6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebuah Renungan dari Selinting Rokok — Catatan Film ”Rita Coba Rokok” pada Layar Kolektif Bali Utara

Komang Dede Arianata by Komang Dede Arianata
July 11, 2025
in Ulas Film
Sebuah Renungan dari Selinting Rokok — Catatan Film ”Rita Coba Rokok” pada Layar Kolektif Bali Utara

Pemutaran film pendek Rita Coba Rokok oleh Singaraja menonton

SENIN, 23 Juni 2025 di Kedai Cana, Jalan Sudirman No. 80, Seririt, Buleleng, untuk pertama kalinya saya mengikuti program Layar Kolektif Bali Utara yang memutar beberapa film pendek yang diproduksi oleh peminat film di Buleleng. Program ini mempertunjukkan peralatan yang sangat proper untuk pemutaran film. Ada proyeksi gambar berkualitas digabungkan dengan audio yang mengelilingi penonton.  

Rasanya tak layak jika disebut pemutaran film ini sekadar sebagai program layar tancap. Ini merupakan seni autentik yang dipersembahkan oleh Komunitas Singaraja Menonton.

Dari deretan film yang diputar malam itu, ada satu judul yang menancap dan memicu tanya saya, Rita Coba Rokok dengan durasi kurang dari lima menit. Itu film yang menarik untuk dibahas meskipun juga pedas untuk dikritik. Film ini tidak membawakan kisah wanita yang bertarung dengan dunia, tidak juga menampilkan genre aksi, fiksi, atau delusi. Tapi hanya ada Rita, seorang remaja yang duduk di sebuah warung dengan bapak bertopi di hadapannya. 

Sebagai penonton, saya merasa sedikit kecewa dengan visual dan audio yang ditampilkan dalam film ini. Andai saja film ini memperkuat aspek teknisnya dengan visual yang memanjakan mata dan audio yang dipertajam, ini mungkin akan menjadi karya sederhana yang terasa masterpiece.

Namun di sisi lain, dalam kacamata saya sebagai penonton amatir juga penasaran apa yang dipikirkan oleh sutradara saat membuat film ini? Apa inti dari film ini?

  • BACA JUGA:
Belajar Tingwe dari Film “Rita Coba Rokok”—Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Secara garis besar, film ini hanya menampilkan wanita yang bernama Rita mencoba rokok linting seorang bapak di sebuah warung. Namun adegan ini bukan sekadar gestur. Menariknya, saat sesi diskusi dengan teman-teman Singaraja Menonton, ada salah satu teman yang bertanya kenapa harus wanita yang menjadi visual utama dalam film Rita Coba Rokok.

Awalnya pertanyaan itu saya tak hiraukan karena sudah palang kecewa dengan film itu. Namun justru pertanyaan itu yang menjadi pemantik untuk meninjau kembali film ini dari sudut yang berbeda.

Kenapa Rita mencoba rokok linting? Kenapa bukan rokok putih yang lebih populer, atau vape yang lebih identik dengan remaja kota? Properti rokok linting dalam film ini terasa janggal secara visual, bahkan mengganggu. Kesan “ndeso”, “tua”, atau “kampungan” muncul, dan justru benturan inilah yang mengusik.

Padahal bisa saja sutradara menggantinya dengan vape (rokok elektronik) atau rokok putih yang sudah lumrah beredar di masyarakat. Sehingga, judulnya pun bisa berubah menjadi ”Rita Coba Vape” namun di sinilah kekuatan tersembunyi dari sang sutradara dalam menyampaikan sebuah pesan di dalam filmnya dengan membiarkan visual itu tampil mentah dan tanpa penjelasan membuat penontonnya berpikir bahkan berdebat.

Lewat tokoh Rita, film ini tampaknya ingin menyentil norma-norma sosial yang telah membatu. Bahwa perempuan juga memiliki ruang untuk memilih. Film ini tidak menuntun penonton ke kesimpulan, tapi menempatkan kita di tengah ruang tafsir. Kita terlalu sering terjebak dalam standar moral buatan masyarakat yang menuntut seorang perempuan harus “suci”, “baik”, dan “manut”.

Seolah-olah lehernya harus diikat agar tidak menyimpang, entah dari soal berpakaian, cara bicara, atau bahkan merokok langsung saja dicap “bermasalah”. Dan mungkin kita lupa, di era 60-an sampai 70-an, perempuan yang merokok justru digambarkan sebagai sosok modern, independen, dan berkelas. Mereka adalah lambang kebebasan.

Tapi, sejak era 2000-an, media mulai membangun narasi berbeda. Perempuan merokok mulai dianggap “nakal”, “bermasalah”, atau “tidak pantas”. Dan, pandangan itu masih lekat sampai sekarang.

Rita Coba Rokok bukan film yang mencari pembenaran terhadap rokok. Film ini lebih tertarik untuk membuka ruang dialog soal pilihan dan stigma. Termasuk soal pilihan wanita untuk merokok atau tidak, bukan berarti pilihan itu harus ditiru atau dibenarkan, tapi paling tidak, kita bisa belajar untuk tidak buru-buru menghakimi karena tidak semua yang kita anggap buruk berasal dari niat yang buruk.

Sebagai anak tunggal yang tinggal dengan tiga wanita di dalam satu atap, saya bisa sedikit memahami tekanan menjadi seorang perempuan. Saya pribadi tidak sepenuhnya setuju dengan kebiasaan merokok, apalagi jika dilakukan oleh perempuan muda. Tapi bukan berarti saya serta-merta menganggap perempuan yang merokok sebagai sosok yang salah atau patut dicap buruk.

  • BACA JUGA:
Menggugat Tradisi dan Menyelamatkan Harga Diri Perempuan dalam Film “Purusa” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara

Merokok memang punya dampak buruk bagi kesehatan, itu fakta. Jumlah perokok aktif menurut kemenkes pun diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan sekitar 7,4% di antaranya adalah remaja berusia 10-18 tahun. Tapi ketika kita bicara soal norma, persoalannya jadi lebih rumit. Norma itu bukan sesuatu yang mutlak namun lahir dari kesepakatan sosial. Dan karena itu, apa yang dianggap “pantas” bisa sangat bergantung pada konteks sosial dan budaya.

Jadi, yang penting bukan setuju atau tidak setuju tapi belajar memahami. Bahwa setiap orang mempunyai alasan dan pilihan yang mungkin tidak sejalan dengan milik kita. Dan dari situ, kita bisa belajar tidak menilai orang lain bedasarkan standar kita sendiri.

Film Rita Coba Rokok tidak berusaha memprovokasi secara kasar. Film ini memilih untuk menjadi pembangkang yang tenang, tidak ada musik dramatis maupun kilas traumatis apalagi dialog yang menjustifikasi. Karena dari hal sederhana seperti sebatang rokok, film ini membuka percakapan tentang stigma, kebebasan, dan cara kita melihat perempuan. Seolah sutradara memiliki jalannya sendiri untuk menyisipkan sebuah pesan lewat absurditas yang tampak biasa.

Lewat kesederhanaanya, film ini semacam cermin. Bukan hanya bagi perempuan saja tapi semua orang untuk berfikir ulang. Apakah yang kita anggap salah selama ini benar-benar salah? Tentang cara kita melihat orang lain. Atau tentang seberapa sering kita menghakimi tanpa benar-benar tahu cerita di baliknya. Hanya karena kita dibentuk oleh pandangan lama yang tidak pernah kita pertanyakan lagi.

Akhir kata, film Rita Coba Rokok bukan tentang rokok. Tapi tentang cara kita melihat kebebasan memilih, terutama ketika pilihan itu datang dari seorang perempuan. “Bagaimana kalau sebatang rokok hanyalah sebatang rokok, dan seorang perempuan hanyalah seorang perempuan?” [T]

Penulis: Komang Dede Arianata
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt
Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmfilm pendekSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Tari Ayodya Pala Jawa Barat Pentaskan “Rimbun Rimba Harmoni Alam Nusantara” di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Komang Dede Arianata

Komang Dede Arianata

Mahasiswa aktif Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Senang mempelajari hal-hal baru dan menemukan solusi untuk situasi yang ada di sekitar

Related Posts

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails

The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

by Bayu Wira Handyan
November 7, 2025
0
The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

ADA sesuatu yang menakutkan tentang jalanan yang lurus. Ia tidak menjanjikan sebuah tujuan, tetapi yang ia berikan adalah cakrawala yang...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co