23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Son Lomri by Son Lomri
October 17, 2024
in Khas
Usaha Asyik Narapidana Lapas Singaraja: Ada Cuci Motor, Coffee Shop, dan Barbershop

Usaha Coffe Shop yang dijalankan seorang napi di Lapas Singaraja | Foto: tatkala.co./Son

PEMANDANGAN ini adanya di areal Gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Singaraja di Jalan Veteran, Kamis, 17 Oktober 2024.

Suara mesin mendesing dan semprotan air menyala deras terdengar dari sebuah tempat untuk mencuci motor. Di tempat yang sama juga, sekitar lima langkah saja ke arah barat, gelas berdencing. Semua terdengar gembira dari dapur kedai kopi.

Ada juga seseorang sedang sibuk melukis di pohon, di beranda barbershop. Itu adalah barbershop binaan Lapas pada

Semua aktivitas itu dilakukan oleh narapidana (napi). Tentu, tidak mudah pihak Lapas Kelas II Singaraja dalam membina narapidana sampai di titik dimana mereka diberikan kepercayaan lebih untuk bisa keluar, dan melakukan aktivitas normal dan menyenangkan, bahkan hingga sore.

Di kedai kopi misalnya, orang-orang mengobrol biasa, dan normal memesan kopi. Es kopi yang segar, pelayanan yang ramah dari napi. Atau motor yang bersih dan juga pelayanannya yang tak kalah ramah sebelum di cuci. Adalah suasana yang menyenangkan di sekitar Lapas itu.

Tempat nongkrong yang asik. Tempat cuci motor yang asik. Juga tempat potong rambut yang bermodel. Ahoy. Apalagi dengan beberapa pohon sedang dilukis, dinantikan keindahannya dari tangan napi yang terampil dan manis.

Kepala lapas Singaraja I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra (pakai udeng) saat melihat napi sedang melukis pohon | Foto: tatkala.co/Son

Dari situ, kita membayangkan, wajah Lapas benar-benar tak mengerikan amat untuk didekati, bahkan sangat rekomen untuk ditongkrongi hingga malam jam 19.00 WITA. Tapi jangan masuk ke dalam Lapas ya. Itu sangat tidak direkomendasikan. Hehe..

“Memang ada beberapa kreatifitas yang disiapkan oleh kami. Mulai dari cucian motor, coffe shop, barbershop, kemudian kegiatan di dalam (Lapas) itu ada juga kerajinan (handmade) dari warga binaan yang berbahan baku dari koran, dibuat kerajinan-kerajinan untuk bikin bokor dan lain-lain.  kemudian ada juga tataboga, penglasan, bengkel, jadi macam-macamlah kegiatan warga binaan.”

Itu kata Kepala Lapas Singaraja I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra yang saat itu sedang berada di kedai kopi binaannya.

“Termasuk juga ini melukis, jadi warga binaan kita ada yang pandai melukis—selain melukis di media kertas, kita arahkan melukis pohon sekarang,” lanjut Lanang Agus.

Ia juga menjelaskan,  warga binaan (narapidana) yang bisa keluar untuk melakukan usaha terikat aturan yang sangat ketat. “Kalau tidak ada aturan kita tak berani. Jadi ada aturan syarat-syarat minimal yang harus mereka (para napi) penuhi,” katanya.

Dalam proses napi bisa melakukan usahanya di luar, juga melalui penilaian dari Tim Pengamatan Pemasyarakatan (TPP). Dari pengamatan itu memang warga binaan yang bisa keluar harus memiliki kategori khusus, yaitu minimum security. Jadi setelah melalui tahapan-tahapan tersebut, barulah bisa keluar dan berusaha.

“Jadi tidak sembarang mengeluarkan orang (warga binaan), minimal dipertimbangkan ang hukumannya berapa, kemudian kasusnya apa, kemudian dia sudah menjalani berapa lama, jadi memang harus seperti itu.” ucapnya lugas.

Lapas dan Humanisme pada Tahanan

Ada tiga orang narapidana yang masing-masing menjalankan usaha kedai kopi, steam motor, dan potong rambut. “Mereka (warga binaan yang sedang menjalankan usaha) itu sudah menjalani setengah, bahkan kadang sudah dua pertiga—tinggal menunggu bebas aja,” katanya.

Pertanggal 17 Oktober 2024, di Lapas Singaraja terdapat tahanan berjumlah 84, dengan jumlah laki-laki 77 dan perempuan 7 orang. Sementara narapidana terdapat 236, terdiri dari 223 laki-laki dan 13 perempuan.

Menurut Agus Cahyana Putra, warga Lapas diperlakukannya sangat baik. Tersedianya makanan hingga kesehatan. Tapi ia menyayangkan, jika perihal kebutuhan biologis, pihaknya tidak bisa membantu sampai ke ranah itu karena memang, ada aturan untuk itu.

“Terkait kebutuhan biologis. Secara aturan, memang tidak ada yang memperbolehkan pembinaan untuk kebutuhan biologis. Jadi, selama berada di dalam lapas, tidak ada tempat, di dalam ini untuk menyalurkan biologisnya (seksual). Jadi, narapidana di dalam ini, kalau nonton tivi bisa, kalo bertemu anak istri bisa, makan disiapkan, (petugas) kesehatan disiapkan, dan mereka memang pusingnya itu, tidak bisa ketemu istri (untuk melakukan hubungan badan),” jelas Kepala Lapas Singaraja saat sesi acara silaturahmi dengan pelaku media di Aula Nusantara Lapas Singaraja tadi pagi.

“Jadi itulah beratnya, narapidana di dalam ini terkait dengan kebutuhan biologisnya, dan kami tidak bisa memberikan apa yang tidak diatur dalam aturan, pastinya di semua lapas di Indonesia juga demikian,” lanjutnya.

Seorang napi menjalankan usaha pencucian motor | Foto: tatkala.co/Son

Ia menjelaskan secara keseluruhan orang-orang yang bertugas di lapas terdiri dari 75 orang, “Nah, tapi dalam satu regu pengamanan itu 7 orang. Jadi, 7 orang itulah yang kalau hari minggu atau hari libur, itu jaga, tiga ratusan orang di dalam. Kalau untuk yang di luar ini ada tiga orang (warga binaan) dan di backup (dijaga)oleh staf-staf yang hadir,” jelasnya.

Dalam pengamanan tersebut, ia berharap kondisi aman menyertai warga Lapas, dan untuk menghindari hal-hal di luar dari dugaannya, secara berkala, pihaknya terus melakukan evaluasi. “Melakukan brifing kepada mereka, mengingatkan apa yang boleh, apa yang tidak. Sehingga tidak sampai muncul (timbul) keinginan-keinginan yang tidak baik dari mereka,” lanjutnya.

Sementara, untuk mengenalkan kepada masyarakat narapidana yang jika suatu saat keluar dan bebas, aktivitas-aktivitas yang disediakan oleh pihak Lapas melalui woirausaha dan pelatihan-pelatihan soft skill adalah upaya untuk mengembalikan stereotip negatif masyarakat kepada mantan napi. Bahwa, mantan napi dapat diandalkan.

“Jadi, upaya ini adalah cara kami untuk memperkenalkan ke masyarakat. bahwa (konotasi) Lapas itu tidak hanya seram dari luar aja, tetapi juga, bagaimana, masyarakat juga mesti tahu bahwa mereka (warga binaan) ada yang juga bisa cukur, membuat kopi, bisa ini, bisa itu (positif). Di sini kita tidak memikirkan keuntungan, tetapi memikirkan tapi bagaimana mereka bisa dikenal masyarakat. Kalau bisa dibandingkan cucian motor kita dengan tempat lain, jauh bisa lebih murah, karena kita tidak memikirkan keuntungan, tapi kita memikirkan mereka itu bisa dikenal oleh masyarakat, mereka bisa dilihat bahwa warga binaan ini, bisa bermanfaat, bisa bekerja,” kata I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra dengan penuh keyakinan. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  
Tags: coffee shoplapas singarajanarapidanausaha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Resonansi Keberadaan: Pameran Tunggal Aprililia di Sika Gallery Ubud

Next Post

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Kenduri: Upaya Penyadartahuan Anti Terorisme dan Radikalisme yang Mengasyikkan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers
Pendidikan

PWI Bali Gelar OKK, Perkuat Profesionalisme dan Etika Pers

SEBANYAK 102 anggota dan calon anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di Gedung PWI...

by Dede Putra Wiguna
August 23, 2026
Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   
Opini

Ironi Pemalakan dalam Dunia Pendidikan   

IRONI yang sulit diterima ketika seseorang yang berdiri di puncak lembaga pendidikan justru berhadapan dengan hukum karena dugaan praktik yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 23, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co