13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pada Waktu Seperti Apa Sebaiknya Kita Makan Rujak?

Gede Eka Subiarta by Gede Eka Subiarta
August 6, 2025
in Esai
Puasa Sehat Ramadan: Menu Apa yang Sebaiknya Dipilih Saat Sahur dan Berbuka?

Eka Subiarta

SORE itu, di Klinik Gizi Sahabat, saya sedang sibuk rapat daring via zoom dengan OP (Organisasi Profesi) Persagi Wilayah Bali. Persagi itu adalah wadah perkumpulan para teman sejawat ahli gizi wilayah Bali. 

Tiba tiba pintu diketuk dan masukklah asisten dokter dengan senyum manisnya sambil berkata, “Bli Eka, ada pasien konsul gizi ya, dengan keluhan di lambung!”

“Owh, oke, Tut, terima kasih,” kata saya kepada Ketut, asisten Pak Dokter yang sedang bertugas hari itu.

Masuklah pasien dengan tinggi hampir 170 cm dan berat badan 68 Kg. Sebut saja namanya Kadek. Ia ditemani oleh ibunya yang berperawakan sedang dan umur hampir setengah abad, dengan raut muka yang ceria.

“Silakan masuk, Bu, silakan duduk!” sapa saya. Itu sapaan rutin kepada setiap pasien yang datang ke Klinik Gizi Sahabat.

Setelah meminta identitas pasien, saya mulai menghitung data status Gizi pasien, dan berat badan ideal dari pasien. Data status gizi pasien dapat diperoleh dengan mengitung berat badan dan dibandingkan dengan tinggi badan (kuadrat), lalu akan diperolah hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh yang kita kenal dengan IMT. Dengan hitungan itu, diperolehlah data dari Status Gizi Pasien.

Kadek sendiri ada dalam skor status gizi 22,99 yang berarti masih dalam status gizi baik atau normal serta  dengan berat badan yang ideal.

Setelah menjelaskan terkait dengan status gizi dan berat badan idealnya, saya pun lanjut menanyakan terkait dengan keluhan dari pasien.

 “Bagaimana kabar, Dek? Sehat? Keluhan yang kadek rasakan sekarang apa?” tanya saya sambil mencatat detail dari keluhan pasien.

“Malam, Pak, keluhan saya ada mual-mual dan sesak, Pak? Empat hari lalu sampai masuk ke UGD akibat gak bisa napas dan sesak, jadi harus pakai oksigen biar bisa kembali lagi bernapas dengan baik, Pak!” kata Kadek.

Dari data recall (data hasil wawancara dan diskusi terkait pola hidup, pola makan dll) dapat diperolah data, Kadek aktivitas sehari-harinya sebagai salah satu mahasiswa semester 4 di Universitas Pendidikan Ganesha, salah satu universitas yang favorit dan terkenal di Bali dan di Bali Utara khususnya.

 Pola makan Kadek sedikit berantakan karena sedang melakukan diet dengan makan hanya sekali dalam sehari, dan tidak konsumsi nasi putih. Padahal pada umumnya kalaua tidak makan nasi putih berasa kayak belum makan.

Nah, ini yang akan kita bicarakan. Kadek suka makan rujak. Rujak merupakan kuliner buah-buahan yang dipotong-potong kecil dengan kombinasi bumbu asam manis sebagai pelengkap rasa, dan tentunya bisa buat kita ngiler dan ingin nambah terus.

Apakah rujak bisa jadi biang kerok? Apakah rujak tidak diperbolahkan dikonsumsi?

Rujak tentu saja boleh dikonsumsi. Itu kan warisan kuliner kita secara turun temurun.

Persoalannya pada Kadek adalah, makan rujak pada saat pagi dan dalam keadaan perut kosong. Jadi ini bisa menjadi pemicu timbul naiknya asam lambung kita, yang bisa menyebabkan mual-mual dan bisa sesak napas.

Makan rujak boleh saja, tapi disarankan pagi kita harus sarapan dulu. Baru bangun biasakan minum air putih hangat satu gelas biasa. Lakukan aktivitas pagi, lalu setelah itu sempatkan sarapan.

 Sarapan pagi penting  untuk menjaga stamina dan konsentrasi kita terlebih pada mahasiswa yang sedang dalam fase menuntut ilmu.

“Berarti saya gak boleh makan rujak, Pak?“ tanya Kadek.

Boleh kok tetap konsumsi rujak, tapi dengan catatan sarapan dulu pagi-pagi. Rujaknya bolehlah di siang hari setelah makan. Tentunya dengan porsi rujak yang jangan berlebih.

“Bagaimana dengan diet saya, Pak?“ tanya  Kadek kembali.

Diet dengan hanya 1 kali makan dalam sehari tentu saya tidak rekomendasikan. Pola makan yang direkomendasikan adalah 3 kali makan dalam sehari dan yang paling penting adalah pengaturan dari porsi makan yang kita makan tiap kali kita makan.

Boleh kita lakukan Cheat Day 1kali dalam seminggu, atau makan bebas sekali seminggu. Istilahnya ini adalah bonus setelah kita melakukan pola diet yang bagus dan benar. Tetapi perlu diingat dan dicatat, hanya 1 kali dalam seminggu jangan keblablasan.  

“Bagaimana dengan saya yang tidak konsumsi nasi, Pak? Apakah masih bisa saya terapkan?“ tanya Kadek dengan muka yang serius.

Saya sebagai salah satu konselor gizi di Klinik Gizi Sahabat, tentu sangat senang dengan pasien yang kooperatif dan menjelaskan dengan detail terkait pola makan dan pola aktifitasnya, karena dengan hal tersebut saya dapat mengkaji dengan lebih detail dan dapat merekomendasikan pola yang lebih baik untuk bisa diterapkan di rumah.

Kembali ke persoalan tidak konsumsi nasi, oke, kalau tidak konsumsi nasi. Boleh saja kok. Tetapi, yang tidak boleh adalah tidak konsumsi karbohidrat.

 Nasi sebagai salah satu sumber karbohidrat kompleks bisa kita ganti kok dengan jagung, ubi, singkong, kentang atau sumber karbohidrat komplek lainnya. Serta sumber karbohidrat sederhana seperti gula, madu yang sifatnya mudah cerna. Ini memberikan energi yang cepat tetapi juga cepat hilang. Jenis karbohidrat seperti ini wajib untuk dibatasi karena bisa meningkatkan kadar gula darah yang cepat.

Karbohidrat itu penting kok, untuk sumber makanan dari sel-sel tubuh kita, untuk regenerasi sel kita juga. Memang mau umur masih muda, tetapi mukanya sudah kelihatan tua? Tentu tidak kan?

Pada dasarnya tubuh kita memerlukan semua zat gizi untuk menjalankan fungsinya secara lebih optimal. Berikan tubuh kita semua zat gizi yang dibutuhkan, jangan memberikan semua yang kita inginkan dengan mengabaikan pola-pola yang seharusnya kita terapkan.

Semua makanan punya fungsi dan perannya masing masing dalam tubuh kita, makanan itu tidak ada yang jelek dan kita jangan mendewakan salah satu jenis makanan saja. Pola makanmu yang sekarang akan menentukan pola hidupmu ke depan.

Salam Sehat! [T]

Penulis: Gede Eka Subiarta
Editor: Adnyana Ole

Makan Malam Tidak Dilarang, Tapi…
Diet, Hal Sederhana yang Dibuat Ribet
Susu dan Tinggi Badan Anak
Makan Apa Sih, Kok Masih Muda Bisa Asam Urat?
Kisah Bubur dan Telur yang Tak Berdosa
Kisah Kasih Sisa Nasi di Malam Hari
Asam Lambung Karena Anak Kandung
Tags: gizimakanan bergizirujak
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Baduy Perlu Menciptakan Budaya Baru Demi Keberlangsungan Masa Depan Kesukuannya

Next Post

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Gede Eka Subiarta

Gede Eka Subiarta

Ahli Gizi. Bekerja di RSUD Buleleng dan Klinik Sahabat, Singaraja

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Sinergi Universitas Udayana, Mahasiswa KKN, Ibu PKK, dan Kader TPK: Dorong Skrining Pranikah untuk Generasi Sehat di Desa Saba Blahbatuh Gianyar

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co