2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
in Esai
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

Gladi pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026 | Foto: Tim Dokumentasi PKB 2026

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat  menimbulkan pro- dan kontra dari warganet. Namun, tanpa kehadiran Presiden pun, peed aya pembukaan tampak begitu megah gagah mataksu. Lebih dari 23 ribu seniman terlibat penuh semangat dan berhasil memukau ribuan pasang mata di depan Monumen Perjuangan Bajra Sandhi selain tentu saja melalui live streaming di kanal youtobe.

Dalam perjalanan sejak 1979 hingga 2026, PKB telah mengalami kemajuan luar biasa. Awal-awal PKB hingga awal 2000-an, sorotan terhadap PKB antara lain mirip pasar malam. Belum  terkelola dengan baik. Bahkan ada cibiran pindahnya pasar malam Lila Buana dan Pasar Malam Kereneng ke Taman Budaya, Art Center. Tidak demikian halnya, sejak dua dekade terakhir PKB makin menunjukkan kelasnya. Pedagang tertata bahkan dikurasi sejak Gubernur Wayan Koster. Kurator menyeleksi produk berkualitas dari UMKM. Mereka yang lolos gratis menjajakan produknya, baik barang kerajinan maupun produk kulinernya. UMKM, Pengunjung dan penonton dimuliakan. PKB membuat hidup lebih indah.  Memang seyogyannya demikian.

Pada awalnya, PKB pertama  berlangsung selama 2 bulan (20 Juni sampai 23 Agustus 1979). Prof. Dr. IB Mantra, sang penggagas sekaligus membuka dengan pemukulan Gong di Arda Chandra. Perhelatan selama dua bulan itu, bertepatan dengan Libur Kenaikan Kelas hingga awal Tahun Ajaran baru. Saat itu pula, Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli yang sebelumnya dimulai Januari. Ada dua makna implisit terkait PKB saat itu. Pertama, PKB pada musim libur Kenaikan Kelas untuk menaikkan Kelas Seniman dari Bale Banjar ke Taman Budaya. Gengsi Banjar naik bila pentas di PKB. Kedua, menyediakan hiburan saat liburan anak sekolah ke Taman Budaya (analog dengan Taman Siswa). Memberikan  tontonan sekaligus tuntunan dari PKB. Jadi, siswa tidak langsung ngegas untuk belajar. PKB seakan menjadi warming up memulai pembelajaran di kelas.

Sejak awal PKB tidak menutup diri untuk memberikan ruang gerak bagi Provinsi lain dan negara lain untuk berpartisipasi. PKB merangkul seniman berbagai Provinsi dan negara lain sesuai dengan semangat Trikon Ki Hadjar Dewantara. Dalam Tulisan persembahan untuk purnabakti  Prof. Dr. IB Mantra, I Wayan Dibia (1993) menegaskan, “Semua elemen Tari Barat maupun daerah lainnya di Indonesia diolah dan diberikan nafas Bali” sembari menyebutkan pada fase awal PKB telah lahir tari kreasi : Manukrawa, Kijang Kencana, Tari Blibis dengan perpaduan gerak dan koriografi Barat ke dalam Tari Bali. Tarian itu, menurutnya terispirasi dari adegan Sendratari yang pentas di PKB.

Sebagai mantan duta besar Indonesia di India, Prof. Dr. IB Mantra tampaknya sadar betul bahwa diplomasi kebudayaan melalui PKB bersifat mutualistik – humanis dan memberikan sentuhan halus untuk membangun emphaty bagi negara lain agar Bali bertumbuh dan berkembang. Lebih-lebih Bali sebagai destinasi pariwisata yang mendunia.  “Kontak budaya dalam kehidupan ini tak dapat dihindarkan. Akan tetapi, hendaknya kontak kultural itu jangan sampai memusnahkan identitas budaya bangsa. Aspek sosial budaya merupakan faktor dasar pembentukan corak dan warna kepribadian bangsa”, kata Prof. Dr.  IB Mantra (1998) dalam biografinya.

Jika PKB gagasan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra lebih memberikan ruang kreativitas bagi seniman tradisional yang ber-sebun di banjar-banjar, komunitas, atau sanggar seni, sejak Gubernur Mangku Pastika setelah PKB dilanjutkan dengan Program Bali Mandara Nawa Natya dan berlangsung beberapa kali. Selanjutnya, Gubernur Wayan Koster menggelar Festival Seni Bali Jani (FSBJ) setelah PKB yang tahun 2026 memasuki tahun ke-8. Dua gubernur pilihan rakyat Bali secara langsung tampaknya memberikan perhatian bagi tumbuh berkembangnya seniman Bali modern tanpa kehilangan akar tradisinya. Seni modern sebagai kelanjutan dari seni tradisional Bali sebagaimana terus diperjuangkan oleh budayawan Putu Wijaya dalam cerpen, novel, esai, dan pentas teaternya.

Selain itu, PKB juga mengapresiasi seniman dengan memberikan penghargaan kepada para seniman tradisional pun dalam ajang FSBJ. Jika zaman Gubernur Dewa Made Berata ada Penghargaan Widya Pataka bagi seniman (penulis), ada pula Penghargaan Widya Kusuma bagi tokoh di bidang Pendidikan, lalu ada juga Bali Jani Nugraha bagi seniman modern. Semua itu menunjukkan keberpihakan pemimpin Bali kepada para seniman. Ke depan, profil para seniman itu perlu didokumentasikan  baik dalam bentuk buku cetak maupun digital. PKB perlu terus didorong tidak hanya menjadi tontonan dan tuntunan sesaat, tetapi juga memperkuat literasi seni budaya dari perspektif pemiliknya, orang Bali. Bali oleh Bali sebagai penyeimbang Bali oleh Bule. Sebab, pada akhirnya dokumen aksara bermakna itu akan berdialektika saling sapa dan saling melengkapi.

Dalam unggahannya di FB, Prof. Dr. Wayan P. Windia mengabarkan catatan seputar PKB sejak awal hingga PKB XIII pada 1991 telah terbit sebuah buku tentang PKB tetapi setelah itu belum ada lagi. Jadi, selama 4 dekade tampaknya perhatian terhadap pentingnya dokumentasi PKB belum optimal tergarap secara profesional dan proporsional. Oleh karena itu, senyampang pelaku sejarah PKB masih banyak yang hidup dan terus berkarya, seperti Prof. Dr. Made Bandem dan  Prof. Dr. I Wayan Dibia tampaknya perhatian terhadap dokumentasi  perlu terus-menerus diperbarui seiring dengan makin dewasanya usia PKB, yang dua tahun lagi memasuki usia 50 Tahun. Setengah abad PKB adalah tonggak baru bagi kreativitas berkesenian seniman tradisional Bali. Taman Budaya ibaratnya Banjar Bali bagi pentas pragina se-Bali yang berlokus di masing-masing banjar. Mereka bertemu dalam kontak konteks modern di panggung terhormat. Pola pemanggungan demikian sudah ditemukan formatnya  oleh para pinisepuh  sekaa unen di Bali sejak ratusan tahun silam. Mereka pentas menyatu dengan alam, di Madya Mandala Pura. Mereka mempersembahkan karya terbaik dalam guyub sekaa dengan nekengtwas dan terlembagakan secara permanen seperti mategul tanpa tali. Maka, sekaa unen inilah yang patut diapresiasi dan diberikan penghargaan secara berkelanjutan melalui dana hibah atau bansos. Sekaa unen sudah terbukti menjadi saksi hidup sepanjang masa menjaga taksu budaya Bali.

Dari laku nekengtwas dan lascarya-lah dipercaya Sang Hyang Taksu mendekat merasuk ke raga pragina.  Pura Puncak Padang Dawa Baturiti Tabanan sebagai representasi kesenian berkiblat pada gunung dan Pura Karang Boma Delod Ceking sebagai representasi kesenian berkiblat pada segara. Kiblat Kaja Kelod dalam berkesenian. Kaja Gunung yang tak lari dikejar ibarat pertapa dalam diam tetapi senantiasa meningkatkan kualitas diri berkesenian. Kelod laut yang gemuruh dalam gelisah terus-menerus mencari sembari memohon taksu berkesenian  dengan semangat jengah plus kreativitas dan inovasi dengan kesadaran diri. Tanpa henti ibarat  memutar cakra ilmu pengetahuan sebagai sumber penciptaan seni. Tentanng hal ini, Windu Sancaya sangat tepat menggambarkan Ida Bagus Mantra dalam puisi  Bali Anyar melalui Kumpulan Coffee Shop (2003) :  “…Rasa sujati ngayunin pemargin jagat duwene/ring tengahing samudera maombak galak, dados kadi galang pisan antuk macecingak…”

Itu pula sebabnya, bila PKB setiap tahun selalu berganti tema diselaraskan dengan kebijakan Gubernur yang berkuasa. Temanya pun selalu aktual dengan kondisi kekinian walaupun garapannya bersumber dari seni tradisional. Artinya, semangat desa, kala, patra berkearifan lokal Bali tidak pernah ketinggalan zaman dan teraktualisasikan dalam karya pentas kolosal dengan kekhasan masing-masing Kabupaten/Kota sebagaimana tampak saat pembukaan PKB ke-48. Dua tahun lagi genap 50 Tahun PKB. Ada baiknya lounching buku setengah abad PKB. Jika, 35 tahun silam sudah ada kesadaran dokumentasi PKB yang dikerjakan secara manual, sudah seyogyanya saat 50 Tahun PKB, dokumentasi tampil lebih variatif secara diversifikasi. Salam Budaya. Mari berpesta ke PKB! [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Tags: kesenian baliPesta Kesenian BaliPesta Kesenian Bali 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mau Jadi Penulis Hebat? Tulislah Hal Unik dan Autentik!

Next Post

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

’A Salty Dog’, Pelayaran Terakhir di Cakrawala Sunyi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co