25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Jaswanto by Jaswanto
March 13, 2026
in Khas
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian duduk bersila di atas terpal yang digelar di halaman, sebagian lain memilih berdiam di dalam masjid sambil menyimak kajian. Udara sore membawa aroma makanan yang perlahan menyeruak dari meja-meja panjang di dekat area parkir. Di sana, piring-piring berisi nasi rawon daging mulai disusun rapi oleh panitia.

Hari itu, Rabu, 11 Maret 2026, Ustaz Ditra Ayi Kurniawan tengah menyampaikan ceramah menjelang berbuka. Materinya tentang zakat fitrah dan zakat mal—tema yang terasa akrab sekaligus mendesak setiap Ramadan tiba. Jamaah mendengarkan dengan khidmat, sementara di luar, panitia bergerak cepat menyiapkan hidangan.

“Ini sedang menyiapkan buka puasa,” ujar seorang takmir masjid sambil menata piring-piring makanan. Bapak tua bersarung itu tampak sibuk, dibantu beberapa pemuda masjid yang lalu-lalang membawa wadah makanan.

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Di sisi lain, panitia perempuan menyiapkan takjil: kurma, kue, es teh, dan gorengan. Satu per satu nampan diisi, disusun, lalu dipindahkan ke meja saji. Jumlah jamaah terus bertambah. Masjid yang tidak terlalu besar itu terasa penuh. Ratusan orang duduk tertib menunggu azan magrib.

Sesaat sebelum matahari tenggelam, suara muazin mengumandangkan takbir. Ceramah ditutup. Para jamaah mengangkat tangan, mengucapkan tahmid, lalu meneguk air dan es teh yang telah disediakan. Kurma, kue, dan gorengan segera berpindah tangan. Anak-anak tampak paling riang—berebut tempat duduk, bercanda dengan teman-temannya, dan menyantap takjil dengan wajah cerah.

Suasana benar-benar semarak. Program yang dinamai Gubukan Semarak Ramadan 1447 H itu tampaknya memang dimaksudkan untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana di bulan suci—memberikan ruang berbuka bersama bagi siapa saja yang datang, tanpa syarat.

Warga antri pada acara Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Di antara para jamaah yang baru saja menghabiskan seporsi nasi rawon daging, seorang pemuda bernama Muhammad Fairuz Maulana Azara Insan Putra bercerita tentang awal mula program ini.

“Ini sudah yang keempat kalinya, Mas,” ujar Fairuz seusai makan. Wakil Pemuda Masjid Bukit Palma itu menjelaskan bahwa program Gubukan dimulai sejak 2023, tak lama setelah masa pandemi Covid-19 mereda.  “Setelah covid,” tambahnya singkat.

Bagi pengurus masjid, pandemi meninggalkan banyak pelajaran. Salah satunya tentang pentingnya solidaritas sosial. Banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak pula yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari situ muncul gagasan sederhana: menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang berbagi.

Hal itu dibenarkan oleh Wijayanti, koordinator takjil dalam program tersebut. Perempuan yang akrab dipanggil Wiwit itu mengenang bahwa sebelum pandemi, kegiatan Ramadan di masjid ini relatif sederhana.

“Dulu cuma bagi-bagi takjil saja seperti masjid pada umumnya,” katanya. “Belum ada hidangan khusus.”

Barulah pada 2023 pengurus masjid memutuskan menyediakan menu berbuka lengkap. Awalnya program itu masih terbatas.

“Awalnya seminggu hanya dua kali. Hari Rabu dan Sabtu saja. Tapi mulai tahun ini sudah tiga kali dalam seminggu: Sabtu, Senin, dan Rabu,” terang Wiwit. “Dan tidak hanya berbuka, kami juga menyediakan sahur gratis mulai malam ke dua puluh,” sambungnya.

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Perubahan kecil itu ternyata membawa dampak besar. Jamaah semakin banyak yang datang. Bukan hanya warga sekitar, tetapi juga orang-orang yang kebetulan melintas.

Menu yang disajikan pun beragam. Selama Ramadan, panitia menyiapkan setidaknya delapan jenis hidangan: nasi rawon, mie ayam, sayur asem, kare ayam, bakso, soto daging, sup ayam, dan soto ayam. Menu-menu itu disajikan secara bergiliran setiap pekan.

Hari Sabtu, misalnya, jamaah bisa menikmati sayur asem. Senin giliran mie ayam. Sementara Rabu seperti hari itu: nasi rawon yang hangat dan gurih.

Bagi sebagian orang, hidangan tersebut mungkin terasa biasa. Namun bagi mereka yang berbuka setelah seharian bekerja di jalanan—seperti pengemudi ojek online atau pekerja informal—seporsi makanan hangat sering kali menjadi kemewahan kecil yang sangat berarti. Di sinilah program Gubukan menemukan maknanya.

“Kami membayar vendor makanan, Mas. Vendornya ya jamaah masjid sendiri,” kata Wiwit. “Kalau mie ayam atau bakso, kami pesan ke warung yang ada di sekitar masjid.”

Model ini sengaja dipilih. Selain memudahkan koordinasi, cara tersebut juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

“Ini salah satu bentuk menyejahterakan jamaah masjid dan umat di sekitarnya,” lanjut Wiwit dengan nada bersemangat.

Salah stu menu Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Dengan kata lain, kegiatan berbuka gratis itu tidak hanya soal memberi makan. Ia juga menjadi cara menggerakkan ekonomi kecil di lingkungan sekitar masjid.

Di banyak tempat, masjid sering dipandang sebatas ruang ritual. Namun di Masjid Bukit Palma, peran itu diperluas. Masjid menjadi titik temu berbagai kegiatan sosial: dari kajian keagamaan, penggalangan dana umat, hingga program pemberdayaan ekonomi sederhana seperti ini.

Pendanaan kegiatan tersebut datang dari berbagai sumber. Panitia mendapat dukungan dari beberapa sponsor, mulai dari perusahaan air minum kemasan hingga lembaga perbankan.

“Kami memang mengajukan proposal ke sana,” ujar Wiwit. “Ada beberapa jamaah yang bekerja di beberapa perusahaan tersebut. Jadi itu lumayan mempermudah prosesnya.”

Selain sponsor, sumbangan jamaah juga mengalir. Ada yang memberi uang, ada pula yang menyumbang bahan makanan atau tenaga. Kolaborasi semacam itu membuat program Gubukan terus bertahan dari tahun ke tahun.

Namun nilai terpenting dari kegiatan ini mungkin bukan sekadar jumlah makanan yang dibagikan. Lebih dari itu, ia membangun rasa kebersamaan—sesuatu yang semakin langka di kota besar.

Setiap sore Ramadan, orang-orang dengan latar belakang berbeda duduk berdampingan di halaman masjid. Ada warga perumahan, pekerja kantoran, pedagang kecil, hingga pengemudi ojek online yang kebetulan singgah.

Mereka berbuka di tempat yang sama, menikmati makanan yang sama, dan mendengar azan yang sama. Beberapa pengemudi ojek online bahkan sudah hafal jadwalnya.

“Sering ada driver ojol yang mampir,” kata Fairuz. “Kalau pas lewat dan belum sempat berbuka di rumah, mereka bisa makan di sini.” Bagi mereka, masjid itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia juga menjadi tempat beristirahat, mengisi tenaga, dan bertemu sesama.

Di tengah riuh kota Surabaya, kegiatan kecil seperti ini mungkin tidak selalu terlihat. Namun bagi mereka yang mengalaminya, Gubukan Semarak Ramadan menghadirkan sesuatu yang sederhana sekaligus penting: rasa diterima.

Ketika azan magrib berkumandang dan orang-orang mulai makan bersama, batas-batas sosial yang biasanya memisahkan terasa mengendur. Tidak ada lagi perbedaan status atau profesi. Yang ada hanya orang-orang yang sedang berbuka setelah menahan lapar seharian.

Di situlah, mungkin, makna masjid sebagai pusat kehidupan umat kembali terasa hidup. Bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga tempat berbagi.[T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanSurabaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

Next Post

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
0
Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

Read moreDetails

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
0
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

Read moreDetails

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
0
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

Read moreDetails

Mengagumi Mobil Mini

by Jaswanto
June 22, 2026
0
Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

Read moreDetails

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

by Dede Putra Wiguna
June 21, 2026
0
Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

 “Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama,...

Read moreDetails

Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

by Dede Putra Wiguna
June 20, 2026
0
Ketika Toko Kopi TUKU Belajar Menjadi ‘Tetangga Baik’ di Bali

SORE itu, Senin, 15 Juni 2026, suasana di Toko Kopi TUKU Renon tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara antrean...

Read moreDetails

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
0
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

Read moreDetails

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

by I Wayan Artika
June 6, 2026
0
Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

Read moreDetails

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
0
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

Read moreDetails

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  ---Ulasan Buku Puisi 'Anak-anak Luka di Dunia Maya' Karya Yahya Umar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co