23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
April 3, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

ANAK muda itu kira-kira berumur 21 tahun. Ia datang untuk periksa kesehatan diri di klinik tempat saya bekerja.

Gede, begitu nama panggilan akrabnya. Ia duduk santai di depan ruang periksa dokter sambil menunggu namanya dipanggil, dan mungkin juga sambil curi-curi pandang ke asisten muda Pak Dokter yang sedang bertugas sore itu.

Selang 30 menit namanya dipanggil ke ruangan dokter untuk melakukan pemeriksaan, selanjutnya dibantu pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnose dari keluhan yang dialaminya.

Klinik tempat saya bekerja, selain menyediakan layanan praktek dokter, juga menyediakan layanan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan rontgen, serta layanan konsultasi gizi.

Sesaat setelah keluar dari ruangan dokter dengan membawa hasil pemeriksaan laboratorium, Gede dirujuk ke ruangan konsultasi gizi, tentu saja untuk konsultasi terkait apa yang dialaminya.

Asisten dokter menginformasikan kepada saya yang bertugas sebagai konsultan gizi bahwa Gede mengalami kenaikan kadar gula darah.

Sebelum sesi konsultasi dimulai, seperti biasa saya memulai sesi dengan meminta Gede menjelaskan tentang kegiatan dan kebiasaan kesehariannya.

Gede bercerita, kesehariannya sekarang ia bekerja di sebuah toko design ternama yang ada di Kota Singaraja, bekerja dengan menggunakan dua kali shif. Pagi dan sore. Ia tidak suka merokok apalagi minum minuman keras, aktif berolahraga. Setidaknya seminggu minimal 3 atau 4 kali ia berolahraga, seperti lari, bersepeda maupun futsal. Olahraga futsal memang sedang ngetren-ngetrennya saat ini.

Gede merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Bapaknya pensiunan guru, dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

Akhir akhir ini, kurang lebih sejak setahun ke belakang, Gede punya kebiasaan baru yaitu makan di jam mendekati tengah malam. Seringkali setelah datang dari kumpul dengan teman-temannya atau ada kegiatan yang lain, ia selalu melihat ada sisa nasi putih yang ada di dapur.

Sebagai seorang anak, ia sayang melihat sisa nasi putih yang telah dimasak oleh ibunya akan terbuang dengan sia-sia. Maka Gede selalu makan sisa nasi putih setiap pulang ke rumah malam harinya. Sehabis makan, Gede langsung tidur.

Di ibu karena sering melihat kebiasaan si Gede makan pada malam hari, ia selalu memasak nasi melebihi dari porsi biasanya. Tujuan agar ada sisa pada malam hari untuk bisa dimakan anak tersayangnya itu. Akibatnya Gede selalu makan di jam-jam rawan atau tengah malam.

Keluarga Gede, baik kakek, nenek dan kedua orang tuanya, tidak ada yang menderita penyakit gula atau yang dikenal dengan diabetes melitus.

“Lalu, kenapa ada kenaikan kadar gula darah saya ya, Pak?“ tanya Gede.

Saya memberi penjelasan bahwa makan malam sebenarnya boleh-boleh saja kita lakukan, tetapi perlu diingat bahwa setelah makan malam tubuh kita akan istirahat, bukan bekerja atau beraktifitas kembali. Jadi untuk jenis makan malam bisa kita ubah dengan cara mengurangi porsi karbohidrat sederhana, dalam hal ini nasi putih. Bisa kita ganti dengan menggunakan roti gandum, jagung atau kentang dengan porsi yang sedikit.

Nasi putih dicerna dengan lebih cepat dan akan cepat diubah menjadi glukosa, sehingga cepat menimbulkan lonjakan kadar gula darah kita. Kalau karbohidrat kompleks akan dicerna lebih lambat dan lonjakan kadar gula tidak akan terjadi secara drastis.

Gede bertanya kembali, “Bagaimana nanti kalau ada sisa nasi putih lagi, Pak? Kan kasian ibu saya sudah capek capek masak?”

 Saya menanggapi sambil sedikit tertawa “Bapak mau pilih yang mana, mau gula darahnya ikut-ikutan manis, atau hanya senyumnya saja yang manis tapi gula darahnya jangan ikutan terlalu manis?” Sambil sedikit tertawa, Gede menjawab,” Pilih senyum saja yang manis!”

Saya mengangguk setuju.

Setelah selesai konsultasi gizi, Gede saya arahkan ke bagian apotek untuk mendapatkan jenis terapi obat sebagai salah satu terapi dalam mengatasi lonjakan kadar gula darah.

Naiknya kadar gula darah, selain dari faktor keturunan diabetes, sekarang banyak terjadi karena pola makan dan pola hidup yang tidak bagus. Jam makan yang tidak beraturan, porsi makan yang tidak seimbang, kurangnya aktifitas fisik  dan juga pola tidur yang sering begadang yang menyebabkan tubuh kita kekurangan waktu untuk istrahat.

Mari budayakan pola makan yang teratur terutama jam makan, jenis makan yang bervariasi dan jumlah makanan yang kita makan. Imbangi dengan olahraga fisik minimal 30 hingga 45 menit sehari serta istirahat tidur 6 hingga 8 jam per hari. Lebih baik senyum kita saja yang manis, daripada gula darah kita yang ikut ikutan manis. [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Asam Lambung Karena Anak Kandung
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?
Berapa Biji Sebaiknya Makan Durian dalam Sehari?
Tags: diabetesgizikesehatanmakanan bergizi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Lebaran : Sebuah Praktik Komunikasi Keluarga

Next Post

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co