13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
April 4, 2025
in Khas
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

SETELAH Kementerian Agama resmi memutuskan waktu Hari Raya Idul Fitri, takbir bergema di seluruh seantero nusantara: di kota-kota besar dan di pelosok-pelosok desa, termasuk di Banjar Dinas/Dusun Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan. Seririt, Buleleng-Bali, sebuah daerah di pesisir pantai Bali Utara yang dihuni oleh masyarakat Muslim.

Letak desa ini terkurung di antara pantai dan dusun lain yang dihuni umat Hindu. Meski demikian, takbir tak henti-hentinya bergema dengan sangat meriah selama 5 hari berturut-turut di desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1000 jiwa ini.

Kemeriahan Lebaran di desa ini, tentu, tidak hanya terasa dalam hati setiap individu saja, melainkan tampak dari pernak-pernik yang dapat dilihat dan dirasakan oleh semua warga. Mulai dari lampu warna-warni yang menghiasi sepanjang jalan raya, acara Bazar Lebaran yang diadakan oleh Ikatan Remaja Kauman (IRKA) yang rutin setiap tahun, hingga tradisi ziarah di tiga banjar (baris) selama 3 hari berturut-turut.

Tradisi ziarah merupakan tradisi yang sampai saat ini, bahkan di tahun-tahun mendatang, akan terus lestari. Tradisi, menurut WJS Poerwadarminto (1976), adalah segala sesuatu yang melekat pada kehidupan masyarakat yang dijalankan secara terus menerus.

Saat ziarah, masyarakat Desa Pengastulan —sebagaimana masyarakat Muslim lainnya, saling meminta dan menerima maaf, yang populer dengan istilah halal bi halal, istilah yang dipopulerkan oleh seorang penjual martabak asal India yang berdagang di taman Sriwedari Solo (1935 – 1936), dalam satu riwayat. Dalam riwayat lain, halal bi halal digagas oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1948 saat Bung Karno meminta solusi kepada Mbah Wahab untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal pemerintahan pada saat itu.

Konsep Ziarah yang Berubah-ubah

Dari tahun ke tahun, konsep ziarah Lebaran di Pengastulan mengalami beberapa kali perubahan. Berikut penulis uraikan sejarah sebelum dan sesudah ditetapkannya konsep ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, yang kemudian menjadi tradisi. Uraian ini, berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Anis Abdurrahim, tokoh masyarakat sekaligus mantan Perbekel Desa Pengastulan.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Pada mulanya, ziarah Lebaran di Desa Pengastulan hanya berlangsung satu hari, tepatnya setelah sholat ied saat pagi hari. Masyarakat hanya mendatangi perbekel Desa Pengastulan saat itu, Haji Hasan Usman  dan para tokoh masyarakat sekaligus tuan guru dan saudagar yang membimbing dan membantu kehidupan mereka. Di antaranya Tuan Guru Haji Munawar, Tuan Guru Haji Junaidi, dan Tuan Guru Haji Ali Shiddiq.

Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan ziarah berubah  menjadi dua hari, sebagaimana gagasan dan kesepakatan dari para tokoh agama. Pada hari pertama, ziarah berjalan sebagaimana biasanya. Sedangkan pada hari kedua, ziarah hanya dilakukan bersama keluarga dekat saja.

Pada tahun 1978, tepatnya saat Muhammadiyah resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi kemasyarakatan di desa tersebut, muncul lagi gagasan  baru dari klian desa, Haji Anis Abdurrahim, dan jajarannya, untuk mengubah konsep ziarah. Yakni, setengah hari untuk Muslim laki-laki, dan setengah hari lagi untuk Muslim perempuan. Konsep ini tidak bertahan lama. Kendalanya, Muslim perempuan yang mendapat waktu mulai siang sampai sore, sering tidak tepat waktu. Sehingga menghambat jalannya ziarah.

Pada tahun berikutnya, konsep ziarah mengalami perubahan yang ketiga kalinya. Yakni, setengah hari berziarah di Kelurahan Seririt, dan setengah hari  di Desa Pengastulan. Konsep ziarah ini tidak berjalan efektif dan menuai pro-kontra dari masyarakat. Sehingga, pada tahun 1983, muncul gagasan baru dari klian  desa yang pada saat itu masih menjabat. Konsep ziarah ini, sampai saat ini masih terus berjalan dan secara tidak langsung menjadi tradisi ziarah Lebaran di Desa Pengastulan dari tahun ke tahun.

Tradisi Ziarah di Tiga Banjar

Konsep ziarah lebaran yang digagas oleh klian desa pada tahun 1983 itu berjalan selama tiga hari,  sesuai dengan jumlah banjar (baris) yang ada di Dusun Kauman, Desa Pengastulan. Penempatan ziarah pertama dilakukan secara bergilir. Jika Lebaran tahun ini dimulai dari Banjar barat, lalu tengah, dan terakhir timur. Maka, tahun depan, sebaliknya. Setelah tiga banjar itu selesai, keesokan harinya ziarah dilanjutkan ke rumah-rumah penduduk Muslim di sekitar Kecamatan Seririt.

Saat berziarah, selain melakukan halal bi halal, masyarakat juga saling menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Ada beberapa makanan yang wajib ada dan dihidangkan saat lebaran di desa ini. Di antaranya roti goreng, keciput, tape uli, ladrang, dan seriping. Tentu, masih banyak makanan tambahan lainnya. Seperti bakso, gorengan, es buah, dan lain-lain.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Sambil menikmati hidangan, masyarakat saling bertukar cerita, pengalaman, dan berita. Bagi mereka yang pernah bermain bersama saat masa kecil, bernostalgia dan merindukan kembali masa sebelum mereka berpisah untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Pelaksanaan ziarah ini, biasanya dilakukan mulai pagi sampai siang hari, menjelang adzan dzuhur. Waktu ini cukup lama. Sebab, setiap banjar, ada puluhan rumah yang harus mereka datangi.

Tujuan digagasnya konsep ziarah ini, seperti yang disinggung pada paragraf sebelumnya, adalah untuk menjangkau lebih luas masyarakat Muslim di sekitar Desa Pengastulan. Dengan tradisi ziarah ini, hubungan persaudaraan semakin erat di antara mereka.[T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula
Tradisi Menyalakan Colok di Penghujung Ramadan: Menerangi Arwah Leluhur dengan Doa-doa
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat
Tags: Desa PengastulanIslamIslam di BaliLebaranMuslimSeriritTradisiziarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Next Post

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co