30 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Komang Puja Savitri by Komang Puja Savitri
April 14, 2026
in Panggung
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Pementasan wayang ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

SEJAK awal, ada rasa penasaran yang menggantung di antara penonton yang duduk lesehan di wantilan Museum Soenda Ketjil. Wayang, dalam bayangan banyak orang, adalah bayang-bayang di balik kelir, dengan kulit sebagai tubuhnya dan dalang sebagai pusat narasi. Namun malam itu, hadir tubuh-tubuh anyaman ental (lontar) digerakkan oleh manusia.

Made Georgiana Triwinadi, akrab disapa Jorjan, anggota Komunitas Wayang Ental, adalah salah seorang di balik permainan tubuh-tubuh dari lontar itu, Ia menceritakan, Wayang Ental lahir pada 2016 sebagai bagian dari eksplorasi yang digagas oleh I Gusti Made Darma Putra yang akrab dipanggil Gung Ade Dalang. Sang pendiri mencoba menghadirkan pendekatan baru dengan wayang yang tidak lagi terbuat dari kulit, melainkan dari anyaman ental. Material ini dipilih karena nilai filosofisnya sebagai media utama penulisan teks-teks kekawin dan pengetahuan klasik di Bali.

“Tujuannya, pengetahuan yang dihadirkan melalui wayang ini bisa kembali tersampaikan kepada penonton,” paparnya.

Lakon Manu Tala dan Inspirasi Anime

Di panggung Festival Wayang Bali Utara (FWB) di areal Pelabuhan Tua Buleleng, Jumat, 10 April 2026, Komunitas Wayang Ental itu membawakan salah satu karya berjudul Manu Tala yang mengisahkan tentang dua saudara. Manu dan Tala mengekspresikan kasih sayang dengan cara berbeda. Di balik itu, tersembunyi kenyataan pahit bahwa Tala mengidap penyakit yang perlahan merenggut hidupnya. Ketidaktahuan Manu sebagai kakak membuatnya terus bersikap seperti biasa, hingga akhirnya ia harus menghadapi kehilangan adiknya Tala yang tak terelakkan.

Pementasan wayang ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Uniknya, Georgiana mengakui narasi cerita ini terinspirasi dari salah satu adegan emosional dalam anime Jepang berjudul Angel Beats. Adegan seorang kakak yang menggendong adiknya di tengah pesta kembang api tanpa menyadari sang adik telah mengembuskan napas terakhir, menjadi inti emosi yang ingin disampaikan.

“Garapan ini adalah pengingat bagi kita semua agar tidak menunda dalam menyampaikan ekspresi kasih sayang kepada orang-orang tercinta sebelum waktu merebut kesempatan tersebut,” tutur Georgiana.

Pementasan semakin terasa kontemporer dengan penggunaan properti pesawat kertas, instalasi kupu-kupu, serta pencahayaan dari lampu petromaks. Sisi audio pun digarap serius dengan memadukan instrumen etnis dan musik digital modern.

Tantangan Anatomi dan Evolusi Bentuk

Secara teknis, Wayang Ental memiliki tantangan tersendiri dalam hal kinetik. Karena strukturnya yang terbuat dari anyaman, sendi-sendi wayang ini hanya memungkinkan gerakan terbatas ke depan dan ke belakang. Keterbatasan anatomi tersebut justru melahirkan bahasa gerak unik yang menjadi ciri khas komunitas ini, tidak sepenuhnya realis, tetapi cukup untuk membangun emosi yang dapat dipahami penonton.

“Tanpa banyak kata, cerita itu disampaikan melalui perubahan gerak,” kata Georgiana.

Pementasan wayang ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Prosesnya tidak singkat. Ia menyebut, eksplorasi awal memakan waktu sekitar dua bulan. Bukan hanya memahami bentuk wayangnya, tetapi juga membaca tubuh para pemain yang menggerakkannya. Di sanalah, batasan-batasan itu muncul sekaligus menjadi tantangan.

“Kami tidak hanya menggarap ceritanya, tapi juga memahami siapa yang menggerakkan. Sejauh mana tubuh itu bisa bekerja, bagaimana gestur bisa diterjemahkan ke dalam emosi,” lanjutnya. Dari situ, garapan terus diulang, dihaluskan, diuji berkali-kali, sampai akhirnya menemukan bentuk yang terasa utuh.

Evolusi estetika Wayang Ental juga tidak lepas dari pengaruh kolaborasi lintas disiplin. Gung Ade Dalang diketahui sempat berkolaborasi dengan Papermoon Puppet Theatre, komunitas teater boneka ternama asal Yogyakarta. Dari sinilah muncul perspektif baru mengenai perbendaharaan gerak objek tiga dimensi.

Seiring waktu, bentuk Wayang Ental pun berevolusi. Dari semula dua dimensi, kini berkembang menjadi objek tiga dimensi. sekaligus memiliki nama-nama yang unik sebagai wujud kasih sayang para penggarapnya terhadap setiap karakter yang diciptakan.

Pementasan wayang ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Jenis pertama yang menjadi ikon komunitas ini adalah wayang tipat bantal. Penamaan tersebut merujuk pada bentuknya yang menyerupai tipat dan bantal. “Jadi jenis wayang yang dipentaskan malam ini adalah jenis wayang tipat bantal,” ucapnya.

Evolusi kedua terbentuknya wayang dengan anatomi lebih mendekati manusia, berwarna merah dan hijau, yang kemudian disebut Wayang Sambal Gadang dan Sambal Barak.

Ada pula versi yang lebih menggemaskan, dengan warna merah dan biru serta tampilan imut, yang dinamai Boba Strawberry dan Blueberry. Pada tahap akhir, muncul wayang berukuran besar yang bahkan sudah dipentaskan di Singapura.

“Karena bentuknya yang mencolok dan menggairahkan, wayang ini diberi nama Betutu,” paparnya.

Komunitas Wayang Ental berfoto bersama panitia dan penonton di Festival Wayang Bali Utara 2026

Hadirnya beragam inovasi, serta kiprah Komunitas Wayang Ental yang telah melanglang buana hingga mancanegara, menandai babak baru dalam pewayangan Bali. Wayang Ental tak lagi terkungkung dalam bayang-bayang kelir. Mereka membuktikan bahwa tradisi tidak pernah benar-benar usang, ia hanya menunggu untuk dihidupkan kembali dengan cara yang berbeda. [T]

Reporter/Penulis: Komang Puja Savitri
Editor: Adnyana Ole

Tags: Festival Wayang Bali Utarawayangwayang ental
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

Next Post

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

Komang Puja Savitri

Komang Puja Savitri

Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails
Next Post
Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Kota Denpasar 2026: Krishna Dananjaya dan Trisna Darmayanti Siap Jadi Figur Remaja Teladan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co