3 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Son Lomri by Son Lomri
October 17, 2024
in Khas
Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Usaha Coffe Shop yang dijalankan seorang napi di Lapas Singaraja | Foto: tatkala.co./Son

PEMANDANGAN ini adanya di areal Gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Singaraja di Jalan Veteran, Kamis, 17 Oktober 2024.

Suara mesin mendesing dan semprotan air menyala deras terdengar dari sebuah tempat untuk mencuci motor. Di tempat yang sama juga, sekitar lima langkah saja ke arah barat, gelas berdencing. Semua terdengar gembira dari dapur kedai kopi.

Ada juga seseorang sedang sibuk melukis di pohon, di beranda barbershop. Itu adalah barbershop binaan Lapas pada

Semua aktivitas itu dilakukan oleh narapidana (napi). Tentu, tidak mudah pihak Lapas Kelas II Singaraja dalam membina narapidana sampai di titik dimana mereka diberikan kepercayaan lebih untuk bisa keluar, dan melakukan aktivitas normal dan menyenangkan, bahkan hingga sore.

Di kedai kopi misalnya, orang-orang mengobrol biasa, dan normal memesan kopi. Es kopi yang segar, pelayanan yang ramah dari napi. Atau motor yang bersih dan juga pelayanannya yang tak kalah ramah sebelum di cuci. Adalah suasana yang menyenangkan di sekitar Lapas itu.

Tempat nongkrong yang asik. Tempat cuci motor yang asik. Juga tempat potong rambut yang bermodel. Ahoy. Apalagi dengan beberapa pohon sedang dilukis, dinantikan keindahannya dari tangan napi yang terampil dan manis.

Kepala lapas Singaraja I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra (pakai udeng) saat melihat napi sedang melukis pohon | Foto: tatkala.co/Son

Dari situ, kita membayangkan, wajah Lapas benar-benar tak mengerikan amat untuk didekati, bahkan sangat rekomen untuk ditongkrongi hingga malam jam 19.00 WITA. Tapi jangan masuk ke dalam Lapas ya. Itu sangat tidak direkomendasikan. Hehe..

“Memang ada beberapa kreatifitas yang disiapkan oleh kami. Mulai dari cucian motor, coffe shop, barbershop, kemudian kegiatan di dalam (Lapas) itu ada juga kerajinan (handmade) dari warga binaan yang berbahan baku dari koran, dibuat kerajinan-kerajinan untuk bikin bokor dan lain-lain.  kemudian ada juga tataboga, penglasan, bengkel, jadi macam-macamlah kegiatan warga binaan.”

Itu kata Kepala Lapas Singaraja I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra yang saat itu sedang berada di kedai kopi binaannya.

“Termasuk juga ini melukis, jadi warga binaan kita ada yang pandai melukis—selain melukis di media kertas, kita arahkan melukis pohon sekarang,” lanjut Lanang Agus.

Ia juga menjelaskan,  warga binaan (narapidana) yang bisa keluar untuk melakukan usaha terikat aturan yang sangat ketat. “Kalau tidak ada aturan kita tak berani. Jadi ada aturan syarat-syarat minimal yang harus mereka (para napi) penuhi,” katanya.

Dalam proses napi bisa melakukan usahanya di luar, juga melalui penilaian dari Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP). Dari pengamatan itu memang warga binaan yang bisa keluar harus memiliki kategori khusus, yaitu minimum security. Jadi setelah melalui tahapan-tahapan tersebut, barulah bisa keluar dan berusaha.

“Jadi tidak sembarang mengeluarkan orang (warga binaan), minimal dipertimbangkan ang hukumannya berapa, kemudian kasusnya apa, kemudian dia sudah menjalani berapa lama, jadi memang harus seperti itu.” ucapnya lugas.

Lapas dan Humanisme pada Tahanan

Ada tiga orang narapidana yang masing-masing menjalankan usaha kedai kopi, steam motor, dan potong rambut. “Mereka (warga binaan yang sedang menjalankan usaha) itu sudah menjalani setengah, bahkan kadang sudah dua pertiga—tinggal menunggu bebas aja,” katanya.

Pertanggal 17 Oktober 2024, di Lapas Singaraja terdapat tahanan berjumlah 84, dengan jumlah laki-laki 77 dan perempuan 7 orang. Sementara narapidana terdapat 236, terdiri dari 223 laki-laki dan 13 perempuan.

Menurut Agus Cahyana Putra, warga Lapas diperlakukannya sangat baik. Tersedianya makanan hingga kesehatan. Tapi ia menyayangkan, jika perihal kebutuhan biologis, pihaknya tidak bisa membantu sampai ke ranah itu karena memang, ada aturan untuk itu.

“Terkait kebutuhan biologis. Secara aturan, memang tidak ada yang memperbolehkan pembinaan untuk kebutuhan biologis. Jadi, selama berada di dalam lapas, tidak ada tempat, di dalam ini untuk menyalurkan biologisnya (seksual). Jadi, narapidana di dalam ini, kalau nonton tivi bisa, kalo bertemu anak istri bisa, makan disiapkan, (petugas) kesehatan disiapkan, dan mereka memang pusingnya itu, tidak bisa ketemu istri (untuk melakukan hubungan badan),” jelas Kepala Lapas Singaraja saat sesi acara silaturahmi dengan pelaku media di Aula Nusantara Lapas Singaraja tadi pagi.

“Jadi itulah beratnya, narapidana di dalam ini terkait dengan kebutuhan biologisnya, dan kami tidak bisa memberikan apa yang tidak diatur dalam aturan, pastinya di semua lapas di Indonesia juga demikian,” lanjutnya.

Seorang napi menjalankan usaha pencucian motor | Foto: tatkala.co/Son

Ia menjelaskan secara keseluruhan orang-orang yang bertugas di lapas terdiri dari 75 orang, “Nah, tapi dalam satu regu pengamanan itu 7 orang. Jadi, 7 orang itulah yang kalau hari minggu atau hari libur, itu jaga, tiga ratusan orang di dalam. Kalau untuk yang di luar ini ada tiga orang (warga binaan) dan di backup (dijaga)oleh staf-staf yang hadir,” jelasnya.

Dalam pengamanan tersebut, ia berharap kondisi aman menyertai warga Lapas, dan untuk menghindari hal-hal di luar dari dugaannya, secara berkala, pihaknya terus melakukan evaluasi. “Melakukan brifing kepada mereka, mengingatkan apa yang boleh, apa yang tidak. Sehingga tidak sampai muncul (timbul) keinginan-keinginan yang tidak baik dari mereka,” lanjutnya.

Sementara, untuk mengenalkan kepada masyarakat narapidana yang jika suatu saat keluar dan bebas, aktivitas-aktivitas yang disediakan oleh pihak Lapas melalui woirausaha dan pelatihan-pelatihan soft skill adalah upaya untuk mengembalikan stereotip negatif masyarakat kepada mantan napi. Bahwa, mantan napi dapat diandalkan.

“Jadi, upaya ini adalah cara kami untuk memperkenalkan ke masyarakat. bahwa (konotasi) Lapas itu tidak hanya seram dari luar aja, tetapi juga, bagaimana, masyarakat juga mesti tahu bahwa mereka (warga binaan) ada yang juga bisa cukur, membuat kopi, bisa ini, bisa itu (positif). Di sini kita tidak memikirkan keuntungan, tetapi memikirkan tapi bagaimana mereka bisa dikenal masyarakat. Kalau bisa dibandingkan cucian motor kita dengan tempat lain, jauh bisa lebih murah, karena kita tidak memikirkan keuntungan, tapi kita memikirkan mereka itu bisa dikenal oleh masyarakat, mereka bisa dilihat bahwa warga binaan ini, bisa bermanfaat, bisa bekerja,” kata I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra dengan penuh keyakinan. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Tags: coffee shoplapas singarajanarapidanausaha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resonansi Keberadaan: Pameran Tunggal Aprililia di Sika Gallery Ubud

Next Post

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co