27 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Green Skills: Komponen Kritis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ni Putu Maha Lina by Ni Putu Maha Lina
February 12, 2025
in Esai
Green Skills: Komponen Kritis untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ilustrasi Canva

DALAM era modern ini, di tengah tantangan perubahan iklim dan penurunan sumber daya alam, konsep keterampilan hijau (green skills) telah menjadi sorotan utama di berbagai sektor. Keterampilan ini tidak hanya penting untuk mempromosikan keberlanjutan, tetapi juga menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing ekonomi. Banyak industri global memprioritaskan akuisisi keterampilan hijau dalam bisnis mereka, mencerminkan komitmen yang lebih luas terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial (Adjei-Bamfo et al., 2020).

Keterampilan hijau mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mendukung praktik berkelanjutan (Fleacă et al., 2024). Ini meliputi pemahaman tentang teknologi ramah lingkungan, manajemen sumber daya, dan kebijakan keberlanjutan. Dalam konteks ini, Institusi Pendidikan dan Pelatihan Teknik dan Vokasi (TVET) memainkan peran yang sangat penting. TVET tidak hanya berfungsi sebagai jembatan antara pendidikan dan industri, tetapi juga sebagai pusat inovasi dalam pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan menjalin kemitraan yang kuat dengan berbagai industri, institusi ini memastikan bahwa lulusan mereka siap menghadapi tantangan yang ada di dunia kerja.

Kolaborasi antara TVET dan industri sangat penting untuk memenuhi permintaan tenaga kerja terampil dalam ekonomi hijau. Misalnya, beberapa perusahaan Indonesia di sektor energi terbarukan mencari individu yang memiliki keterampilan khusus dalam teknologi solar, angin, dan efisiensi energi. Dalam hal ini, TVET berperan dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

Sebagai contoh, program pelatihan yang diselenggarakan oleh TVET di Indonesia telah berhasil menciptakan lulusan yang siap kerja di sektor energi terbarukan. Dengan pelatihan yang berfokus pada teknologi terbaru dan praktik terbaik, lulusan ini tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan solusi energi yang lebih berkelanjutan.

Secara konsep, keterampilan hijau dapat dibagi menjadi beberapa kategori yang saling melengkapi, yaitu (Wegenberger & Ponocny, 2025):

Keterampilan Hijau Transversal: Keterampilan ini bersifat umum dan dapat diterapkan di berbagai sektor. Contohnya termasuk berpikir kritis, pemecahan masalah, dan adaptabilitas. Keterampilan ini sangat penting karena memungkinkan individu untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan kerja. Misalnya, seorang manajer proyek yang memiliki keterampilan berpikir kritis dapat mengevaluasi dampak lingkungan dari proyek yang sedang dijalankan dan membuat keputusan yang lebih baik.

Keterampilan Hijau Spesifik Sektor: Keterampilan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri tertentu. Misalnya, dalam sektor pertanian, keterampilan seperti teknik pertanian berkelanjutan dan manajemen sumber daya air sangat dibutuhkan. Di sektor konstruksi, keterampilan dalam penggunaan material ramah lingkungan dan teknik bangunan berkelanjutan juga semakin dicari.

Keterampilan Hijau Lintas Sektor: Keterampilan ini memfasilitasi kolaborasi dan transfer pengetahuan antara berbagai sektor. Misalnya, seorang profesional di bidang energi terbarukan mungkin perlu bekerja sama dengan ahli lingkungan untuk mengembangkan solusi yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Keterampilan ini sangat penting dalam menciptakan sinergi antara berbagai disiplin ilmu, seperti teknik, lingkungan, dan manajemen.

Meskipun banyak program berdampak—seperti seminar, boot camp, dan lokakarya—telah diselenggarakan untuk mempromosikan praktik hijau, penting untuk diingat bahwa memiliki keterampilan hijau memerlukan lebih dari sekadar pengetahuan tentang praktik berkelanjutan. Kesadaran akan pentingnya keberlanjutan harus ditanamkan sejak dini, baik di sekolah maupun di tempat kerja. Pendidikan tentang kebijakan lingkungan dan keberlanjutan harus menjadi bagian integral dari kurikulum di semua tingkat pendidikan. Dengan cara ini, generasi mendatang akan lebih siap untuk menghadapi tantangan lingkungan dan berkontribusi pada solusi yang berkelanjutan.

Penting untuk melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil, dalam upaya ini. Kebijakan yang mendukung pengembangan keterampilan hijau, seperti insentif untuk perusahaan yang berinvestasi dalam pelatihan karyawan, dapat mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Saat kita melangkah ke depan, sangat penting bahwa institusi pendidikan, industri, dan pembuat kebijakan berkolaborasi untuk memastikan bahwa keterampilan hijau bukan hanya pilihan, tetapi menjadi persyaratan dasar bagi semua profesional di pasar kerja yang terus berkembang. Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen yang tulus, kita dapat membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan, di mana keterampilan hijau berada di garis depan kemajuan ekonomi dan lingkungan. Dengan demikian, keterampilan hijau bukan hanya sekadar tren, tetapi merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan bahwa kita dapat menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang. [T]

Referensi

Adjei-Bamfo, P., Bempong, B., Osei, J., & Kusi-Sarpong, S. (2020). Green candidate selection for organizational environmental management. International Journal of Manpower, 41(7), 1081–1096. https://doi.org/10.1108/IJM-10-2019-0480

Fleacă, B., Militaru, G., & Fleacă, E. (2024). Reinforcement of Workforce Training Programs—Insights from Pilot Testing Process to Enhance Greening Practices in Enterprises. Sustainability (Switzerland), 16(23). https://doi.org/10.3390/su162310377

Wegenberger, O., & Ponocny, I. (2025). Green Skills Are Not Enough: Three Levels of Competences from an Applied Perspective. Sustainability (Switzerland), 17(1), 1–22. https://doi.org/10.3390/su17010327

Penulis: Ni Putu Maha Lina
Editor: Adnyana Ole

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop
Timedoor Academy Singaraja, Tempat Anak-anak Bersenang Ria Belajar “Coding”
Tags: green skill
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Rahajeng Pagerwesi dari Pura Goa Peteng di Gumi Delod Ceking   

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur

Ni Putu Maha Lina

Ni Putu Maha Lina

Penulis adalah Dosen Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bali

Related Posts

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

Read moreDetails

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

Read moreDetails

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
0
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

Read moreDetails

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [7]: Suara Printer dan Keran Air Mengucur

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital
Liputan Khusus

Dari Bambu Petung, Desa Tembok Membangun Akses Digital

TELEPON belum lama ditutup ketika Luh Sukerti kembali sibuk di depan tungku. Puluhan tusuk sate dibolak-balik di atas bara, dilumuri...

by Jaswanto
October 26, 2026
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan
Esai

Ketakutan terhadap Seniman Eksperimental dan Tekanan Perubahan Zaman

KETAKUTAN terhadap perubahan dalam dunia seni tidak hanya muncul dari kekhawatiran meninggalkan tradisi, tetapi juga dari kehadiran bentuk-bentuk seni eksperimental...

by Ahmad Prasetya Hady
October 26, 2026
Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”
Bahasa

Ketika “Mendidik Tidak Mendadak” Bertemu “Tidik” dan “Nidik”

ADA seorang guru sekaligus penulis senior asal Bali yang bernama Nyoman Tingkat. Suatu ketika, dengan permainan kata yang cerdas dan menggelitik, melalui unggahan...

by I Made Sudiana
October 26, 2026
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru
Tualang

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
Mungkinkah Korut Serang AS?
Esai

Restrukturisasi Politik Tata Kelola Karhutla

DALAM perspektif ilmu politik dan studi kebijakan publik, krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia bukan sekadar fenomena meteorologis...

by Jerry Indrawan
October 26, 2026
Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026
Olahraga

Deru Mesin di Pesisir Tabanan: Keseruan Swank Rally Tutup Rangkaian Slidetober Fest 2026

SUASANA siang di kawasan dekat Pantai Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, mendadak bergemuruh pada Minggu 25 Oktober 2026....

by Nyoman Budarsana
October 26, 2026
Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan
Esai

Budaya Viral dan Sunyinya Empati: Ketika Manusia Menjadi Tontonan

Di tengah perlombaan mencari perhatian, kita perlu bertanya: ketika penderitaan seseorang menjadi konsumsi publik, apakah kita sedang menunjukkan kepedulian atau...

by Hairunnisa Br. Sagala
October 26, 2026
Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026
Khas

Semakin Personal Sebuah Cerita, Semakin Universal Ia Dibaca–Catatan Diskusi “The Global Lens: Why Local Stories Matter” di UWRF 2026

SEPERTI apa kekuatan penuturan kisah lokal dalam karya sastra? Bagaimana seorang penulis memanfaatkan lanskap, identitas, dan pengalaman lokal untuk menciptakan...

by Rusdy Ulu
October 26, 2026
Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co