23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada Waktu Seperti Apa Sebaiknya Kita Makan Rujak?

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
August 6, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

SORE itu, di Klinik Gizi Sahabat, saya sedang sibuk rapat daring via zoom dengan OP (Organisasi Profesi) Persagi Wilayah Bali. Persagi itu adalah wadah perkumpulan para teman sejawat ahli gizi wilayah Bali. 

Tiba tiba pintu diketuk dan masukklah asisten dokter dengan senyum manisnya sambil berkata, “Bli Eka, ada pasien konsul gizi ya, dengan keluhan di lambung!”

“Owh, oke, Tut, terima kasih,” kata saya kepada Ketut, asisten Pak Dokter yang sedang bertugas hari itu.

Masuklah pasien dengan tinggi hampir 170 cm dan berat badan 68 Kg. Sebut saja namanya Kadek. Ia ditemani oleh ibunya yang berperawakan sedang dan umur hampir setengah abad, dengan raut muka yang ceria.

“Silakan masuk, Bu, silakan duduk!” sapa saya. Itu sapaan rutin kepada setiap pasien yang datang ke Klinik Gizi Sahabat.

Setelah meminta identitas pasien, saya mulai menghitung data status Gizi pasien, dan berat badan ideal dari pasien. Data status gizi pasien dapat diperoleh dengan mengitung berat badan dan dibandingkan dengan tinggi badan (kuadrat), lalu akan diperolah hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh yang kita kenal dengan IMT. Dengan hitungan itu, diperolehlah data dari Status Gizi Pasien.

Kadek sendiri ada dalam skor status gizi 22,99 yang berarti masih dalam status gizi baik atau normal serta  dengan berat badan yang ideal.

Setelah menjelaskan terkait dengan status gizi dan berat badan idealnya, saya pun lanjut menanyakan terkait dengan keluhan dari pasien.

 “Bagaimana kabar, Dek? Sehat? Keluhan yang kadek rasakan sekarang apa?” tanya saya sambil mencatat detail dari keluhan pasien.

“Malam, Pak, keluhan saya ada mual-mual dan sesak, Pak? Empat hari lalu sampai masuk ke UGD akibat gak bisa napas dan sesak, jadi harus pakai oksigen biar bisa kembali lagi bernapas dengan baik, Pak!” kata Kadek.

Dari data recall (data hasil wawancara dan diskusi terkait pola hidup, pola makan dll) dapat diperolah data, Kadek aktivitas sehari-harinya sebagai salah satu mahasiswa semester 4 di Universitas Pendidikan Ganesha, salah satu universitas yang favorit dan terkenal di Bali dan di Bali Utara khususnya.

 Pola makan Kadek sedikit berantakan karena sedang melakukan diet dengan makan hanya sekali dalam sehari, dan tidak konsumsi nasi putih. Padahal pada umumnya kalaua tidak makan nasi putih berasa kayak belum makan.

Nah, ini yang akan kita bicarakan. Kadek suka makan rujak. Rujak merupakan kuliner buah-buahan yang dipotong-potong kecil dengan kombinasi bumbu asam manis sebagai pelengkap rasa, dan tentunya bisa buat kita ngiler dan ingin nambah terus.

Apakah rujak bisa jadi biang kerok? Apakah rujak tidak diperbolahkan dikonsumsi?

Rujak tentu saja boleh dikonsumsi. Itu kan warisan kuliner kita secara turun temurun.

Persoalannya pada Kadek adalah, makan rujak pada saat pagi dan dalam keadaan perut kosong. Jadi ini bisa menjadi pemicu timbul naiknya asam lambung kita, yang bisa menyebabkan mual-mual dan bisa sesak napas.

Makan rujak boleh saja, tapi disarankan pagi kita harus sarapan dulu. Baru bangun biasakan minum air putih hangat satu gelas biasa. Lakukan aktivitas pagi, lalu setelah itu sempatkan sarapan.

 Sarapan pagi penting  untuk menjaga stamina dan konsentrasi kita terlebih pada mahasiswa yang sedang dalam fase menuntut ilmu.

“Berarti saya gak boleh makan rujak, Pak?“ tanya Kadek.

Boleh kok tetap konsumsi rujak, tapi dengan catatan sarapan dulu pagi-pagi. Rujaknya bolehlah di siang hari setelah makan. Tentunya dengan porsi rujak yang jangan berlebih.

“Bagaimana dengan diet saya, Pak?“ tanya  Kadek kembali.

Diet dengan hanya 1 kali makan dalam sehari tentu saya tidak rekomendasikan. Pola makan yang direkomendasikan adalah 3 kali makan dalam sehari dan yang paling penting adalah pengaturan dari porsi makan yang kita makan tiap kali kita makan.

Boleh kita lakukan Cheat Day 1kali dalam seminggu, atau makan bebas sekali seminggu. Istilahnya ini adalah bonus setelah kita melakukan pola diet yang bagus dan benar. Tetapi perlu diingat dan dicatat, hanya 1 kali dalam seminggu jangan keblablasan.  

“Bagaimana dengan saya yang tidak konsumsi nasi, Pak? Apakah masih bisa saya terapkan?“ tanya Kadek dengan muka yang serius.

Saya sebagai salah satu konselor gizi di Klinik Gizi Sahabat, tentu sangat senang dengan pasien yang kooperatif dan menjelaskan dengan detail terkait pola makan dan pola aktifitasnya, karena dengan hal tersebut saya dapat mengkaji dengan lebih detail dan dapat merekomendasikan pola yang lebih baik untuk bisa diterapkan di rumah.

Kembali ke persoalan tidak konsumsi nasi, oke, kalau tidak konsumsi nasi. Boleh saja kok. Tetapi, yang tidak boleh adalah tidak konsumsi karbohidrat.

 Nasi sebagai salah satu sumber karbohidrat kompleks bisa kita ganti kok dengan jagung, ubi, singkong, kentang atau sumber karbohidrat komplek lainnya. Serta sumber karbohidrat sederhana seperti gula, madu yang sifatnya mudah cerna. Ini memberikan energi yang cepat tetapi juga cepat hilang. Jenis karbohidrat seperti ini wajib untuk dibatasi karena bisa meningkatkan kadar gula darah yang cepat.

Karbohidrat itu penting kok, untuk sumber makanan dari sel-sel tubuh kita, untuk regenerasi sel kita juga. Memang mau umur masih muda, tetapi mukanya sudah kelihatan tua? Tentu tidak kan?

Pada dasarnya tubuh kita memerlukan semua zat gizi untuk menjalankan fungsinya secara lebih optimal. Berikan tubuh kita semua zat gizi yang dibutuhkan, jangan memberikan semua yang kita inginkan dengan mengabaikan pola-pola yang seharusnya kita terapkan.

Semua makanan punya fungsi dan perannya masing masing dalam tubuh kita, makanan itu tidak ada yang jelek dan kita jangan mendewakan salah satu jenis makanan saja. Pola makanmu yang sekarang akan menentukan pola hidupmu ke depan.

Salam Sehat! [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…
Diet, Hal Sederhana yang Dibuat Ribet
Susu dan Tinggi Badan Anak
Makan Apa Sih, Kok Masih Muda Bisa Asam Urat?
Kisah Bubur dan Telur yang Tak Berdosa
Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari
Asam Lambung Karena Anak Kandung
Tags: gizimakanan bergizirujak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baduy Perlu Menciptakan Budaya Baru Demi Keberlangsungan Masa Depan Kesukuannya

Next Post

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails

Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

by Angga Wijaya
October 19, 2026
0
Membaca “Nyama Selam”, Melampaui Perdebatan Kata

SEBELUM memulai esai ini, izinkan saya menyampaikan penghargaan kepada IGA Darma Putra atas keterlibatannya dalam perbincangan mengenai istilah selam dan...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co