2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Son Lomri by Son Lomri
March 6, 2025
in Khas
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat

Antri sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co

SEKITAR jam 03.40 atau di waktu pagi-pagi buta itu, para mahasiswa datang ke Masjid Kuno Keramat Singaraja, di Jalan Hasanuddin. Masjid itu ada di antara sela-sela rumah warga di Kelurahan Kampung Kajanan.

Mereka datang melewati gang sempit, dan itu hanya rintangan kecil, untuk bisa sahur bersama. Beberapa warga, juga mahasiswa, ada yang sudah datang terlebih dulu. Mereka membantu pengurus masjid menggelar tikar untuk duduk. Setelah selesai tikar digelar, juga setelah selesai nasi bungkus diletakkan di meja, orang-orang pun mengantri kemudian— mengambil satu-satu nasi untuk sahur.

Di bawah lampu-lampu bohlam rias yang menyala, mereka duduk seperti di bawah cahaya bintang-bintang. Menatap nasi penuh syukur. Makan secara cukup. Ini berkat. Besok puasa…

Semua yang datang terbagi dengan baik. Sekitar 65 nasi bungkus disiapkan oleh pengurus masjid. “Yang sebelumnya hanya lima puluh bungkus, dan itu tidak cukup kata salah satu pengurus Madhari. Ada yang tak terbagi, maka, jumlah nasi ditambah kemudian,” kata Madhari, pengurus Takmir Urusan PHBI, Selasa, 4 Maret 2024.

Tak hanya nasi, beberapa jumlah jajanan kue-kue juga terhidang di sana. Boleh diambil, boleh dimakan sebagai teman ngobrol setelah makan sahur.

Sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Eril Paizi, mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) asal Lombok, merasa cukup dengan apa yang terhidang di sana. Sebagai perantau yang tinggal di kos-kosan, sahur gratis menjadi satu alternatif dirinya untuk tidak masak, untuk tidak repot alias menghemat—ditengah musimnya efisiensi kantong.

Hanya tinggal berjuang untuk bangun pagi-pagi buta, bersama beberapa teman ia datang. “Informasinya dari teman-teman Al-Hikmah (organisasi kampus), bahwa di masjid ini ada sahur gratis. Langsung ke sini sama mereka, insyaallah nanti ngajak teman yang lain untuk datang ke sini juga,” kata Eril Paizi.

Tahun lalu, 2024, sahur gratis dilakukan di Masjid Jamik Singaraja, tetapi tahun sekarang masjid itu tidak melakukannya lagi. Tidak diketahui mengapa masjid itu tidak melakukannya lagi. Secara kenangan, ada banyak mahasiswa yang rindu makan di sana, juga soal bubur khas Kajanan yang enaknya pake bingitz...

Masjid Jamik atau Masjid Kuno Keramat, dua-duanya merupakan masjid bersejarah di wilayah Buleleng, Bali bagian utara. Masjid itu diurus secara baik.

Di Buleleng, Masjid Kuno Keramat sendiri merupakan masjid pertama di kota ini. Konon, di bangun oleh para pedagang muslim yang datang berlayar ke Bali di tahun 1654.

Sahur bersama di Masjid Kuno Keramat Singaraja | Foto: tatkala.co/Son

Masjid ini menghadap langsung ke Tukad Buleleng, sungai di tengah kota. Sehingga diperkirakan lagi, masjid ini tak hanya sebagai tempat orang-orang di zaman dulu untuk berlabuh melakukan sholat, tetapi juga tempat istirahat mereka sejenak setelah sholat, atau penat berlayar.

Secara pasti, tidak diketahui siapa yang membangun pertama kali masjid ini. Tapi secara bentuk, dulu, masjid megah ini—sederhana, hanya berbentuk sakepat atau empat pilar dengan ukuran 20×20 meter.

Secara bentuk, ada banyak perubahan di masjid ini. Lebih kurang dua kali direnovasi, di tahun 1976 dan tahun 2019. Secara cerita, masjid ini dihormati sebab sejarahnya di masa lalu. Ada beberapa peninggalan di sana sebagai artefak sejarah. Seperti pintu masjid dan mimbar atau tempat khatib berkhotbah di masjid itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Secara corak—yang menempel di dinding masjid, selain kaligrafi berbahasa arab, corak Bali juga tertempel di tembok itu beberapa menghiasi dinding. Bahkan, corak dari Persia, Cina, Bugis juga ada di masjid itu sebagai bentuk akulturasi budaya di masa lalu. Hal itu tampak dari cangkir keramik, peci sorban, dan tongkat khotib.

Benda-benda itu masih tersimpan dengan baik, dan akan dibuatkan museumnya nanti. Ya, semoga segera terlaksana.

Di bulan Ramadhan kali ini, masjid ini—mencoba untuk kembali dikunjungi banyak orang melalui kegiatan bulan puasa. Ada beberapa aktivitas digelar. Seperti makan sahur gratis, buka bersama, tadarus dan masih banyak lagi selain tarawih berjama’ah juga.

Sahur bersama dengan latar belakang masjid dengan arsitektur yang unik dan bersejarah | Foto: tatkala.co/Son

Dan sekarang, di awal-awal puasa ini masjid itu tampak hidup. Gang-gang sempit di sana kini banyak didatangi orang-orang untuk makan sahur bersama. Ramai. Masjid dikunjungin banyak orang oleh masyarakat lokal maupun luar, seperti Eril Paizi dan kawan-kawanya.

“Tapi, sayang, mereka setelah sahur itu langsung pulang. Inginnya kami sih, kita sholat subuh berjama’ah dulu di sini. Biar lebih terasa ramadhannya hehe,” kata Madhari, sang pengurus masjid, tentang keinginan para pengurus masjid setelah sahur sholat berjama’ah.

Agar mereka tak buru-buru pulang lebih awal—setelah makan sahur, katanya Madhari, para pengurus akan menyiapkan kopi dan teh.  Gagasan itu muncul dalam rapat pengurus masjid.

“Biar nanti setelah sahur, boleh ngopi-ngopi dulu sambil nunggu waktu subuh. Di sini ada mukena dan sarung, juga peci. Nanti bisa pakai di sini saja kalau semisalkan tidak bawa alat sholat,” lanjut lelaki itu meyakinkan bahwa sholat berjama’ah lebih asik ketimbang sholat sendiri-sendiri. Agar masjid lebih hidup. Agar silaturahmi tak putus-putus.

Menarik. Ayo, mahasiswa Singaraja, sahur bersama di sana, ayo sholat berjama’ah di sana. Selamat sahur selamat berpuasa… [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Tebar Itu Kebersamaan | Dari PMM Al-Hikmah Berbagi Takjil di Undiksha Singaraja
Sahur Bersama di Masjid Jami’ Singaraja, Hal yang Ditunggu Saat Bulan Puasa
Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Bubur Kajanan, Kuliner Khas Bulan Ramadan
Tags: Islam di BaliMasjid Kuno Keramat SingarajaMuslimRamadanRamadhan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Berapa Biji Sebaiknya Makan Durian dalam Sehari?

Next Post

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Debat Bahasa Bali, Seni “Marebat” dengan “Sor-Singgih”, Jadi Trending Topik di Media Sosial

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co