2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Yahya Umar by Yahya Umar
April 4, 2025
in Khas
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

MEKILA adalah tradisi menarik yang sejak beberapa tahun belakangan ini kembali dihidupkan di Kampung Kajanan–sebuah perkampungan yang dihuni warga Muslim dan warga dari berbagai ertnis di Singaraja, Bali.  Mekila adalah bentuk silaturahmi usai Idulfitri dengan tradisi berkunjung dari rumah ke rumah.

Zaman dulu, mekila dilakukan warga, bahkan dipimpin Lurah/Perbekel Kampung Kajanan. Usai sholat Idul Fitri, perbekel langsung berkunjung ke rumah-rumah warga, diikuti oleh warga lainnya.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Dalam mekila itu dibacakan dzikir Alhamduliman, dan diiringi rebana (hadrah). Setelah dikunjungi, warga tersebut ikut mekila mengunjungi warga lainnya. Demikian seterusnya. Tradisi tersebut sempat menghilang selama puluhan tahun, dan kini mulai dilakukan lagi dengan penuh sukacita.

Dari Rumah ke Rumah, Dari Hidangan ke Hidangan

Tahun 2025 atau 1446 H ini, mekila dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis, 2-3 April 2025. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mekila dilaksanakan oleh pengurus Badan Kemakmuran Masjid Kuna Keramat Singaraja.

Selama dua hari, penulis mengikuti mekila tersebut. Berikut sejumlah catatan menarik dari kegiatan tersebut.

Titik awal mekila adalah Masjid Kuna Keramat di Jl. Hasanuddin Singaraja. Pukul 08.00 Wita, para pengurus BKM Masjid Kuna Keramat berkumpul dan melantunkan syair atau dzikir Alhamduliman. Setelah berdoa, mereka berangkat menuju ke rumah warga. Pertama rumah warga di Jl. Salak, tak jauh dari Masjid Kuna Keramat.

Dengan berjalan kaki, diiringi rebana, para pengurus BKM Masjid Kuna Keramat masuk ke rumah warga. Seorang ibu yang sudah sepuh tampak menunggu di ruang tamu. Dzikir Alhamduliman lalu dilantunkan, ditutup dengan doa.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Tuan rumah tampak menyediakan jajanan Lebaran, dan minuman. Usai bersalaman dengan tuan rumah, mekila dilanjutkan ke rumah warga berikutnya. Tak jauh dari rumah warga yang pertama. Prosesinya sama, membaca dzikir Alhamduliman dan doa, lantas menikmati sajian jajan atau kue dari tuan rumah.

Dalam mekila, warga yang dikunjungi tak diwajibkan menyiapkan hidangan atau sajian khusus. Apa yang ada, itulah yang disajikan. Namun, beberapa warga memang menyiapkan sajian khusus, bahkan sajian makan berat.

Di rumah Ustadz H. Abdurahman Said, Lc., misalnya, peserta mekila disiapkan nasi rawon. Tentu saja rawonnya ya rawon pangi. Kuliner yang banyak dijual dan dijumpai di Kampung Kajanan.

Dari rumah ustadz yang mantan Ketua MUI Buleleng ini, mekila berlanjut ke rumah pengurus BKM Masjid Kuna Keramat, Agus Darmawan. Rumah Agus Darmawan tak berjarak jauh, masih di Jl. Nangka.

Tak sampai 20 menit, peserta mekila kembali harus menyantap makanan berat. Tuan rumah menyiapkan lontong bumbu pecel. Ya Allah, baru saja disajikan nasi rawon, sekarang harus kembali makan lontong pecel. Beberapa peserta mekila meraba perutnya, seakan ingin memastikan masih adakah ruang untuk diisi lagi.

“Sikat saja. Bismillah,” teriak seorang peserta mekila, disambut tawa dari yang lainnya. Begitulah, peserta mekila harus siap-siap kekenyangan selama mengikuti tradisi tersebut.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Konon orang-orang tua dulu, biasanya memakai baju dengan kantong yang banyak dan besar jika mengikuti mekila. Jika sudah kenyang, dan perut sudah penuh, maka makanan atau terutama jajan yang disajikan tuan rumah dimasukkan kantong untuk dibawa pulang. Saat itu, belum ada tas kresek. Atau kalau tidak, jajan dibungkus dengan sapu tangan yang dibawanya.

Setelah dari rumah Agus Darmawan, peserta mekila menuju rumah-rumah warga di gang-gang belakang Masjid Agung Jami’ Singaraja. Beberapa orang juga ikut bergabung, sehingga peserta mekila semakin banyak. Pada rumah-rumah warga berikutnya, beberapa peserta sudah tak sanggup lagi menyentuh sajian. Tak ada makan besar, memang, namun toh sekadar mencicipi kue atau jajan ringan sudah tak sanggup lagi.

Makan berat berikutnya yakni saat mekila ke rumah Ketua BKM Masjid Kuna Keramat Singaraja, Muhammad Mujib, di Jalan Salak. Tentu saja, perut sudah longgar karena mekila di rumah Muhammad Mujib dilaksanakan malam hari, usai sholat maghrib. Peserta mekila menikmati nasi soto yang disajikan tuan rumah.

Hari kedua, Kamis, 3 April, mekila pertama ke rumah Ketua Yayasan Al Karomah Masjid Kuna Keramat, Muhammad Hisam. Dadar gule, kuliner khas Ramadhan disajikan. Dilanjutkan ke rumah Ustadz Suryawan. Dan kembali disajikan makan berat, nasi soto.

Peserta mekila pun harus periksa perut. Baru saja menyantap dadar gule, kini harus ‘menyelesaikan’ nasi soto. “Dikitin minum,” seorang memberikan tips. Maksudnya biar tidak cepat perut kenyang alias kembung.

Bisa dibayangkan mekila ke rumah warga berikutnya. Beberapa peserta hanya mencicipi jajan atau kue yang disajikan tuan rumah sekadarnya. Dan, bahkan ada yang memasukkan ke tas kresek untuk dibawa pulang.

Menyusuri Gang-gang Kecil yang Eksostis

Sebenarnya cerita sajian kuliner dan pernak-perniknya tersebut bukanlah hal paling menarik dalam rangkaian mekila. Yang lebih menarik adalah menyusuri gang-gang kecil di setiap sudut Kampung Kajanan. Penyusuran itu ternyata memberikan sensasi tersendiri. Ada getar perasaan yang tak bisa dilukiskan wujudnya.

Gang-gang tersebut seperti menyajikan eksotisme yang khas. Tempat tinggal warga yang berdiri di gang-gang tersebut khas arsitektur dan lingkungan perumahan masyarakat urban, dengan segala riuh penghuninya.

Dan, betapa padat penduduk di kawasan tersebut. Betapa beragam warganya. Mereka datang dari berbagai budaya atau etnis yang berbeda. Ada yang dari etnis Cina, Bali, Jawa, Melayu, Bugis, Madura, Lombok, Arab, dan entah apa lagi.

Komunitas Multikultur

Komunitas multikultur tersebut kini membentuk apa yang bisa disebut sebagai kultur Kampung Kajanan. Bahasa yang digunakan masyarakat Kampung Kajanan adalah ‘bahasa Kajanan’, yang unik dan khas, serapan dari berbagai bahasa asing atau daerah. Yang terbanyak dari bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Kata ‘ente’, ‘ana’, ‘jahanem’, atau ‘fulus’ (Arab) bercampur dengan bahasa Bali ‘sing’, ‘tawang’, maka muncul sebagai bahasa Kampung Kajanan; “ana sing tawang”, dan seterusnya.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Atau coba simak kosa kata Kampung Kajanan ini yang sering digunakan untuk joke. Biasanya jika ada tawaran untuk mengambil sesuatu. “De malu-malu, maluin gen” (Jangan malu-malu, duluan saja), dan tentu dengan dialek khas Kajanan.

“Ente be man tape uli?”, “Ping dase ana nelpon mi, dak diangkat-angkat”, “Ni klepon, senengannya ia kali ni”, “Dilewati ma dia, jaharuk kali”, “Amak harusnya mimpin, ya Allah terlambat. Sungguhan. Amak dapat nanya, ada tak gitui ma ana”, dan seterusnya.

Kalimat-kalimat khas semacam itulah yang sering terlontar dari peserta mekila. Campuran dari bahasa Bali, Arab dan bahasa Indonesia. Bahasa Kajanan. [T]

Penulis: Yahya Umar
Editor: Adnyana Ole

  • Artikel ini diterbitkan pertama kali di balisharing.com
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula
Tradisi Menyalakan Colok di Penghujung Ramadan: Menerangi Arwah Leluhur dengan Doa-doa
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat
Tags: Idul FitriIdulfitriKampung KajananLebaranmuslim balimuslim bulelengTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari

Next Post

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Yahya Umar

Yahya Umar

Penulis serabutan: wartawan, juga menulis cerpen, puisi dan novel. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co