12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Son Lomri by Son Lomri
March 6, 2025
in Khas
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Antri sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co

SEKITAR jam 03.40 atau di waktu pagi-pagi buta itu, para mahasiswa datang ke Masjid Kuno Keramat Singaraja, di Jalan Hasanuddin. Masjid itu ada di antara sela-sela rumah warga di Kelurahan Kampung Kajanan.

Mereka datang melewati gang sempit, dan itu hanya rintangan kecil, untuk bisa sahur bersama. Beberapa warga, juga mahasiswa, ada yang sudah datang terlebih dulu. Mereka membantu pengurus masjid menggelar tikar untuk duduk. Setelah selesai tikar digelar, juga setelah selesai nasi bungkus diletakkan di meja, orang-orang pun mengantri kemudian— mengambil satu-satu nasi untuk sahur.

Di bawah lampu-lampu bohlam rias yang menyala, mereka duduk seperti di bawah cahaya bintang-bintang. Menatap nasi penuh syukur. Makan secara cukup. Ini berkat. Besok puasa…

Semua yang datang terbagi dengan baik. Sekitar 65 nasi bungkus disiapkan oleh pengurus masjid. “Yang sebelumnya hanya lima puluh bungkus, dan itu tidak cukup kata salah satu pengurus Madhari. Ada yang tak terbagi, maka, jumlah nasi ditambah kemudian,” kata Madhari, pengurus Takmir Urusan PHBI, Selasa, 4 Maret 2024.

Tak hanya nasi, beberapa jumlah jajanan kue-kue juga terhidang di sana. Boleh diambil, boleh dimakan sebagai teman ngobrol setelah makan sahur.

Sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Eril Paizi, mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) asal Lombok, merasa cukup dengan apa yang terhidang di sana. Sebagai perantau yang tinggal di kos-kosan, sahur gratis menjadi satu alternatif dirinya untuk tidak masak, untuk tidak repot alias menghemat—ditengah musimnya efisiensi kantong.

Hanya tinggal berjuang untuk bangun pagi-pagi buta, bersama beberapa teman ia datang. “Informasinya dari teman-teman Al-Hikmah (organisasi kampus), bahwa di masjid ini ada sahur gratis. Langsung ke sini sama mereka, insyaallah nanti ngajak teman yang lain untuk datang ke sini juga,” kata Eril Paizi.

Tahun lalu, 2024, sahur gratis dilakukan di Masjid Jamik Singaraja, tetapi tahun sekarang masjid itu tidak melakukannya lagi. Tidak diketahui mengapa masjid itu tidak melakukannya lagi. Secara kenangan, ada banyak mahasiswa yang rindu makan di sana, juga soal bubur khas Kajanan yang enaknya pake bingitz...

Masjid Jamik atau Masjid Kuno Keramat, dua-duanya merupakan masjid bersejarah di wilayah Buleleng, Bali bagian utara. Masjid itu diurus secara baik.

Di Buleleng, Masjid Kuno Keramat sendiri merupakan masjid pertama di kota ini. Konon, di bangun oleh para pedagang muslim yang datang berlayar ke Bali di tahun 1654.

Sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Masjid ini menghadap langsung ke Tukad Buleleng, sungai di tengah kota. Sehingga diperkirakan lagi, masjid ini tak hanya sebagai tempat orang-orang di zaman dulu untuk berlabuh melakukan sholat, tetapi juga tempat istirahat mereka sejenak setelah sholat, atau penat berlayar.

Secara pasti, tidak diketahui siapa yang membangun pertama kali masjid ini. Tapi secara bentuk, dulu, masjid megah ini—sederhana, hanya berbentuk sakepat atau empat pilar dengan ukuran 20×20 meter.

Secara bentuk, ada banyak perubahan di masjid ini. Lebih kurang dua kali direnovasi, di tahun 1976 dan tahun 2019. Secara cerita, masjid ini dihormati sebab sejarahnya di masa lalu. Ada beberapa peninggalan di sana sebagai artefak sejarah. Seperti pintu masjid dan mimbar atau tempat khatib berkhotbah di masjid itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Secara corak—yang menempel di dinding masjid, selain kaligrafi berbahasa arab, corak Bali juga tertempel di tembok itu beberapa menghiasi dinding. Bahkan, corak dari Persia, Cina, Bugis juga ada di masjid itu sebagai bentuk akulturasi budaya di masa lalu. Hal itu tampak dari cangkir keramik, peci sorban, dan tongkat khotib.

Benda-benda itu masih tersimpan dengan baik, dan akan dibuatkan museumnya nanti. Ya, semoga segera terlaksana.

Di bulan Ramadhan kali ini, masjid ini—mencoba untuk kembali dikunjungi banyak orang melalui kegiatan bulan puasa. Ada beberapa aktivitas digelar. Seperti makan sahur gratis, buka bersama, tadarus dan masih banyak lagi selain tarawih berjama’ah juga.

Sahur bersama dengan latar belakang masjid dengan arsitektur yang unik dan bersejarah | Foto: tatkala.co/Son

Dan sekarang, di awal-awal puasa ini masjid itu tampak hidup. Gang-gang sempit di sana kini banyak didatangi orang-orang untuk makan sahur bersama. Ramai. Masjid dikunjungin banyak orang oleh masyarakat lokal maupun luar, seperti Eril Paizi dan kawan-kawanya.

“Tapi, sayang, mereka setelah sahur itu langsung pulang. Inginnya kami sih, kita sholat subuh berjama’ah dulu di sini. Biar lebih terasa ramadhannya hehe,” kata Madhari, sang pengurus masjid, tentang keinginan para pengurus masjid setelah sahur sholat berjama’ah.

Agar mereka tak buru-buru pulang lebih awal—setelah makan sahur, katanya Madhari, para pengurus akan menyiapkan kopi dan teh.  Gagasan itu muncul dalam rapat pengurus masjid.

“Biar nanti setelah sahur, boleh ngopi-ngopi dulu sambil nunggu waktu subuh. Di sini ada mukena dan sarung, juga peci. Nanti bisa pakai di sini saja kalau semisalkan tidak bawa alat sholat,” lanjut lelaki itu meyakinkan bahwa sholat berjama’ah lebih asik ketimbang sholat sendiri-sendiri. Agar masjid lebih hidup. Agar silaturahmi tak putus-putus.

Menarik. Ayo, mahasiswa Singaraja, sahur bersama di sana, ayo sholat berjama’ah di sana. Selamat sahur selamat berpuasa… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
Sahur Bersama di Masjid Jami’ Singaraja, Hal yang Ditunggu Saat Bulan Puasa
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Bubur Kajanan, Kuliner Khas Bulan Ramadan
Tags: Islam di BaliMasjid Kuno Keramat SingarajaMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berapa Biji Sebaiknya Makan Durian dalam Sehari?

Next Post

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co