2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tajun Cup IV: Kisah Mistis Pedagang Jagung, Himappta Akhiri Dahaga Juara, dan Dwi Nugraha Sempurnakan Malam

Komang Sujana by Komang Sujana
October 13, 2023
in Khas
Tajun Cup IV: Kisah Mistis Pedagang Jagung, Himappta Akhiri Dahaga Juara, dan Dwi Nugraha Sempurnakan Malam

Citroen Pedawa (biru) vs Lazer Sidetapa (putih). Dok | Dian Pratiwi (Admin Voli Buleleng)

MALAM ITU, pertandingan voli di Lapangan Giri Mukti, Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, masih berlangsung. Penonton cukup ramai. Tapi mereka lewat begitu saja di depan Made Sudarsana, pria asal Desa Kubutambahan yang sedang berjualan jagung bakar. Sesekali ada yang mendekat, meski sekadar untuk bertegur sapa.

Ya, Made Sudarsana, cukup dikenal oleh penggemar kompetisi voli Tajun Cup. Pada tahun sebelumnya ia juga mengais rezeki di tempat itu, di depan tangga masuk lapangan. Persis di bekas pohon book yang menurut masyarakat usianya sudah ada sedari dulu. Pohon book ini kemudian ditebang saat pengembangan lapangan tahun 2017.

Ia berharap penonton yang datang tentu tidak sekadar mampir untuk bertanya kabar, laris atau tidak. Atau mendekat hanya untuk menghangatkan jemari tangan yang kedinginan di atas bara api miliknya—saat malam suasana di Tajun memang cukup dingin. Apalagi angin kadang-kadang berembus cukup kencang.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 10 malam. Pertandingan sesi pertama telah selesai. Ia belum mendapatkan hasil sebagaimana hari-hari biasanya. Dalam hatinya sedikit ada rasa pesimis, tapi ia tetap setia duduk sembari mengatur bara api tetap hidup.

Namun, istrinya yang senantiasa setia mendampingi setiap kali ia berjualan sudah kehilangan semangat. Ia seperti tidak merasakan keriuhan pertandingan bertajuk hidup mati—pertandingan penentuan bagi tim untuk bisa tetap bertahan pada kompetisi yang diikuti—itu. Padahal suara komentator dan sorak-sorai penonton terus bergema dari dalam lapangan.

“Baru dapat tiga puluh ribu, untuk bayar cuk sepuluh ribu. Rugi besar bergadang hari ini,” kata Luh Piliasih, menggerutu.

“Sabar. Pertandingan sesi kedua sesaat lagi selesai. Pasti ada yang berbelanja seperti kemarin-kemarin,” kata suaminya, menenangkan sembari tetap menjaga bara api semangat dalam dirinya.

Made Sudarsana, Pedagang Jagung / Dok. Penulis

Menjelang tengah malam, pertandingan telah selesai. Penonton satu persatu meninggalkan lapangan. Juga panitia telah bergegas pulang menemui keluarga tercinta.

Saat itu suasana malam sungguh tenang. Angin yang tadinya sempat bertiup tipis mendadak hilang. Suara binatang malam pun tiada terdengar.  Sungguh malam dengan arti yang sesungguhnya. Made Sudarsana pun bersiap bergegas untuk pulang dengan perasaan sedikit tak bahagia.

Namun, di tengah kesibukannya berberes, tiba-tiba terdengarlah derap langkah kaki turun dari tangga lapangan mendekat ke arahnya. Dilihat dari wajahnya, ia sudah tua. Lalu meminta dibakarkan jagung.

“Akhirnya ada yang belanja,” kata Piliasih dalam hati. Ia lega akan dapat tambahan pemasukan. Wajahnya yang sedari tadi muram kali ini mulai bersinar.

Tanpa membuang kesempatan, dengan cepat ia mengupas kulit jagung untuk diberikan kepada suaminya. Tanpa basa-basi, Made Sudarsana pun dengan semangat mengipas-ngipas arang. Inginkan jagung cepat selesai dibakar sebab hari sudah tengah malam.

Tanpa basa-basi juga, orang tua itu menyodorkan uang sepuluh ribuan kepada Made Sudarsana. Setelah itu, situasi semakin ramai. Entah datang dari mana, tiba-tiba ia sudah dikerumuni puluhan orang yang meminta dibakarkan jagung.

Made Sudarsana mulai curiga. Ia merasa ada yang aneh. Situasi seperti ini, di areal lapangan yang dulunya bekas kuburan itu, tidak pernah ia alami pada malam-malam sebelumnya. Jika pun mendapat hasil yang banyak, penonton datang dua sampai tiga orang silih berganti dari menjelang petang sampai malam.

Ia tahu istrinya seorang penakut. Maka ia menahan diri untuk tidak menunjukkan gerak-gerik bahwa ada sesuatu yang di luar nalar. Apalagi akan memberitahunya secara langsung. Bisa-bisa istrinya akan lari tunggang langgang. Ia tidak ingin menambah masalah. Mana hari semakin larut malam.

Sedangkan istrinya tetap sibuk mengupas kulit jagung. Made Sudarsana pun terus melayani permintaan puluhan orang yang mengerumuninya. Ia sesekali mencuri pandang saat menerima uang. Memastikan bahwa pembelinya berwajah normal layaknya manusia biasa.

Suasana malam terakhir Tajun Cup IV. Penonton memadati Lapangan Giri Mukti / Dok. Penulis

Tidak terasa satu kampil jagung isian sekitar 100 biji telah ludes. Tibalah saatnya pada pembeli terakhir yang masih berdiri tepat di depannya. Pandangannya ke sekitar cukup terhalangi. Karena kecurigaannya semakin membesar, ia mencoba melihat dengan jelas situasi sekitar saat memberikan jagung bakar. Namun, tiba-tiba pembeli terakhir itu meniup matanya sehingga berkedip. Saat mata kembali terbuka, seketika semua sudah sirna. Hanya ada ia dan istrinya. Lampu lapangan pun tiba-tiba mati. Semakin meyakinkan bahwa para pembeli itu bukan orang biasa.

Ia bergegas ke parkiran sembari tetap menjaga rahasia kepada istrinya. Sesampainya di rumah barulah ia ceritakan keadaan yang sebenarnya.

“Luh, apakah kamu tadi tidak merasakan sesuatu yang aneh?”

“Sedikit, Bli. Setelah lampu tiba-tiba mati dan tidak ada siapa pun. Bahkan semua warung telah tutup,” jawabnya dengan perasaan sedikit takut.

“Sebenarnya lampu lapangan telah dimatikan oleh panitia setelah pertandingan sesi kedua selesai. Pedagang pun telah pulang beberapa saat setelah penonton meninggalkan lapangan,” jelasnya.

“Lalu siapa yang menghidupkan lampu-lampu itu lagi, Bli?”

“Ya, mereka!” sembari berusaha menenangkan istrinya.

Seketika Luh Piliasih terkejut. Ia tak menyangka telah melayani para penunggu lapangan Giri Mukti. Tapi ia bersyukur makhluk tak biasa itu berhati mulia. Mengasihi ia dan suaminya. Mereka semakin percaya bahwa ketika setiap hal yang dilakukan diawali dengan doa yang tulus, maka Tuhan akan senantiasa memberikan anugerahnya.

Keesokan harinya ia tetap berdagang tapi sedikit bergeser ke atas, tepatnya di depan pintu masuk TPST Desa Tajun. Rezekinya mengalir sampai turnamen selesai.

Itulah cerita Made Sudarsana menjelang final semiopen Tajun Cup IV, Rabu, (11/10/2023). Ia mengenang kisahnya berjualan saat Tajun Cup III tahun lalu sembari membakar jagung.

Pada gelaran Tajun Cup IV tahun ini ia memilih berjualan di luar area lapangan di pinggir jalan Desa Tajun-Tunjung, tepatnya di depan Pura Dalem Dasar Desa Adat Tajun. Rezekinya mengalir seperti juga pedagang-pedagang lainnya.

Tajun Cup benar-benar menghidupkan roda perekonomian selain memberikan hiburan.

Himappta Akhiri Dahaga Juara

Sementara itu, warga terus berdatangan untuk memadati tribun Giri Mukti. Yang datang tidak hanya penggemar voli dari Kabupaten Buleleng, tetapi juga ada yang rela jauh-jauh datang dari Bangli dan Karangasem. Menjelang pukul 22.30 wita, tribun Giri Mukti telah penuh, walaupun tidak sebanyak final Tajun Cup III yang sampai berdesak-desakan.

Penonton yang paling banyak tentunya penonton atau pendukung dari Himappta, sang tuan rumah. Mulai dari anak-anak sampai lansia, semua tumpah ruah memberikan sorak sorai dan iringan tepuk tangan kepada tim kebanggannya, Himappta.

Selain dikenal maniak voli, kedatangan mereka di lapangan juga ingin sekali menyaksikan Eka Palud, dkk., berhasil menjadi yang terbaik pada final pertamanya di Giri Mukti. Ya, Himappta baru kali ini berhasil menapaki babak final setelah empat kali kejuaraan digelar di Giri Mukti (LPD Cup Tajun 2015, Tajun Cup I 2017, Tajun Cup II 2018, Tajun Cup III 2022).

Himappta Tajun Juara 1 Semiopen dan Juara 3 Lokal Desa Tajun Cup IV / Dok. Dian Pratiwi (Admin Voli Buleleng)

Himappta sudah tancap gas sejak awal set pertama. Trio Proliga, I Made Vandim Sanjaya Putra, Nyoman Julianta, dan Made Adhi Suartama—yang memperkuat Himappta—berkali-kali menghujani pertahanan MVC Baracuda Karangsem dengan open spike dan back attack mematikan.

MVC Baracuda yang diperkuat oleh pemain-pemain muda seperti Surya, Molen, dan Marlon, sesekali memberikan perlawanan. Reli panjang yang mereka ciptakan membuat spot jantung para penonton lumayan deg-deg-ser.

MVC Baracuda (Hijau) Vs Himappta (Putih) / Dok. Dian Pratiwi (Admin Voli Buleleng)

Tetapi Vandim dan Julianta benar-benar menunjukkan kelasnya. Dua pemain ini seperti tidak ada obat. Himappta akhirnya dibawanya menang 3-0. Kemenangan ini mengakhiri dahaga juara Himappta di kandang sendiri.

Sedangkan pada perebutan juara 3/4, The Winner Windrawati Aselole, klub voli dari Desa Temukus, berhasil menjadi terbaik ketiga setelah mengandaskan perlawanan Bimanaka Banjarasem dengan skor 3-0 pula.

Juara Baru

Sementara itu, pada babak final format lokal desa, Selasa, (10/10/2023), tersaji pertandingan yang tidak kalah menegangkan. Bertajuk final Bali Aga. Ya, karena yang berlaga di partai puncak adalah Lazer Sidetapa vs Citroen Pedawa.

Sama-sama memiliki materi pemain yang berimbang menjadikan pertandingan berjalan dalam reli-reli panjang. Poin kedua tim diraih dengan penuh perjuangan, tidak ada yang diraih secara cuma-cuma.

Jual beli serangan hampir terjadi sepanjang pertandingan. Lazer Sidetapa yang bermain sedikit lebih rapi—terutama pada receive bola—akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor, 3-1.

Para juara lokal desa Tajun Cup IV / Dok. Dian Pratiwi (Admin Voli Buleleng)

“Benar-benar puas. Ini baru final ideal. Bola sing baanga ngantug tanah (bola tak diberi kesempatan menyentuh tanah),” kata Ketut Wirana, yang akrab disapa Vanron, salah satu penonton setia Tajun Cup IV mengomentari penampilan kedua tim.

Ya, sepanjang pertandingan kedua tim mempertontonkan pertahanan yang ulet. Semua pemain tak rela bola mendarat mulus di area pertahanannya. Semua tak ingin mati sia-sia. Sampai-sampai, saya pun kewalahan memandu jalannya pertandingan saking banyaknya reli yang terjadi.

Sementara itu, pada perebutan juara 3/4, Himappta berhasil menjadi terbaik ketiga setelah berhasil mengalahkan Indrapura Depeha. Eka Palud, dkk., menang cukup mudah atas Indrapura, 3-0.

Para juara semiopen Tajun Cup IV / Dok. Dian Pratiwi (Admin Voli Buleleng)

Dengan kemangan yang diraih oleh Himappta pada turnamen semiopen dan Lazer Sidetapa pada lokal desa, maka Tajun Cup memiliki juara baru. (Selama gelaran kompetisi di Lapangan Giri Mukti belum ada tim yang bisa meraih juara dua kali.)

Pada LPD Cup Tajun 2015 (lokal desa) dimenangkan Jinengmas Jinengdalem; Tajun Cup I 2017 (lokal desa) PAG Gobleg; Tajun Cup II 2018 (semiopen) Bajul Banyualit; dan Tajun Cup III 2022 (semiopen) Planet Sembiran.

Perputaran Roda Perekonomian

Terselenggaranya Tajun Cup IV tidak terlepas dari peran Pemerintah Desa Tajun dan Desa Adat Tajun. Hubungannya yang ibarat suami-istri itu menunjukkan sinergi yang baik.

Tajun Cup IV yang diikuti oleh 16 tim lokal desa dari kabupaten Buleleng, Bangli, dan Gianyar, serta 8 tim semiopen dari Kabupaten Buleleng, Bangli, Gianyar, dan Karangasem, berlangsung dengan aman dan nyaman selama 25 hari.

Perbekel Tajun, I Gede Agustawan, S.H., pada acara penutupan Rabu, (11/10/2023) kemarin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh penonton, khususnya masyarakat Desa Tajun yang telah berpartisipasi menyukseskan kejuaraan. Ia pun tidak lupa mengajak kembali generasi muda untuk hidup sehat dengan berolahraga dan menjauhi narkoba.

Perbekel Tajun saat memberikan sambutan menutup Tajun Cup IV / Dok. Panitia

Hal yang sama disampaikan oleh Bendesa Adat Tajun, Made Sumarka, saat menyampaikan sekapur sirih. Dirinya selalu mendukung setiap kegiatan keolahragaan di Desa Tajun.

“Sebab, selain sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat, turnamen olahraga bola voli juga memberikan kesempatan pelaku usaha, para pedagang, untuk mengais rezeki lebih banyak,” ujarnya.

Seperti yang disampaikan oleh Ketut Latrayasa, Ketua Panitia Tajun Cup IV, dalam laporannya bahwa estimasi uang yang masuk di Desa Tajun mencapai Rp 500 juta. Ini dari penjualan tiket dan uang yang berputar di dagang-dagang.

Dwi Nugraha Sempurnakan Malam

Malam terakhir di Giri Mukti semakin lengkap berkat penampilan Made Dwi Nugraha, putra asli Desa Tajun pasangan Jero Gede Dana dan Jero Ketut Supadi. Ia adalah peserta BRTV tahun 2023 yang saat ini sedang berjuang menuju babak 16 besar.

Pada awalnya ia hanya menyanyikan dua buah lagu. Tapi suara emasnya berhasil membius penonton sehingga ia diminta untuk menyanyikan satu buah lagu lagi. Dwi Nugraha kemudian menyanyikan lagu Bagus Wirata yang sedang hits:”Batur Kitamani”.

Suara emas Made Dwi Nugraha sempurnakan malam di Giri Mukti / Dok. Penulis

Mengakhiri penampilannya, ia yang saat ini masih menjalani kuliah S-1 Ilmu Pendidikan, Psikologi dan Bimbingan, Undiksha, tidak lupa memohon dukungan kepada seluruh penonton, khususnya masyarakat Desa Tajun, dengan cara like, share, dan komen video dirinya di YouTube program Bali TV.

Tampilnya Dwi Nugraha setidaknya mengobati masyarakat Desa Tajun yang sejak tahun lalu ingin sekali penutupan Tajun Cup dimeriahkan dengan hiburan atau konser musik. Harapan itu sepertinya tetap tersimpan dan bisa direalisasikan setidaknya tahun depan. Sebab, kata Ketua Panitia, Tajun Cup V direncanakan akan digelar lagi tahun 2024.

Sampai jumpa di lain kesempatan.[T]

Baca juga artikel terkait VOLI atau tulisan menarik lainnya KOMANG SUJANA

Reporter: Komang Sujana
Penulis: Komang Sujana
Editor: Jaswanto

Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa
Turnamen Bola Voli Desa Tamblang: Konsernya Bagus Wirata, Juaranya Himappta Tajun
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng
Bukan Hanya Cengkeh dan Tuak, Desa Tajun Punya Atlet Voli, Karate Hingga Motocross
Tags: Desa Tajunolahragavoli
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

ISPA di Masa Pancaroba, Ini Dia Imun Boosternya

Next Post

Gampang Cuan (2023): Potret Tulang Punggung Keluarga

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Gampang Cuan (2023): Potret Tulang Punggung Keluarga

Gampang Cuan (2023): Potret Tulang Punggung Keluarga

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co