24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

I Wayan Kuntara by I Wayan Kuntara
April 5, 2025
in Esai
In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Dede Nyana Kesuma | Foto: Dok pribadi

“Yen kal magaang, lan mai magaang bareng-bareng, yen kal malaib, lan malaib bareng-bareng.”

Begitulah kata-kata yang paling sering disampaikan Dede Nyana dalam rapat kegiatan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar. Dan, kata-kata dalam bahasa Bali itu juga yang paling saya ingat ketika Dede Nyana berpulang—meninggalkan kami untuk selamanya.  

Dede Nyana bernama lengkap I Gde Nyana Kesuma, S.Pd., M.Hum. Ia memang sangat akrab dipanggil dengan nama Dede, atau Dede Nyana.  Ia koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar. Ia adalah koordinator yang dikenal energik, tegas, dan menyukai kebersamaan.

“Yen kal magaang, lan mai magaang bareng-bareng, yen kal malaib, lan malaib bareng-bareng.”

Artinya: “Kalau mau merangkak, ayo merangkak bersama-sama. Kalau mau berlari, ayo berlari bersama.”

Kalimat itu jelas dan tegas menunjukkan Dede bukanlah seorang individualias. Ia menyukai kebersamaan. Ia adalah pemimpin yang punya tujuan untuk maju bersama-sama.

Dede meninggal di rumah sakit, Kamis malam, 3 April 2025, karena sakit. Ia meninggalkan istri dan dua putri yang sangat ia cintai. Putri sulungnya berusia sekitar 4 tahun, dan putri keduanya usianya belum genap 2 tahun.  

Kami, teman-temannya di Penyuluh Bahasa Bali Ginayar, juga di Bali, tentu saja sangat kehilangan. Selama bersama kami, Dede tak pernah mengeluh sakit, dan justru ia lebih sering bercanda, karena ia memang orangnya suka bercanda dalam kebersamaan.

Meski suka bercanda, Dede dikenal sebagai pemimpin yang energik dan tegas, juga suka dengan kebersamaan. Ia sosok yang humble. Buktinya ia bisa bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang usia.

Ia punya banyak teman, bukan saja dari kalangan Penyuluh Bahasa Bali, melainkan juga dari berbagai kalangan. Meski sedikit baperan, ia adalah orang yang sangat peduli dengan teman-temannya. Jika teman punya masalah,  jangan ditanya lagi, ia langsung bertindak. Ia selalu membantu dan memfasilitasi teman-temannya untuk melakukan kegiatan apa saja. Tanpa pandang bulu.

Oh ya, Dede Nyana adalah salah satu koordinator Penyuluh Bahasa Bali yang ikut berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan Penyuluh Bahasa Bali agar menjdi P3K. Untuk urusan memperjuangkan nasib Penyuluh Bahasa Bali, Dede Nyana memang selalu bersemangat.

Dede Nyana saat ke Jakarta memperjuangkan Penyuluh Bahasa Bali agar bisa diangkat menjadi P3K | Foto: Ist

Siapa pun pasti setuju, Dede Nyana orang yang karismatik. Dengan karismanya ia dikenal banyak orang, banyak juga penggemarnya, terutama kalangan kaum hawa. Di mana ia berada, di situ pasti saja ada temannya, atau setidaknya ada saja orang yang mengenalnya.

Soal berteman Dede Nyana seorang yang dikenal loyal. Tak heran saat sedang duduk bersama di warung kopi misalnya, kerap kali dialah yang membayar belanjaan teman-teman.

Tapi jangan salah menebak. Meski humble dan terkesan santai, Dede Nyana juga dikenal dengan orang yang penuh dengan target. Setiap target yang ditata selalu berusaha untuk ia capai. Dari karakteristiknya yang seperti itulah banyak hal-hal baru, perubahan-perubahan baru, ide-ide baru, ia munculkan, terutama untuk Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar.

Dede pencetus kegiatan “Makantisastra”, sebuah kegiatan yang mewadahi kreativitas anak muda yang berkaitan dengan Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali. Kegiatan-kegiatan lomba yang berkaitan dengan bahasa Bali selalu diselenggarakan setiap tahunnya. Dan hal paling menonjol yang menjadi ciri khas kegiatan Makantisastra adalah Lomba Film Pendek Dokumenter Berbahasa Bali.

Siapa pencetus lomba tersebut? Siapa lagi kalau bukan Dede Nyana.

Dede Nyana juga seorang penulis puisi, cerpen berbahasa Bali yang dimuat di Majalah Suara Saking Bali dan juga pada perhelatan Saraswati Sewana Puri Kauhan Ubud. Beberapa artikel dan puisinya juga termuat di tatkala.co. Ia juga kerapkali menjadi juri lomba di bidang puisi sampai ke lomba masatua Bali dan debat berbahasa Bali.

Selain menulis, Dede Nyana juga dikenal suka bermain bola voli, futsal, dan sepak bola. Tapi, yang paling dia sukai adalah bermain bola voly. Sesungguhnya ia adalah orang yang multitalenta. Tentang apa pun ia bisa lakukan, karena ia punya semangat belajar yang tinggi.

Yang cukup mengejutkan, Dede Nyana juga kolektor dan pecinta tanaman simbar. Ia bahkan beberapa kali melakukan siaran langsung lewat facebook untuk memperkernalkan dan menawarkan koleksi simbarnya kepada orang-orang yang berminat.

Siaran langsungnya selalu ramai. Dede Nyana menggunakan bahasa Bali diselipi humor-humor segar. Orang-orang tertarik, kalau tidak membeli, setidaknya menonton siaran langsungnya. Dan, Dede sangat piawi menjadikan simbar sebagai jenis tanaman yang berharga di mana orang lain.

Saya sangat berterma kasih kepada Dede. Karena berkat dorongannya saya bisa belajar menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Titik awal saya belajar menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali adalah ketika ia mendorong saya untuk membuat sebuah karya dan menyuruh saya untuk mengirimkan karya tersebut ke majalah Suara Saking Bali. Dan tentu saja berkat dia, karya saya pertama kali dimuat di sebuah majalah.

Rasa senang itu kini telah berlalu. Kamis malam, 3 April 2024 Dede Nyana pergi untuk selamanya, setelah hampir 2 minggu menjalani perawatan intensif di ruang ICU.  Berita duka ini sontak mengagetkan semua orang yang mengenalnya.

Saya masih ingat perkataan terkakhirnya di Balai Budaya Gianyar saat perhelatan Bulan Bahasa Bali Gianyar. Ia sempat berkata ingin membuat sebuah buku antologi puisi bahasa Bali berisikan tulisan teman-teman Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar.

 “Lan ngae buku antologi puisi Bali anyar ane misi karya timpal-timpal penyuluh di Gianyar. Barengin dik nae! Yen padidi sing kuat asane batis raga matindakan,” kata Dede saat itu.

Artinya, “Ayo bikin buku antologi puisi Bali modern yang berisi karya teman-teman Penyuluh Bahasa Bali di Gianyar. Ikut bersama-sama. Kalau sendiri tak kuat rasanya kaki ini melangkah.”

Kata-kata itu sampai saat ini menghantui pikiran saya. Dan saya bertekad, jika ada kesempatan dan dukungan teman-teman di Gianyar, semoga saya dan teman-teman Gianyar bisa mewujudkan harapan Dede Nyana itu. [T]

Penulis: I Wayan Kuntara
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel ang ditulis DEDE NYANA di tatkala.co
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial
Penyuluh Bahasa Bali Luncurkan Font Baru Aksara Bali, Ada 9 Pilihan Font
Makantisastra, Menjaga Eksistensi Bahasa Bali di Tengah Terpaan Modernisasi
I Gde Nyana Kesuma; Puisi-puisi di Masa Pandemi
Tags: Gianyarin memoriamPenyuluh Bahasa Balisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Next Post

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

I Wayan Kuntara

I Wayan Kuntara

Lahir dan tinggal di Bedulu. Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Singaraja Tahun 2015. Penikmat kata, penikmat cerita, penikmat rasa.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co