4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebuah Renungan dari Selinting Rokok — Catatan Film ”Rita Coba Rokok” pada Layar Kolektif Bali Utara

Komang Dede Arianata by Komang Dede Arianata
July 11, 2025
in Ulas Film
Sebuah Renungan dari Selinting Rokok — Catatan Film ”Rita Coba Rokok” pada Layar Kolektif Bali Utara

Pemutaran film pendek Rita Coba Rokok oleh Singaraja menonton

SENIN, 23 Juni 2025 di Kedai Cana, Jalan Sudirman No. 80, Seririt, Buleleng, untuk pertama kalinya saya mengikuti program Layar Kolektif Bali Utara yang memutar beberapa film pendek yang diproduksi oleh peminat film di Buleleng. Program ini mempertunjukkan peralatan yang sangat proper untuk pemutaran film. Ada proyeksi gambar berkualitas digabungkan dengan audio yang mengelilingi penonton.  

Rasanya tak layak jika disebut pemutaran film ini sekadar sebagai program layar tancap. Ini merupakan seni autentik yang dipersembahkan oleh Komunitas Singaraja Menonton.

Dari deretan film yang diputar malam itu, ada satu judul yang menancap dan memicu tanya saya, Rita Coba Rokok dengan durasi kurang dari lima menit. Itu film yang menarik untuk dibahas meskipun juga pedas untuk dikritik. Film ini tidak membawakan kisah wanita yang bertarung dengan dunia, tidak juga menampilkan genre aksi, fiksi, atau delusi. Tapi hanya ada Rita, seorang remaja yang duduk di sebuah warung dengan bapak bertopi di hadapannya. 

Sebagai penonton, saya merasa sedikit kecewa dengan visual dan audio yang ditampilkan dalam film ini. Andai saja film ini memperkuat aspek teknisnya dengan visual yang memanjakan mata dan audio yang dipertajam, ini mungkin akan menjadi karya sederhana yang terasa masterpiece.

Namun di sisi lain, dalam kacamata saya sebagai penonton amatir juga penasaran apa yang dipikirkan oleh sutradara saat membuat film ini? Apa inti dari film ini?

  • BACA JUGA:
Belajar Tingwe dari Film “Rita Coba Rokok”—Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Secara garis besar, film ini hanya menampilkan wanita yang bernama Rita mencoba rokok linting seorang bapak di sebuah warung. Namun adegan ini bukan sekadar gestur. Menariknya, saat sesi diskusi dengan teman-teman Singaraja Menonton, ada salah satu teman yang bertanya kenapa harus wanita yang menjadi visual utama dalam film Rita Coba Rokok.

Awalnya pertanyaan itu saya tak hiraukan karena sudah palang kecewa dengan film itu. Namun justru pertanyaan itu yang menjadi pemantik untuk meninjau kembali film ini dari sudut yang berbeda.

Kenapa Rita mencoba rokok linting? Kenapa bukan rokok putih yang lebih populer, atau vape yang lebih identik dengan remaja kota? Properti rokok linting dalam film ini terasa janggal secara visual, bahkan mengganggu. Kesan “ndeso”, “tua”, atau “kampungan” muncul, dan justru benturan inilah yang mengusik.

Padahal bisa saja sutradara menggantinya dengan vape (rokok elektronik) atau rokok putih yang sudah lumrah beredar di masyarakat. Sehingga, judulnya pun bisa berubah menjadi ”Rita Coba Vape” namun di sinilah kekuatan tersembunyi dari sang sutradara dalam menyampaikan sebuah pesan di dalam filmnya dengan membiarkan visual itu tampil mentah dan tanpa penjelasan membuat penontonnya berpikir bahkan berdebat.

Lewat tokoh Rita, film ini tampaknya ingin menyentil norma-norma sosial yang telah membatu. Bahwa perempuan juga memiliki ruang untuk memilih. Film ini tidak menuntun penonton ke kesimpulan, tapi menempatkan kita di tengah ruang tafsir. Kita terlalu sering terjebak dalam standar moral buatan masyarakat yang menuntut seorang perempuan harus “suci”, “baik”, dan “manut”.

Seolah-olah lehernya harus diikat agar tidak menyimpang, entah dari soal berpakaian, cara bicara, atau bahkan merokok langsung saja dicap “bermasalah”. Dan mungkin kita lupa, di era 60-an sampai 70-an, perempuan yang merokok justru digambarkan sebagai sosok modern, independen, dan berkelas. Mereka adalah lambang kebebasan.

Tapi, sejak era 2000-an, media mulai membangun narasi berbeda. Perempuan merokok mulai dianggap “nakal”, “bermasalah”, atau “tidak pantas”. Dan, pandangan itu masih lekat sampai sekarang.

Rita Coba Rokok bukan film yang mencari pembenaran terhadap rokok. Film ini lebih tertarik untuk membuka ruang dialog soal pilihan dan stigma. Termasuk soal pilihan wanita untuk merokok atau tidak, bukan berarti pilihan itu harus ditiru atau dibenarkan, tapi paling tidak, kita bisa belajar untuk tidak buru-buru menghakimi karena tidak semua yang kita anggap buruk berasal dari niat yang buruk.

Sebagai anak tunggal yang tinggal dengan tiga wanita di dalam satu atap, saya bisa sedikit memahami tekanan menjadi seorang perempuan. Saya pribadi tidak sepenuhnya setuju dengan kebiasaan merokok, apalagi jika dilakukan oleh perempuan muda. Tapi bukan berarti saya serta-merta menganggap perempuan yang merokok sebagai sosok yang salah atau patut dicap buruk.

  • BACA JUGA:
Menggugat Tradisi dan Menyelamatkan Harga Diri Perempuan dalam Film “Purusa” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara

Merokok memang punya dampak buruk bagi kesehatan, itu fakta. Jumlah perokok aktif menurut kemenkes pun diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan sekitar 7,4% di antaranya adalah remaja berusia 10-18 tahun. Tapi ketika kita bicara soal norma, persoalannya jadi lebih rumit. Norma itu bukan sesuatu yang mutlak namun lahir dari kesepakatan sosial. Dan karena itu, apa yang dianggap “pantas” bisa sangat bergantung pada konteks sosial dan budaya.

Jadi, yang penting bukan setuju atau tidak setuju tapi belajar memahami. Bahwa setiap orang mempunyai alasan dan pilihan yang mungkin tidak sejalan dengan milik kita. Dan dari situ, kita bisa belajar tidak menilai orang lain bedasarkan standar kita sendiri.

Film Rita Coba Rokok tidak berusaha memprovokasi secara kasar. Film ini memilih untuk menjadi pembangkang yang tenang, tidak ada musik dramatis maupun kilas traumatis apalagi dialog yang menjustifikasi. Karena dari hal sederhana seperti sebatang rokok, film ini membuka percakapan tentang stigma, kebebasan, dan cara kita melihat perempuan. Seolah sutradara memiliki jalannya sendiri untuk menyisipkan sebuah pesan lewat absurditas yang tampak biasa.

Lewat kesederhanaanya, film ini semacam cermin. Bukan hanya bagi perempuan saja tapi semua orang untuk berfikir ulang. Apakah yang kita anggap salah selama ini benar-benar salah? Tentang cara kita melihat orang lain. Atau tentang seberapa sering kita menghakimi tanpa benar-benar tahu cerita di baliknya. Hanya karena kita dibentuk oleh pandangan lama yang tidak pernah kita pertanyakan lagi.

Akhir kata, film Rita Coba Rokok bukan tentang rokok. Tapi tentang cara kita melihat kebebasan memilih, terutama ketika pilihan itu datang dari seorang perempuan. “Bagaimana kalau sebatang rokok hanyalah sebatang rokok, dan seorang perempuan hanyalah seorang perempuan?” [T]

Penulis: Komang Dede Arianata
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt
Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmfilm pendekSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Tari Ayodya Pala Jawa Barat Pentaskan “Rimbun Rimba Harmoni Alam Nusantara” di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Komang Dede Arianata

Komang Dede Arianata

Mahasiswa aktif Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Senang mempelajari hal-hal baru dan menemukan solusi untuk situasi yang ada di sekitar

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co