2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Jaswanto by Jaswanto
October 17, 2024
in Liputan Khusus
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

TNi dan warga membangun jembatan di Tingkih Kerep, Jinengdalem, Buleleng | Foto: Istimewa

BELUM lama ini, di bulan Oktober, di sebuah akun Facebook warga Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, beredar video sederhana berdurasi dua menit lebih sedikit yang menayangkan sekelompok pria berseragam loreng angkatan darat berbaur dengan warga sipil di pinggir sebuah sungai yang tak lagi mengalir.

Dalam video itu, yang berseragam maupun tidak, terlihat sama-sama memiliki tugas-kerja masing-masing. Ada yang bagian mengaduk adonan cor, ada yang mencangkul tanah berpasir dan berbatu, ada pula yang berbaris memanjang estafet ember berisi tanah galian. Ya, orang-orang itu sedang gotong royong membangun jembatan untuk akses jalan pertanian di Dusun Tingkih Kerep, Jinengdalem, Senin (14/10/2024).

Dan para pria berbaju loreng di dalam video itu tak lain dan tak bukan ialah pasukan Komando Rayon Militer (Koramil) 01 TNI Angkatan Darat Buleleng. Selain anggota dan warga, kegiatan karya bakti itu juga dihadiri oleh Danramil 1609-01/Buleleng, Kapten Arh. Gede Buktiana, Perbekel Jinengdalem, dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Pemandangan semacam ini tidak hanya tampak di Jinengdalem saja, tapi juga di desa lain di pedalaman Seririt sana, tepatnya di Desa Ringdikit, sebulan sebelumnya.

Di pinggir Sungai Saba, Ringdikit, orang-orang juga sedang sibuk membangun jembatan. Tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tak hanya warga sipil, tapi juga TNI-Polri. Mereka semua bergotong royong satu sama lain. Dan melihat pemandangan tersebut, mengingatkan kita pada salah satu adegan dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer.

Peristiwa-peristiwa positif itu terjadi dalam rangka peringatan HUT TNI ke-79. Pada momen itu, Kodim 1609/Buleleng menerjunkan pasukannya untuk membantu warga setempat membangun jembatan penyeberangan semi permanen. Pembangunan jembatan ini merupakan upaya warga untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di tiga desa, yakni Desa Ularan, Lokapaksa, dan Ringdikit.

Warga Buleleng dan TNI bergotong roong membangun jembatan Dusun Tingkih Kerep, Jinengdalem | Foto: Istimewa

Tak dapat dimungkiri, dua peristiwa di atas memang begitu heroik dan mengharukan. Sebab, jembatan yang dibangun TNI/Polri bersama warga ini menjadi harapan baru bagi masyarakat desa—Jinengdalem maupun Ringdikit dan sekitarnya. Tidak hanya jadi penunjang sarana pendidikan saja, tapi juga aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

Maka wajar jika saat itu rasa lega juga terpancar dari wajah Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga Nurdyana. Melihat wajah polos para siswa yang berangkat ke sekolah dengan susah payah—harus menyeberang sungai aktif yang luasnya 20 meter—itu membuat Letkol Angga tersentuh. Ia melihat pancaran mata yang begitu semangat untuk mengenyam pendidikan. Dan jembatan ini diharapkan menjadi jejak langsung keseharian mereka sepanjang menempuh pendidikan.

“Melihat wajah mereka saya terharu. Selama ini mereka terpaksa lewat sini karena jembatan gantung di bendungan itu sudah tidak layak. Jadi, dengan jembatan ini mereka bisa menyeberang dengan aman tanpa harus basah-basahan lagi,” ujar Dandim Angga di lokasi pembangunan jembatan, bulan lalu.

Apa yang telah dibabarkan adalah bentuk keikutsertaan atau komitmen TNI terhadap pembangunan di Kabupaten Buleleng. Dan berbicara pembangunan, TNI di Buleleng tak hanya bergerak pada sektor infrastruktur fisik saja, tapi juga hal-hal lain seperti, misalnya, melakukan pembinaan sosial untuk mencegah radikalisme.

Baru-baru ini, dalam upaya membendung penyebaran radikalisme dan separatisme, Kodim 1609 bersinergi dengan Pemerintah Buleleng menggelar kegiatan pembinaan komunikasi sosial dengan tema “Penguatan Karakter Generasi Muda Guna Mewujudkan Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi sekolah di Buleleng di Gedung Gde Manik, Singaraja, Rabu (16/10/2024).

Mengenai hal ini, Penjabat Bupati Buleleng, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Gede Suyasa, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodim 1609 atas inisiatif penyelenggaraan acara tersebut. “Kegiatan ini sangat penting dalam membangun daya cegah, daya tangkal, dan daya lawan generasi muda terhadap ideologi radikalisme dan terorisme,” ungkap Suyasa.

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng dalam acara pembinaan komunikasi sosial dengan tema “Penguatan Karakter Generasi Muda Guna Mewujudkan Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045” | Foto: Diskominfodsanti Buleleng

Sebelumnya, Dandim 1609 Buleleng Letkol Angga Nurdyana, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia, menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda dalam menghadapi ancaman tersebut. “Generasi muda adalah penentu masa depan bangsa. Penguatan karakter mereka sangat penting sebagai benteng dalam menghadapi ancaman radikalisme, khususnya sejak usia dini,” ujar Letkol Angga.

Jauh sebelum itu, pada Juli lalu, memanfaatkan lahan tidur milik Kodim 1609/Buleleng yang berlokasi di Kelurahan Banyuasri, berkolaborasi dengan Pemerintah Buleleng, TNI/POLRI menggarap lahan tersebut dengan menanam beberapa komoditas pangan, seperti cabai, terong, dan budidaya ikan nila.

“Ini tak menggunakan dana APBD. Untuk pembukaan lahannya kita dibantu TNI, bibit tanaman cabai dari Bank Indonesia. Nanti untuk pemeliharaannya akan dilakukan petugas kebersihan,” tutur Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana. Mengakhiri sambutannya, Lihadnyana menyampaikan rasa syukur karena kegiatan ini mendapat sambutan positif.

Manunggaling Warga dan TNI

Hal-hal di atas tentu saja hanya beberapa program saja—sekadar sebagai contoh—bahwa TNI, selain memiliki peran dan fungsi sebagai alat pertahanan negara dari gangguan pihak asing, pula memiliki fungsi sosial di tengah masyarakat.

Tugas TNI dalam membantu pembangunan pemerintah daerah itu sesuai dengan UU No. 34 Tahun 2004. Dalam menjalankan fungsi sosialnya, TNI mempunyai kegiatan-kegiatan yang salah satunya adalah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang berperan dalam meningkat pembangunan di desa terpencil/terisolir.

Di masa damai TNI tidak saja sebagai kekuatan pertahanan yang dipersiapkan untuk menghadapi ancaman militer yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa Indonesia, tetapi juga atensinya sebagai kekuatan untuk membantu pemerintah di dalam proses pembangunan nasional melalui tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Sehingga, tidaklah berlebihan jika TNI, di samping sebagai kekuatan pertahanan, juga berkiprah sebagai kekuatan moral dan kekuatan kultural, yang mampu mengangkat citra bangsa di kancah pergaulan internasional.

Apa yang dilakukan TNI dalam program Manunggal TNI bagi kepentingan rakyat adalah semata-mata suatu bentuk gerakan moral dan fisik yang dimanifestasikan untuk memberikan pemberdayaan masyarakat secara tulus tanpa adanya unsur paksaan.

TNI dan warga membangun jembatan di Seririt | Foto: Dok. tatkala.co

Jadi, ada banyak program Manunggal TNI-AD yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, di antaranya melalui kegiatan sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, serta pembangunan fisik dan lain-lain—termasuk pembangunan jembatan di Jinengdalem dan Ringdikit.

Namun demikian, untuk mendapatkan hasil pembangunan yang lebih optimal, maka masih diperlukan upaya sinergitas oleh seluruh unsur pemerintah termasuk di dalamnya warga pada tataran pelaksanaan program pembangunan, khususnya yang menyentuh masyarakat pada daerah terisolir, daerah rawan, pulau terdepan dan pada daerah perbatasan darat antarnegara yang merupakan beranda terdepan NKRI.

“TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini diharapkan dapat mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh, meningkatkan interaksi, kontribusi kebersamaan dengan pemerintah dan masyarakat guna membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di kawasan perdesaan di Kabupaten Buleleng,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana.

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku atau subjek pembangunan yang memiliki semangat jiwa baru dan memiliki gotong royong akan mempercepat jalannya penyelenggaraan pemerintahan dalam pembangunan.”

Terkait hal itu, Lihadnyana mengucapkan terima kasih kepada TNI karena selama ini telah memberikan wujud nyata kemanunggalan dengan rakyat, salah satunya dengan membuat akses untuk transportasi di beberapa desa di Buleleng, sehingga masyarakat tidak lagi terisolir.

Tidak hanya itu, program TMMD ini juga dapat memperlancar distribusi hasil pertanian yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. “Kemanunggalan TNI, gotong royong, dan kebersamaan itu tidak bisa kita hitung. Karena TNI ini milik kita, milik rakyat,” tutur Lihadnyana. [T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Artikel ini ditulis dan disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng.

Warga Buleleng Merayakan Hasil-Hasil Pembangunan di Hari Kemerdekaan
Jejak Ragam Patriotisme pada Hari Kemerdekaan di Buleleng
Sukses Kuatkan Kompetensi UMKM, Sukses Entaskan Kemiskinan Ekstrem di Buleleng

Kisah Sukses Buleleng Turunkan Stunting, Ada Edukasi untuk Calon Pengantin

Tags: Pemkab BulelengTNI
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Yang Tenang dan Yang Menang:  Catatan Pengamat Menuju Final Tajun Cup V

Next Post

Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

by Jaswanto
June 29, 2026
0
Membangun Buleleng, Membangun Ingatan Sejarah dan Membangun Masa Depan Kota dari Kawasan Titik Nol Singaraja

"YANG kami bangun bukan sekadar ruang publik yang indah, tetapi juga ruang yang mampu mengingatkan masyarakat akan perjalanan panjang Kota...

Read moreDetails

Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

by Jaswanto
June 28, 2026
0
Betapa Kompaknya Seniman Buleleng Membangun Karakter Buleleng Lewat Berbagai Karya Seni dan Kebudayaan

TEPAT hari Sabtu, 13 Juni 2026, saat Renon sedang menyengat, ribuan orang memadati kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar....

Read moreDetails

Hikayat Tuak

by Jaswanto
May 30, 2026
0
Hikayat Tuak

KAKEK tua itu memanjat pohon lontar—yang tinggi—sesantai menaiki anak tangga. Meski sudah berumur, tangannya masih kuat mencengkeram, sedang sedikit pun...

Read moreDetails

Ritual Menanam Beras Merah

by Jaswanto
May 28, 2026
0
Ritual Menanam Beras Merah

“RASANYA legit, gurih, dan lebih bertekstur,” ujar I Wayan Agus Saputra di suatu siang yang mendung di Kantor Desa Jatiluwih,...

Read moreDetails

Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

by Jaswanto
May 15, 2026
0
Hikayat Rempah dalam Prasasti dan Lontar Bali

LIMA tahun lalu, kawan saya, Dian Suryantini—jurnalis sekaligus akademisi yang tinggal di Singaraja, Bali—bercerita tentang neneknya, Nyoman Landri, warga Banjar...

Read moreDetails

Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

by Jaswanto
April 14, 2026
0
Spirit Panji Sakti, Spirit Membangun Buleleng —Catatan dari Denyut Perayaan 422 Tahun Singaraja

PERAYAAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja tahun 2026 berlangsung sepanjang Maret dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas....

Read moreDetails

Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

by Jaswanto
March 20, 2026
0
Kisah Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Surabaya

“SAYA belum pernah merasakan Nyepi di Bali; tapi sering diberitahu orang-orang kalau Nyepi di Bali itu kebanyakan tidak diisi dengan...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [3]: Hikayat Tenun di Kawasan Tejakula dan Pewarna Alaminya

HINGGA saat ini, di daerah Tejakula, sebut saja seperti Sembiran, Pacung, Julah, dan Bondalem, masih banyak perajin tenun. Tentu saja...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [2]: Hikayat Niaga Kapas di Bali Utara  

PADA tulisan sebelumnya, saya telah uraikan bukti-bukti kuat yang menyatakan bahwa Bali Utara—khususnya wilayah Tejakula dan sekitarnya—merupakan jalur dagang pada...

Read moreDetails

Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

by Jaswanto
January 28, 2026
0
Menyigi Tejakula dan Sekitarnya [1]: Hikayat Jalur Dagang Bali Utara

DALAM sejarah, Singaraja (Buleleng) di Bali Utara tercatat sebagai jalur perdagangan yang semarak dan hidup. Apalagi saat wilayah yang didirikan...

Read moreDetails
Next Post
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Lakalantas di Bali: Warisan Tata Kelola Pariwisata yang Salah Arah

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co