2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada Waktu Seperti Apa Sebaiknya Kita Makan Rujak?

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
August 6, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

SORE itu, di Klinik Gizi Sahabat, saya sedang sibuk rapat daring via zoom dengan OP (Organisasi Profesi) Persagi Wilayah Bali. Persagi itu adalah wadah perkumpulan para teman sejawat ahli gizi wilayah Bali. 

Tiba tiba pintu diketuk dan masukklah asisten dokter dengan senyum manisnya sambil berkata, “Bli Eka, ada pasien konsul gizi ya, dengan keluhan di lambung!”

“Owh, oke, Tut, terima kasih,” kata saya kepada Ketut, asisten Pak Dokter yang sedang bertugas hari itu.

Masuklah pasien dengan tinggi hampir 170 cm dan berat badan 68 Kg. Sebut saja namanya Kadek. Ia ditemani oleh ibunya yang berperawakan sedang dan umur hampir setengah abad, dengan raut muka yang ceria.

“Silakan masuk, Bu, silakan duduk!” sapa saya. Itu sapaan rutin kepada setiap pasien yang datang ke Klinik Gizi Sahabat.

Setelah meminta identitas pasien, saya mulai menghitung data status Gizi pasien, dan berat badan ideal dari pasien. Data status gizi pasien dapat diperoleh dengan mengitung berat badan dan dibandingkan dengan tinggi badan (kuadrat), lalu akan diperolah hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh yang kita kenal dengan IMT. Dengan hitungan itu, diperolehlah data dari Status Gizi Pasien.

Kadek sendiri ada dalam skor status gizi 22,99 yang berarti masih dalam status gizi baik atau normal serta  dengan berat badan yang ideal.

Setelah menjelaskan terkait dengan status gizi dan berat badan idealnya, saya pun lanjut menanyakan terkait dengan keluhan dari pasien.

 “Bagaimana kabar, Dek? Sehat? Keluhan yang kadek rasakan sekarang apa?” tanya saya sambil mencatat detail dari keluhan pasien.

“Malam, Pak, keluhan saya ada mual-mual dan sesak, Pak? Empat hari lalu sampai masuk ke UGD akibat gak bisa napas dan sesak, jadi harus pakai oksigen biar bisa kembali lagi bernapas dengan baik, Pak!” kata Kadek.

Dari data recall (data hasil wawancara dan diskusi terkait pola hidup, pola makan dll) dapat diperolah data, Kadek aktivitas sehari-harinya sebagai salah satu mahasiswa semester 4 di Universitas Pendidikan Ganesha, salah satu universitas yang favorit dan terkenal di Bali dan di Bali Utara khususnya.

 Pola makan Kadek sedikit berantakan karena sedang melakukan diet dengan makan hanya sekali dalam sehari, dan tidak konsumsi nasi putih. Padahal pada umumnya kalaua tidak makan nasi putih berasa kayak belum makan.

Nah, ini yang akan kita bicarakan. Kadek suka makan rujak. Rujak merupakan kuliner buah-buahan yang dipotong-potong kecil dengan kombinasi bumbu asam manis sebagai pelengkap rasa, dan tentunya bisa buat kita ngiler dan ingin nambah terus.

Apakah rujak bisa jadi biang kerok? Apakah rujak tidak diperbolahkan dikonsumsi?

Rujak tentu saja boleh dikonsumsi. Itu kan warisan kuliner kita secara turun temurun.

Persoalannya pada Kadek adalah, makan rujak pada saat pagi dan dalam keadaan perut kosong. Jadi ini bisa menjadi pemicu timbul naiknya asam lambung kita, yang bisa menyebabkan mual-mual dan bisa sesak napas.

Makan rujak boleh saja, tapi disarankan pagi kita harus sarapan dulu. Baru bangun biasakan minum air putih hangat satu gelas biasa. Lakukan aktivitas pagi, lalu setelah itu sempatkan sarapan.

 Sarapan pagi penting  untuk menjaga stamina dan konsentrasi kita terlebih pada mahasiswa yang sedang dalam fase menuntut ilmu.

“Berarti saya gak boleh makan rujak, Pak?“ tanya Kadek.

Boleh kok tetap konsumsi rujak, tapi dengan catatan sarapan dulu pagi-pagi. Rujaknya bolehlah di siang hari setelah makan. Tentunya dengan porsi rujak yang jangan berlebih.

“Bagaimana dengan diet saya, Pak?“ tanya  Kadek kembali.

Diet dengan hanya 1 kali makan dalam sehari tentu saya tidak rekomendasikan. Pola makan yang direkomendasikan adalah 3 kali makan dalam sehari dan yang paling penting adalah pengaturan dari porsi makan yang kita makan tiap kali kita makan.

Boleh kita lakukan Cheat Day 1kali dalam seminggu, atau makan bebas sekali seminggu. Istilahnya ini adalah bonus setelah kita melakukan pola diet yang bagus dan benar. Tetapi perlu diingat dan dicatat, hanya 1 kali dalam seminggu jangan keblablasan.  

“Bagaimana dengan saya yang tidak konsumsi nasi, Pak? Apakah masih bisa saya terapkan?“ tanya Kadek dengan muka yang serius.

Saya sebagai salah satu konselor gizi di Klinik Gizi Sahabat, tentu sangat senang dengan pasien yang kooperatif dan menjelaskan dengan detail terkait pola makan dan pola aktifitasnya, karena dengan hal tersebut saya dapat mengkaji dengan lebih detail dan dapat merekomendasikan pola yang lebih baik untuk bisa diterapkan di rumah.

Kembali ke persoalan tidak konsumsi nasi, oke, kalau tidak konsumsi nasi. Boleh saja kok. Tetapi, yang tidak boleh adalah tidak konsumsi karbohidrat.

 Nasi sebagai salah satu sumber karbohidrat kompleks bisa kita ganti kok dengan jagung, ubi, singkong, kentang atau sumber karbohidrat komplek lainnya. Serta sumber karbohidrat sederhana seperti gula, madu yang sifatnya mudah cerna. Ini memberikan energi yang cepat tetapi juga cepat hilang. Jenis karbohidrat seperti ini wajib untuk dibatasi karena bisa meningkatkan kadar gula darah yang cepat.

Karbohidrat itu penting kok, untuk sumber makanan dari sel-sel tubuh kita, untuk regenerasi sel kita juga. Memang mau umur masih muda, tetapi mukanya sudah kelihatan tua? Tentu tidak kan?

Pada dasarnya tubuh kita memerlukan semua zat gizi untuk menjalankan fungsinya secara lebih optimal. Berikan tubuh kita semua zat gizi yang dibutuhkan, jangan memberikan semua yang kita inginkan dengan mengabaikan pola-pola yang seharusnya kita terapkan.

Semua makanan punya fungsi dan perannya masing masing dalam tubuh kita, makanan itu tidak ada yang jelek dan kita jangan mendewakan salah satu jenis makanan saja. Pola makanmu yang sekarang akan menentukan pola hidupmu ke depan.

Salam Sehat! [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…
Diet, Hal Sederhana yang Dibuat Ribet
Susu dan Tinggi Badan Anak
Makan Apa Sih, Kok Masih Muda Bisa Asam Urat?
Kisah Bubur dan Telur yang Tak Berdosa
Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari
Asam Lambung Karena Anak Kandung
Tags: gizimakanan bergizirujak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baduy Perlu Menciptakan Budaya Baru Demi Keberlangsungan Masa Depan Kesukuannya

Next Post

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co