31 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sebuah Renungan dari Selinting Rokok — Catatan Film ”Rita Coba Rokok” pada Layar Kolektif Bali Utara

Komang Dede Arianata by Komang Dede Arianata
July 11, 2025
in Ulas Film
Sebuah Renungan dari Selinting Rokok — Catatan Film ”Rita Coba Rokok” pada Layar Kolektif Bali Utara

Pemutaran film pendek Rita Coba Rokok oleh Singaraja menonton

SENIN, 23 Juni 2025 di Kedai Cana, Jalan Sudirman No. 80, Seririt, Buleleng, untuk pertama kalinya saya mengikuti program Layar Kolektif Bali Utara yang memutar beberapa film pendek yang diproduksi oleh peminat film di Buleleng. Program ini mempertunjukkan peralatan yang sangat proper untuk pemutaran film. Ada proyeksi gambar berkualitas digabungkan dengan audio yang mengelilingi penonton.  

Rasanya tak layak jika disebut pemutaran film ini sekadar sebagai program layar tancap. Ini merupakan seni autentik yang dipersembahkan oleh Komunitas Singaraja Menonton.

Dari deretan film yang diputar malam itu, ada satu judul yang menancap dan memicu tanya saya, Rita Coba Rokok dengan durasi kurang dari lima menit. Itu film yang menarik untuk dibahas meskipun juga pedas untuk dikritik. Film ini tidak membawakan kisah wanita yang bertarung dengan dunia, tidak juga menampilkan genre aksi, fiksi, atau delusi. Tapi hanya ada Rita, seorang remaja yang duduk di sebuah warung dengan bapak bertopi di hadapannya. 

Sebagai penonton, saya merasa sedikit kecewa dengan visual dan audio yang ditampilkan dalam film ini. Andai saja film ini memperkuat aspek teknisnya dengan visual yang memanjakan mata dan audio yang dipertajam, ini mungkin akan menjadi karya sederhana yang terasa masterpiece.

Namun di sisi lain, dalam kacamata saya sebagai penonton amatir juga penasaran apa yang dipikirkan oleh sutradara saat membuat film ini? Apa inti dari film ini?

  • BACA JUGA:
Belajar Tingwe dari Film “Rita Coba Rokok”—Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Kedai Umah Pradja, Singaraja

Secara garis besar, film ini hanya menampilkan wanita yang bernama Rita mencoba rokok linting seorang bapak di sebuah warung. Namun adegan ini bukan sekadar gestur. Menariknya, saat sesi diskusi dengan teman-teman Singaraja Menonton, ada salah satu teman yang bertanya kenapa harus wanita yang menjadi visual utama dalam film Rita Coba Rokok.

Awalnya pertanyaan itu saya tak hiraukan karena sudah palang kecewa dengan film itu. Namun justru pertanyaan itu yang menjadi pemantik untuk meninjau kembali film ini dari sudut yang berbeda.

Kenapa Rita mencoba rokok linting? Kenapa bukan rokok putih yang lebih populer, atau vape yang lebih identik dengan remaja kota? Properti rokok linting dalam film ini terasa janggal secara visual, bahkan mengganggu. Kesan “ndeso”, “tua”, atau “kampungan” muncul, dan justru benturan inilah yang mengusik.

Padahal bisa saja sutradara menggantinya dengan vape (rokok elektronik) atau rokok putih yang sudah lumrah beredar di masyarakat. Sehingga, judulnya pun bisa berubah menjadi ”Rita Coba Vape” namun di sinilah kekuatan tersembunyi dari sang sutradara dalam menyampaikan sebuah pesan di dalam filmnya dengan membiarkan visual itu tampil mentah dan tanpa penjelasan membuat penontonnya berpikir bahkan berdebat.

Lewat tokoh Rita, film ini tampaknya ingin menyentil norma-norma sosial yang telah membatu. Bahwa perempuan juga memiliki ruang untuk memilih. Film ini tidak menuntun penonton ke kesimpulan, tapi menempatkan kita di tengah ruang tafsir. Kita terlalu sering terjebak dalam standar moral buatan masyarakat yang menuntut seorang perempuan harus “suci”, “baik”, dan “manut”.

Seolah-olah lehernya harus diikat agar tidak menyimpang, entah dari soal berpakaian, cara bicara, atau bahkan merokok langsung saja dicap “bermasalah”. Dan mungkin kita lupa, di era 60-an sampai 70-an, perempuan yang merokok justru digambarkan sebagai sosok modern, independen, dan berkelas. Mereka adalah lambang kebebasan.

Tapi, sejak era 2000-an, media mulai membangun narasi berbeda. Perempuan merokok mulai dianggap “nakal”, “bermasalah”, atau “tidak pantas”. Dan, pandangan itu masih lekat sampai sekarang.

Rita Coba Rokok bukan film yang mencari pembenaran terhadap rokok. Film ini lebih tertarik untuk membuka ruang dialog soal pilihan dan stigma. Termasuk soal pilihan wanita untuk merokok atau tidak, bukan berarti pilihan itu harus ditiru atau dibenarkan, tapi paling tidak, kita bisa belajar untuk tidak buru-buru menghakimi karena tidak semua yang kita anggap buruk berasal dari niat yang buruk.

Sebagai anak tunggal yang tinggal dengan tiga wanita di dalam satu atap, saya bisa sedikit memahami tekanan menjadi seorang perempuan. Saya pribadi tidak sepenuhnya setuju dengan kebiasaan merokok, apalagi jika dilakukan oleh perempuan muda. Tapi bukan berarti saya serta-merta menganggap perempuan yang merokok sebagai sosok yang salah atau patut dicap buruk.

  • BACA JUGA:
Menggugat Tradisi dan Menyelamatkan Harga Diri Perempuan dalam Film “Purusa” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara

Merokok memang punya dampak buruk bagi kesehatan, itu fakta. Jumlah perokok aktif menurut kemenkes pun diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan sekitar 7,4% di antaranya adalah remaja berusia 10-18 tahun. Tapi ketika kita bicara soal norma, persoalannya jadi lebih rumit. Norma itu bukan sesuatu yang mutlak namun lahir dari kesepakatan sosial. Dan karena itu, apa yang dianggap “pantas” bisa sangat bergantung pada konteks sosial dan budaya.

Jadi, yang penting bukan setuju atau tidak setuju tapi belajar memahami. Bahwa setiap orang mempunyai alasan dan pilihan yang mungkin tidak sejalan dengan milik kita. Dan dari situ, kita bisa belajar tidak menilai orang lain bedasarkan standar kita sendiri.

Film Rita Coba Rokok tidak berusaha memprovokasi secara kasar. Film ini memilih untuk menjadi pembangkang yang tenang, tidak ada musik dramatis maupun kilas traumatis apalagi dialog yang menjustifikasi. Karena dari hal sederhana seperti sebatang rokok, film ini membuka percakapan tentang stigma, kebebasan, dan cara kita melihat perempuan. Seolah sutradara memiliki jalannya sendiri untuk menyisipkan sebuah pesan lewat absurditas yang tampak biasa.

Lewat kesederhanaanya, film ini semacam cermin. Bukan hanya bagi perempuan saja tapi semua orang untuk berfikir ulang. Apakah yang kita anggap salah selama ini benar-benar salah? Tentang cara kita melihat orang lain. Atau tentang seberapa sering kita menghakimi tanpa benar-benar tahu cerita di baliknya. Hanya karena kita dibentuk oleh pandangan lama yang tidak pernah kita pertanyakan lagi.

Akhir kata, film Rita Coba Rokok bukan tentang rokok. Tapi tentang cara kita melihat kebebasan memilih, terutama ketika pilihan itu datang dari seorang perempuan. “Bagaimana kalau sebatang rokok hanyalah sebatang rokok, dan seorang perempuan hanyalah seorang perempuan?” [T]

Penulis: Komang Dede Arianata
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Mengutuk Pernikahan Usia Dini pada Film “Kembang Eleh” — Catatan Layar Kolektif Bali Utara di Seririt
Sedih-Tegang dalam Instrumen Film “Metuun” dan “Nyambutin” — Dari Layar Kolektif Bali Utara di Tejakula
Film “Story” dan “AI’r”: Tekhnologi dan Lain-lain | Catatan dari Layar Kolektif Bali Utara
Menonton Seperti Membaca:  Strategi Membaca Film di Kelas Bahasa
Tags: filmfilm pendekSingaraja Menonton
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sanggar Tari Ayodya Pala Jawa Barat Pentaskan “Rimbun Rimba Harmoni Alam Nusantara” di Pesta Kesenian Bali 2025

Next Post

Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Komang Dede Arianata

Komang Dede Arianata

Mahasiswa aktif Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Ganesha. Senang mempelajari hal-hal baru dan menemukan solusi untuk situasi yang ada di sekitar

Related Posts

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
0
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

Read moreDetails

Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

by Yoga Wismantara
September 24, 2026
0
Breadsong: Menelusuri Jejak Masa Depan dari Roti Berjamur–Catatan Minikino Film Week Festival 12

SAYA saya masih duduk di bangku SMP, saya pernah bertanya pada diri sendiri, “Apa yang akan terjadi jika saya bisa...

Read moreDetails

Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

by Arya Dhamma Nanda
September 24, 2026
0
Gecko: Menelusuri Ingatan Mei 1998

PERKEMBANGAN ekonomi dalam masyarakat biasanya memicu berbagai perubahan pada pasar yang kemudian berdampak pada kehidupan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya....

Read moreDetails

Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

by Arya Dhamma Nanda
September 21, 2026
0
Menelusuri Enam Film ENIGMA di Minikino Film Week 2026: Ketika Setiap Keputusan Memiliki Konsekuensi

ENIGMA adalah program kompilasi film pendek dalam ajang Minikino Film Week 12 (MFW12) yang mengusung subjudul What Goes Around Comes...

Read moreDetails

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
0
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

Read moreDetails

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

by Satria Aditya
August 7, 2026
0
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

Read moreDetails

“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

by Angga Wijaya
July 31, 2026
0
“Niskala yang Menari”: Ketika Guru, Murid, dan Sebuah iPhone Melahirkan Film Juara Favorit

MALAM itu, gelap menggantung di langit Pantai Melasti, Ungasan, Badung, Bali. Debur ombak bersahutan dengan suara "cak... cak... cak..." yang...

Read moreDetails

The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

by Bayu Wira Handyan
July 19, 2026
0
The Odyssey (2026): Nolan Gagal Memulangkan Odysseus

SUDAH tentu, Christopher Nolan bukan sutradara pertama yang mengadaptasi epos Odyssey milik Homer. Kisah itu sudah ada sekitar 2.800 tahun...

Read moreDetails

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Melihat Karya Dolar dan Bayu Beton: Surga yang Disemen dan Pesta Judi Para Babi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda
Kuliner

Legenda Warung Kopi Tak Bernama di Kota Pelabuhan, Seberang Gardu Listrik Belanda

PAGI-PAGI, Jalan Surapati di Singaraja memiliki kehidupan yang berbeda. Di antara bangunan-bangunan tua yang menyimpan ingatan masa kolonial, ada sebuah...

by I Wayan Artika
October 31, 2026
Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung
Panggung

Ketika Novel “Yang Mulia (The Majesties)” karya Tiffany Tsao Pulang Kampung

HUJAN deras mengguyur Ubud pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026. Namun, di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, suasana tetap hangat...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?
Esai

Buku-Buku yang Dipuja, Sudahkah Kita Baca?

ADA satu hari ketika buku-buku diupacarai. Buku pelajaran, buku cerita, kitab suci, hingga lontar-lontar tua mendapat perlakuan istimewa. Semuanya ditata...

by Dede Putra Wiguna
October 31, 2026
Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan
Esai

Saraswati dan Wajah Kedamaian Bali — Ketika Ilmu Pengetahuan Diuji oleh Realitas Kehidupan

BALI dikenal sebagai Pulau Dewata, sebuah pulau yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan tradisi, spiritualitas, dan nilai-nilai...

by Luh Irma Susanthi
October 31, 2026
Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari
Budaya

Taman Pecangakan Disulap Jadi Playground Kreatif, Jembrana Creative Festival Digelar Dua Hari

AKHIR pekan ini, Taman Pecangakan di jantung Kota Negara, Jembrana, punya agenda yang berbeda dari biasanya. Selama dua hari, Sabtu–Minggu,...

by tatkala
October 30, 2026
Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek
Khas

Belanda Menyebutnya Ekspedisi, Bali Menyebutnya Agresi: Pertarungan Narasi tentang Perang di Bali 1846-1950 — Dari Tur dan Diskusi Buku “Merebut Bali” karya Anne-Lot Hoek

SETIDAKNYA 7,05 juta wisatawan mancanegara melintasi pintu gerbang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai setiap tahunnya. Bali telah lama...

by Wahyu Mahaputra
October 30, 2026
’Pers Hijau’ dan Tanggung Jawab Ekologis Publik
Esai

Di Ruang Tunggu Kehidupan

PAGI itu, saya kembali terbangun dengan pikiran yang sama: hari ini harus ke rumah sakit mana lagi? Hampir setengah tahun...

by Ahmad Sihabudin
October 30, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Elegi Rumah Pusaka Bernama Papua

SIDANG pembaca yang budiman, saya mengajak anda semua main ke sebuah rumah yang sangat luas. Rumah ini sangat asri, halamannya...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 30, 2026
Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak
Khas

Pekan CERIA di Jimbaran, Merawat Alam dan Budaya dari Imajinasi Anak-Anak

WAJAH-wajah polos penuh semangat memenuhi Jimbaran Hub, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Kamis pagi, 29 Oktober 2026. Sisa air hujan...

by Nyoman Budarsana
October 30, 2026
Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co