24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rahajeng Pagerwesi dari Pura Goa Peteng di Gumi Delod Ceking   

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 12, 2025
in Tualang
Rahajeng Pagerwesi dari Pura Goa Peteng di Gumi Delod Ceking   

Pura Goa Peteng

SETELAH 9 Pura yang menjadi objekperjalanan Tirtayatra Toska (SMA Negeri 2 Kuta Selatan) pada hari Suci Siwaratri, 27 Januari 2025, perjalanan terakhir sampai di Pura Luhur Uluwatu. Rombongan Toska meninggalkan Pura Luhur Uluwatu sekitar pk. 20.30 Wita dengan berfoto bersama di area Jaba Sisi bersamaan dengan penonton Kecak bergegas menuju mobil di tempat parkir. Sementara itu, rombongan Toska menyerbu tiga warung makan yang bergegas tutup. “Mimpi apa ya dagangnya semalam. Pembeli membludak sekejap menjelang tutup,” kata seorang dari Toska.

Rombongan Toska pun bersabar menunggu juru masak di warung makan yang telah ditinggal pembantunya. Sambil menunggu nasi goreng, soto, cap cay disiapkan sesuai pilihan menu, di antara mereka tidak lupa cekrek-cekrek kamera dari berbagai angle. Saya sebagai penanggung jawab kegiatan, mengingatkan mereka untuk berkomunikasi dengan orang tua di rumah masing-masing. Tidak lama kemudian, menu makanan pun tersaji di meja masing-masing. Untuk mempercepat proses, anak-anak Toska membantu membawakan makanan ke meja-meja melihat pedagang kewalahan melayani, tanpa minta potongan harga. Makan malam bersama jadi seru. “Selamat makan, jangan lupa berdoa dulu”, saya mengingatkan.

Begitulah keseruan Tirtayatra Toska se-Delod Ceking merayakan Hari Raya Siwa Ratri yang telah dikabarkan dalam tujuh ulasan sebelumnya. Ulasan terakhir tayang pada Banyu Pinaruh sehari setelah Saraswati. Pada Banyu Pinaruh Redite Paing Sinta, 9 Februari 2024, saya bersama I Made Suantara melanjutkan Tirtayarta  ke Pura Goa Peteng di Banjar Cengiling Jimbaran. I Made Suantara adalah pengusaha lokal yang sebelumnya sempat bekerja di Kapal Pesiar Amerika selama beberapa tahun, sebelum berkeluarga. Setelah kawin, ia fokus mengembangkan usaha penginapan di desanya, Desa Adat Kutuh.

 Perjalanan ke Pura Goa Peteng bersama I Made Suantara  dihantui keraguan karena setelah bersiap akan berangkat, hujan turun lebat dengan angin mekuus. Rada menakutkan. Hampir sejam menunggu hujan angin reda dari rumah, dalam hati berdoa kami : Semoga direstui. Kesabaran kami menunggu berbuah manis. Hujan reda, langit di barat tampak memerah, tanda cerah menyertai perjalanan ke Pura Goa Peteng.

Sebenarnya, pada Tilem Kepitu, sehari setelah Siwa Ratri, 28 Januari 2025, kami berdua sudah sempat berencana tangkil ke Pura Goa Peteng dan sudah sampai di area Jaba Pura. Namun, kami diliputi keraguan lebih-lebih sudah sandikala dan hujan lebat angin mekuus pula. Kami mengurungkan tangkil saat Tilem Kapitu, dan baru pada saat Banyu Pinaruh, 9 Februari 2025 merasa mendapat restu. Ya, saat Banyu Pinaruh, tiba di Jaba Pura kami melihat payung dan sandal di depan gerbang Pura. Ada dua ekor anjing, merah kecoklatan dan putih yang menjaga serta mengiringi Jro Mangku Istri, Ni Ketut Sendi, melayani umat yang pedek tangkil.

“Sejak pagi tadi ada rombongan dari Sukawati Gianyar, lalu ada 4 orang dari Jimbaran. Mereka berencana akan tangkil lagi, lain waktu,” kata Jro Mangku Istri dalam Bahasa Bali yang suaminya sudah meninggal lebih dari  10 tahun silam.  Itu artinya, saya berdua dari Desa Adat Kutuh adalah rombongan ketiga tangkil ke Pura Goa Peteng saat Banyu Pinaruh sore itu.

Pura Goa Peteng | Foto: Dok Nyoman Tingkat

Jro Mangku Istri, Ni Ketut Sendi, ternyata krama Desa Adat Kutuh dan telah lama tinggal menetap di Cengiling. Mendengar Banjar Cengiling, tiba-tiba teringat dengan tokoh penyelamat lingkungan yang pernah mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden Soeharto zaman Orde Baru. I Ketut Karma (alm.) namanya. Keuletan dan ketokohannya menyelamatkan bukit dari kegersangan, membuatnya diganjar Penghargaan Kalpataru lambang penyelamatan bumi.

Untuk diketahui, wilayah Banjar Cengiling Desa Adat Jimbaran adalah tanah subur. Pertanian palawija adalah andalannya selain jeruk bukit yang terkenal sesaat kala pariwisata belum booming seperti sekarang. Itulah tampaknya menjadi penyebab, Cengiling dihuni oleh orang dari berbagai Desa Adat di Kuta Selatan. Ada dari Kutuh, Pecatu, Ungasan, dan Jimbaran.

Seiring dengan kemajuan pariwisata, Banjar Cengiling sejak 10 tahun terakhir sudah memiliki kuburan. Sebelumnya, krama Cengiling mengubur ke Desa Adat asalnya masing-masing, cukup jauh dan digotong. Sampai kini, masih ada di antara mereka ngingetang Desa Adat asal mereka untuk mengubur bila krama-nya meninggal. Sekarang, mereka dapat memanfaatkan ambulans. Di desa adat se-Delod Ceking ini tidak ada tradisi ngaben membakar mayat. Semua yang meninggal sesuai adat dan tradisi dikubur.

Kembali ke Pura Goa Peteng, kami berdua diingatkan oleh Jero Mangku Ni Ketut  Sendi, bahwa sumber air tirta tempat melukat di Pura Goa Peteng terhubung dengan Pura Uluwatu dan Pura Goa Gong. Ketika kami memasuki pelataran Pura dengan Pohon beringin yang rimbun dan ranting-ranting yang menjulur ke tanah sangat magis kesannya.  Jro Mangku didampingi dua anjing setia, yang bernama Bomba dan Rockie. Kesetiaan dua anjing ini mengingatkan saya dengan kisah Perjalanan Dang Hyang Dwijendra dari Pura Uluwatu menuju arah suara gong yang kelak disebut Goa Gong. Di Tengah jalan, tepatnya di Goa Peteng, dicegat oleh dua ular raksasa yang mohon penyupatan. Konon kedua ular raksasa berhasil di-supat untuk menuju swarga loka dan Dang Hyang Dwijendra dilapangkan jalan untuk melanjutkan perjalanannya ke Goa Gong.

 Jro Mangku Istri Ni Ketut Sendi menuturkan, Pura Goa Peteng juga memiliki Taman Beji di bagian Selatan Goa. Ini sesuai dengan konsep Mandala Pura dengan ulu (utara) dan teben (selatan) yang sama-sama berada di kedalaman dan dikegelapan.  Kami diantar malukat ke arah utara setelah  ngaturang daksina pejati lalu bersembahyang. Selesai sembahyang kami  menuruni anak tangga yang licin dengan tetesan air dari sela-sela stalaktit. Suasananya gelap, sesuai dengan namanya, Goa Peteng. Kami sampai di kolam paling ujung utara paling bawah dengan selamat berkat  lampu HP yang terus menyala. Dipandu oleh Jro Mangku Istri Ni Ketut Sendi yang setia dengan tongkatnya diiringi dua anjingnya yang tampak gembira sampai ke tepi kolam. Setelah nunas Tirta di Kolam yang airnya bening hening itu, terlihat juga ikan, yang saat pemedek sebelumnya tangkil, ikan itu tidak tampak.

 Sebagai anak nelayan amatir, saya menduga saat sampai di pinggir kolam Goa Peteng itu, air laut mulai pasang penangggal ping 12, (sekitar pukul 15.30) tepatnya tiga hari menjelang Purnama Kawulu (Pujawali Pura Gunung Payung). Saat mulai pasang, ikan di laut biasanya girang bercanda. Saya pikir demikian juga ikan yang menghuni kolam Goa Peteng yang konon terhubung dengan Uluwatu, Jangan-jangan, ramai-ramai tentang tebing Uluwatu yang menganga sejak dulu itu adalah jalan niskala menuju Goa Peteng. Siapa tahu itu rahasia alam sebagai bacaan spiritual yang wajib dijaga, dirawat, dan diapresiasi kemurnian dan kealamiannya.

Setelah Jro Mangku Istri Nunas Tirta di Kolam, kami naik beberapa anak tangga lalu berhenti untuk bersembahyang, kemudian prosesi malukat dipimpin Jro Mangku Istri, Ni Ketut Sendi. Walaupun basah pakaian di badan, terasa segar, tis, hening. Malukat di Goa Peteng pada posisi terendah di Mandala Pura seperti  masuk ke ruang gelap untuk terapi Kesehatan. Syukurlah, Bali punya hari Suci Nyepi, gelap semalam. Syukur pula Bali punya Pura Goa Peteng tempat terapi  alami tanpa perlu ke salon.  Syukur pula Bali punya Pura Gelap di Besakih, di Mother Temple of Bali. Bali adalah buku abadi yang kaya nilai memerlukan orang-orang literat untuk membuka halaman demi halaman selanjutnya dimaknai dan dijadikan pegangan hidup membangun Bali berkearifan lokal. ’Think globally act locally’

Di antara halaman-halaman buku itu, ada di Gumi Delod Ceking dengan teks  terbuka dan inspiratif penuh dinamika yang memerlukan pembaca yang wiweka jaya sadhu ! Walaupun ia teks terbuka, sebagaimana layaknya rumah orang Bali, perlu juga dilengkapi dengan aling-aling. Orang lain boleh melihat, tidak boleh memiliki apalagi memblokir dan memagari menjadi privat wong sunantara.

Berdasarkan tradisi lisan yang berkembang, hubungan Pura Uluwatu, Goa Peteng, dan Goa Gong adalah hubungan linieritas. Linieritas itu divalidasai oleh Jro Mangku Istri Ni Ketut Sendi dengan mengatakan, sumber Air Tirta yang mengalir di dalam Pura Goa Peteng terhubung dengan Pura Uluwatu, sedangkan Beji Pura Goa Gong dikatakan di Pura Goa Peteng. Jaraknya cukup jauh, sekitar 7 km dengan medan yang susah kala ilu. Begitu juga jarak Goa Peteng dengan Pura Uluwatu sekitar 7 km.

Dengan demikian, Goa Peteng menjadi titik tengah jarak antara Pura Uluwatu dan Pura Goa Gong. Dahulu kala, perjalanan Dang Hyang Nirartha dapat dibayangkan aksesnya sangat sulit, tetapi sekarang aksesnya sudah lebih baik, walaupun berbatu tetapi sudah dapat dilewati kendaraan dengan badan jalan yang cukup lebar. Saya membayangkan akses ke Pura Goa Peteng segera dihotmik jika memerhatikan kanan-kirinya dipepet akomodasi pariwisata dengan villa mewah.

Hubungan linieritas ketiga Pura sejalur perjalanan suci Dang Hyang Nirtatha ini juga tampak  dari prosesi ritual penanda pujawali.  Ketiga Pura ini menggunakan patokan Pawukon sebagai dasar pelaksanaan Pujawali. Pujawali Pura Uluwatu jatuh pada Selasa Kliwon Medangsia  (Anggar Kasih Medangsia), Pura Goa Peteng saat Redite Kliwon Medangkungan, dan Pura Goa Gong pada Soma Pon Sinta  (Soma Ribek), sehari setelah Banyu Pinaruh. Dengan memerhatikan jejak perjalanan Dang Hyang Nirartha, maka Pura Goa Peteng dan Goa Gong termasuk Pura Dang Kahyangan, setara dengan Pura Gunung Payung dan Pura Batu Pageh sedangkan Pura Uluwatu sebagai Pura Sad Kahyangan.

Menelusuri jejak Dang Hyang Nirartha di Gumi Delod Ceking zaman milenial adalah melihat kenyataan berubahnya topografi geografis wilayah. Bersamaan dengan itu, fasilitas pariwisata  hadir seperti  jamur pada musim hujan. Tanah-tanah di abing, ngampan,  leke-leke makin kece, diminat kaum berduit entah dari mana. Dunia pariwisata di Gumi Delod Ceking (dan di mana saja) selalu rakus tanah bagaikan Cupak Tanah dalam drama Satria Kusuma dari Gumi Den Bukit.

Kehadiran pariwisata seperti madu dan racun. Ia menyediakan gula-gula pariwisata berlebih hingga banyak menimbulkan kelebihan gula dalam tubuh, bersamaan dengan itu kohesi dan koherensi persaudaraan makin renggang. Sengketa tanah makin marak dan tidak tanggung-tanggung mepet Kawasan Suci Pura yang biasa disebut tanah kekeran. Kini di Bali Selatan, nyaris tidak tersedia karang bengang, karang suung, tegeh buhu. Karang-karang itu kini menjadi arkhais dalam lema kamus Bali.

Begitulah perjalanan kami ke Pura Goa Peteng, saat Banyu Pinaruh 9 Februari 2025. Seperti juga Pura Goa Batu Pageh, Pura Goa Selonding, dan Pura Goa Gong sumber tirta-nya juga dari selagan stalaktit di dalam goa. Goa Peteng dengan Goa Batu Pageh hadir dengan keunikan kelelawar penghuni goa di samping kera sebagai mana umumnya Pura-Pura Jejak Perjalanan Darma yatra Dang Hyang Mahaguru, Dang Hyang Nirartha.

Tugas para pejalan kehidupan kini adalah memberi arti dan makna terhadap goa-goa bertuah itu. Sebagaimana layaknya, teks kehidupan, tugas umatnya suntuk membuka lembaran demi lembaran agar goa gue tercerahkan setelah memuja Sang Hyang Aji Saraswati. Selanjutnya mendapat anugrah ilmu pengetahuan saat Banyu Pinaruh. Anugrah Ilmu Pengetahuan terus menerus diasah dan ditajamkan saat Soma Ribek untuk memperoleh harta kekayaan saat Sabuh Mas. Jika itu semua sudah diperoleh, para pejalan kehidupan dituntut untuk selalu sadar dan sabar meneguhkan diri dengan benteng pertahanan sekuat Batu Pageh. Pagari diri masing-masing untuk selalu terhubung dengan-Nya.

Selamat Pagerwesi Purnama Sasih Kawulu. Rahayu. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Luhur  Uluwatu   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Goa Selonding   
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura  Batu Pageh  
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Gunung Payung
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul
Tags: Gumi Delod Cekingkuta selatanPura Goa Peteng
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Beragam Perempuan dan Satu Lelaki Gila | Ngortaang Buku Made Suar Timuhun di Bulan Bahasa Bali

Next Post

Green Skills: Komponen Kritis untuk Pembangunan Berkelanjutan

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Green Skills: Komponen Kritis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Green Skills: Komponen Kritis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co