2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
February 3, 2025
in Tualang
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 

Persembahyangan warga Toska di Pura Goa Gong | Foto: Nyoman Tingkat

SETELAH masimakrama (makan siang bersama)di Jaba Pura Dang Kahyangan Gunung Payung,perjalanan tirtayatra Toska(SMA Negeri 2 Kuta Selatan) selanjutnya menuju Pura Goa Gong di Banjar Angga Suara Batu Ngongkong Desa Adat Jimbaran, Kuta Selatan. Jaba (daerah luar) Pura Gunung Payung tergolong luas dengan taman-taman yang terawat dan pedagang berjejer dari utara ke selatan menuju arah pantai.

Kawasan luar Pura Gunung Payung dibuka sebagai kawasan wisata sejak Bandesa Adat Kutuh dipimpin oleh I Made Wena (2014-2019) di bawah manajemen BUMDA (Bagha Utsaha Manunggal Desa Adat) sebelum Pemerintah Provinsi Bali membentuk BUPDA (Bagha Utsaha Padruwen Desa Adat).

Alhasil, kunjungan wisatawan meningkat walaupun sempat sepi dingkling saat Covid-19. Seiring normalisasi pasca-Covid-19, kunjungan mulai normal walaupun daya beli pengunjung menurun. Kabar baiknya dapat memberdayakan krama Desa Adat Kutuh untuk menjadi pekerja sesuai dengan skill yang dimiliki.

Begitulah Pura-Pura besar di Gumi Delod Ceking semua dipepet kaum kapital atas nama pariwisata. Begitu pula halnya Pura Goa Gong diapit kapital, bahkan sebuah villa di depan pemedal Pura menggunakan pintu dengan pengunci besar menyerupai Gong.

Ada teman berkelakar, “Jangan sampai pemedek terkecoh, villa itu dikira Pura Goa Gong!” Kelakar itu punya alasan, karena penandanya secara kasat mata meyakinkan.

Pariwisata menjadi ladang baru yang dipuja dan dipuji. Budaya agraris nyaris tidak dilirik. Keangkuhan tampak dari sasmita dan body language. Keluhan demi keluhan pun bermunculan baik di dunia nyata maupun  di dunia maya. Hal demikian telah menodai kawasan karena aura negatif ditebar orang di sekitarnya. Tidak terkecuali kawasan pariwisata yang mepet Pura bisa terdampak.

WS Rendra sangat tepat menggambarkan dalam “Sajak Pulau Bali” : “Dan Bali, dengan segenap kesenian, kebudayaan dan alamnya, harus bisa diringkaskan, untuk dibungkus dalam kerkas kado, dan disuguhkan pada pelancong…”

Disadari atau tidak, beberapa kali gagal pembangunan villa/rumah tinggal di Puncak Goa Gong bisa menjadi penanda. Begitu pun, berkali-kalinya kecelakaan di puncak pengkolan Goa Gong dan memakan korban, juga dapat dibaca sebagai teks hidup yang mesti diantisipasi dengan meningkatkan kesadaran, kesabaran, dan kehati-hatian memasuki kawasan suci nan keramat.

Siapa tahu ada “pemargi di peteng” yang tak terbaca secara kasat mata. Lebih-lebih ada mitos naga berwarna kuning dan merah yang mohon penyupatan di Goa Peteng dalam lintasan perjalanan Dang Hyang Dwijendra dari Uluwatu menuju Goa Gong menemui kejernihan suara gong. Dan baru ditemukan ketika Beliau bermeditasi di sana dengan penuh seluruh jiwa raga.

Artinya, tidaklah  ada anugerah berwasiat turun dari langit goa tanpa perjuangan tulus, lurus, dan fokus.

Seperti biasa, foto bersama di Pura Goa Gong | Foto: Nyoman Tingkat

Tidak terasa sekitar 15 menit dari Pura Gunung Payung, rombongan Toska telah sampai di Puncak Goa Gong, lalu parkir di tempat yang tampaknya agak nyaman. Tidak ada parkir khusus di sekitar area Pura Goa Gong.

Rombongan Toska berjalan kaki sekitar 300 meter menuju Pura melalui jalan tikungan tanjakan menurun dengan penuh hati-hati. Sangat membahayakan. Lebih-lebih di tempat ini sering terjadi kecekaan, terutama jika para sopir yang tidak mengindahkan aturan keselamatan jalan raya.

Di pinggir  jalan di jaba Pura terdapat Pohon Bekul besar yang rimbun karena sedang musim hujan. Pohon Bekul sebagai tanaman khas Delod Ceking kini makin langka. Buahnya biasa dipakai rujak. Ada juga metafora “pilih-pilih bekul” sebagai bentuk kias agar pemimpin cepat mengambil keputusan jangan terlalu lama dan jlimet toh akhirnya sama saja yang didapat, hanya membuang-buang waktu.

Sampai di Jaba Pura Goa Gong cuaca cerah bersahabat sehingga tampak laut Jimbaran dan Kuta biru tenang dan damai. Hutan beton makin ramai. Hutan bakau (prapat) sekitar Tol Bali Mandara juga tampak hijau memukau dan kendaraan dari Denpasar ke Kuta Selatan dan sebaliknya tampak lancar.

Sesekali pesawat naik-turun dari Bandara Ngurah Rai dan kapal-kapal di Pelabuhan Benoa begitu nyata tampak. Terbayang penumpang dari segala penjuru dunia naik turun pesawat datang dan pergi dari ke Bali.

Di kejauhan gugusan Gunung Agung hingga Batukaru tampak nyata membentang dari barat ke timur sebagai lukisan nanindah di dinding. Sungguh inspiratif ciptaan-Nya menjernihkan pikiran membeningkan jiwa.

Setelah menyiapkan sarana persembahyangan, rombongan Toska menghaturkan canang asebit sari di jaba sisi, untuk mohon izin memasuki Utama Mandala di tengah goa  yang luas dengan satu  pintu masuk  yang kecil.  

Jro Mangku Made Sukanta sudah sedari pagi ngaturang ayah di Pura Goa Gong bertepatan dengan Hari Suci Siwa Ratri, Senin Wage Dukut, 27 Januari 2025.

Setelah menghaturkan daksina pejati, rombongan Toska duduk tenang sembari mendengarkan denting genta dan puja pemangku, saya berkesempatan menembangkan Kidung Mogi di Utama Mandala Goa Gong, persisnya di tengah goa yang kaya stalaktit tempat air menetes yang diwadahi gumbleng untuk tirta kepada pemedek yang tangkil. Begini kidungnya : “Mogi tan kacakra bawa, Titiang i kantunan sami, Nista kaya wak lan manah, Langggeng ngulati Hyang Widhi, Sang Suksma Maha Achintya, Nirbana Siwa kasengguh, Sing ngidan ring tampak aksi”.

Melagukan kidung ini di tengah Goa Gong seperti masuk ke dalam goa gelap diri yang haus pencerahan. Suasana demikian juga kuat terasa saat menembangkan kidung itu di Pura Batu Pageh Ungasan dan Pura Goa Selonding Pecatu. Mungkin karena karakteristiknya sama, sama-sama di goa di bangkiang ngampan. Cuma saja, Pura Batu Pageh dan Goa Selonding di pinggir Pantai Selatan yang disebut ngampan, sedangkan Pura Goa Gong jika dilihat dari gugus bukit bagian utara identik dengan ngampan di tebing selatan.

Seperti di Pura Gunung Payung, rombongan Toska melaksanakan Pancasembah dipimpin oleh Jro Mangku Made Sukanta dimulai dan diakhiri dengan sembah puyung. Lalu nunas tirta amerta diperciki ke ubun-ubun, diminum, dan diraup masing-masing tiga kali, lalu nunas bija.

Dari penelusuran berbagai sumber, Pura Goa Gong adalah pasraman (perguruan)  yang letaknya bersebelahan dengan Patung GWK dan Kampus Universitas Udayana. Pura ini memiliki sejumlah keunikan yang perlu diketahui.

Pertama, tidak diperkenankan melaksanakan persembahyangan pada hari Rabu dengan alasan  menghormati hari Dang Hyang Dwijendra melaksanakan yoga semadi. “Ini tradisi lisan yang diwarisi secara turun-temurun”, kata Jro Mangku Made Sukanta.  

Selain itu, ibu hamil dan menyusui juga dilarang tangkil ke sini.

Kedua, dilarang nunas tirtha dengan wadah berbahan kertas plastik sudah diterapkan sebelum Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Ini adalah sebuah terobosan visioner yang patut diteladani.

Ketiga, Pura Goa Gong juga memiliki Taman Beji di Pura Goa Peteng tempat beliau dihadang Naga dalam perjalanan dari Uluwatu menuju Goa Gong untuk menemukan pusat sumber suara gong yang diburu.

Keempat, di Pura Goa Gong kita juga mendapatkan jejak toleransi khususnya Hindu-Budha ditandai dengan pemujaan Ratu Subandar dan Dewi Kwam Im, sebagai lambang penyatuan Siwa-Buda.

Ngaturang dana puinia di Pura Goa Gong | Foto: Dok. Nyoman Tingkat

Begitulah persembahyangan Toska di Pura Goa Gong berjalan lancar semesta mendukung. Sebelum berpamit dengan Jro Mangku Made Sukanta, Toska menghaturkan dana punia sebagai ucapan terima kasih sekaligus mohon tuntunan-Nya agar Toska senantiasa jernih dalam pikiran, bening dalam hati, suci dalam tindakan di tengah godaan yang tidak mudah.

Selanjutnya, rombongan Toska menuju Pura Batu Pageh yang akan dikabarkan pada edisi berikutnya. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis  NYOMAN TINGKAT
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Gunung Payung
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Geger Dalem Pemutih dan Pura Karang Boma
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking :  Pura Taman Mumbul dan Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul
Tradisi “Mendak Hujan” di Gumi Delod Ceking     
Membaca Gumi Delod Ceking dari Tol Bali Mandara    
Tags: Gumi Delod Cekingkuta selatanPura Goa GongSMAN 2 Kuta Selatantirtayatra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jagra Siwaratri di Candi Prambanan dan Aku Bayangkan Candi itu Bagai Istana Para Dewa

Next Post

Laut Kita: Citra Sastra dan Sikap Penguasa-Pengusaha dalam Realita

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Pawisik Durga, Galungan, dan Cinta Kasih

Laut Kita: Citra Sastra dan Sikap Penguasa-Pengusaha dalam Realita

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co