14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Gde Nyana Kesuma by Gde Nyana Kesuma
March 6, 2025
in Khas
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Tim debat Gianyar menerima piagam sebagai juara 2 dalam Lomba Debat Bulan Bahasa Bali 2025 | Foto: Dok. tim debat Gianyar 

BULAN Bahasa Bali VII Tahun 2025 sudah ditutup pada tanggal 1 Maret 2025 oleh Gubenur Bali Wayan Koster, akan tetapi debat berbahasa Bali yang menjadi salah satu lomba dan ditampilkan pada saat penutupan hingga kini masih bergema di media sosial masyarakat Bali.

Mulai dari unggahan di media facebook, instagram, tiktok dan media lainnya, konten debat berbahasa Bali itu dibagikan secara terus menerus serta dibanjiri komentar.

Konten debat Bahasa Bali di media sosial | Foto: tangkap layar akun Dewata News Official

Debat berbahasa Bali, dalam Bulan Bahasa Bali ini, disebut dengan nama “Wiwada”, yang dapat juga diartikan “marebat“. Ini memang memiliki seni tersendiri. Dapat dilihat dari tata cara dan penggunaan bahasa di saat debat dilaksanakan, tata cara yang sangat mementingkan tatanan beretika serta tata krama orang Bali.

Sor Singgih Bahasa Bali

Penggunaan aspek kebahasaan bahasa Bali yang diikat dengan penggunaan sor singgih bahasa Bali menjadi tantangan bagi setiap peserta yang mengikuti lomba debat.

Sor Singgih bahasa Bali adalah bahasa Bali yang dipergunakan ketika kita menghormati lawan bicara ataupun kepada orang yang patut kita hormati seperti Ida Anak Lingsir, Ida Anaké Agung, tokoh agama, pemimpin pemerintahan, maupun yang lainnya.

Menjadi seni tersendiri ketika debat dilaksanakan, begitu juga dilengkapi dengan adu argumen yang berisikan ide, gagasan dan perumpamaan-perumpamaan dalam bahasa Bali.

Debat bahasa Bali bukan hanya kali ini dilaksanakan dalam pergelaran Bulan Bahasa Bali. Tahun 2025 ini adalah penyelenggaraan yang kelima lomba debat bahasa Bali dilaksanakan dalam pergelaran Bulan Bahasa Bali.

Sesuai dengan tema Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025 yaitu Jagat Kerti – Jagra Hita Samasta, ada beberapa mosi yang menjadi topik dalam lomba debat yaitu :

a. Yowana Bali ring kota ngancan arang tedun masekaa teruna,

b. Digitalisasi Aksara Bali ngawinang ngancan arang yowana Bali midep nyurat aksara Bali,

c. Ten ada gunane malajah Basa Bali, luungan malajah bahasa asing,

d. Tutur sampun luntur, meweh ngamargiang Jagat Kerthi,

e. Nirdon mamahayu jagat yening para yowanane nenten tatas ring kasuksman Jagat Kerthi,

f. Krama Hindune ring Bali sami sampun ngamargiang Jagat Kerthi,

g. Bangket miwah tegal sampun mauah dados karang paumahan, subake tambis ical,

h. “Dunia maya” ngrusak kalestarian basa Baline.

Mosi-mosi ini sangat identik dengan perkembangan bahasa Bali saat ini, yang memang patut dikuatkan dengan masing-masing argumentasi tertentu.

Jika dilihat dari tahun ke tahun, tahun ini debat bahasa Bali yang paling bergengsi dan sangat seru hingga bisa masif dan viral di media sosial masyarakat Bali. Hal yang menarik juga patut menjadi bahasan adalah komentar-komentar yang unik dan menarik dari nitizen.

Tampilan juara 2 dari tim Gianyar ang jadi konten menarik di media sosial | Foto: tangkap layar akun Dewata News Official

Salah satu komentar dapat dilihat pada unggahan Dewata News Official di akun tiktok-nya, menjadi sangat masif dan viral. Sehingga debat berbahasa Bali menjadi trending topik dan debat yang telah usai berlanjut menjadi perdebatan lagi di media sosial.

Kesan dari Tim Debat Kabupaten Gianyar

Salah satu tim sebagai  peserta yang ikut serta dalam ajang lomba debat sebagai duta Kabupaten Gianyar adalah Ni Wayan Sintiya Paramita, Ni Putu Bintang Santiari, dan Ni Komang Trisna Saraswati. Mereka menyatakan dengan kompak tantangan dalam mengikuti lomba debat itu.

Mereka mengaku sangat senang mengkiuti lomba debat berbahasa sangat dan bisa berkompetisi dengan orang yang kompeten di bidang debat bahasa Bali. Mereka mengaku tidak pernah menyangka bisa diberikan kesempatan untuk mewakili Gianyar di ajang ini melawan kabupaten lain.

“Lomba debat ini dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi di depan umum, serta meningkatkan kemampuan berbahasa Bali, serta kesempatan yang luar biasa dapat bertemu dengan pembina yang ahli di bidangnya,” kata Sintiya Paramita, diiyakan oleh teman timnya Bintang Santiari dan Trisna Saraswati.

Sintiya mengatakan, para pemina selalu memberikan timnya pendapat dan mengerti bagaimana kondisi mereka sebagai peserta.

“Karena itulah pembinaan yang sebenarnya kami perlukan sebagai suatu dukungan bagi kami, sampainya kami di provinsi serta menjadi 3 besar, tidak lain karena berkat pembina kami yang sangat mendukung kami,” ujar Sintiya.

Dengan dukungan yang berlimpah itulah dinilai sebagai berkah sehingga tim debat dari Gianyar itu bisa meraih juara dua dan tampil di avcara penutupan Bulan Bahasa Bali.

“Kami senang bisa mengharumkan nama Gianyar,” kata Bintang Santiari.

Tim debat Gianyar menerima piagam sebagai juara 2 dalam Lomba Debat Bulan Bahasa Bali 2025 | Foto: Dok. tim debat Gianyar 

Adapun tantangan yang mereka hadapi dalam debat itu pada awalnya rasa takut untuk mengikuti perlombaan ini karena bahasa yang digunakan adalah bahasa Bali.

“Jika satu kata salah bisa merubah seluruh arti dari suatu kalimat, namun hal inilah yang menjadi pemacu semangat kami untuk terus belajar menjadi lebih baik,” kata  Trisna Saraswati.

Tantangan lainnya, waktu yang diberikan saat debat juga singkat, sehingga tim mereka harus dapat memaksimalkan waktu tersebut dengan argumen yang tepat dan dapat mematikan lawan.

“Sekarang kami kangen untuk latihan debat lagi,” ujar Trisna diiyakan oleh dua temannya.

Terus Berkembang, Terus Dikembangkan

Kesan yang disampaikan tim debat dari Gianyar itu menunjukkan debat berbahasa Bali adalah kegiatan lonba yang bergengsi dan memiliki seni dan daya tari tersendiri.

Seni debat ini terus berkembang dan bergema dari mulai kalangan generasi pemuda yang menjadi peserta hingga pemerhati-pemerhati bahasa Bali, pembina dan nitizen yang memberikan komentar di sosial media menunjukan bahasa Bali patut dijaga dan dilestarikan. [T]

Penulis: Gde Nyana Kesuma
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
SMAN Bali Mandara dan Tantangan Lomba Debat Bahasa Bali: “Debat Bisa, Berbahasa Belum Tentu!”
Ketika Siswa SMA di Kota Denpasar Berdebat dalam Bahasa Bali
Tags: Bahasa BaliBulan Bahasa BalidebatGianyar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Next Post

Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Gde Nyana Kesuma

Gde Nyana Kesuma

Lahir di Denpasar 19 Maret 1994. Tinggal di Banjar Yehtengah, Kelusa, Payangan, Gianyar. Lulusan Undiksha jurusan Pendidikan Bahasa Bali ini punya hobi main voli, namun kini merasa senang belajar menulis.

Related Posts

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
0
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

Read moreDetails

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails
Next Post
Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Berguru Pada Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co