14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tenang dan Yang Menang:  Catatan Pengamat Menuju Final Tajun Cup V

Komang Sujana by Komang Sujana
October 15, 2024
in Khas
Yang Tenang dan Yang Menang:  Catatan Pengamat Menuju Final Tajun Cup V

tim Himappta, | Foto: Dok panitia

SERIBU lebih manusia yang memadati lapangan Giri Mukti Tajun,  di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng,  tidak pernah menyangka jika mereka seolah dibuat tak berkedip. Tatapan tajam mengikuti ke manapun bola bergerak, sedikitpun tak ingin kehilangan momen-momen menegangkan di dalam lapangan.

Sesekali mereka terdiam. Ada juga yang mengumpat tipis sebagai luapan kekecewaan saat pemain idolanya gagal memanfaatkan kesempatan. Sesekali mereka pun berteriak dan bertepuk tangan sambil menunjuk-nunjuk ke arah pemain saat tim kesayangannya terus mendulang angka. Tidak seperti biasanya, jantung mereka dibuat berdetak lebih kencang.

Itulah gambaran drama lima set partai pembuka babak 8 besar Tajun Cup V, Senin, (14/10/2024) malam, antara Himappta Tajun vs Aligator Mengening. Pertandingan yang sungguh menguras tenaga dan pikiran pemain, ofisial, pengadil lapangan, dan penonton. Pun komentator pertandingan yang hampir kehabisan kata-kata dan suara.

Pertandingan Himappta vs Aligator | Foto: Sujana

Pada suatu momen Leong (Himappta) vs Eka Kenol (Aligator) sempat mempertontonkan kelas mereka sebagai pemain bayaran. Tiga kali beruntun spike menyilang Leong berhasil tepat mendarat di tangan Kenol. Dua kali Kenol berhasil menyelamatkan. Akhirnya dipercobaan ketigalah Leong baru bisa menuntaskan misi menambah poin untuk tuan rumah. Momen yang membuat seisi Giri Mukti memberikan aplaus atas pertandingan yang menarik dan menegangkan itu.

Ini cukup merepresentasikan sengitnya jalannya pertandingan kemarin. Satu poin yang susah. Satu poin yang penuh perjuangan.

Di atas kertas Himappta unggul kedalaman pemain. Materi tim semakin kuat setelah Leong–pemain muda Bangli masa depan Bali, Nyoman Julianta–open spiker kelas Proliga, dan Dolar–seter kenyang pengalaman di tarkam Bali, turut bergabung bersama Eka Palud, dkk. Terbukti Himappta sempat memimpin, 2-0.

Namun, ritme permainan Himappta di set ke-3 dan ke-4 terus menurun. Miskomunikasi terjadi tak sekali. Receive bola pertama yang kacau. Pertahanan merapuh. Lengkap sudah masalah Himappta di lapangan. Momen ini dimanfaatkan Aligator untuk mengambil alih kendali. Sampai Eka Kenol berkali-kali menunjukkan tipikal permainan taktisnya.

Benar seperti yang dikatakan pengamat Tajun Cup, Nyoman Cinta yang lebih dikenal dengan Pak Oong, “Ketenangan yang akan mematangkan kedalaman”. Di set penentuan Himappta akhirnya kembali ke mode terbaiknya. Bung Meryasa sang ofisial berhasil mengembalikan kepercayaan para pemain Himappta.

Selamat Himappta. Kemenangan yang patut dirayakan pun dibarengi refleksi atas beberapa catatan. Sebagaimana seperti yang dikatakan Pak Oong itu.

Apresiasi pun patut diberikan untuk Aligator Mengening yang turut andil menciptakan ketegangan demi ketegangan bagi seisi Giri Mukti di sepanjang jalannya pertandingan. Membuat semua kadang duduk, kadang berdiri, menepuk jidat, menarik nafas panjang, geleng-geleng kepala, pun sampai serasa jantung sesekali berhenti berdetak.

Lantas seperti apa peta kekuatan delapan tim yang berlaga di babak 8 besar Tajun Cup V? Siapa yang diprediksi bisa menapaki babak final?

“Planet Sembiran, The Winner Buleleng, MVC Baracuda Karangasem, dan tentu tuan rumah Himappta memiliki peluang besar lolos ke babak 4 besar,” kata pengamat voli Pak Oong (62) saat diwawancarai di rumahnya di Pondok Padang Asah, Tajun, Minggu (13/10/2024).

Prediksi penata tanding voli Tajun di era 80-an didasari atas kedalaman materi pemain yang dibawa keempat tim itu sejak babak penyisihan sampai delapan besar. Benar, Planet, The Winner, dan Himappta diperkuat oleh pevoli terbaik Buleleng. Sementara itu, Baracuda, selain memiliki skuat yang tak kalah mentereng, Molen, dkk., memiliki kelebihan yaitu kekompakan.

Pak Oong | Foto: Sujana

Setidaknya sampai kemarin 50% prediksi Pak Oong benar. Himappta dan Planet telah mengisi dua slot tim di babak semifinal. Planet yang kemarin diperkuat oleh Gung Indra dan Pande Wisnu, dua pemain asal Badung, berhasil menumbangkan The Winner dengan skor telak, 3-0.

“Saya selaku ofisial selalu menekankan kepada anak-anak supaya tetap menjaga kekompakan di lapangan dan jangan pernah menganggap remeh lawan,” kata Ocha Wardana, ofisial Planet, (13/10/2024), tentang persiapannya di Tajun Cup V tahun ini.

Ia pun ingin membawa Planet kembali menjadi yang terbaik pada gelaran Tajun Cup III tahun 2022. Saat itu, Planet mampu menggetarkan perbolavolian Buleleng bahkan Bali karena membawa sederet pemain nasional, Seperti Dio Zulfikri, Dimas Saputra, Daffa, dan Boy Arnez.

Lantas bagaimana dengan Himappta? Apakah Bung Meryasa optimis dapat mempertahankan gelar?

“Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, saya yakin Himappta meraih hasil terbaik. Semoga Ida Sang Hyang Widi memberkati perjuangan anak-anak Himappta,” kata ofisial yang pernah membawa Eka Palud, dkk., menjadi yang terbaik di Volbi Cup  tahun 2018 ini dengan mantap.

Lantas bagaimana dengan peluang 4 tim lain yang akan bertanding malam ini, Selasa (15/10/2024) malam?

“Sebenarnya semua tim punya peluang untuk melangkah lebih jauh. Sebab di babak 8 besar ini boleh menambah 3 pemain luar Buleleng,” tambah Pak Oong lagi.

Memang keseriusan tim dalam hal ini yang dibarengi dengan kekuatan dana bisa menjadi salah satu faktor langkah mereka di Tajun Cup. Sistem semiopen memberikan peluang besar tim dapat menambah kekuatan.

“Lavolla awalnya tanpa target karena keterbatasan dana. Lavolla akhirnya bekerja sama dengan Puslag Gianyar,” kata A.A. Raka Suana manajer tim Lavolla yang akrab disapa Gung Aji Lavolla ini (13/10/2024).

Ia berharap anak-anak muda Pemusatan Latihan Atlet Gianyar (Puslag) ditambah beberapa pemain senior bisa tampil maksimal dan menghibur semeton voli mania di Tajun Cup.

Pun dengan MVC Baracuda Karangasem, Made Darsa, S.H., ofisial tim, mengatakan jika Baracuda akan tampil tanpa perubahan pemain sampai babak akhir.

“Sudah komit anak-anak bermain dengan full lokal Karangasem,” katanya saat dihubungi via whatsapp Senin (13/10/2024) sore.

Berbekal kekompakan tim, MVC Baracuda percaya diri dengan kekuatan tim. Made Darsa pun punya optimisme yang sama menapaki babak final seperti raihan di Tajun Cup IV tahun lalu.

Satu tim lain yang punya optimisme bisa melangkah lebih jauh adalah RVC Rendetin–klub voli yang bermarkas di Banjar Dinas Rendetin, Desa Bontihing, Buleleng. Seperti apa persiapannya?

“Kami terus menjaga kemistri antar pemain dan terus berusaha mencari amunisi lagi,” tulis I Made Artana ofisial RVC yang juga selaku Kelihan Banjar Dinas Rendetin ini pada pesan whatsapp (13/10/2024).

Ramainya penton menyaksikan Tajun Cup | Sujana

Pertandingan demi pertandingan yang dijalani RVC di Tajun Cup selalu diiringi dengan riuh suporter fanatiknya. Ratusan warga Rendetin, tua muda, setia menjadi pemain ke-7 dari pinggir lapangan. Tidak sekadar datang menonton, mereka bahkan rela merogoh kocek untuk mendukung kedalaman materi tim.

“Dana patungan dari masyarakat pastinya, Bli,” kata Made Artana tentang sumber pendanaan RVC Rendetin di Tajun Cup selain dari sponsor seperti PB Karisma.

Apakah akan ada tim yang menambah amunisi pemain nasional seperti yang pernah dilakukan Planet dua tahun yang lalu? Semua mungkin saja terjadi. Tak ada satu pun tim dan utamanya penonton fanatik yang ingin timnya mengalami kekalahan. Semua ingin meninggalkan lapangan dengan senyum lebar.

Namun, Pak Oong menegaskan kedalaman materi pemain tidak akan pernah menjadi sempurna jika tidak dibarengi dengan ketenangan. Baginya teknik dan skil pemain, strategi pelatih, harus dilengkapi dengan suasana psikologis yang tanpa tekanan.

Nah, itu kata pengamat dan para ofisial tim. Semeton voli mania, penggemar voli Buleleng, pun pecinta Tajun Cup, pastinya juga punya analisis atau prediksi masing-masing. Mari ramai-ramai buktikan di Giri Mukti.

Malam ini (15/10/2024) akan tersaji pertandingan antara Lavolla vs Lembah Sakti di sesi pertama, kemudian dilanjutkan dengan Baracuda vs RVC Rendetin.

Semifinal rencananya akan dilaksanakan Jumat (18/10/2024) dan final esoknya, Sabtu (19/10/2024)

Selamat menonton. Jika pertandingan alot hingga ketegangan-ketegangan kembali terjadi sampai membuat Anda spot jantung, bersyukurlah.[T]

Reporter: Komang Sujana
Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Tajun Cup IV: Kisah Mistis Pedagang Jagung, Himappta Akhiri Dahaga Juara, dan Dwi Nugraha Sempurnakan Malam
Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa
Turnamen Bola Voli Desa Tamblang: Konsernya Bagus Wirata, Juaranya Himappta Tajun
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Tags: bola voliDesa Tajunolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Jalan Malioboro, Tiba-Tiba Ingat Umbu

Next Post

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co