23 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

I Wayan Kuntara by I Wayan Kuntara
April 5, 2025
in Esai
In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Dede Nyana Kesuma | Foto: Dok pribadi

“Yen kal magaang, lan mai magaang bareng-bareng, yen kal malaib, lan malaib bareng-bareng.”

Begitulah kata-kata yang paling sering disampaikan Dede Nyana dalam rapat kegiatan Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar. Dan, kata-kata dalam bahasa Bali itu juga yang paling saya ingat ketika Dede Nyana berpulang—meninggalkan kami untuk selamanya.  

Dede Nyana bernama lengkap I Gde Nyana Kesuma, S.Pd., M.Hum. Ia memang sangat akrab dipanggil dengan nama Dede, atau Dede Nyana.  Ia koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali di Kabupaten Gianyar. Ia adalah koordinator yang dikenal energik, tegas, dan menyukai kebersamaan.

“Yen kal magaang, lan mai magaang bareng-bareng, yen kal malaib, lan malaib bareng-bareng.”

Artinya: “Kalau mau merangkak, ayo merangkak bersama-sama. Kalau mau berlari, ayo berlari bersama.”

Kalimat itu jelas dan tegas menunjukkan Dede bukanlah seorang individualias. Ia menyukai kebersamaan. Ia adalah pemimpin yang punya tujuan untuk maju bersama-sama.

Dede meninggal di rumah sakit, Kamis malam, 3 April 2025, karena sakit. Ia meninggalkan istri dan dua putri yang sangat ia cintai. Putri sulungnya berusia sekitar 4 tahun, dan putri keduanya usianya belum genap 2 tahun.  

Kami, teman-temannya di Penyuluh Bahasa Bali Ginayar, juga di Bali, tentu saja sangat kehilangan. Selama bersama kami, Dede tak pernah mengeluh sakit, dan justru ia lebih sering bercanda, karena ia memang orangnya suka bercanda dalam kebersamaan.

Meski suka bercanda, Dede dikenal sebagai pemimpin yang energik dan tegas, juga suka dengan kebersamaan. Ia sosok yang humble. Buktinya ia bisa bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang usia.

Ia punya banyak teman, bukan saja dari kalangan Penyuluh Bahasa Bali, melainkan juga dari berbagai kalangan. Meski sedikit baperan, ia adalah orang yang sangat peduli dengan teman-temannya. Jika teman punya masalah,  jangan ditanya lagi, ia langsung bertindak. Ia selalu membantu dan memfasilitasi teman-temannya untuk melakukan kegiatan apa saja. Tanpa pandang bulu.

Oh ya, Dede Nyana adalah salah satu koordinator Penyuluh Bahasa Bali yang ikut berangkat ke Jakarta untuk memperjuangkan Penyuluh Bahasa Bali agar menjdi P3K. Untuk urusan memperjuangkan nasib Penyuluh Bahasa Bali, Dede Nyana memang selalu bersemangat.

Dede Nyana saat ke Jakarta memperjuangkan Penyuluh Bahasa Bali agar bisa diangkat menjadi P3K | Foto: Ist

Siapa pun pasti setuju, Dede Nyana orang yang karismatik. Dengan karismanya ia dikenal banyak orang, banyak juga penggemarnya, terutama kalangan kaum hawa. Di mana ia berada, di situ pasti saja ada temannya, atau setidaknya ada saja orang yang mengenalnya.

Soal berteman Dede Nyana seorang yang dikenal loyal. Tak heran saat sedang duduk bersama di warung kopi misalnya, kerap kali dialah yang membayar belanjaan teman-teman.

Tapi jangan salah menebak. Meski humble dan terkesan santai, Dede Nyana juga dikenal dengan orang yang penuh dengan target. Setiap target yang ditata selalu berusaha untuk ia capai. Dari karakteristiknya yang seperti itulah banyak hal-hal baru, perubahan-perubahan baru, ide-ide baru, ia munculkan, terutama untuk Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar.

Dede pencetus kegiatan “Makantisastra”, sebuah kegiatan yang mewadahi kreativitas anak muda yang berkaitan dengan Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali. Kegiatan-kegiatan lomba yang berkaitan dengan bahasa Bali selalu diselenggarakan setiap tahunnya. Dan hal paling menonjol yang menjadi ciri khas kegiatan Makantisastra adalah Lomba Film Pendek Dokumenter Berbahasa Bali.

Siapa pencetus lomba tersebut? Siapa lagi kalau bukan Dede Nyana.

Dede Nyana juga seorang penulis puisi, cerpen berbahasa Bali yang dimuat di Majalah Suara Saking Bali dan juga pada perhelatan Saraswati Sewana Puri Kauhan Ubud. Beberapa artikel dan puisinya juga termuat di tatkala.co. Ia juga kerapkali menjadi juri lomba di bidang puisi sampai ke lomba masatua Bali dan debat berbahasa Bali.

Selain menulis, Dede Nyana juga dikenal suka bermain bola voli, futsal, dan sepak bola. Tapi, yang paling dia sukai adalah bermain bola voly. Sesungguhnya ia adalah orang yang multitalenta. Tentang apa pun ia bisa lakukan, karena ia punya semangat belajar yang tinggi.

Yang cukup mengejutkan, Dede Nyana juga kolektor dan pecinta tanaman simbar. Ia bahkan beberapa kali melakukan siaran langsung lewat facebook untuk memperkernalkan dan menawarkan koleksi simbarnya kepada orang-orang yang berminat.

Siaran langsungnya selalu ramai. Dede Nyana menggunakan bahasa Bali diselipi humor-humor segar. Orang-orang tertarik, kalau tidak membeli, setidaknya menonton siaran langsungnya. Dan, Dede sangat piawi menjadikan simbar sebagai jenis tanaman yang berharga di mana orang lain.

Saya sangat berterma kasih kepada Dede. Karena berkat dorongannya saya bisa belajar menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali. Titik awal saya belajar menulis puisi dan cerpen berbahasa Bali adalah ketika ia mendorong saya untuk membuat sebuah karya dan menyuruh saya untuk mengirimkan karya tersebut ke majalah Suara Saking Bali. Dan tentu saja berkat dia, karya saya pertama kali dimuat di sebuah majalah.

Rasa senang itu kini telah berlalu. Kamis malam, 3 April 2024 Dede Nyana pergi untuk selamanya, setelah hampir 2 minggu menjalani perawatan intensif di ruang ICU.  Berita duka ini sontak mengagetkan semua orang yang mengenalnya.

Saya masih ingat perkataan terkakhirnya di Balai Budaya Gianyar saat perhelatan Bulan Bahasa Bali Gianyar. Ia sempat berkata ingin membuat sebuah buku antologi puisi bahasa Bali berisikan tulisan teman-teman Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar.

 “Lan ngae buku antologi puisi Bali anyar ane misi karya timpal-timpal penyuluh di Gianyar. Barengin dik nae! Yen padidi sing kuat asane batis raga matindakan,” kata Dede saat itu.

Artinya, “Ayo bikin buku antologi puisi Bali modern yang berisi karya teman-teman Penyuluh Bahasa Bali di Gianyar. Ikut bersama-sama. Kalau sendiri tak kuat rasanya kaki ini melangkah.”

Kata-kata itu sampai saat ini menghantui pikiran saya. Dan saya bertekad, jika ada kesempatan dan dukungan teman-teman di Gianyar, semoga saya dan teman-teman Gianyar bisa mewujudkan harapan Dede Nyana itu. [T]

Penulis: I Wayan Kuntara
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel ang ditulis DEDE NYANA di tatkala.co
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial
Penyuluh Bahasa Bali Luncurkan Font Baru Aksara Bali, Ada 9 Pilihan Font
Makantisastra, Menjaga Eksistensi Bahasa Bali di Tengah Terpaan Modernisasi
I Gde Nyana Kesuma; Puisi-puisi di Masa Pandemi
Tags: Gianyarin memoriamPenyuluh Bahasa Balisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya

Next Post

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

I Wayan Kuntara

I Wayan Kuntara

Lahir dan tinggal di Bedulu. Alumnus Jurusan Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Singaraja Tahun 2015. Penikmat kata, penikmat cerita, penikmat rasa.

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co