4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
March 6, 2025
in Khas
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Tim debat Gianyar menerima piagam sebagai juara 2 dalam Lomba Debat Bulan Bahasa Bali 2025 | Foto: Dok. tim debat Gianyar 

BULAN Bahasa Bali VII Tahun 2025 sudah ditutup pada tanggal 1 Maret 2025 oleh Gubenur Bali Wayan Koster, akan tetapi debat berbahasa Bali yang menjadi salah satu lomba dan ditampilkan pada saat penutupan hingga kini masih bergema di media sosial masyarakat Bali.

Mulai dari unggahan di media facebook, instagram, tiktok dan media lainnya, konten debat berbahasa Bali itu dibagikan secara terus menerus serta dibanjiri komentar.

Konten debat Bahasa Bali di media sosial | Foto: tangkap layar akun Dewata News Official

Debat berbahasa Bali, dalam Bulan Bahasa Bali ini, disebut dengan nama “Wiwada”, yang dapat juga diartikan “marebat“. Ini memang memiliki seni tersendiri. Dapat dilihat dari tata cara dan penggunaan bahasa di saat debat dilaksanakan, tata cara yang sangat mementingkan tatanan beretika serta tata krama orang Bali.

Sor Singgih Bahasa Bali

Penggunaan aspek kebahasaan bahasa Bali yang diikat dengan penggunaan sor singgih bahasa Bali menjadi tantangan bagi setiap peserta yang mengikuti lomba debat.

Sor Singgih bahasa Bali adalah bahasa Bali yang dipergunakan ketika kita menghormati lawan bicara ataupun kepada orang yang patut kita hormati seperti Ida Anak Lingsir, Ida Anaké Agung, tokoh agama, pemimpin pemerintahan, maupun yang lainnya.

Menjadi seni tersendiri ketika debat dilaksanakan, begitu juga dilengkapi dengan adu argumen yang berisikan ide, gagasan dan perumpamaan-perumpamaan dalam bahasa Bali.

Debat bahasa Bali bukan hanya kali ini dilaksanakan dalam pergelaran Bulan Bahasa Bali. Tahun 2025 ini adalah penyelenggaraan yang kelima lomba debat bahasa Bali dilaksanakan dalam pergelaran Bulan Bahasa Bali.

Sesuai dengan tema Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025 yaitu Jagat Kerti – Jagra Hita Samasta, ada beberapa mosi yang menjadi topik dalam lomba debat yaitu :

a. Yowana Bali ring kota ngancan arang tedun masekaa teruna,

b. Digitalisasi Aksara Bali ngawinang ngancan arang yowana Bali midep nyurat aksara Bali,

c. Ten ada gunane malajah Basa Bali, luungan malajah bahasa asing,

d. Tutur sampun luntur, meweh ngamargiang Jagat Kerthi,

e. Nirdon mamahayu jagat yening para yowanane nenten tatas ring kasuksman Jagat Kerthi,

f. Krama Hindune ring Bali sami sampun ngamargiang Jagat Kerthi,

g. Bangket miwah tegal sampun mauah dados karang paumahan, subake tambis ical,

h. “Dunia maya” ngrusak kalestarian basa Baline.

Mosi-mosi ini sangat identik dengan perkembangan bahasa Bali saat ini, yang memang patut dikuatkan dengan masing-masing argumentasi tertentu.

Jika dilihat dari tahun ke tahun, tahun ini debat bahasa Bali yang paling bergengsi dan sangat seru hingga bisa masif dan viral di media sosial masyarakat Bali. Hal yang menarik juga patut menjadi bahasan adalah komentar-komentar yang unik dan menarik dari nitizen.

Tampilan juara 2 dari tim Gianyar ang jadi konten menarik di media sosial | Foto: tangkap layar akun Dewata News Official

Salah satu komentar dapat dilihat pada unggahan Dewata News Official di akun tiktok-nya, menjadi sangat masif dan viral. Sehingga debat berbahasa Bali menjadi trending topik dan debat yang telah usai berlanjut menjadi perdebatan lagi di media sosial.

Kesan dari Tim Debat Kabupaten Gianyar

Salah satu tim sebagai  peserta yang ikut serta dalam ajang lomba debat sebagai duta Kabupaten Gianyar adalah Ni Wayan Sintiya Paramita, Ni Putu Bintang Santiari, dan Ni Komang Trisna Saraswati. Mereka menyatakan dengan kompak tantangan dalam mengikuti lomba debat itu.

Mereka mengaku sangat senang mengkiuti lomba debat berbahasa sangat dan bisa berkompetisi dengan orang yang kompeten di bidang debat bahasa Bali. Mereka mengaku tidak pernah menyangka bisa diberikan kesempatan untuk mewakili Gianyar di ajang ini melawan kabupaten lain.

“Lomba debat ini dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi di depan umum, serta meningkatkan kemampuan berbahasa Bali, serta kesempatan yang luar biasa dapat bertemu dengan pembina yang ahli di bidangnya,” kata Sintiya Paramita, diiyakan oleh teman timnya Bintang Santiari dan Trisna Saraswati.

Sintiya mengatakan, para pemina selalu memberikan timnya pendapat dan mengerti bagaimana kondisi mereka sebagai peserta.

“Karena itulah pembinaan yang sebenarnya kami perlukan sebagai suatu dukungan bagi kami, sampainya kami di provinsi serta menjadi 3 besar, tidak lain karena berkat pembina kami yang sangat mendukung kami,” ujar Sintiya.

Dengan dukungan yang berlimpah itulah dinilai sebagai berkah sehingga tim debat dari Gianyar itu bisa meraih juara dua dan tampil di avcara penutupan Bulan Bahasa Bali.

“Kami senang bisa mengharumkan nama Gianyar,” kata Bintang Santiari.

Tim debat Gianyar menerima piagam sebagai juara 2 dalam Lomba Debat Bulan Bahasa Bali 2025 | Foto: Dok. tim debat Gianyar 

Adapun tantangan yang mereka hadapi dalam debat itu pada awalnya rasa takut untuk mengikuti perlombaan ini karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Bali.

“Jika satu kata salah bisa merubah seluruh arti dari suatu kalimat, namun hal inilah yang menjadi pemacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik,” kata  Trisna Saraswati.

Tantangan lainnya, waktu yang diberikan saat debat juga singkat, sehingga tim mereka harus dapat memaksimalkan waktu tersebut dengan argumen yang tepat dan dapat mematikan lawan.

“Sekarang kami kangen untuk latihan debat lagi,” ujar Trisna diiyakan oleh dua temannya.

Terus Berkembang, Terus Dikembangkan

Kesan yang disampaikan tim debat dari Gianyar itu menunjukkan debat berbahasa Bali adalah kegiatan lonba yang bergengsi dan memiliki seni dan daya tari tersendiri.

Seni debat ini terus berkembang dan bergema dari mulai kalangan generasi pemuda yang menjadi peserta hingga pemerhati-pemerhati bahasa Bali, pembina dan nitizen yang memberikan komentar di sosial media menunjukan bahasa Bali patut dijaga dan dilestarikan. [T]

Penulis: Gde Nyana Kesuma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
SMAN Bali Mandara dan Tantangan Lomba Debat Bahasa Bali: “Debat Bisa, Berbahasa Belum Tentu!”
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali
Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa BalidebatGianyar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Next Post

Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
0
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

Read moreDetails

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
0
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

Read moreDetails

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails
Next Post
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co