4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

I Wayan Kuntara by I Wayan Kuntara
April 5, 2025
in Esai
In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Dede Nyana Kesuma | Foto: Dok pribadi

“Yen kal magaang, lan mai magaang bareng-bareng, yen kal malaib, lan malaib bareng-bareng.”

Begitulah kata-kata yang paling sering disampaikan Dede Nyana dalam rapat kegiatan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar. Dan, kata-kata dalam bahasa Bali itu juga yang paling saya ingat ketika Dede Nyana berpulang—meninggalkan kami untuk selamanya.  

Dede Nyana bernama lengkap I Gde Nyana Kesuma, S.Pd., M.Hum. Ia memang sangat akrab dipanggil dengan nama Dede, atau Dede Nyana.  Ia koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar. Ia adalah koordinator yang dikenal energik, tegas, dan menyukai kebersamaan.

“Yen kal magaang, lan mai magaang bareng-bareng, yen kal malaib, lan malaib bareng-bareng.”

Artinya: “Kalau mau merangkak, ayo merangkak bersama-sama. Kalau mau berlari, ayo berlari bersama.”

Kalimat itu jelas dan tegas menunjukkan Dede bukanlah seorang individualias. Ia menyukai kebersamaan. Ia adalah pemimpin yang punya tujuan untuk maju bersama-sama.

Dede meninggal di rumah sakit, Kamis malam, 3 April 2025, karena sakit. Ia meninggalkan istri dan dua putri yang sangat ia cintai. Putri sulungnya berusia sekitar 4 tahun, dan putri keduanya usianya belum genap 2 tahun.  

Kami, teman-temannya di Penyuluh Bahasa Bali Ginayar, juga di Bali, tentu saja sangat kehilangan. Selama bersama kami, Dede tak pernah mengeluh sakit, dan justru ia lebih sering bercanda, karena ia memang orangnya suka bercanda dalam kebersamaan.

Meski suka bercanda, Dede dikenal sebagai pemimpin yang energik dan tegas, juga suka dengan kebersamaan. Ia sosok yang humble. Buktinya ia bisa bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang usia.

Ia punya banyak teman, bukan saja dari kalangan Penyuluh Bahasa Bali, melainkan juga dari berbagai kalangan. Meski sedikit baperan, ia adalah orang yang sangat peduli dengan teman-temannya. Jika teman punya masalah,  jangan ditanya lagi, ia langsung bertindak. Ia selalu membantu dan memfasilitasi teman-temannya untuk melakukan kegiatan apa saja. Tanpa pandang bulu.

Oh ya, Dede Nyana adalah salah satu koordinator Penyuluh Bahasa Bali yang ikut berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan Penyuluh Bahasa Bali agar menjdi P3K. Untuk urusan memperjuangkan nasib Penyuluh Bahasa Bali, Dede Nyana memang selalu bersemangat.

Dede Nyana saat ke Jakarta memperjuangkan Penyuluh Bahasa Bali agar bisa diangkat menjadi P3K | Foto: Ist

Siapa pun pasti setuju, Dede Nyana orang yang karismatik. Dengan karismanya ia dikenal banyak orang, banyak juga penggemarnya, terutama kalangan kaum hawa. Di mana ia berada, di situ pasti saja ada temannya, atau setidaknya ada saja orang yang mengenalnya.

Soal berteman Dede Nyana seorang yang dikenal loyal. Tak heran saat sedang duduk bersama di warung kopi misalnya, kerap kali dialah yang membayar belanjaan teman-teman.

Tapi jangan salah menebak. Meski humble dan terkesan santai, Dede Nyana juga dikenal dengan orang yang penuh dengan target. Setiap target yang ditata selalu berusaha untuk ia capai. Dari karakteristiknya yang seperti itulah banyak hal-hal baru, perubahan-perubahan baru, ide-ide baru, ia munculkan, terutama untuk Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar.

Dede pencetus kegiatan “Makantisastra”, sebuah kegiatan yang mewadahi kreativitas anak muda yang berkaitan dengan Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali. Kegiatan-kegiatan lomba yang berkaitan dengan bahasa Bali selalu diselenggarakan setiap tahunnya. Dan hal paling menonjol yang menjadi ciri khas kegiatan Makantisastra adalah Lomba Film Pendek Dokumenter Berbahasa Bali.

Siapa pencetus lomba tersebut? Siapa lagi kalau bukan Dede Nyana.

Dede Nyana juga seorang penulis puisi, cerpen berbahasa Bali yang dimuat di Majalah Suara Saking Bali dan juga pada perhelatan Saraswati Sewana Puri Kauhan Ubud. Beberapa artikel dan puisinya juga termuat di tatkala.co. Ia juga kerapkali menjadi juri lomba di bidang puisi sampai ke lomba masatua Bali dan debat berbahasa Bali.

Selain menulis, Dede Nyana juga dikenal suka bermain bola voli, futsal, dan sepak bola. Tapi, yang paling dia sukai adalah bermain bola voly. Sesungguhnya ia adalah orang yang multitalenta. Tentang apa pun ia bisa lakukan, karena ia punya semangat belajar yang tinggi.

Yang cukup mengejutkan, Dede Nyana juga kolektor dan pecinta tanaman simbar. Ia bahkan beberapa kali melakukan siaran langsung lewat facebook untuk memperkernalkan dan menawarkan koleksi simbarnya kepada orang-orang yang berminat.

Siaran langsungnya selalu ramai. Dede Nyana menggunakan bahasa Bali diselipi humor-humor segar. Orang-orang tertarik, kalau tidak membeli, setidaknya menonton siaran langsungnya. Dan, Dede sangat piawi menjadikan simbar sebagai jenis tanaman yang berharga di mana orang lain.

Saya sangat berterma kasih kepada Dede. Karena berkat dorongannya saya bisa belajar menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Titik awal saya belajar menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali adalah ketika ia mendorong saya untuk membuat sebuah karya dan menyuruh saya untuk mengirimkan karya tersebut ke majalah Suara Saking Bali. Dan tentu saja berkat dia, karya saya pertama kali dimuat di sebuah majalah.

Rasa senang itu kini telah berlalu. Kamis malam, 3 April 2024 Dede Nyana pergi untuk selamanya, setelah hampir 2 minggu menjalani perawatan intensif di ruang ICU.  Berita duka ini sontak mengagetkan semua orang yang mengenalnya.

Saya masih ingat perkataan terkakhirnya di Balai Budaya Gianyar saat perhelatan Bulan Bahasa Bali Gianyar. Ia sempat berkata ingin membuat sebuah buku antologi puisi bahasa Bali berisikan tulisan teman-teman Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar.

 “Lan ngae buku antologi puisi Bali anyar ane misi karya timpal-timpal penyuluh di Gianyar. Barengin dik nae! Yen padidi sing kuat asane batis raga matindakan,” kata Dede saat itu.

Artinya, “Ayo bikin buku antologi puisi Bali modern yang berisi karya teman-teman Penyuluh Bahasa Bali di Gianyar. Ikut bersama-sama. Kalau sendiri tak kuat rasanya kaki ini melangkah.”

Kata-kata itu sampai saat ini menghantui pikiran saya. Dan saya bertekad, jika ada kesempatan dan dukungan teman-teman di Gianyar, semoga saya dan teman-teman Gianyar bisa mewujudkan harapan Dede Nyana itu. [T]

Penulis: I Wayan Kuntara
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel ang ditulis DEDE NYANA di tatkala.co
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial
Penyuluh Bahasa Bali Luncurkan Font Baru Aksara Bali, Ada 9 Pilihan Font
Makantisastra, Menjaga Eksistensi Bahasa Bali di Tengah Terpaan Modernisasi
I Gde Nyana Kesuma; Puisi-puisi di Masa Pandemi
Tags: Gianyarin memoriamPenyuluh Bahasa Balisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Next Post

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

I Wayan Kuntara

I Wayan Kuntara

Lahir dan tinggal di Bedulu. Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Singaraja Tahun 2015. Penikmat kata, penikmat cerita, penikmat rasa.

Related Posts

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co