14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Asam Lambung Karena Anak Kandung

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
March 17, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

SORE itu menjelang jam 18.00 wita, seperti biasa saya bersiap siap melayani pasien yang akan datang untuk konsultasi gizi di Klinik Sahabat, sebuah klinik praktek dokter bersama di daerah Bali Utara,  tepatnya di Jalan Melur, Gang Buntu No 2 Singaraja, Bali. Sambil merapikan ruangan praktek konsultasi gizi serta menyiapkan timbangan berat badan dan microtoise (alat pengukur tinggi badan).

Tiba-tiba pintu ruang tempat praktek berbunyi dan datanglah asisten dokter dengan senyumnya yang manis.  Ia memberitahukan ada pasien hendak konsultasi gizi, dengan keluhan penyakit lambung alias maag.  

Pasien itu berumur kurang lebih 50 tahun. Ibu itu datang didampingi anaknya dengan perawakan yang kekar dan body yang tegap.  Anak itu menuntun pasien untuk masuk dan duduk di kursi yang sudah saya disiapkan

Seperti biasa saya menyapa dan memperkenalkan diri terkait dengan peran dan tugas saya sebagai salah satu edukator gizi di Klinik Gizi Sahabat. Setelah mencatat data awal pasien, saya tahu pasien itu sebut saja namanya Bu Ketut. Berat badan sekitar 50 kilogeram, tinggi badan 155 cm.

Sebagai awal memulai konsultasi saya meminta Ibu Ketut untuk bercerita terkait dengan pola makan serta aktifitas sehari-hari. Bu Ketut berasal dari daerah Bontihing, di daerah timur Kabupaten Buleleng.

Ia bekerja sebagai buruh tani di kebun atau ladang milik orang lain atau dalam bahasa Bali kita kenal sebagai “penyakap”. Selain itu ia juga bekerja sebagai tenaga harian, apabila pekerjaan sebagai penyakap sudah tidak begitu sibuk. Dari aktifitas yang ia ceritakan dapat saya simpulkan bahwa Bu Ketut mempunyai aktifitas yang rutin. Ia tetap aktif di usia yang sudah setengah abad.

Pola aktivitas yang tetap aktif bergerak sebagaimana Bu Ketut lakukan itu, tidak kita jumpai di orang orang yang mempunyai aktivitas kebanyakan di belakang meja, juga orang-orang yang mager alias malas gerak. Padahal gerak atau olahraga yang aktif merupakan salah satu indikator dalam proses penyembuhan penyakit.

Jangan lupa untuk selalu bergerak dengan sehat dan aktif, ya!

Saya kemudian menanyakan terkait dengan pola makan Bu Ketut sehari-hari.  Dan ia bercerita, ketika baru bangun ia selalu minum satu gelas air hangat, sambil mulai memasak untuk menyiapkan bekal yang dibawa untuk bekerja di kebun atau sebagai tenaga harian. Sebelum berangkat pagi, Bu Ketut selalu sarapan pagi dengan menu alami khas daerah pedesaan, dengan menggunakan bumbu-bumbu dasar atau bumbu bali. Ia mengaku memang tidak suka memakai penyedap.

Di tempat kerja, di sela-sela istirahat, ia biasa minum sedikit kopi bubuk bali, bukan dengan kopi sachet. Ia makan siang dengan teratur dan makan sore pun teratur.

Tentu hal ini pun menarik perhatian saya. Pola aktifitas teratur dan pola makan yang stabil semestinya tidak ada muncul gangguan di lambung atau maag.

Pola aktifitas fisik yang teratur dan aktif, pola makan yang teratur, kok bisa ada muncul gangguan di lambung?

Sambil menganalisa cerita dari Bu Ketut, si anak pun ikut bercerita bahwa dia merupakan anak semata wayang (anak satu-satunya) dan saat ini bertugas menjadi TNI yang bertugas di luar daerah Bali  dan sudah hampir selama 16 tahun belum bisa pindah tugas ke Bali.

Si anak bertanya apakah hal seperti ini ada hubungannya dengan timbulnya keluhan di lambung ibunya?

Menurut si anak, kalau ia pulang kampung bersama istri dan dua orang anaknya untuk liburan atau sekadar menengok orang tuanya, ibunya selalu ceria dan keluhan di lambung tidak pernah muncul. Ibunya selalu sehat-sehat saja bahkan selalu bisa bermain dengan gembira dengan kedua cucunya.

Apabila si anak kembali ke tempat tugasnya, selang tiga atau empat bulan, Bu Ketut selalu sakit dengan keluhan yang sama bahkan sampai pernah dirawat di rumah sakit.

Dari cerita si anak semata wayangnya itu akhirnya saya dapat menemukan jawaban dari keluhan di lambung yang dirasakan sama Bu Ketut. Setelah berbagai rayuan dan penjelasan dari si anak, Bu Ketut pun bisa sedikit senyum dan memaklumi tugas dan tangguang jawab anaknya sebagai abdi negara.

Pada akhirnya sesi konsultasi gizi pun selesai. Bu Ketut bisa ke bagian apotik untuk mendapatkan penjelasan terkait obat maupun vitamin yang sudah diresepkan

Sekarang banyak muncul fenomena seperti ini, yang namanya asam lambung psikosomatik, yaitu asam lambung yang muncul pada saat kita dalam keadaan cemas, khawatir, cemas yang berlebih ataupun strees. Asam lambung akan meningkat melalui mekanisme neurohormonal yang menyebabkan atau mengalami refluks atau kembung yang memicu asam lambung naik sampai di kerongkongan, sehingga asam lambung akan muncul meskipun pola gerak kita aktif dan pola makan kita teratur.

Jadi mari kita sebagai seorang anak untuk luangkan waktu  berkabar di tengah sibuknya aktifitas kita sehari-hari, karena meskipun kita sudah dewasa, sudah punya istri dan bahkan sudah dikaruniai seorang anak, di mata kedua orang tua kita, kita tetapkan seorang anak kecil. [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?
Berapa Biji Sebaiknya Makan Durian dalam Sehari?
Tags: asam lambunggaya hidupgaya hidup sehatkesehatan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Orang Bali tidak akan Mampu Membeli Lahan di Bali?

Next Post

“Stunting” Kecerdasan: Cukup Makan, Lupa Berpikir

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Refleksi Semangat Juang Bung Tomo dan Kepemimpinan Masa Kini

“Stunting” Kecerdasan: Cukup Makan, Lupa Berpikir

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co