24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Son Lomri by Son Lomri
March 6, 2025
in Khas
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Antri sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co

SEKITAR jam 03.40 atau di waktu pagi-pagi buta itu, para mahasiswa datang ke Masjid Kuno Keramat Singaraja, di Jalan Hasanuddin. Masjid itu ada di antara sela-sela rumah warga di Kelurahan Kampung Kajanan.

Mereka datang melewati gang sempit, dan itu hanya rintangan kecil, untuk bisa sahur bersama. Beberapa warga, juga mahasiswa, ada yang sudah datang terlebih dulu. Mereka membantu pengurus masjid menggelar tikar untuk duduk. Setelah selesai tikar digelar, juga setelah selesai nasi bungkus diletakkan di meja, orang-orang pun mengantri kemudian— mengambil satu-satu nasi untuk sahur.

Di bawah lampu-lampu bohlam rias yang menyala, mereka duduk seperti di bawah cahaya bintang-bintang. Menatap nasi penuh syukur. Makan secara cukup. Ini berkat. Besok puasa…

Semua yang datang terbagi dengan baik. Sekitar 65 nasi bungkus disiapkan oleh pengurus masjid. “Yang sebelumnya hanya lima puluh bungkus, dan itu tidak cukup kata salah satu pengurus Madhari. Ada yang tak terbagi, maka, jumlah nasi ditambah kemudian,” kata Madhari, pengurus Takmir Urusan PHBI, Selasa, 4 Maret 2024.

Tak hanya nasi, beberapa jumlah jajanan kue-kue juga terhidang di sana. Boleh diambil, boleh dimakan sebagai teman ngobrol setelah makan sahur.

Sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Eril Paizi, mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) asal Lombok, merasa cukup dengan apa yang terhidang di sana. Sebagai perantau yang tinggal di kos-kosan, sahur gratis menjadi satu alternatif dirinya untuk tidak masak, untuk tidak repot alias menghemat—ditengah musimnya efisiensi kantong.

Hanya tinggal berjuang untuk bangun pagi-pagi buta, bersama beberapa teman ia datang. “Informasinya dari teman-teman Al-Hikmah (organisasi kampus), bahwa di masjid ini ada sahur gratis. Langsung ke sini sama mereka, insyaallah nanti ngajak teman yang lain untuk datang ke sini juga,” kata Eril Paizi.

Tahun lalu, 2024, sahur gratis dilakukan di Masjid Jamik Singaraja, tetapi tahun sekarang masjid itu tidak melakukannya lagi. Tidak diketahui mengapa masjid itu tidak melakukannya lagi. Secara kenangan, ada banyak mahasiswa yang rindu makan di sana, juga soal bubur khas Kajanan yang enaknya pake bingitz...

Masjid Jamik atau Masjid Kuno Keramat, dua-duanya merupakan masjid bersejarah di wilayah Buleleng, Bali bagian utara. Masjid itu diurus secara baik.

Di Buleleng, Masjid Kuno Keramat sendiri merupakan masjid pertama di kota ini. Konon, di bangun oleh para pedagang muslim yang datang berlayar ke Bali di tahun 1654.

Sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Masjid ini menghadap langsung ke Tukad Buleleng, sungai di tengah kota. Sehingga diperkirakan lagi, masjid ini tak hanya sebagai tempat orang-orang di zaman dulu untuk berlabuh melakukan sholat, tetapi juga tempat istirahat mereka sejenak setelah sholat, atau penat berlayar.

Secara pasti, tidak diketahui siapa yang membangun pertama kali masjid ini. Tapi secara bentuk, dulu, masjid megah ini—sederhana, hanya berbentuk sakepat atau empat pilar dengan ukuran 20×20 meter.

Secara bentuk, ada banyak perubahan di masjid ini. Lebih kurang dua kali direnovasi, di tahun 1976 dan tahun 2019. Secara cerita, masjid ini dihormati sebab sejarahnya di masa lalu. Ada beberapa peninggalan di sana sebagai artefak sejarah. Seperti pintu masjid dan mimbar atau tempat khatib berkhotbah di masjid itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Secara corak—yang menempel di dinding masjid, selain kaligrafi berbahasa arab, corak Bali juga tertempel di tembok itu beberapa menghiasi dinding. Bahkan, corak dari Persia, Cina, Bugis juga ada di masjid itu sebagai bentuk akulturasi budaya di masa lalu. Hal itu tampak dari cangkir keramik, peci sorban, dan tongkat khotib.

Benda-benda itu masih tersimpan dengan baik, dan akan dibuatkan museumnya nanti. Ya, semoga segera terlaksana.

Di bulan Ramadhan kali ini, masjid ini—mencoba untuk kembali dikunjungi banyak orang melalui kegiatan bulan puasa. Ada beberapa aktivitas digelar. Seperti makan sahur gratis, buka bersama, tadarus dan masih banyak lagi selain tarawih berjama’ah juga.

Sahur bersama dengan latar belakang masjid dengan arsitektur yang unik dan bersejarah | Foto: tatkala.co/Son

Dan sekarang, di awal-awal puasa ini masjid itu tampak hidup. Gang-gang sempit di sana kini banyak didatangi orang-orang untuk makan sahur bersama. Ramai. Masjid dikunjungin banyak orang oleh masyarakat lokal maupun luar, seperti Eril Paizi dan kawan-kawanya.

“Tapi, sayang, mereka setelah sahur itu langsung pulang. Inginnya kami sih, kita sholat subuh berjama’ah dulu di sini. Biar lebih terasa ramadhannya hehe,” kata Madhari, sang pengurus masjid, tentang keinginan para pengurus masjid setelah sahur sholat berjama’ah.

Agar mereka tak buru-buru pulang lebih awal—setelah makan sahur, katanya Madhari, para pengurus akan menyiapkan kopi dan teh.  Gagasan itu muncul dalam rapat pengurus masjid.

“Biar nanti setelah sahur, boleh ngopi-ngopi dulu sambil nunggu waktu subuh. Di sini ada mukena dan sarung, juga peci. Nanti bisa pakai di sini saja kalau semisalkan tidak bawa alat sholat,” lanjut lelaki itu meyakinkan bahwa sholat berjama’ah lebih asik ketimbang sholat sendiri-sendiri. Agar masjid lebih hidup. Agar silaturahmi tak putus-putus.

Menarik. Ayo, mahasiswa Singaraja, sahur bersama di sana, ayo sholat berjama’ah di sana. Selamat sahur selamat berpuasa… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
Sahur Bersama di Masjid Jami’ Singaraja, Hal yang Ditunggu Saat Bulan Puasa
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Bubur Kajanan, Kuliner Khas Bulan Ramadan
Tags: Islam di BaliMasjid Kuno Keramat SingarajaMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berapa Biji Sebaiknya Makan Durian dalam Sehari?

Next Post

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Son Lomri

Son Lomri

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co