3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Ahmad Hirzan Anwari by Ahmad Hirzan Anwari
April 4, 2025
in Khas
Tradisi Ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, Kini Berlangsung 5 Hari…

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

SETELAH Kementerian Agama resmi memutuskan waktu Hari Raya Idul Fitri, takbir bergema di seluruh seantero nusantara: di kota-kota besar dan di pelosok-pelosok desa, termasuk di Banjar Dinas/Dusun Kauman, Desa Pengastulan, Kecamatan. Seririt, Buleleng-Bali, sebuah daerah di pesisir pantai Bali Utara yang dihuni oleh masyarakat Muslim.

Letak desa ini terkurung di antara pantai dan dusun lain yang dihuni umat Hindu. Meski demikian, takbir tak henti-hentinya bergema dengan sangat meriah selama 5 hari berturut-turut di desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1000 jiwa ini.

Kemeriahan Lebaran di desa ini, tentu, tidak hanya terasa dalam hati setiap individu saja, melainkan tampak dari pernak-pernik yang dapat dilihat dan dirasakan oleh semua warga. Mulai dari lampu warna-warni yang menghiasi sepanjang jalan raya, acara Bazar Lebaran yang diadakan oleh Ikatan Remaja Kauman (IRKA) yang rutin setiap tahun, hingga tradisi ziarah di tiga banjar (baris) selama 3 hari berturut-turut.

Tradisi ziarah merupakan tradisi yang sampai saat ini, bahkan di tahun-tahun mendatang, akan terus lestari. Tradisi, menurut WJS Poerwadarminto (1976), adalah segala sesuatu yang melekat pada kehidupan masyarakat yang dijalankan secara terus menerus.

Saat ziarah, masyarakat Desa Pengastulan —sebagaimana masyarakat Muslim lainnya, saling meminta dan menerima maaf, yang populer dengan istilah halal bi halal, istilah yang dipopulerkan oleh seorang penjual martabak asal India yang berdagang di taman Sriwedari Solo (1935 – 1936), dalam satu riwayat. Dalam riwayat lain, halal bi halal digagas oleh KH. Wahab Chasbullah pada tahun 1948 saat Bung Karno meminta solusi kepada Mbah Wahab untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal pemerintahan pada saat itu.

Konsep Ziarah yang Berubah-ubah

Dari tahun ke tahun, konsep ziarah Lebaran di Pengastulan mengalami beberapa kali perubahan. Berikut penulis uraikan sejarah sebelum dan sesudah ditetapkannya konsep ziarah Lebaran di Desa Pengastulan, yang kemudian menjadi tradisi. Uraian ini, berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Anis Abdurrahim, tokoh masyarakat sekaligus mantan Perbekel Desa Pengastulan.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Pada mulanya, ziarah Lebaran di Desa Pengastulan hanya berlangsung satu hari, tepatnya setelah sholat ied saat pagi hari. Masyarakat hanya mendatangi perbekel Desa Pengastulan saat itu, Haji Hasan Usman  dan para tokoh masyarakat sekaligus tuan guru dan saudagar yang membimbing dan membantu kehidupan mereka. Di antaranya Tuan Guru Haji Munawar, Tuan Guru Haji Junaidi, dan Tuan Guru Haji Ali Shiddiq.

Seiring berjalannya waktu, pelaksanaan ziarah berubah  menjadi dua hari, sebagaimana gagasan dan kesepakatan dari para tokoh agama. Pada hari pertama, ziarah berjalan sebagaimana biasanya. Sedangkan pada hari kedua, ziarah hanya dilakukan bersama keluarga dekat saja.

Pada tahun 1978, tepatnya saat Muhammadiyah resmi mendeklarasikan diri sebagai organisasi kemasyarakatan di desa tersebut, muncul lagi gagasan  baru dari klian desa, Haji Anis Abdurrahim, dan jajarannya, untuk mengubah konsep ziarah. Yakni, setengah hari untuk Muslim laki-laki, dan setengah hari lagi untuk Muslim perempuan. Konsep ini tidak bertahan lama. Kendalanya, Muslim perempuan yang mendapat waktu mulai siang sampai sore, sering tidak tepat waktu. Sehingga menghambat jalannya ziarah.

Pada tahun berikutnya, konsep ziarah mengalami perubahan yang ketiga kalinya. Yakni, setengah hari berziarah di Kelurahan Seririt, dan setengah hari  di Desa Pengastulan. Konsep ziarah ini tidak berjalan efektif dan menuai pro-kontra dari masyarakat. Sehingga, pada tahun 1983, muncul gagasan baru dari klian  desa yang pada saat itu masih menjabat. Konsep ziarah ini, sampai saat ini masih terus berjalan dan secara tidak langsung menjadi tradisi ziarah Lebaran di Desa Pengastulan dari tahun ke tahun.

Tradisi Ziarah di Tiga Banjar

Konsep ziarah lebaran yang digagas oleh klian desa pada tahun 1983 itu berjalan selama tiga hari,  sesuai dengan jumlah banjar (baris) yang ada di Dusun Kauman, Desa Pengastulan. Penempatan ziarah pertama dilakukan secara bergilir. Jika Lebaran tahun ini dimulai dari Banjar barat, lalu tengah, dan terakhir timur. Maka, tahun depan, sebaliknya. Setelah tiga banjar itu selesai, keesokan harinya ziarah dilanjutkan ke rumah-rumah penduduk Muslim di sekitar Kecamatan Seririt.

Saat berziarah, selain melakukan halal bi halal, masyarakat juga saling menikmati makanan dan minuman yang dihidangkan. Ada beberapa makanan yang wajib ada dan dihidangkan saat lebaran di desa ini. Di antaranya roti goreng, keciput, tape uli, ladrang, dan seriping. Tentu, masih banyak makanan tambahan lainnya. Seperti bakso, gorengan, es buah, dan lain-lain.

Tradisi Ziarah di Desa Pengastulan, Seririt, Buleleng-Bali | Foto: Hirzan

Sambil menikmati hidangan, masyarakat saling bertukar cerita, pengalaman, dan berita. Bagi mereka yang pernah bermain bersama saat masa kecil, bernostalgia dan merindukan kembali masa sebelum mereka berpisah untuk menjalani kehidupan masing-masing.

Pelaksanaan ziarah ini, biasanya dilakukan mulai pagi sampai siang hari, menjelang adzan dzuhur. Waktu ini cukup lama. Sebab, setiap banjar, ada puluhan rumah yang harus mereka datangi.

Tujuan digagasnya konsep ziarah ini, seperti yang disinggung pada paragraf sebelumnya, adalah untuk menjangkau lebih luas masyarakat Muslim di sekitar Desa Pengastulan. Dengan tradisi ziarah ini, hubungan persaudaraan semakin erat di antara mereka.[T]

Penulis: Ahmad Hirzan Anwari
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kampung Kajanan Singaraja, Tradisi Mekila, dan Cerita-cerita Khas di Dalamnya
Ritual Suci 10 Muharram: Tradisi Penguat Identitas dan Rasa Kekeluargaan Umat Muslim Batu Gambir Tejakula
Tradisi Menyalakan Colok di Penghujung Ramadan: Menerangi Arwah Leluhur dengan Doa-doa
Berjuang Bangun di Pagi Buta, Mahasiswa Muslim Singaraja Sahur Enak di Masjid Kuno Keramat
Tags: Desa PengastulanIslamIslam di BaliLebaranMuslimSeriritTradisiziarah
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

In Memoriam | Gagasan Terbaru Dede Nyana: Membukukan Karya Sastra Penyuluh Bahasa Bali Gianyar

Next Post

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Ahmad Hirzan Anwari

Ahmad Hirzan Anwari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang asal Buleleng

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Dirjen Bimas Hindu Letakkan Batu Pertama, Gedung Pascasarjana STAHN Mpu Kuturan Resmi Dibangun

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co