4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Jaswanto by Jaswanto
March 13, 2026
in Khas
Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

MENJELANG magrib selama bulan Ramadan, pelataran Masjid Bukit Palma, Surabaya, berubah menjadi ruang perjumpaan. Orang-orang berdatangan dari berbagai arah: sebagian duduk bersila di atas terpal yang digelar di halaman, sebagian lain memilih berdiam di dalam masjid sambil menyimak kajian. Udara sore membawa aroma makanan yang perlahan menyeruak dari meja-meja panjang di dekat area parkir. Di sana, piring-piring berisi nasi rawon daging mulai disusun rapi oleh panitia.

Hari itu, Rabu, 11 Maret 2026, Ustaz Ditra Ayi Kurniawan tengah menyampaikan ceramah menjelang berbuka. Materinya tentang zakat fitrah dan zakat mal—tema yang terasa akrab sekaligus mendesak setiap Ramadan tiba. Jamaah mendengarkan dengan khidmat, sementara di luar, panitia bergerak cepat menyiapkan hidangan.

“Ini sedang menyiapkan buka puasa,” ujar seorang takmir masjid sambil menata piring-piring makanan. Bapak tua bersarung itu tampak sibuk, dibantu beberapa pemuda masjid yang lalu-lalang membawa wadah makanan.

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Di sisi lain, panitia perempuan menyiapkan takjil: kurma, kue, es teh, dan gorengan. Satu per satu nampan diisi, disusun, lalu dipindahkan ke meja saji. Jumlah jamaah terus bertambah. Masjid yang tidak terlalu besar itu terasa penuh. Ratusan orang duduk tertib menunggu azan magrib.

Sesaat sebelum matahari tenggelam, suara muazin mengumandangkan takbir. Ceramah ditutup. Para jamaah mengangkat tangan, mengucapkan tahmid, lalu meneguk air dan es teh yang telah disediakan. Kurma, kue, dan gorengan segera berpindah tangan. Anak-anak tampak paling riang—berebut tempat duduk, bercanda dengan teman-temannya, dan menyantap takjil dengan wajah cerah.

Suasana benar-benar semarak. Program yang dinamai Gubukan Semarak Ramadan 1447 H itu tampaknya memang dimaksudkan untuk menghadirkan kebahagiaan sederhana di bulan suci—memberikan ruang berbuka bersama bagi siapa saja yang datang, tanpa syarat.

Warga antri pada acara Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Di antara para jamaah yang baru saja menghabiskan seporsi nasi rawon daging, seorang pemuda bernama Muhammad Fairuz Maulana Azara Insan Putra bercerita tentang awal mula program ini.

“Ini sudah yang keempat kalinya, Mas,” ujar Fairuz seusai makan. Wakil Pemuda Masjid Bukit Palma itu menjelaskan bahwa program Gubukan dimulai sejak 2023, tak lama setelah masa pandemi Covid-19 mereda.  “Setelah covid,” tambahnya singkat.

Bagi pengurus masjid, pandemi meninggalkan banyak pelajaran. Salah satunya tentang pentingnya solidaritas sosial. Banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak pula yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari situ muncul gagasan sederhana: menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang berbagi.

Hal itu dibenarkan oleh Wijayanti, koordinator takjil dalam program tersebut. Perempuan yang akrab dipanggil Wiwit itu mengenang bahwa sebelum pandemi, kegiatan Ramadan di masjid ini relatif sederhana.

“Dulu cuma bagi-bagi takjil saja seperti masjid pada umumnya,” katanya. “Belum ada hidangan khusus.”

Barulah pada 2023 pengurus masjid memutuskan menyediakan menu berbuka lengkap. Awalnya program itu masih terbatas.

“Awalnya seminggu hanya dua kali. Hari Rabu dan Sabtu saja. Tapi mulai tahun ini sudah tiga kali dalam seminggu: Sabtu, Senin, dan Rabu,” terang Wiwit. “Dan tidak hanya berbuka, kami juga menyediakan sahur gratis mulai malam ke dua puluh,” sambungnya.

Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Perubahan kecil itu ternyata membawa dampak besar. Jamaah semakin banyak yang datang. Bukan hanya warga sekitar, tetapi juga orang-orang yang kebetulan melintas.

Menu yang disajikan pun beragam. Selama Ramadan, panitia menyiapkan setidaknya delapan jenis hidangan: nasi rawon, mie ayam, sayur asem, kare ayam, bakso, soto daging, sup ayam, dan soto ayam. Menu-menu itu disajikan secara bergiliran setiap pekan.

Hari Sabtu, misalnya, jamaah bisa menikmati sayur asem. Senin giliran mie ayam. Sementara Rabu seperti hari itu: nasi rawon yang hangat dan gurih.

Bagi sebagian orang, hidangan tersebut mungkin terasa biasa. Namun bagi mereka yang berbuka setelah seharian bekerja di jalanan—seperti pengemudi ojek online atau pekerja informal—seporsi makanan hangat sering kali menjadi kemewahan kecil yang sangat berarti. Di sinilah program Gubukan menemukan maknanya.

“Kami membayar vendor makanan, Mas. Vendornya ya jamaah masjid sendiri,” kata Wiwit. “Kalau mie ayam atau bakso, kami pesan ke warung yang ada di sekitar masjid.”

Model ini sengaja dipilih. Selain memudahkan koordinasi, cara tersebut juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

“Ini salah satu bentuk menyejahterakan jamaah masjid dan umat di sekitarnya,” lanjut Wiwit dengan nada bersemangat.

Salah stu menu Semarak Buka dan Sahur Gratis di “Gubukan” Masjid Bukit Palma Surabaya | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Dengan kata lain, kegiatan berbuka gratis itu tidak hanya soal memberi makan. Ia juga menjadi cara menggerakkan ekonomi kecil di lingkungan sekitar masjid.

Di banyak tempat, masjid sering dipandang sebatas ruang ritual. Namun di Masjid Bukit Palma, peran itu diperluas. Masjid menjadi titik temu berbagai kegiatan sosial: dari kajian keagamaan, penggalangan dana umat, hingga program pemberdayaan ekonomi sederhana seperti ini.

Pendanaan kegiatan tersebut datang dari berbagai sumber. Panitia mendapat dukungan dari beberapa sponsor, mulai dari perusahaan air minum kemasan hingga lembaga perbankan.

“Kami memang mengajukan proposal ke sana,” ujar Wiwit. “Ada beberapa jamaah yang bekerja di beberapa perusahaan tersebut. Jadi itu lumayan mempermudah prosesnya.”

Selain sponsor, sumbangan jamaah juga mengalir. Ada yang memberi uang, ada pula yang menyumbang bahan makanan atau tenaga. Kolaborasi semacam itu membuat program Gubukan terus bertahan dari tahun ke tahun.

Namun nilai terpenting dari kegiatan ini mungkin bukan sekadar jumlah makanan yang dibagikan. Lebih dari itu, ia membangun rasa kebersamaan—sesuatu yang semakin langka di kota besar.

Setiap sore Ramadan, orang-orang dengan latar belakang berbeda duduk berdampingan di halaman masjid. Ada warga perumahan, pekerja kantoran, pedagang kecil, hingga pengemudi ojek online yang kebetulan singgah.

Mereka berbuka di tempat yang sama, menikmati makanan yang sama, dan mendengar azan yang sama. Beberapa pengemudi ojek online bahkan sudah hafal jadwalnya.

“Sering ada driver ojol yang mampir,” kata Fairuz. “Kalau pas lewat dan belum sempat berbuka di rumah, mereka bisa makan di sini.” Bagi mereka, masjid itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia juga menjadi tempat beristirahat, mengisi tenaga, dan bertemu sesama.

Di tengah riuh kota Surabaya, kegiatan kecil seperti ini mungkin tidak selalu terlihat. Namun bagi mereka yang mengalaminya, Gubukan Semarak Ramadan menghadirkan sesuatu yang sederhana sekaligus penting: rasa diterima.

Ketika azan magrib berkumandang dan orang-orang mulai makan bersama, batas-batas sosial yang biasanya memisahkan terasa mengendur. Tidak ada lagi perbedaan status atau profesi. Yang ada hanya orang-orang yang sedang berbuka setelah menahan lapar seharian.

Di situlah, mungkin, makna masjid sebagai pusat kehidupan umat kembali terasa hidup. Bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga tempat berbagi.[T]

Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Tags: bulan puasaIslamMuslimRamadanSurabaya
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Preliminary Show Jegeg Bagus Buleleng 2026: Bagaimana Ajang Muda-Mudi Mampu Mempromosikan UMKM Lokal

Next Post

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  ---Ulasan Buku Puisi 'Anak-anak Luka di Dunia Maya' Karya Yahya Umar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co