23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada Waktu Seperti Apa Sebaiknya Kita Makan Rujak?

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
August 6, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

SORE itu, di Klinik Gizi Sahabat, saya sedang sibuk rapat daring via zoom dengan OP (Organisasi Profesi) Persagi Wilayah Bali. Persagi itu adalah wadah perkumpulan para teman sejawat ahli gizi wilayah Bali. 

Tiba tiba pintu diketuk dan masukklah asisten dokter dengan senyum manisnya sambil berkata, “Bli Eka, ada pasien konsul gizi ya, dengan keluhan di lambung!”

“Owh, oke, Tut, terima kasih,” kata saya kepada Ketut, asisten Pak Dokter yang sedang bertugas hari itu.

Masuklah pasien dengan tinggi hampir 170 cm dan berat badan 68 Kg. Sebut saja namanya Kadek. Ia ditemani oleh ibunya yang berperawakan sedang dan umur hampir setengah abad, dengan raut muka yang ceria.

“Silakan masuk, Bu, silakan duduk!” sapa saya. Itu sapaan rutin kepada setiap pasien yang datang ke Klinik Gizi Sahabat.

Setelah meminta identitas pasien, saya mulai menghitung data status Gizi pasien, dan berat badan ideal dari pasien. Data status gizi pasien dapat diperoleh dengan mengitung berat badan dan dibandingkan dengan tinggi badan (kuadrat), lalu akan diperolah hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh yang kita kenal dengan IMT. Dengan hitungan itu, diperolehlah data dari Status Gizi Pasien.

Kadek sendiri ada dalam skor status gizi 22,99 yang berarti masih dalam status gizi baik atau normal serta  dengan berat badan yang ideal.

Setelah menjelaskan terkait dengan status gizi dan berat badan idealnya, saya pun lanjut menanyakan terkait dengan keluhan dari pasien.

 “Bagaimana kabar, Dek? Sehat? Keluhan yang kadek rasakan sekarang apa?” tanya saya sambil mencatat detail dari keluhan pasien.

“Malam, Pak, keluhan saya ada mual-mual dan sesak, Pak? Empat hari lalu sampai masuk ke UGD akibat gak bisa napas dan sesak, jadi harus pakai oksigen biar bisa kembali lagi bernapas dengan baik, Pak!” kata Kadek.

Dari data recall (data hasil wawancara dan diskusi terkait pola hidup, pola makan dll) dapat diperolah data, Kadek aktivitas sehari-harinya sebagai salah satu mahasiswa semester 4 di Universitas Pendidikan Ganesha, salah satu universitas yang favorit dan terkenal di Bali dan di Bali Utara khususnya.

 Pola makan Kadek sedikit berantakan karena sedang melakukan diet dengan makan hanya sekali dalam sehari, dan tidak konsumsi nasi putih. Padahal pada umumnya kalaua tidak makan nasi putih berasa kayak belum makan.

Nah, ini yang akan kita bicarakan. Kadek suka makan rujak. Rujak merupakan kuliner buah-buahan yang dipotong-potong kecil dengan kombinasi bumbu asam manis sebagai pelengkap rasa, dan tentunya bisa buat kita ngiler dan ingin nambah terus.

Apakah rujak bisa jadi biang kerok? Apakah rujak tidak diperbolahkan dikonsumsi?

Rujak tentu saja boleh dikonsumsi. Itu kan warisan kuliner kita secara turun temurun.

Persoalannya pada Kadek adalah, makan rujak pada saat pagi dan dalam keadaan perut kosong. Jadi ini bisa menjadi pemicu timbul naiknya asam lambung kita, yang bisa menyebabkan mual-mual dan bisa sesak napas.

Makan rujak boleh saja, tapi disarankan pagi kita harus sarapan dulu. Baru bangun biasakan minum air putih hangat satu gelas biasa. Lakukan aktivitas pagi, lalu setelah itu sempatkan sarapan.

 Sarapan pagi penting  untuk menjaga stamina dan konsentrasi kita terlebih pada mahasiswa yang sedang dalam fase menuntut ilmu.

“Berarti saya gak boleh makan rujak, Pak?“ tanya Kadek.

Boleh kok tetap konsumsi rujak, tapi dengan catatan sarapan dulu pagi-pagi. Rujaknya bolehlah di siang hari setelah makan. Tentunya dengan porsi rujak yang jangan berlebih.

“Bagaimana dengan diet saya, Pak?“ tanya  Kadek kembali.

Diet dengan hanya 1 kali makan dalam sehari tentu saya tidak rekomendasikan. Pola makan yang direkomendasikan adalah 3 kali makan dalam sehari dan yang paling penting adalah pengaturan dari porsi makan yang kita makan tiap kali kita makan.

Boleh kita lakukan Cheat Day 1kali dalam seminggu, atau makan bebas sekali seminggu. Istilahnya ini adalah bonus setelah kita melakukan pola diet yang bagus dan benar. Tetapi perlu diingat dan dicatat, hanya 1 kali dalam seminggu jangan keblablasan.  

“Bagaimana dengan saya yang tidak konsumsi nasi, Pak? Apakah masih bisa saya terapkan?“ tanya Kadek dengan muka yang serius.

Saya sebagai salah satu konselor gizi di Klinik Gizi Sahabat, tentu sangat senang dengan pasien yang kooperatif dan menjelaskan dengan detail terkait pola makan dan pola aktifitasnya, karena dengan hal tersebut saya dapat mengkaji dengan lebih detail dan dapat merekomendasikan pola yang lebih baik untuk bisa diterapkan di rumah.

Kembali ke persoalan tidak konsumsi nasi, oke, kalau tidak konsumsi nasi. Boleh saja kok. Tetapi, yang tidak boleh adalah tidak konsumsi karbohidrat.

 Nasi sebagai salah satu sumber karbohidrat kompleks bisa kita ganti kok dengan jagung, ubi, singkong, kentang atau sumber karbohidrat komplek lainnya. Serta sumber karbohidrat sederhana seperti gula, madu yang sifatnya mudah cerna. Ini memberikan energi yang cepat tetapi juga cepat hilang. Jenis karbohidrat seperti ini wajib untuk dibatasi karena bisa meningkatkan kadar gula darah yang cepat.

Karbohidrat itu penting kok, untuk sumber makanan dari sel-sel tubuh kita, untuk regenerasi sel kita juga. Memang mau umur masih muda, tetapi mukanya sudah kelihatan tua? Tentu tidak kan?

Pada dasarnya tubuh kita memerlukan semua zat gizi untuk menjalankan fungsinya secara lebih optimal. Berikan tubuh kita semua zat gizi yang dibutuhkan, jangan memberikan semua yang kita inginkan dengan mengabaikan pola-pola yang seharusnya kita terapkan.

Semua makanan punya fungsi dan perannya masing masing dalam tubuh kita, makanan itu tidak ada yang jelek dan kita jangan mendewakan salah satu jenis makanan saja. Pola makanmu yang sekarang akan menentukan pola hidupmu ke depan.

Salam Sehat! [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…
Diet, Hal Sederhana yang Dibuat Ribet
Susu dan Tinggi Badan Anak
Makan Apa Sih, Kok Masih Muda Bisa Asam Urat?
Kisah Bubur dan Telur yang Tak Berdosa
Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari
Asam Lambung Karena Anak Kandung
Tags: gizimakanan bergizirujak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baduy Perlu Menciptakan Budaya Baru Demi Keberlangsungan Masa Depan Kesukuannya

Next Post

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails

Lampu Merah dan Mental Menerabas

by Angga Wijaya
August 20, 2026
0
Lampu Merah dan Mental Menerabas

SETIAP hari, ketika berada di jalan raya, saya seperti menyaksikan sebuah pertunjukan kecil tentang manusia Indonesia. Pertunjukan itu tidak berlangsung...

Read moreDetails

Mata Air yang Kehilangan Sungai: Kemakmuran yang Tersesat

by Ahmad Sihabudin
August 19, 2026
0
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik

"Di desa di kota tumbuh dan gelisah, seperti kembang dalam belukar, seperti mata air kehilangan sungai."— Franky Sahilatua Ada negeri...

Read moreDetails

Merawat Warisan Budaya Kolonial…

by Pande Susan
August 19, 2026
0
Merawat Warisan Budaya Kolonial…

“Berapa lama Belanda menjajah Indonesia?” Adalah sebuah pertanyaan wajib ketika mulai belajar tentang sejarah Indonesia setelah bab Kerajaan-Kerajaan Hindu-Budha dan...

Read moreDetails

Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

by Dede Putra Wiguna
August 18, 2026
0
Pasukan Berpeluh, Pejabat Berteduh

SETIAP kali upacara bendera dimulai, ada orang-orang yang berdiri di bawah matahari dan ada pula yang di bawah tenda. Yang...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co