12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
April 4, 2025
in Khas
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

SETELAH Kementerian Agama resmi memutuskan waktu Hari Raya Idul Fitri, takbir bergema di seluruh seantero nusantara: di kota-kota besar dan di pelosok-pelosok desa, termasuk di Banjar Dinas/Dusun Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan. Seririt, Buleleng-Bali, sebuah daerah di pesisir pantai Bali Utara yang dihuni oleh masyarakat Muslim.

Letak desa ini terkurung di antara pantai dan dusun lain yang dihuni umat Hindu. Meski demikian, takbir tak henti-hentinya bergema dengan sangat meriah selama 5 hari berturut-turut di desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1000 jiwa ini.

Kemeriahan Lebaran di desa ini, tentu, tidak hanya terasa dalam hati setiap individu saja, melainkan tampak dari pernak-pernik yang dapat dilihat dan dirasakan oleh semua warga. Mulai dari lampu warna-warni yang menghiasi sepanjang jalan raya, acara Bazar Lebaran yang diadakan oleh Ikatan Remaja Kauman (IRKA) yang rutin setiap tahun, hingga tradisi ziarah di tiga banjar (baris) selama 3 hari berturut-turut.

Tradisi ziarah merupakan tradisi yang sampai saat ini, bahkan di tahun-tahun mendatang, akan terus lestari. Tradisi, menurut WJS Poerwadarminto (1976), adalah segala sesuatu yang melekat pada kehidupan masyarakat yang dijalankan secara terus menerus.

Saat ziarah, masyarakat Desa Pengastulan —sebagaimana masyarakat Muslim lainnya, saling meminta dan menerima maaf, yang populer dengan istilah halal bi halal, istilah yang dipopulerkan oleh seorang penjual martabak asal India yang berdagang di taman Sriwedari Solo (1935 – 1936), dalam satu riwayat. Dalam riwayat lain, halal bi halal digagas oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1948 saat Bung Karno meminta solusi kepada Mbah Wahab untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal pemerintahan pada saat itu.

Konsep Ziarah yang Berubah-ubah

Dari tahun ke tahun, konsep ziarah Lebaran di Pengastulan mengalami beberapa kali perubahan. Berikut penulis uraikan sejarah sebelum dan sesudah ditetapkannya konsep ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, yang kemudian menjadi tradisi. Uraian ini, berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Anis Abdurrahim, tokoh masyarakat sekaligus mantan Perbekel Desa Pengastulan.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Pada mulanya, ziarah Lebaran di Desa Pengastulan hanya berlangsung satu hari, tepatnya setelah sholat ied saat pagi hari. Masyarakat hanya mendatangi perbekel Desa Pengastulan saat itu, Haji Hasan Usman  dan para tokoh masyarakat sekaligus tuan guru dan saudagar yang membimbing dan membantu kehidupan mereka. Di antaranya Tuan Guru Haji Munawar, Tuan Guru Haji Junaidi, dan Tuan Guru Haji Ali Shiddiq.

Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan ziarah berubah  menjadi dua hari, sebagaimana gagasan dan kesepakatan dari para tokoh agama. Pada hari pertama, ziarah berjalan sebagaimana biasanya. Sedangkan pada hari kedua, ziarah hanya dilakukan bersama keluarga dekat saja.

Pada tahun 1978, tepatnya saat Muhammadiyah resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi kemasyarakatan di desa tersebut, muncul lagi gagasan  baru dari klian desa, Haji Anis Abdurrahim, dan jajarannya, untuk mengubah konsep ziarah. Yakni, setengah hari untuk Muslim laki-laki, dan setengah hari lagi untuk Muslim perempuan. Konsep ini tidak bertahan lama. Kendalanya, Muslim perempuan yang mendapat waktu mulai siang sampai sore, sering tidak tepat waktu. Sehingga menghambat jalannya ziarah.

Pada tahun berikutnya, konsep ziarah mengalami perubahan yang ketiga kalinya. Yakni, setengah hari berziarah di Kelurahan Seririt, dan setengah hari  di Desa Pengastulan. Konsep ziarah ini tidak berjalan efektif dan menuai pro-kontra dari masyarakat. Sehingga, pada tahun 1983, muncul gagasan baru dari klian  desa yang pada saat itu masih menjabat. Konsep ziarah ini, sampai saat ini masih terus berjalan dan secara tidak langsung menjadi tradisi ziarah Lebaran di Desa Pengastulan dari tahun ke tahun.

Tradisi Ziarah di Tiga Banjar

Konsep ziarah lebaran yang digagas oleh klian desa pada tahun 1983 itu berjalan selama tiga hari,  sesuai dengan jumlah banjar (baris) yang ada di Dusun Kauman, Desa Pengastulan. Penempatan ziarah pertama dilakukan secara bergilir. Jika Lebaran tahun ini dimulai dari Banjar barat, lalu tengah, dan terakhir timur. Maka, tahun depan, sebaliknya. Setelah tiga banjar itu selesai, keesokan harinya ziarah dilanjutkan ke rumah-rumah penduduk Muslim di sekitar Kecamatan Seririt.

Saat berziarah, selain melakukan halal bi halal, masyarakat juga saling menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Ada beberapa makanan yang wajib ada dan dihidangkan saat lebaran di desa ini. Di antaranya roti goreng, keciput, tape uli, ladrang, dan seriping. Tentu, masih banyak makanan tambahan lainnya. Seperti bakso, gorengan, es buah, dan lain-lain.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Sambil menikmati hidangan, masyarakat saling bertukar cerita, pengalaman, dan berita. Bagi mereka yang pernah bermain bersama saat masa kecil, bernostalgia dan merindukan kembali masa sebelum mereka berpisah untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Pelaksanaan ziarah ini, biasanya dilakukan mulai pagi sampai siang hari, menjelang adzan dzuhur. Waktu ini cukup lama. Sebab, setiap banjar, ada puluhan rumah yang harus mereka datangi.

Tujuan digagasnya konsep ziarah ini, seperti yang disinggung pada paragraf sebelumnya, adalah untuk menjangkau lebih luas masyarakat Muslim di sekitar Desa Pengastulan. Dengan tradisi ziarah ini, hubungan persaudaraan semakin erat di antara mereka.[T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula
Tradisi Menyalakan Colok di Penghujung Ramadan: Menerangi Arwah Leluhur dengan Doa-doa
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat
Tags: Desa PengastulanIslamIslam di BaliLebaranMuslimSeriritTradisiziarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Next Post

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co