17 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

I Made Sudiana by I Made Sudiana
April 13, 2026
in Bahasa
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

Made Sudiana

DALAM percakapan sehari-hari, kerap kali digunakan kata pelindungan dan perlindungan secara bergantian. Namun, dalam ranah hukum dan kebijakan publik di Indonesia, kedua istilah ini memiliki nuansa makna dan konteks penggunaan yang berbeda secara fundamental. Kekeliruan dalam memahami perbedaan ini kerap kali berujung pada kerancuan administrasi, terutama saat membahas upaya pelestarian bahasa daerah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring terdapat tiga kata lindung dengan makna yang berbeda. Pertama, lindung yang merupakan prakategorial, yaitu satuan bahasa yang belum mempunyai perilaku sintaksis kecuali setelah diberi imbuhan (kata yang belum mempunyai makna apabila belum mendapat imbuhan). Kata lindung yang pertama ini mempunyai turunan kata: berlindung, kelindungan, keterlindungan, lindungan, melindungi, melindungkan, memperlindungi, pelindung, pelindungan, perlindungan, terlindung, terlindungi. Dalam hal ini akan dibicarakan pembentukan kata turunan pelindungan dan perlindungan. Kata lindung yang kedua bermakna: (1) ‘belut’; (2) ‘sidat’. Kata lindung yang ketiga (dari bahasa Jawa) bermakna ‘penduduk desa yang tidak memiliki tanah dan hanya memiliki rumah dengan pekarangannya’.

Secara morfologis, kedua kata ini berasal dari kata dasar yang sama, yaitu lindung, yaitu kata lindung pertama, seperti telah disebutkan di atas. Turunan lindung yang menjadi pelindungan mendapat imbuhan pe-…-an, sedangkan perlindungan mendapat imbuhan per-…-an. Perbedaan imbuhan itu yang menciptakan batasan makna yang spesifik.

Dari segi urutan pembentukan katanya, pertama, kata lindung mendapat imbuhan berupa awalan dan akhiran meN-(me-)…-i menjadi melindungi; kedua, kata lindung mendapat imbuhan berupa awalan dan akhiran peN-(pe-)…-an menjadi pelindungan. Sedangkan kata perlindungan, pertama, dibentuk dari lindung mendapat imbuhan berupa awalan ber- menjadi berlidung;  kedua kata lindung mendapat imbuhan berupa awalan dan akhiran per-…-an perlindungan. Kedua kata ini, pelindungan dan perlindungan adalah nomina (kata benda).

Dari segi makna, pelindungan bermakna proses, cara, perbuatan melindungi. Fokusnya adalah pada tindakan aktif yang dilakukan secara sistematis untuk menjaga sesuatu agar tetap ada dan terjaga kualitasnya. Sedangkan perlindungan bermakna (1) tempat berlindung; (2) hal (perbuatan dan sebagainya) memperlindungi. Lebih menekankan pada hal, tempat, atau hasil dari tindakan melindungi tersebut. Dalam konteks hukum, perlindungan sering dikaitkan dengan upaya memberikan rasa aman kepada subjek hukum (korban) dari ancaman atau tindakan kesewenang-wenangan.

Dalam dokumen resmi negara, istilah yang digunakan secara konsisten oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) adalah pelindungan bahasa. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2014, Pelindungan Bahasa didefinisikan sebagai upaya menjaga dan memelihara kelestarian bahasa melalui penelitian, pengembangan, pembinaan, dan pengajarannya.

Penggunaan istilah pelindungan di sini menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pada proses aktif penyelamatan bahasa. Ini mencakup langkah-langkah konkret, seperti pemetaan bahasa, kajian vitalitas (daya hidup bahasa), konservasi, hingga revitalisasi bahasa-bahasa daerah yang terancam punah.

Di sisi lain, istilah perlindungan bahasa (meskipun jarang digunakan dalam kebijakan teknis bahasa) cenderung merujuk pada aspek kepastian hukum bagi penutur bahasa tersebut. Perlindungan dalam konteks ini berarti adanya jaminan dari pemerintah agar hak-hak warga negara dalam menggunakan bahasa daerah mereka terlindungi secara hukum dari diskriminasi atau pelarangan.

Jika pelindungan berkaitan dengan kesehatan dan kelestarian sistem bahasanya itu sendiri, perlindungan lebih berkaitan dengan status hukum dan payung kebijakan yang menaungi penuturnya.

Sangat penting kita mengetahui perbedaan antara pelindungan dan perlindungan ini.  Memahami perbedaan ini sangat krusial dalam penyusunan regulasi daerah (Perda). Penggunaan kata Pelindungan Bahasa Daerah dalam judul peraturan daerah menandakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen pada langkah teknis edukasi dan pelestarian budaya. Sebaliknya, jika yang dimaksud adalah jaminan agar penutur bahasa daerah tidak mendapatkan perlakuan tidak adil di ruang publik maka nuansa perlindungan hukum menjadi lebih kental.

Pelindungan bahasa daerah adalah upaya teknis sistematis untuk menjaga agar bahasa tidak punah melalui pendidikan dan dokumentasi. Sementara itu, perlindungan bahasa daerah (dalam konteks hukum) adalah upaya pemberian jaminan keamanan bagi penutur untuk tetap menggunakan identitas budayanya. Dengan ketepatan penggunaan istilah ini, diharapkan sinergi antara akademisi, praktisi bahasa, dan pembuat kebijakan dapat terjalin lebih kuat demi menjaga kekayaan 718 bahasa daerah yang dimiliki Indonesia (data Badan Bahasa). [T]

Penulis: I Made Sudiana
Editor: Adnyana Ole

Tags: Bahasa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ritual ‘Ngalaksa’ di Baduy :  Model Sensus Terakurat dan Mutakhir

Next Post

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

I Made Sudiana

I Made Sudiana

Lahir di Tabanan tahun 1974. Sekarang sebagai peneliti bahasa di Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebelumnya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Bali.

Related Posts

Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

by I Made Sudiana
August 15, 2026
0
Trilogi Cinta Puspadiana: Refleksi Kebahasaan tentang Nama dan Harapan

 “Kenapa nama anakmu keindia-indiaan banget? Agak aneh rasanya.” Pertanyaan dan pernyataan itu terlontar dari seorang teman yang penasaran saat mendengar...

Read moreDetails

Sekali Lagi tentang Dirgahayu

by I Made Sudiana
August 13, 2026
0
Sekali Lagi tentang Dirgahayu

SETIAP menjelang bulan Agustus, ruang publik kita dipenuhi oleh baliho, spanduk, dan ucapan digital dengan berbagai variasi kalimat selamat hari...

Read moreDetails

Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

by I Made Sudiana
August 11, 2026
0
Amuk, Briuk Siu, dan Bayang-Bayang Solidaritas Kolektif di Bali

Peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Tabanan—saat seorang terduga pencuri tewas diamuk massa dan meninggalkan duka mendalam bagi anaknya—kembali...

Read moreDetails

Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

by I Made Sudiana
August 9, 2026
0
Timbulan Sampah dan Timbunan Sampah dalam Istilah Lingkungan

PERNAHKAH Anda membaca berita lingkungan dan merasa bingung dengan dua istilah yang mirip: timbulan sampah dan timbunan sampah? Sekilas keduanya tampak sama, tetapi...

Read moreDetails

Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

by I Made Sudiana
June 29, 2026
0
Merawat Harapan Optimistis Lewat Kalimat Adjektival

SETELAH melewati rentetan perawatan medis yang panjang dan melelahkan, pernahkah Anda berbisik pada diri sendiri, "Apakah tubuh ini akan kembali...

Read moreDetails

Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

by I Made Sudiana
June 25, 2026
0
Semantik Logistik Modern: Kargo, Ekspedisi, dan Paket

BAGI orang awam di bidang kargo seperti saya, kata kargo selalu memantik imajinasi tentang gudang yang pengap, deru mesin, aroma...

Read moreDetails

Duri Akar dan “Sungga”

by Komang Berata
June 24, 2026
0
Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

Read moreDetails

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

by I Made Sudiana
June 23, 2026
0
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

Read moreDetails

Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

by I Made Sudiana
June 18, 2026
0
Logika Angka Kuno di Pesta Kesenian Bali

PESTA Kesenian Bali (PKB) tahun 2026 ini telah memasuki tahun ke-48. Atmosfernya sudah tampak lewat berbagai atribut luar ruang yang...

Read moreDetails

Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

by I Made Sudiana
June 13, 2026
0
Ketika Prasasti Keluar dari Kamus Arkeologi

SEJAK kapan sebuah kata harus tunduk pada makna yang kaku? Padahal, di tengah masyarakat, makna kata itu justru tumbuh dan...

Read moreDetails
Next Post
Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Eksplorasi Material dan Gerak, Serangkai Inovasi Komunitas Wayang Ental di Festival Wayang Bali Utara 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika
Panggung

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng
Esai

Tupai Makan Durian? ——Catatan Kecil Keresahan Petani Durian di Desa Pucaksari, Busungbiu Buleleng

BAGI petani durian di Desa Pucaksari, masa panen seharusnya menjadi waktu yang paling dinanti. Setelah berbulan-bulan merawat pohon, menjaga kesuburan...

by I Ketut Suar Adnyana
August 17, 2026
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan
Panggung

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari
Panggung

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Toko Modern sebagai “Terminal” Urban
Esai

Toko Modern sebagai “Terminal” Urban

KEHADIRAN berbagai toko modern di banyak kota di Indonesia, tidak melulu negatif. Saya kini melihat toko modern menjelma sebagai sebuah...

by Angga Wijaya
August 17, 2026
UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!
Ekonomi

UMKM Naik Kelas: Bicara, Jual, Cuan!

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) menggelar workshop “UMKM...

by Deanda Dewindaru
August 17, 2026
Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana
Esai

Bangunan Tinggi di Bali: Kritik terhadap Solusi yang Terlalu Sederhana

KONVERSI lahan pertanian di Bali telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan semakin kuat, terutama di...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 17, 2026
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati
Pameran

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian
Panggung

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

by Asmaran Dani
August 16, 2026
Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan
Ulas Rupa

Psikodinamika Perubahan Bahasa Visual Sutjipto Adi  ——Dari Dunia yang Dilihat ke Dunia yang Dirasakan

SAYA berkesempatan menyaksikan pameran tunggal Sutjipto Adi (Mas Adi) yang dibuka pada malam 14 Agustus 2026, di Maya Sanur, Denpasar....

by I Wayan Sujana Suklu
August 16, 2026
Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu
Ulas Musik

Eksplorasi Musikal Gong Gede dalam Cipta Pagelaran Intermedium Ranu

GONG Gede memiliki karakter bunyi yang kuat. Kesan agung, monumental, dan berwibawa menjadi salah satu cirinya. Namun, di balik karakter...

by I Made Kartawan
August 16, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co