2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Yahya Umar by Yahya Umar
April 4, 2025
in Khas
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

MEKILA adalah tradisi menarik yang sejak beberapa tahun belakangan ini kembali dihidupkan di Kampung Kajanan–sebuah perkampungan yang dihuni warga Muslim dan warga dari berbagai ertnis di Singaraja, Bali.  Mekila adalah bentuk silaturahmi usai Idulfitri dengan tradisi berkunjung dari rumah ke rumah.

Zaman dulu, mekila dilakukan warga, bahkan dipimpin Lurah/Perbekel Kampung Kajanan. Usai sholat Idul Fitri, perbekel langsung berkunjung ke rumah-rumah warga, diikuti oleh warga lainnya.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Dalam mekila itu dibacakan dzikir Alhamduliman, dan diiringi rebana (hadrah). Setelah dikunjungi, warga tersebut ikut mekila mengunjungi warga lainnya. Demikian seterusnya. Tradisi tersebut sempat menghilang selama puluhan tahun, dan kini mulai dilakukan lagi dengan penuh sukacita.

Dari Rumah ke Rumah, Dari Hidangan ke Hidangan

Tahun 2025 atau 1446 H ini, mekila dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis, 2-3 April 2025. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mekila dilaksanakan oleh pengurus Badan Kemakmuran Masjid Kuna Keramat Singaraja.

Selama dua hari, penulis mengikuti mekila tersebut. Berikut sejumlah catatan menarik dari kegiatan tersebut.

Titik awal mekila adalah Masjid Kuna Keramat di Jl. Hasanuddin Singaraja. Pukul 08.00 Wita, para pengurus BKM Masjid Kuna Keramat berkumpul dan melantunkan syair atau dzikir Alhamduliman. Setelah berdoa, mereka berangkat menuju ke rumah warga. Pertama rumah warga di Jl. Salak, tak jauh dari Masjid Kuna Keramat.

Dengan berjalan kaki, diiringi rebana, para pengurus BKM Masjid Kuna Keramat masuk ke rumah warga. Seorang ibu yang sudah sepuh tampak menunggu di ruang tamu. Dzikir Alhamduliman lalu dilantunkan, ditutup dengan doa.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Tuan rumah tampak menyediakan jajanan Lebaran, dan minuman. Usai bersalaman dengan tuan rumah, mekila dilanjutkan ke rumah warga berikutnya. Tak jauh dari rumah warga yang pertama. Prosesinya sama, membaca dzikir Alhamduliman dan doa, lantas menikmati sajian jajan atau kue dari tuan rumah.

Dalam mekila, warga yang dikunjungi tak diwajibkan menyiapkan hidangan atau sajian khusus. Apa yang ada, itulah yang disajikan. Namun, beberapa warga memang menyiapkan sajian khusus, bahkan sajian makan berat.

Di rumah Ustadz H. Abdurahman Said, Lc., misalnya, peserta mekila disiapkan nasi rawon. Tentu saja rawonnya ya rawon pangi. Kuliner yang banyak dijual dan dijumpai di Kampung Kajanan.

Dari rumah ustadz yang mantan Ketua MUI Buleleng ini, mekila berlanjut ke rumah pengurus BKM Masjid Kuna Keramat, Agus Darmawan. Rumah Agus Darmawan tak berjarak jauh, masih di Jl. Nangka.

Tak sampai 20 menit, peserta mekila kembali harus menyantap makanan berat. Tuan rumah menyiapkan lontong bumbu pecel. Ya Allah, baru saja disajikan nasi rawon, sekarang harus kembali makan lontong pecel. Beberapa peserta mekila meraba perutnya, seakan ingin memastikan masih adakah ruang untuk diisi lagi.

“Sikat saja. Bismillah,” teriak seorang peserta mekila, disambut tawa dari yang lainnya. Begitulah, peserta mekila harus siap-siap kekenyangan selama mengikuti tradisi tersebut.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Konon orang-orang tua dulu, biasanya memakai baju dengan kantong yang banyak dan besar jika mengikuti mekila. Jika sudah kenyang, dan perut sudah penuh, maka makanan atau terutama jajan yang disajikan tuan rumah dimasukkan kantong untuk dibawa pulang. Saat itu, belum ada tas kresek. Atau kalau tidak, jajan dibungkus dengan sapu tangan yang dibawanya.

Setelah dari rumah Agus Darmawan, peserta mekila menuju rumah-rumah warga di gang-gang belakang Masjid Agung Jami’ Singaraja. Beberapa orang juga ikut bergabung, sehingga peserta mekila semakin banyak. Pada rumah-rumah warga berikutnya, beberapa peserta sudah tak sanggup lagi menyentuh sajian. Tak ada makan besar, memang, namun toh sekadar mencicipi kue atau jajan ringan sudah tak sanggup lagi.

Makan berat berikutnya yakni saat mekila ke rumah Ketua BKM Masjid Kuna Keramat Singaraja, Muhammad Mujib, di Jalan Salak. Tentu saja, perut sudah longgar karena mekila di rumah Muhammad Mujib dilaksanakan malam hari, usai sholat maghrib. Peserta mekila menikmati nasi soto yang disajikan tuan rumah.

Hari kedua, Kamis, 3 April, mekila pertama ke rumah Ketua Yayasan Al Karomah Masjid Kuna Keramat, Muhammad Hisam. Dadar gule, kuliner khas Ramadhan disajikan. Dilanjutkan ke rumah Ustadz Suryawan. Dan kembali disajikan makan berat, nasi soto.

Peserta mekila pun harus periksa perut. Baru saja menyantap dadar gule, kini harus ‘menyelesaikan’ nasi soto. “Dikitin minum,” seorang memberikan tips. Maksudnya biar tidak cepat perut kenyang alias kembung.

Bisa dibayangkan mekila ke rumah warga berikutnya. Beberapa peserta hanya mencicipi jajan atau kue yang disajikan tuan rumah sekadarnya. Dan, bahkan ada yang memasukkan ke tas kresek untuk dibawa pulang.

Menyusuri Gang-gang Kecil yang Eksostis

Sebenarnya cerita sajian kuliner dan pernak-perniknya tersebut bukanlah hal paling menarik dalam rangkaian mekila. Yang lebih menarik adalah menyusuri gang-gang kecil di setiap sudut Kampung Kajanan. Penyusuran itu ternyata memberikan sensasi tersendiri. Ada getar perasaan yang tak bisa dilukiskan wujudnya.

Gang-gang tersebut seperti menyajikan eksotisme yang khas. Tempat tinggal warga yang berdiri di gang-gang tersebut khas arsitektur dan lingkungan perumahan masyarakat urban, dengan segala riuh penghuninya.

Dan, betapa padat penduduk di kawasan tersebut. Betapa beragam warganya. Mereka datang dari berbagai budaya atau etnis yang berbeda. Ada yang dari etnis Cina, Bali, Jawa, Melayu, Bugis, Madura, Lombok, Arab, dan entah apa lagi.

Komunitas Multikultur

Komunitas multikultur tersebut kini membentuk apa yang bisa disebut sebagai kultur Kampung Kajanan. Bahasa yang digunakan masyarakat Kampung Kajanan adalah ‘bahasa Kajanan’, yang unik dan khas, serapan dari berbagai bahasa asing atau daerah. Yang terbanyak dari bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab. Kata ‘ente’, ‘ana’, ‘jahanem’, atau ‘fulus’ (Arab) bercampur dengan bahasa Bali ‘sing’, ‘tawang’, maka muncul sebagai bahasa Kampung Kajanan; “ana sing tawang”, dan seterusnya.

Tradisi mekila di Kampung Kajanan Singaraja | Foto: Yum

Atau coba simak kosa kata Kampung Kajanan ini yang sering digunakan untuk joke. Biasanya jika ada tawaran untuk mengambil sesuatu. “De malu-malu, maluin gen” (Jangan malu-malu, duluan saja), dan tentu dengan dialek khas Kajanan.

“Ente be man tape uli?”, “Ping dase ana nelpon mi, dak diangkat-angkat”, “Ni klepon, senengannya ia kali ni”, “Dilewati ma dia, jaharuk kali”, “Amak harusnya mimpin, ya Allah terlambat. Sungguhan. Amak dapat nanya, ada tak gitui ma ana”, dan seterusnya.

Kalimat-kalimat khas semacam itulah yang sering terlontar dari peserta mekila. Campuran dari bahasa Bali, Arab dan bahasa Indonesia. Bahasa Kajanan. [T]

Penulis: Yahya Umar
Editor: Adnyana Ole

  • Artikel ini diterbitkan pertama kali di balisharing.com
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula
Tradisi Menyalakan Colok di Penghujung Ramadan: Menerangi Arwah Leluhur dengan Doa-doa
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat
Tags: Idul FitriIdulfitriKampung KajananLebaranmuslim balimuslim bulelengTradisi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari

Next Post

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Yahya Umar

Yahya Umar

Penulis serabutan: wartawan, juga menulis cerpen, puisi dan novel. Tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co