik, sementara Semeton Jegeg Bagus mendapatkan dukungan berupa busana, tata rias, serta berbagai perlengkapan penampilan secara sponsor tanpa dipungut biaya.

“Kebetulan banget, amat sangat bersyukur bahwa semua (bantuan) itu free! Semua ful sponsor!” seru Ratna dengan girang.

Ratna juga bercerita bahwa ada beberapa penonton yang penasaran dengan busana yang dikenakan para finalis. Bahkan, beberapa ibu sempat bertanya kepadanya tentang di mana mereka bisa mendapatkan kain endek yang ditampilkan di atas panggung.

“Tadi ada yang nanya ‘endeknya dari mana?’ Ya kami bilang ‘oh ini ada UMKM ’ dan kami akan posting foto-foto mereka di Instagram kami,” kata Ratna.

Apresiasi kepada para desainer dan penata rias juga turut ditampilkan dalam acara tersebut. Mereka diajak naik ke atas panggung dan berjalan berdampingan dengan para finalis yang mengenakan karya mereka. Di bawah sorotan lampu panggung, karya serta nama mereka diperkenalkan kepada para penonton sebagai bentuk penghormatan atas kreativitas dan dedikasi mereka dalam mendukung ajang Jegeg Bagus Buleleng 2026.

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026 | Foto: tatkala.co/Radha

Melalui panggung preliminary show ini, karya para desainer dan penata rias lokal mendapatkan ruang untuk dikenal lebih luas. Para penonton tidak hanya menyaksikan penampilan para finalis, tetapi juga mengenal busana dan kreativitas yang lahir dari tangan-tangan pelaku industri kreatif di Buleleng. Ajang ini pun menjadi pengingat bahwa Jegeg Bagus bukan sekadar kompetisi, melainkan juga wadah untuk memperkenalkan budaya, kreativitas, dan potensi lokal kepada masyarakat.[T]

Penulis: Made Ayu Radha Dwi Pradnyani
Editor: Jaswanto

Tags: jegeg bagusJegeg Bagus Buleleng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Negeri yang Menjual Isi Perutnya | Cerpen Muhammad Khairu Rahman

Next Post

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Radha Dwi Pradnyani

Radha Dwi Pradnyani

Made Ayu Radha Dwi Pradnyani, siswa SMKTI Global, Singaraja

Related Posts

Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

by tatkala
July 24, 2026
0
Instalasi Panel Surya dan Sertifikasi Green Building: Panduan untuk Pemilik Gedung

INSTALASI panel surya kini menjadi salah satu strategi yang semakin dipertimbangkan untuk mengendalikan biaya energi, sekaligus memenuhi target keberlanjutan. Saat...

Read moreDetails

Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

by tatkala
July 16, 2026
0
Spesifikasi dan Kelebihan Canon Pixma G1010

PADA 30 Januari 2018, Canon Indonesia merilis printer terbaru yakni Printer PIXMA Ink Efficient G series.  Ada lima tipe printer...

Read moreDetails

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

Read moreDetails

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
0
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

Read moreDetails

5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

by tatkala
May 29, 2026
0
5 Kesalahan Fatal Saat Pakai Parfum Wanita —Nomor 3 Paling Sering!

MENGGUNAKAN parfum wanita memang jadi cara paling simpel untuk meningkatkan rasa percaya diri dan meninggalkan kesan yang elegan. Tapi, tahukah...

Read moreDetails

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

Read moreDetails

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

by tatkala
May 4, 2026
0
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

Read moreDetails

HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

by tatkala
May 1, 2026
0
HP 12 Jutaan Paling Worth It? —Ini Infinix Note 60 Ultra Harga dan Ulasan Lengkapnya

PASAR ponsel pintar di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran perangkat yang mendobrak batas kewajaran spesifikasi di kelasnya. Infinix Note 60...

Read moreDetails

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

by Dede Putra Wiguna
April 13, 2026
0
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

A.A Ngurah Agung Krishna Dananjaya dan Komang Trisna Darmayanti resmi terpilih sebagai Winner Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Denpasar 2026....

Read moreDetails

5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

by tatkala
April 6, 2026
0
5 Keuntungan Mengubah Footage Drone Menjadi Visual Travel Sinematik 4K

Teknologi drone telah mengubah cara kita merekam pengalaman perjalanan. Dengan menerbangkan drone, kreator dapat menangkap pegunungan, garis pantai, kota, hingga...

Read moreDetails
Next Post
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co