2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Yang Tenang dan Yang Menang:  Catatan Pengamat Menuju Final Tajun Cup V

Komang Sujana by Komang Sujana
October 15, 2024
in Khas
Yang Tenang dan Yang Menang:  Catatan Pengamat Menuju Final Tajun Cup V

tim Himappta, | Foto: Dok panitia

SERIBU lebih manusia yang memadati lapangan Giri Mukti Tajun,  di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng,  tidak pernah menyangka jika mereka seolah dibuat tak berkedip. Tatapan tajam mengikuti ke manapun bola bergerak, sedikitpun tak ingin kehilangan momen-momen menegangkan di dalam lapangan.

Sesekali mereka terdiam. Ada juga yang mengumpat tipis sebagai luapan kekecewaan saat pemain idolanya gagal memanfaatkan kesempatan. Sesekali mereka pun berteriak dan bertepuk tangan sambil menunjuk-nunjuk ke arah pemain saat tim kesayangannya terus mendulang angka. Tidak seperti biasanya, jantung mereka dibuat berdetak lebih kencang.

Itulah gambaran drama lima set partai pembuka babak 8 besar Tajun Cup V, Senin, (14/10/2024) malam, antara Himappta Tajun vs Aligator Mengening. Pertandingan yang sungguh menguras tenaga dan pikiran pemain, ofisial, pengadil lapangan, dan penonton. Pun komentator pertandingan yang hampir kehabisan kata-kata dan suara.

Pertandingan Himappta vs Aligator | Foto: Sujana

Pada suatu momen Leong (Himappta) vs Eka Kenol (Aligator) sempat mempertontonkan kelas mereka sebagai pemain bayaran. Tiga kali beruntun spike menyilang Leong berhasil tepat mendarat di tangan Kenol. Dua kali Kenol berhasil menyelamatkan. Akhirnya dipercobaan ketigalah Leong baru bisa menuntaskan misi menambah poin untuk tuan rumah. Momen yang membuat seisi Giri Mukti memberikan aplaus atas pertandingan yang menarik dan menegangkan itu.

Ini cukup merepresentasikan sengitnya jalannya pertandingan kemarin. Satu poin yang susah. Satu poin yang penuh perjuangan.

Di atas kertas Himappta unggul kedalaman pemain. Materi tim semakin kuat setelah Leong–pemain muda Bangli masa depan Bali, Nyoman Julianta–open spiker kelas Proliga, dan Dolar–seter kenyang pengalaman di tarkam Bali, turut bergabung bersama Eka Palud, dkk. Terbukti Himappta sempat memimpin, 2-0.

Namun, ritme permainan Himappta di set ke-3 dan ke-4 terus menurun. Miskomunikasi terjadi tak sekali. Receive bola pertama yang kacau. Pertahanan merapuh. Lengkap sudah masalah Himappta di lapangan. Momen ini dimanfaatkan Aligator untuk mengambil alih kendali. Sampai Eka Kenol berkali-kali menunjukkan tipikal permainan taktisnya.

Benar seperti yang dikatakan pengamat Tajun Cup, Nyoman Cinta yang lebih dikenal dengan Pak Oong, “Ketenangan yang akan mematangkan kedalaman”. Di set penentuan Himappta akhirnya kembali ke mode terbaiknya. Bung Meryasa sang ofisial berhasil mengembalikan kepercayaan para pemain Himappta.

Selamat Himappta. Kemenangan yang patut dirayakan pun dibarengi refleksi atas beberapa catatan. Sebagaimana seperti yang dikatakan Pak Oong itu.

Apresiasi pun patut diberikan untuk Aligator Mengening yang turut andil menciptakan ketegangan demi ketegangan bagi seisi Giri Mukti di sepanjang jalannya pertandingan. Membuat semua kadang duduk, kadang berdiri, menepuk jidat, menarik nafas panjang, geleng-geleng kepala, pun sampai serasa jantung sesekali berhenti berdetak.

Lantas seperti apa peta kekuatan delapan tim yang berlaga di babak 8 besar Tajun Cup V? Siapa yang diprediksi bisa menapaki babak final?

“Planet Sembiran, The Winner Buleleng, MVC Baracuda Karangasem, dan tentu tuan rumah Himappta memiliki peluang besar lolos ke babak 4 besar,” kata pengamat voli Pak Oong (62) saat diwawancarai di rumahnya di Pondok Padang Asah, Tajun, Minggu (13/10/2024).

Prediksi penata tanding voli Tajun di era 80-an didasari atas kedalaman materi pemain yang dibawa keempat tim itu sejak babak penyisihan sampai delapan besar. Benar, Planet, The Winner, dan Himappta diperkuat oleh pevoli terbaik Buleleng. Sementara itu, Baracuda, selain memiliki skuat yang tak kalah mentereng, Molen, dkk., memiliki kelebihan yaitu kekompakan.

Pak Oong | Foto: Sujana

Setidaknya sampai kemarin 50% prediksi Pak Oong benar. Himappta dan Planet telah mengisi dua slot tim di babak semifinal. Planet yang kemarin diperkuat oleh Gung Indra dan Pande Wisnu, dua pemain asal Badung, berhasil menumbangkan The Winner dengan skor telak, 3-0.

“Saya selaku ofisial selalu menekankan kepada anak-anak supaya tetap menjaga kekompakan di lapangan dan jangan pernah menganggap remeh lawan,” kata Ocha Wardana, ofisial Planet, (13/10/2024), tentang persiapannya di Tajun Cup V tahun ini.

Ia pun ingin membawa Planet kembali menjadi yang terbaik pada gelaran Tajun Cup III tahun 2022. Saat itu, Planet mampu menggetarkan perbolavolian Buleleng bahkan Bali karena membawa sederet pemain nasional, Seperti Dio Zulfikri, Dimas Saputra, Daffa, dan Boy Arnez.

Lantas bagaimana dengan Himappta? Apakah Bung Meryasa optimis dapat mempertahankan gelar?

“Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat, saya yakin Himappta meraih hasil terbaik. Semoga Ida Sang Hyang Widi memberkati perjuangan anak-anak Himappta,” kata ofisial yang pernah membawa Eka Palud, dkk., menjadi yang terbaik di Volbi Cup  tahun 2018 ini dengan mantap.

Lantas bagaimana dengan peluang 4 tim lain yang akan bertanding malam ini, Selasa (15/10/2024) malam?

“Sebenarnya semua tim punya peluang untuk melangkah lebih jauh. Sebab di babak 8 besar ini boleh menambah 3 pemain luar Buleleng,” tambah Pak Oong lagi.

Memang keseriusan tim dalam hal ini yang dibarengi dengan kekuatan dana bisa menjadi salah satu faktor langkah mereka di Tajun Cup. Sistem semiopen memberikan peluang besar tim dapat menambah kekuatan.

“Lavolla awalnya tanpa target karena keterbatasan dana. Lavolla akhirnya bekerja sama dengan Puslag Gianyar,” kata A.A. Raka Suana manajer tim Lavolla yang akrab disapa Gung Aji Lavolla ini (13/10/2024).

Ia berharap anak-anak muda Pemusatan Latihan Atlet Gianyar (Puslag) ditambah beberapa pemain senior bisa tampil maksimal dan menghibur semeton voli mania di Tajun Cup.

Pun dengan MVC Baracuda Karangasem, Made Darsa, S.H., ofisial tim, mengatakan jika Baracuda akan tampil tanpa perubahan pemain sampai babak akhir.

“Sudah komit anak-anak bermain dengan full lokal Karangasem,” katanya saat dihubungi via whatsapp Senin (13/10/2024) sore.

Berbekal kekompakan tim, MVC Baracuda percaya diri dengan kekuatan tim. Made Darsa pun punya optimisme yang sama menapaki babak final seperti raihan di Tajun Cup IV tahun lalu.

Satu tim lain yang punya optimisme bisa melangkah lebih jauh adalah RVC Rendetin–klub voli yang bermarkas di Banjar Dinas Rendetin, Desa Bontihing, Buleleng. Seperti apa persiapannya?

“Kami terus menjaga kemistri antar pemain dan terus berusaha mencari amunisi lagi,” tulis I Made Artana ofisial RVC yang juga selaku Kelihan Banjar Dinas Rendetin ini pada pesan whatsapp (13/10/2024).

Ramainya penton menyaksikan Tajun Cup | Sujana

Pertandingan demi pertandingan yang dijalani RVC di Tajun Cup selalu diiringi dengan riuh suporter fanatiknya. Ratusan warga Rendetin, tua muda, setia menjadi pemain ke-7 dari pinggir lapangan. Tidak sekadar datang menonton, mereka bahkan rela merogoh kocek untuk mendukung kedalaman materi tim.

“Dana patungan dari masyarakat pastinya, Bli,” kata Made Artana tentang sumber pendanaan RVC Rendetin di Tajun Cup selain dari sponsor seperti PB Karisma.

Apakah akan ada tim yang menambah amunisi pemain nasional seperti yang pernah dilakukan Planet dua tahun yang lalu? Semua mungkin saja terjadi. Tak ada satu pun tim dan utamanya penonton fanatik yang ingin timnya mengalami kekalahan. Semua ingin meninggalkan lapangan dengan senyum lebar.

Namun, Pak Oong menegaskan kedalaman materi pemain tidak akan pernah menjadi sempurna jika tidak dibarengi dengan ketenangan. Baginya teknik dan skil pemain, strategi pelatih, harus dilengkapi dengan suasana psikologis yang tanpa tekanan.

Nah, itu kata pengamat dan para ofisial tim. Semeton voli mania, penggemar voli Buleleng, pun pecinta Tajun Cup, pastinya juga punya analisis atau prediksi masing-masing. Mari ramai-ramai buktikan di Giri Mukti.

Malam ini (15/10/2024) akan tersaji pertandingan antara Lavolla vs Lembah Sakti di sesi pertama, kemudian dilanjutkan dengan Baracuda vs RVC Rendetin.

Semifinal rencananya akan dilaksanakan Jumat (18/10/2024) dan final esoknya, Sabtu (19/10/2024)

Selamat menonton. Jika pertandingan alot hingga ketegangan-ketegangan kembali terjadi sampai membuat Anda spot jantung, bersyukurlah.[T]

Reporter: Komang Sujana
Penulis: Komang Sujana
Editor: Adnyana Ole

Tajun Cup IV: Kisah Mistis Pedagang Jagung, Himappta Akhiri Dahaga Juara, dan Dwi Nugraha Sempurnakan Malam
Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa
Turnamen Bola Voli Desa Tamblang: Konsernya Bagus Wirata, Juaranya Himappta Tajun
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng

Tags: bola voliDesa Tajunolahraga
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Jalan Malioboro, Tiba-Tiba Ingat Umbu

Next Post

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Buleleng: Dari Bangun Jembatan, Tanam Cabai, Hingga Bendung Radikalisme  

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co