4 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
March 6, 2025
in Khas
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Tim debat Gianyar menerima piagam sebagai juara 2 dalam Lomba Debat Bulan Bahasa Bali 2025 | Foto: Dok. tim debat Gianyar 

BULAN Bahasa Bali VII Tahun 2025 sudah ditutup pada tanggal 1 Maret 2025 oleh Gubenur Bali Wayan Koster, akan tetapi debat berbahasa Bali yang menjadi salah satu lomba dan ditampilkan pada saat penutupan hingga kini masih bergema di media sosial masyarakat Bali.

Mulai dari unggahan di media facebook, instagram, tiktok dan media lainnya, konten debat berbahasa Bali itu dibagikan secara terus menerus serta dibanjiri komentar.

Konten debat Bahasa Bali di media sosial | Foto: tangkap layar akun Dewata News Official

Debat berbahasa Bali, dalam Bulan Bahasa Bali ini, disebut dengan nama “Wiwada”, yang dapat juga diartikan “marebat“. Ini memang memiliki seni tersendiri. Dapat dilihat dari tata cara dan penggunaan bahasa di saat debat dilaksanakan, tata cara yang sangat mementingkan tatanan beretika serta tata krama orang Bali.

Sor Singgih Bahasa Bali

Penggunaan aspek kebahasaan bahasa Bali yang diikat dengan penggunaan sor singgih bahasa Bali menjadi tantangan bagi setiap peserta yang mengikuti lomba debat.

Sor Singgih bahasa Bali adalah bahasa Bali yang dipergunakan ketika kita menghormati lawan bicara ataupun kepada orang yang patut kita hormati seperti Ida Anak Lingsir, Ida Anaké Agung, tokoh agama, pemimpin pemerintahan, maupun yang lainnya.

Menjadi seni tersendiri ketika debat dilaksanakan, begitu juga dilengkapi dengan adu argumen yang berisikan ide, gagasan dan perumpamaan-perumpamaan dalam bahasa Bali.

Debat bahasa Bali bukan hanya kali ini dilaksanakan dalam pergelaran Bulan Bahasa Bali. Tahun 2025 ini adalah penyelenggaraan yang kelima lomba debat bahasa Bali dilaksanakan dalam pergelaran Bulan Bahasa Bali.

Sesuai dengan tema Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025 yaitu Jagat Kerti – Jagra Hita Samasta, ada beberapa mosi yang menjadi topik dalam lomba debat yaitu :

a. Yowana Bali ring kota ngancan arang tedun masekaa teruna,

b. Digitalisasi Aksara Bali ngawinang ngancan arang yowana Bali midep nyurat aksara Bali,

c. Ten ada gunane malajah Basa Bali, luungan malajah bahasa asing,

d. Tutur sampun luntur, meweh ngamargiang Jagat Kerthi,

e. Nirdon mamahayu jagat yening para yowanane nenten tatas ring kasuksman Jagat Kerthi,

f. Krama Hindune ring Bali sami sampun ngamargiang Jagat Kerthi,

g. Bangket miwah tegal sampun mauah dados karang paumahan, subake tambis ical,

h. “Dunia maya” ngrusak kalestarian basa Baline.

Mosi-mosi ini sangat identik dengan perkembangan bahasa Bali saat ini, yang memang patut dikuatkan dengan masing-masing argumentasi tertentu.

Jika dilihat dari tahun ke tahun, tahun ini debat bahasa Bali yang paling bergengsi dan sangat seru hingga bisa masif dan viral di media sosial masyarakat Bali. Hal yang menarik juga patut menjadi bahasan adalah komentar-komentar yang unik dan menarik dari nitizen.

Tampilan juara 2 dari tim Gianyar ang jadi konten menarik di media sosial | Foto: tangkap layar akun Dewata News Official

Salah satu komentar dapat dilihat pada unggahan Dewata News Official di akun tiktok-nya, menjadi sangat masif dan viral. Sehingga debat berbahasa Bali menjadi trending topik dan debat yang telah usai berlanjut menjadi perdebatan lagi di media sosial.

Kesan dari Tim Debat Kabupaten Gianyar

Salah satu tim sebagai  peserta yang ikut serta dalam ajang lomba debat sebagai duta Kabupaten Gianyar adalah Ni Wayan Sintiya Paramita, Ni Putu Bintang Santiari, dan Ni Komang Trisna Saraswati. Mereka menyatakan dengan kompak tantangan dalam mengikuti lomba debat itu.

Mereka mengaku sangat senang mengkiuti lomba debat berbahasa sangat dan bisa berkompetisi dengan orang yang kompeten di bidang debat bahasa Bali. Mereka mengaku tidak pernah menyangka bisa diberikan kesempatan untuk mewakili Gianyar di ajang ini melawan kabupaten lain.

“Lomba debat ini dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi di depan umum, serta meningkatkan kemampuan berbahasa Bali, serta kesempatan yang luar biasa dapat bertemu dengan pembina yang ahli di bidangnya,” kata Sintiya Paramita, diiyakan oleh teman timnya Bintang Santiari dan Trisna Saraswati.

Sintiya mengatakan, para pemina selalu memberikan timnya pendapat dan mengerti bagaimana kondisi mereka sebagai peserta.

“Karena itulah pembinaan yang sebenarnya kami perlukan sebagai suatu dukungan bagi kami, sampainya kami di provinsi serta menjadi 3 besar, tidak lain karena berkat pembina kami yang sangat mendukung kami,” ujar Sintiya.

Dengan dukungan yang berlimpah itulah dinilai sebagai berkah sehingga tim debat dari Gianyar itu bisa meraih juara dua dan tampil di avcara penutupan Bulan Bahasa Bali.

“Kami senang bisa mengharumkan nama Gianyar,” kata Bintang Santiari.

Tim debat Gianyar menerima piagam sebagai juara 2 dalam Lomba Debat Bulan Bahasa Bali 2025 | Foto: Dok. tim debat Gianyar 

Adapun tantangan yang mereka hadapi dalam debat itu pada awalnya rasa takut untuk mengikuti perlombaan ini karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Bali.

“Jika satu kata salah bisa merubah seluruh arti dari suatu kalimat, namun hal inilah yang menjadi pemacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik,” kata  Trisna Saraswati.

Tantangan lainnya, waktu yang diberikan saat debat juga singkat, sehingga tim mereka harus dapat memaksimalkan waktu tersebut dengan argumen yang tepat dan dapat mematikan lawan.

“Sekarang kami kangen untuk latihan debat lagi,” ujar Trisna diiyakan oleh dua temannya.

Terus Berkembang, Terus Dikembangkan

Kesan yang disampaikan tim debat dari Gianyar itu menunjukkan debat berbahasa Bali adalah kegiatan lonba yang bergengsi dan memiliki seni dan daya tari tersendiri.

Seni debat ini terus berkembang dan bergema dari mulai kalangan generasi pemuda yang menjadi peserta hingga pemerhati-pemerhati bahasa Bali, pembina dan nitizen yang memberikan komentar di sosial media menunjukan bahasa Bali patut dijaga dan dilestarikan. [T]

Penulis: Gde Nyana Kesuma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
SMAN Bali Mandara dan Tantangan Lomba Debat Bahasa Bali: “Debat Bisa, Berbahasa Belum Tentu!”
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali
Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa BalidebatGianyar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Next Post

Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
0
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

Read moreDetails
Next Post
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Kuliner

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co