6 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ritual ‘Ngalaksa’ di Baduy :  Model Sensus Terakurat dan Mutakhir

Asep Kurnia by Asep Kurnia
April 13, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

SAMPAI saat ini Suku Baduy tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berbagai konstelasinya, keunikan, kesakralan serta keteguhan memegang prinsip hukum adat. Menurut data di kementrian kebudayaan, Baduy termasuk bagian dari Komunitas Adat Terpencil ( KAT) di mana keunikan karakteristik budaya serta tatanan hukum adat yang sering disebut Pikukuh Karuhun ( Amanat Leluhur) yang dimilikinya memiliki nilai jual yang sangat tinggi dan sering disebut sebagai aset sekaligus omset bagi pemerintah daerah Lebak dan tentunya bagi Provinsi Banten.

Salah satu keunikan budaya yang mereka pegang teguh keberadaannya adalah Ritual Ngalaksa sebagai kelanjutan yang tak terpisahkan dari yang namanya kegiatan adat Kawalu yang kemudian nanti diakhiri oleh Ritual Seba sebagai puncak kegiatan mengakhiri akhir tahun sekaligus mengawali tahun baru kesukuan mereka.

Banyak hal yang menarik untuk dibedah perihal kegiatan adat bernama Ngalaksa ini. Misalnya : apakah Ngalaksa itu semacam kegiatan membuat laksa ( mi buatan tradisional) ataukah ada penjelasan lainnya.

Kesakralan Ngalaksa Bagi Warga Baduy

Menurut penjelasan Jaro Dainah yang menjabat Jaro Pamarentah Desa Kanekes selama 3 periode berturut turut dan merupakan Jaro yang tegas, berani, serta berjiwa pembaharu ( agent of change), bahwa Ngalaksa itu  adalah ritual paling penting di antara yang sama sama penting dan wajib bagi masyarakat Baduy. Mengapa dianggap paling penting? Karena salah satu pengertian atau maksud Ngalaksa di Baduy adalah pencatatan jumlah warga atau penduduk Baduy awal tahun berjalan yang akan dilaporkan ke leluhur mereka (guriang). Bahkan bayi yang masih dikandung pun wajib dilaporkan. Pada referensi lain sering disebut “cacah jiwa” sebagai  pengontrol laju pertambahan penduduk.

Ngalaksa bagi Baduy adalah hal yang teramat penting untuk dilaksanakan oleh seluruh warga Baduy tanpa kecuali. Ngalaksa di Baduy bisa dikatagorikan sebagai sensus penduduk terakurat dan mutakhir di antara sensus yang pernah dilakukan dan tidak akan terjadi bias atau penyimpangan data, karena aturannya sangat jelas sekali bahwa seluruh warga Baduy di mana pun berada pada tanggal 21 sampai 27 bulan Katiga wajib hadir atau pulang dulu untuk mencatatkan diri pada kokolotan kampung. Tahun ini bertepatan pada tgl 8 sd 14 April 2026.

Dengan aturan yang super ketat dan tegas, bahwa seluruh warga Baduy baik warga Baduy Dalam pun demikian Baduy Luar yang menetap nyaung-nyaung (hidup di saung) di tanah Luar Ulayat Baduy, atau yang sedang kerja di mana pun harus dan wajib datang pulang kampung untuk mecatatkan diri pada tetua adat di masing kampung  atau dangka agar tercatat sekaligus terakui  sebagai warga Baduy yang akan disetorkan atau dilaporkan ke Gusti Maha Suci lalu ke leluhur (Sangiang/dangiang/guriang) mereka. Maka, sangat jelas kecil kemungkinan mereka tidak datang untuk mencatat diri, karena ada ketakutan tidak diakui sebagai warga Baduy yang tidak akan dapat perlindungan secara hukum adat maupun tidak mendapat pelindungan keselamatan.

Oleh karena itu, dipastikan Ngalaksa adalah ritual adat yang tidak akan pernah menggunakan teori “estimasi” (rumus perkiraan). Jumlah penduduk Baduy melalui ritual Ngalaksa pasti riil sesuai dengan kondisi nyata,  data fiktif atau pemalsuan data sangat  tidak mungkin terjadi. Kesahihan data akan terjamin dengan sendiri tanpa harus ada rekayasa data. Hukuman berat bagi warga Baduy yang tidak ikut Ngalaksa akan mendapat risiko buruk dalam kehidupannya karena tidak tercatat atau diakui sebagai warga Baduy yang  dilaporkan sekaligus didoakan ke Gusti Maha Suci ( guriang/karuhun ), efeknya tidak akan dilindungi oleh guriang-nya.

Tahapan Pelaksanaan  Ritual Ngalaksa

Ngalaksa adalah upacara adat Baduy yang sakral dan sangat dijaga kerahasiaan nya. Siapa pun orang luar Baduy dilarang berada di wilayah Baduy saat upacara Ngalaksa dilakukan. Ngalaksa adalah melaksanakan rukun agama Slam Sunda Wiwitan dengan fokus mendoakan keselamatan manusianya plus ngajiwa batin . Menurut keyakinan mereka batin manusia wajib disetorkan atau tedaftar untuk didoakan pada Sang pemilik manusia tentang segala aspek kehidupannya agar jiwa raga masyarakat Baduy selamat, sejahtera, aman, dan damai.

Agar semua tujuan ngalaksa tercapai dengan baik, maka Tahapan pelaksanaan Ngalaksa diatur sebagai berikut :

1. Tanggal 21 di Baduy Dalam Cikeusik dan Cikartawana (salikur)

2. Tanggal 22 di Baduy Dalam Cibeo ( dua likur)

3. Tanggal 23 di Kampung Kaduketug ( tilu likur)

4. Tanggal 24 di Dangka Cibengkung ( opat likur)

5. Tanggal 25 di Dangka Cihulu/Cipatik ( lima likur)

6. Tanggal 26 di Dangka Garehong ( genep likur)

7. Terakhir di  Dangka Warega pada tanggal 27 bulan Katiga ( tujuh likur).

Catatan penting : setelah beres Ngalaksa dua , tiga sampai empat hari  pada bulan Katiga sebelum masuk pada perhitungan tahun baru, hari -hari tersebut tidak dihitung atau tidak dimasukkan pada awal tahu baru,  tetapi dipakai sebagai waktu antara untuk menghitung, mengepaskan atau membulatkan jatuhnya awal tahun baru, mereka mengistilahkannya “Diwagekan”.

Penjelasan lain tentang Ngalaksa di Baduy adalah kegiatan melakukan pembuatan “laksa” dari tepung beras yang telah terkumpulkan dari padi seluruh warga Baduy hasil panen tahun tersebut, untuk dipakai dalam ritual adat dan sebagian digunakan untuk acara Seba yang akan diberikan pada ”  bapak gede”. Laksa tersebut wajib dibawa pada acara Seba tetapi harus dibawa oleh peserta dengan jalan kaki, tidak boleh dibawa pakai kendaraan.

Tujuannya hakikinya, laksa diserahkan oleh tokoh adat pada acara Seba ke bupati dan gubernur agar seluruh padi yang dipanen di Baduy bisa tercicipi oleh para pemimpin sehingga ada terjalin tali rasa batin antara warga Baduy dengan para pemimpin negara.

Kepercayaan dan keyakinan ini begitu melekat dan mengikat secara batiniah pada mereka. Semoga mereka tetap istiqomah memegang dan melaksanakan hukum adatnya tanpa adanya modifikasi akibat polusi budaya.

Kesimpulan : “Ngalaksa adalah cacah jiwa atau sensus penduduk paling autentik, akurat dan mutahir dan dijaga kerahasiaannya.  Jumlah penduduk asli Baduy hasil Ngalaksa tidak bisa terbuka untuk umum” ( Asep Kurnia,2026). [T]

  • Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy, 11 April 2026

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

Tags: masyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

BALI: ANAK EMAS ATAU ANAK TIRI? —Sepotong Paradoks Bali di Pusat Kekuasaan Republik

Next Post

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

by Nur Kamilia
May 5, 2026
0
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

Read moreDetails

Aoroville: Kota Eksperimental

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
0
Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

Read moreDetails

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

by Angga Wijaya
May 4, 2026
0
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

Read moreDetails

Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

by Ahmad Fatoni
May 2, 2026
0
Seremoni Hardiknas dan Krisis Literasi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) semestinya tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berulang dan kehilangan makna. Ia perlu dimaknai sebagai...

Read moreDetails

Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

by Dodik Suprayogi
May 2, 2026
0
Di Balik Siswa Merundung Guru: Ketika Gizi Anak Tercukupi, Akhlak Malah Terdegradasi

Kejadian sekelompok siswi SMA di Purwakarta, Jawa Barat yang merundung gurunya sendiri itu benar-benar tidak manusiawi. Maksudnya, hati siapa yang...

Read moreDetails

Guru Profesional Bekerja Proporsional

by I Nyoman Tingkat
May 2, 2026
0
Guru Profesional Bekerja Proporsional

TEMA Hardiknas2026 adalah Menguatkan Partisipasi  Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Frase “partisipasi semesta” pertama muncul melalui Konsolidasi Nasional Pendidikan...

Read moreDetails

Mengeja Ulang Arah Pendidikan Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
May 2, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

TANGGAL 2 Mei adalah hari yang keramat bagi dunia pendidikan Indonesia. Ada suasana yang khas menyelimuti hati para pendidik dan...

Read moreDetails

‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

by Angga Wijaya
May 2, 2026
0
‘Maburuh’ dan Tubuh yang Tak Pernah Diam

Di Bali, saya jarang benar-benar melihat orang menganggur. Bahkan ketika tidak ada pekerjaan tetap, selalu saja ada yang dikerjakan. Menyapu...

Read moreDetails

Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

by Arief Rahzen
May 1, 2026
0
Menimbang Ulang ‘May Day’ Bagi Pekerja Budaya

TIAP tanggal satu Mei tiba, ingatan kita biasanya langsung tertuju pada lautan manusia di jalanan protokol Jakarta. Memori kita terikat...

Read moreDetails

Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

by Agung Sudarsa
April 30, 2026
0
Oppenheimer: Sains, Sastra, dan Filsafat

Ilmuwan di Persimpangan Zaman Nama J. Robert Oppenheimer selalu menghadirkan paradoks: seorang ilmuwan jenius yang sekaligus menjadi simbol kegelisahan moral...

Read moreDetails
Next Post
Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

Perbedaan antara Pelindungan dan Perlindungan: Memahami Istilah dalam Pelestarian Bahasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi
Ulas Film

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

by Made Adnyana
May 6, 2026
Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika
Bahasa

Bukan Hanya Salah Kaprah, “Sepakat 1.000%” Juga Cacat Logika

PERNAHKAH Anda mendengar orang mengatakansepakat seribu persen? Saya sendiri kerap mendengar pejabat, figur publik, atau teman sendiri berteriak sepakat seribu...

by I Made Sudiana
May 5, 2026
Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri
Esai

Menjual Sepi: Ketika ‘Healing’ di Bali Berubah Menjadi Industri

- Sebuah Refleksi tentang Komodifikasi Kesunyian dan Pergeseran Makna Ruang Sakral BALI kini tengah menjual sesuatu yang paling mahal di...

by Nur Kamilia
May 5, 2026
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur
Budaya

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
Aoroville: Kota Eksperimental
Esai

Aoroville: Kota Eksperimental

Pertemuan yang Mengubah Arah: Mirra Alfassa dan Sri Aurobindo Ada pertemuan-pertemuan dalam sejarah yang tidak sekadar mempertemukan dua individu, tetapi...

by Agung Sudarsa
May 4, 2026
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh
Persona

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas
Panggung

Lomba Tapel Ogoh-ogoh di UPMI Bali: Menumbuhkan Kreativitas Tanpa Batas

“Ogoh-ogoh itu bukan lagi kesenian musiman. Tetapi kesenian yang dikerjakan sepanjang masa.” Kalimat pembuka itu meluncur dari Dr. I Made...

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant
Gaya

Antara Proses dan Hasil: Cara Pemain Menentukan Nilai Akun di Valorant

TIDAK semua pemain menikmati perjalanan yang sama dalam game. Ada yang menghargai setiap tahap perkembangan, ada juga yang lebih fokus...

by tatkala
May 4, 2026
Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan
Ulas Rupa

Refracted — Perspektif yang Menolak Keutuhan

Artikel ini adalah catatan kuratorial pameran seni rupa “Refracted” pada 2 Mei 2026 di Ruang Arta Derau, Tegallalang. Tak pernah...

by Made Chandra
May 4, 2026
Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial
Esai

Hidup Ini Sederhana, yang Rumit Hanya Tafsir di Media Sosial

SAYA perlu memulai tulisan ini dengan satu catatan kecil. Saya meminjam sebuah gagasan dari Pramoedya Ananta Toer, bukan sebagai hiasan...

by Angga Wijaya
May 4, 2026
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari
Cerpen

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

by Kadek Windari
May 4, 2026
Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo
Puisi

Puisi-puisi Kim Young Soo | Di Candi Gedong Songo

DI CANDI GEDONG SONGO Di lereng bukittercurah sinar matahari siang di khatulistiwapada ubun-ubun anemiaterdapat stupa batu yang terlupakanmenghapuskan bayangannya dengan...

by Kim Young Soo
May 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co