2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Bubur dan Telur yang Tak Berdosa

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
May 5, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

PAK Nengah, begitu sapaan pria paruh baya itu. Usianya 46 tahun. Ia datang dengan baju kaos oblong dan celana jins warna biru maroon, ditemani anak perempuan dengan ciri khas pakai topi baseball dan kemeja trendi warna biru muda. Ia datang ke ruang praktek konsultasi gizi.

“Batis tiange ngetor, Pak, pundeng, bayune enduk gati, batise sai gati kesemutan, sube uli duang bulan tiang makan bubuh jak taluh dogen mimbuh basang tiange kembung sing nyak ngentut, Pak!” kata Pak Nengah berbicara dalam bahasa Bali.

Aerinya:  “Kaki saya lemas, pusing, tenaga juga berkurang, kaki sering kesemutan dan selama dua bulan ini saya hanya makan bubur dan telur rebus saja, perut kembung dan tidak bisa untuk kentut!”. 

Kesehariannya Pak Nengah bekerja sebagai petani kebun dengan menggarap tanah milik orang lain. Karena ada keluhan sakit, Pak Nengah berhenti sementara agar bisa lebih fokus untuk beristirahat.

Semenjak sakit Pak Nengah beberapa kali periksa ke dokter, dan dokter bilang ia mengalami gangguan di lambung dan di pencernaan. Pak Nengah disarankan makan bubur dan telur, jangan makan buah apalagi makan sayur.

Perut kembung, kaki lemas, sesak napas disertai mual dan muntah, memang merupakan ciri khas ada masalah di lambung. Namun hal itu juga harus dipastikan dengan pemeriksaan lanjutan seperti USG untuk mengetahui kondisi organ dalam perut.

Atau bisa dilakukan dengan cek laboratorium untuk memastikan tidak ada infeksi penyakit. Atau, bisa juga dipastikan dengan melakukan rongten untuk melihat kondisi organ melalui fototheraphy.

Apabila ada masalah di lambung dipastikan ada tiga hal yang harus dilakukan biar proses penyembuhan menjadi lebih cepat dan maksimal. Yaitu, mengatur pola makan, olahraga yang teratur, dan treatment obat dan vitamin.

Kembali ke Pak Nengah. Karena ia diminta hanya makan nasi dan telur rebus, tidak makan buah dan sayur, akhirnya Pak Nengah mengikuti saran itu.

Bukannya makin sembuh malah ia merasa jadi makin sakit. Iya, memang kalau ada gangguan di lambung, pola makan terlebih dahulu yang lunak dan mudah dicerna, tetapi bukan dalam artian hanya konsumsi bubur saja dan telur rebus saja.

Terus kalau dibuatkan lauk yang enak dan lengkap buat siapa dong?

Nasi putih bisa kok tetap dimakan tapi usahakan dengan porsi yang lebih kecil dan frekuensi makan yang lebih sering, serta usahakan kunyah lama agar tekstur makanan yang masuk ke dalam lambung menjadi lebih lunak. Untuk makanan yang pedas, asam dan menggunakan minyak berlebih memang kurang direkomendasikan karena memicu asam lambung  menjadi naik.

Kalau kita konsumsi bubur dengan waktu yang terlalu lama bukannya sembuh malah jadi tambah sakit karena menyebabkan tubuh kita kekurangan asupan makanan.

Anak Pak Nengah pun serius mendengarkan beberapa rekomendasi yang saya sampaikan sambil sesekali melirik bapaknya.

 “Pak, bagaimana dengan buah dan sayur apakah bapak saya boleh makan buah dan sayur?” tanya si anak dengan mode seriusnya.

Sambil tersenyum di balik masker, saya menjelaskan, “Buah dan sayur boleh kok, Dik dimakan, tapi ada syaratnya!”

Apa syaratnya? Buah yang kulitnya berduri seperti durian, nangka, nenas, sukun, timbul dihindari dulu, serta hindari juga buah yang berbau agak asam seperti mangga, jeruk asam maupun buah wani (disebut binjai dalam bahasa Indonesia).

Untuk kelompok sayur hindari dulu sayuran mentah, sayuran tinggi serat dan bergas tinggi seperti daun singkong, kacang panjang, kol, dan timun.

“Kalau bapak tidak konsumsi sayur dan buah dalam jangka waktu yang lama, pasti seratnya kurang dan buang air besar menjadi terganggu,” ujar saya.

 “Owh, pantesan, Pak. Bapak saya beberapa hari ini buang air besar agak terganggu,” kata anak si bapak.

Saya manggut-manggut.

“Lalu bagaimana dengan kopi? Karenapas bapak saya sakit dan tidak ada kegiatan, bapak saya bisa ngopi sampai 7 kali sehari?”

“Nah, kalau terkait dengan kopi, sebenarnya yang bermasalah adalah kopi yang kental, karena kopi itu ada kandungan zat tanin yang menghambat penyerapan zat gizi di dalam tubuh kita, dan sifatnya yang dieuretik menyebabkan kita jadi sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil,” jawab saya.

Anak si bapak itu terdiam. Ia menunggu kelanjutan penjelasan saya.

“Tetapi kalau kopinya kopi ringan atau bening masih diperbolehkan dengan frekuensi 1 hingga 2 kali sehari,” kata saya.

Akhir konsultasi gizi saya kembali menekankan bahwa makanan itu tidak ada yang jelek, semua makanan diperlukan oleh tubuh kita. Poinnya jangan berlebih, ingat variasi makanan, jam makan yang teratur dan juga olahraga rutin 30 hingga 45 menit sehari. [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari
Asam Lambung Karena Anak Kandung
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?
Berapa Biji Sebaiknya Makan Durian dalam Sehari?
Tags: gizikesehatanmakanan bergizi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Toleransi Agama di Bali, Bisakah Terus Bertahan?

Next Post

Kearifan Lokal dan Perannya dalam Era Globalisasi

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Kearifan Lokal dan Perannya dalam Era Globalisasi

Kearifan Lokal dan Perannya dalam Era Globalisasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co