13 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Son Lomri by Son Lomri
October 17, 2024
in Khas
Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Usaha Coffe Shop yang dijalankan seorang napi di Lapas Singaraja | Foto: tatkala.co./Son

PEMANDANGAN ini adanya di areal Gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Singaraja di Jalan Veteran, Kamis, 17 Oktober 2024.

Suara mesin mendesing dan semprotan air menyala deras terdengar dari sebuah tempat untuk mencuci motor. Di tempat yang sama juga, sekitar lima langkah saja ke arah barat, gelas berdencing. Semua terdengar gembira dari dapur kedai kopi.

Ada juga seseorang sedang sibuk melukis di pohon, di beranda barbershop. Itu adalah barbershop binaan Lapas pada

Semua aktivitas itu dilakukan oleh narapidana (napi). Tentu, tidak mudah pihak Lapas Kelas II Singaraja dalam membina narapidana sampai di titik dimana mereka diberikan kepercayaan lebih untuk bisa keluar, dan melakukan aktivitas normal dan menyenangkan, bahkan hingga sore.

Di kedai kopi misalnya, orang-orang mengobrol biasa, dan normal memesan kopi. Es kopi yang segar, pelayanan yang ramah dari napi. Atau motor yang bersih dan juga pelayanannya yang tak kalah ramah sebelum di cuci. Adalah suasana yang menyenangkan di sekitar Lapas itu.

Tempat nongkrong yang asik. Tempat cuci motor yang asik. Juga tempat potong rambut yang bermodel. Ahoy. Apalagi dengan beberapa pohon sedang dilukis, dinantikan keindahannya dari tangan napi yang terampil dan manis.

Kepala lapas Singaraja I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra (pakai udeng) saat melihat napi sedang melukis pohon | Foto: tatkala.co/Son

Dari situ, kita membayangkan, wajah Lapas benar-benar tak mengerikan amat untuk didekati, bahkan sangat rekomen untuk ditongkrongi hingga malam jam 19.00 WITA. Tapi jangan masuk ke dalam Lapas ya. Itu sangat tidak direkomendasikan. Hehe..

“Memang ada beberapa kreatifitas yang disiapkan oleh kami. Mulai dari cucian motor, coffe shop, barbershop, kemudian kegiatan di dalam (Lapas) itu ada juga kerajinan (handmade) dari warga binaan yang berbahan baku dari koran, dibuat kerajinan-kerajinan untuk bikin bokor dan lain-lain.  kemudian ada juga tataboga, penglasan, bengkel, jadi macam-macamlah kegiatan warga binaan.”

Itu kata Kepala Lapas Singaraja I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra yang saat itu sedang berada di kedai kopi binaannya.

“Termasuk juga ini melukis, jadi warga binaan kita ada yang pandai melukis—selain melukis di media kertas, kita arahkan melukis pohon sekarang,” lanjut Lanang Agus.

Ia juga menjelaskan,  warga binaan (narapidana) yang bisa keluar untuk melakukan usaha terikat aturan yang sangat ketat. “Kalau tidak ada aturan kita tak berani. Jadi ada aturan syarat-syarat minimal yang harus mereka (para napi) penuhi,” katanya.

Dalam proses napi bisa melakukan usahanya di luar, juga melalui penilaian dari Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP). Dari pengamatan itu memang warga binaan yang bisa keluar harus memiliki kategori khusus, yaitu minimum security. Jadi setelah melalui tahapan-tahapan tersebut, barulah bisa keluar dan berusaha.

“Jadi tidak sembarang mengeluarkan orang (warga binaan), minimal dipertimbangkan ang hukumannya berapa, kemudian kasusnya apa, kemudian dia sudah menjalani berapa lama, jadi memang harus seperti itu.” ucapnya lugas.

Lapas dan Humanisme pada Tahanan

Ada tiga orang narapidana yang masing-masing menjalankan usaha kedai kopi, steam motor, dan potong rambut. “Mereka (warga binaan yang sedang menjalankan usaha) itu sudah menjalani setengah, bahkan kadang sudah dua pertiga—tinggal menunggu bebas aja,” katanya.

Pertanggal 17 Oktober 2024, di Lapas Singaraja terdapat tahanan berjumlah 84, dengan jumlah laki-laki 77 dan perempuan 7 orang. Sementara narapidana terdapat 236, terdiri dari 223 laki-laki dan 13 perempuan.

Menurut Agus Cahyana Putra, warga Lapas diperlakukannya sangat baik. Tersedianya makanan hingga kesehatan. Tapi ia menyayangkan, jika perihal kebutuhan biologis, pihaknya tidak bisa membantu sampai ke ranah itu karena memang, ada aturan untuk itu.

“Terkait kebutuhan biologis. Secara aturan, memang tidak ada yang memperbolehkan pembinaan untuk kebutuhan biologis. Jadi, selama berada di dalam lapas, tidak ada tempat, di dalam ini untuk menyalurkan biologisnya (seksual). Jadi, narapidana di dalam ini, kalau nonton tivi bisa, kalo bertemu anak istri bisa, makan disiapkan, (petugas) kesehatan disiapkan, dan mereka memang pusingnya itu, tidak bisa ketemu istri (untuk melakukan hubungan badan),” jelas Kepala Lapas Singaraja saat sesi acara silaturahmi dengan pelaku media di Aula Nusantara Lapas Singaraja tadi pagi.

“Jadi itulah beratnya, narapidana di dalam ini terkait dengan kebutuhan biologisnya, dan kami tidak bisa memberikan apa yang tidak diatur dalam aturan, pastinya di semua lapas di Indonesia juga demikian,” lanjutnya.

Seorang napi menjalankan usaha pencucian motor | Foto: tatkala.co/Son

Ia menjelaskan secara keseluruhan orang-orang yang bertugas di lapas terdiri dari 75 orang, “Nah, tapi dalam satu regu pengamanan itu 7 orang. Jadi, 7 orang itulah yang kalau hari minggu atau hari libur, itu jaga, tiga ratusan orang di dalam. Kalau untuk yang di luar ini ada tiga orang (warga binaan) dan di backup (dijaga)oleh staf-staf yang hadir,” jelasnya.

Dalam pengamanan tersebut, ia berharap kondisi aman menyertai warga Lapas, dan untuk menghindari hal-hal di luar dari dugaannya, secara berkala, pihaknya terus melakukan evaluasi. “Melakukan brifing kepada mereka, mengingatkan apa yang boleh, apa yang tidak. Sehingga tidak sampai muncul (timbul) keinginan-keinginan yang tidak baik dari mereka,” lanjutnya.

Sementara, untuk mengenalkan kepada masyarakat narapidana yang jika suatu saat keluar dan bebas, aktivitas-aktivitas yang disediakan oleh pihak Lapas melalui woirausaha dan pelatihan-pelatihan soft skill adalah upaya untuk mengembalikan stereotip negatif masyarakat kepada mantan napi. Bahwa, mantan napi dapat diandalkan.

“Jadi, upaya ini adalah cara kami untuk memperkenalkan ke masyarakat. bahwa (konotasi) Lapas itu tidak hanya seram dari luar aja, tetapi juga, bagaimana, masyarakat juga mesti tahu bahwa mereka (warga binaan) ada yang juga bisa cukur, membuat kopi, bisa ini, bisa itu (positif). Di sini kita tidak memikirkan keuntungan, tetapi memikirkan tapi bagaimana mereka bisa dikenal masyarakat. Kalau bisa dibandingkan cucian motor kita dengan tempat lain, jauh bisa lebih murah, karena kita tidak memikirkan keuntungan, tapi kita memikirkan mereka itu bisa dikenal oleh masyarakat, mereka bisa dilihat bahwa warga binaan ini, bisa bermanfaat, bisa bekerja,” kata I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra dengan penuh keyakinan. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Tags: coffee shoplapas singarajanarapidanausaha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resonansi Keberadaan: Pameran Tunggal Aprililia di Sika Gallery Ubud

Next Post

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co