3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Jagra Siwaratri di Candi Prambanan dan Aku Bayangkan Candi itu Bagai Istana Para Dewa

Made Manipuspaka by Made Manipuspaka
February 2, 2025
in Tualang
Jagra Siwaratri di Candi Prambanan dan Aku Bayangkan Candi itu Bagai Istana Para Dewa

Candi Prambanan saat Hari Siwaratri

KETIKA ada teman yang mengajak untuk melakukan renungan suci Siwaratri di Candi Prambanan, pada perayaan hari suci ITU pada Senin 27 Januari 2025, aku langsung menganggukKan kepala dan bilang ya.

Aku sesungguhnya tidak mengetahui bagaimana kebiasaan umat Hindu di Tanah Jawa, tepatnya di YoGyakarta dalam merayakan hari turunnya Siwa itu.

Sebagai orang baru—yang kebetulan menjadi mahasiswa semester 2 Jurusan Musik, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta—aku berusaha mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang ada di Kota Pelajar dan Kota Budaya itu. Tentunya yang baik-baik dan tetap ada kaitannya dengan pembelajaran. Sebab, aku ingin fokus pada cita-cita dan tidak mau mengecewakan orang tua.

Aku berangkat dari kost, sengaja mengendarai motor sendiri, sehingga dapat mengenal Kota Gudeg ini dengan lebih leluasa. Aku berangkat bersama teman yang menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Dalam perjalanan itu, sesekali aku bertanya, nama jalan dan kawasan yang dilewati. Tanpa terasa, kami sudah sampai di kawasan Candi Prambanan yang sungguh megah itu.

Maklum, ini kali pertama kunjungan aku ke Candi Prambanan, candi bercorak agama Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi itu. Ini pengalaman Siwaratri di Candi Prambanan sebagai angkatan kedua. Mungkin, karena aku pertama kali ke Prambanan saat malam hari semuanya beda, indah dan mempesona.

Candi Prambanan di Hari Siwaratri | Foto: Manipuspaka

Beberapa lampu sorot mengarah ke candi yang sangat terang dan dengan warna yang tajam, sehingga membuat candi semakin megah. Entah karena sering menonton film, aku merasakan suasana Candi Prambanan malam itu seperti di istana para Dewa. Entah itu ilusi atau khayalan yang selalu ada dalam pikiranku. Nemun, aku tak mau terlena, sehingga langsung melakukan persembahyang bersama tepat pukul 18.00 WIB.

Antusias umat melakukan persembahnyangan sangat tinggi. Panitia mengatakan, pada perayaan Siwaratri umat yang melakukan persembahyangan pertama itu diikuti lebih dari 3000 peserta. Jumlah itu, lebih banyak dari perayaan Siwaratri sebelumnya hanya diikuti 500 peserta. Umat yang melakukan persembahyangan begitu khusuk. Aku, bersama temanku pun bersembahyang dengan serius dan khusuk pula.

Usai sembahyang, panitia mengarahkan peserta persembahyangan menuju ke tenda yang ada di lapangan. Sayangnya, aku lupa menanyakan nama acara itu. Namun, yang pasti semua umat diberikan snack berupa kacang, pisang, jagung dan minuman teh. Acara itu mirip sebuah ajang sosialisasi, salaing mengenal satu sama lainnya. Sebab, umat yang menikmati camilan itu sambil berkenalan, lalu bercerita lebih akrab sambil menunggu acara Malam Sastra Siwaratri.

Malam Sastra Siwaratri itu menghadirkan banyak narasumber, namun aku tidak hapal semuanya. Aku diinformasikan teman akan ada Wakil Menteri Pariwisata Luh Puspa, dan Sugi Lanus yang diberitahu oleh ibuku lewat WA.

Acara kemudian dimulai dengan penampilan tari penyambutan khas Jawa. Meski biasa tampil di atas panggung, tetapi aku tidak mengetahui nama tari itu.

Panitia juga sudah menyebutkan, tetapi aku tidak mendengar secara jelas saking banyak orang. Tari penyambutan itu dibawakan oleh dua penari wanita yang melakukan gerak yang pelan, lembut dan halus dengan gerak yang penuh penjiwaan. Meski lama tak menari, jujur, aku terpesona dengan penampilan tari itu. 

Candi Prambanan di Hari Siwaratri | Foto: Manipuspaka

Selanjutnya sambutan dari Ibu Wakil Menteri Pariwisata Luh Puspa yang mendukung kegiatan keagamaan di Candi Prambanan ini. Lalu, berlanjut dengan sambutan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi yang mengangkat topik tidak jauh dari keberadaan Candi Prambanan dan Siwaratri.

Narasumber yang merupakan teman pamanku, juga teman orang tuaku, sehingga aku pun merasa dekat dengannya. Saat itu, Sugi Lanus mengatakan, Candi Prambanan itu memiliki empat arah, sehingga saat melakukan persembahyangan bisa menghadap kemana saja. Paparan itu, sekaligus menjawab pertanyaan peserta yang menanyakan sebaiknya melakukan sembhayang menghadap arah mana.

Salah satu peserta kemudian menanyakan, Candi Prambanan ini adalah kawasan suci, namun juga sebagai pusat pariwisata. Kalau ada yang berkunjung, tetapi mereka sedang mengalami menstruasi, namun ia akan tetap akan membayar tiket masuk, apakah itu boleh atau tidak?

Sugi Lanus menjawab boleh saja, tetapi setiap pagi dan setiap buka Candi harus melakukan pembersihan setiap pagi. Pintu masuk untuk orang yang bersembahyang dan wisatawan dibedakan.

Walau peserta sesi diskusi ini mulai berkurang, karena kursi-kursi mulai ada yang kosong, namun suasana diskusi tetap hangat dengan berbagai pertanyaan. Seseorang kemudian bertanya, seandainya ada umat Hindu yang ingin melalukan persembahyangan apakah dikenakan tiket atau gratis. GM Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur, mengatakan, boleh tetapi mungkin tidak dikenakan tiket pada saat hari-hari raya saja, bukan setiap hari.

Suasana diskusi tetap menarik, namun beberapa orang, ada yang tidur di samping tenda. Mereka tidur beralaskan karpet. Di sampingnya, ada pula yang ngobrol, entah apa yang dibicarakannya. Aku pun merasa ‘nguyuk’ pula, namun beridsaha mengikuti acara sampai akhir.

Candi Prambanan di Hari Siwaratri | Foto: Manipuspaka

Diskusi berlangsung sampai pukul 00.00 WIB. Setelah itu, seluruh peserta melakukan sembahyang dilanjutkan dengan pembacaan 1008 nama Siwa bersama seluruh peserta. Pada saat itu, mulai banyak peserta yang tidak kuat melakukan jagra (bergadang), sehingga ada yang keluar dari area Candi Siwagrha.

Pembacaan nama Siwa berlangsung selama 1 jam 15 menit. Selanjutnya, diisi dengan acara bercerita tentang Lubdaka oleh Sugi Lanus. Pada saat itu, peserta yang kuat bertahan tak sampai 100 orang.

Acara bercerita itu berlangsung hingga pukul 05.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan kembali, yaitu persembahyangan Hari Raya Tilem sampai pukul 06.00 WIB. Aku berusaha mengikuti semua acara. Usai acara, aku pulang dengan kondisi ngantuk pula. [T]

Penulis: Made Manipuspaka
Editor: Budarsana

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan
Dari Legenda ke Fakta, Menyibak Sejarah dan Pesona Candi Prambanan
Jalani Tawur Agung di Candi Prambanan (Lagi)
Prambanan Tidak Hanya Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso
Tags: Candi PrambananHari SiwaratriHindu JawaSiwaratriYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bulan Bahasa Bali Menuju Bali Harmoni

Next Post

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 

Made Manipuspaka

Made Manipuspaka

Mahasiswa jurusan musik, ISI Yogyakarta

Related Posts

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails

BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

by Julio Saputra
May 20, 2026
0
BTR Ultra 2026 dan Hal-hal yang Menjadikannya Prestisius

Roses are red Violets are blue 106,20 KM? WTF is wrong with you? SEBUAH papan merah bertuliskan kata-kata di atas...

Read moreDetails

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails
Next Post
Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 

Tirtayatra Toska Se-Delod Ceking  :  Pura Goa Gong 

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co