2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

Komang Sujana by Komang Sujana
September 17, 2023
in Khas
Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

Suasana lapangan Giri Mukti Desa Tajun menjelang pertandingan sesi I | Foto: Dok. Sujana

SUASANA MALAM itu di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Jalan desa menuju Tunjung, tepatnya di kawasan depan Pura Dalem Dasar Desa Adat Tajun sampai depan TPST Desa Tajun, mendadak ramai. Orang-orang mengular dengan urusan dan kepentingan masing-masing.

Di sepanjang jalan tersebut dipenuhi warung-warung layaknya Pasar Senggol. Para pedagang menyediakan beraneka makanan dan minuman seperti nasi campur dengan lauk urutan asap dan sate babi bumbu plecing pedas manis khas Tajun.

Ada juga camilan seperti kacang rebus, jagung bakar, dan makanan tradisional seperti pisang goreng. Bagi pecinta makanan kekinian, tersedia sosis bakar, kentang goreng, dan jajanan ala Korea—yang belakangan menjamur di mana-mana.

Suasana malam di Desa Tajun / Foto: Dok. Panitia

Para pedagang sudah menyiapkan semua itu sejak siang hari, demi menyambut kedatangan masyarakat Desa Tajun dan sekitarnya. Mereka mulai membuka stand saat senja sampai malam menjelang. Pada waktu inilah, masyarakat terbebas dari rutinitas di kebun. Apalagi sejak Agustus lalu sampai sekarang masih berlangsung musim panen cengkeh di Desa Tajun.

Benar saja, setelah matahari terbenam, masyarakat Desa Tajun, dari anak-anak hingga orang tua, mulai berdatangan, ramai seperti laron di musim hujan. Aroma sedap asap sate, sosis bakar, dan aneka makanan dan minuman itu sungguh menggoda warga yang datang, termasuk saya.

Ada yang makan di tempat, tetapi tidak sedikit yang membungkus makanan dan minuman untuk dibawa menuju lapangan Giri Mukti yang lokasinya tidak jauh dari warung-warung tersebut.

Suasana sore saat pedagang mulai menyiapkan dagangannya / Foto: Dok. Sujana

Semakin malam suasana semakin ramai. Mereka yang datang tidak hanya masyarakat yang tinggal di Desa Tajun saja, tetapi juga masyarakat sekitarnya seperti dari Desa Tunjung dan Desa Depeha.

Keberadaan warung-warung bak pasar senggol dan kehadiran ratusan masyarakat itu dipicu oleh pembukaan kompetisi bola voli bertajuk “Tajun Cup IV”. Voli adalah olahraga yang sudah mendarah daging di keseharian masyarakat Desa Tajun. Kalau sudah ada pertandingan voli, sudah bisa dipastikan antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Kompetisi bola voli antardesa dan klub se-Kabupaten Buleleng, Gianyar, dan Karangasem itu resmi dibuka oleh Pj. Bupati Buleleng yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.AP, Jumat (15/09/2023) malam.

Dalam sambutannya, Sekdis mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Buleleng sangat mengapresiasi penyelenggaraan Tajun Cup IV sebagai wujud nyata  partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengembangan olahraga bola voli di Kabupaten Buleleng.

Sekdis, Ketua KONI, dan beberapa tokoh bersiap menerbangkan balon sebagai tanda Tajun Cup IV resmi dibuka / Foto: Dok. Sujana

Tajun Cup IV sangat diharapkan untuk mampu menggairahkan dan mengembangkan pembinaan para atlet bola voli Buleleng sehingga mampu berprestasi di kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan keolahragaan seperti ini, yang melibatkan partisipasi generasi muda. Dengan lebih banyak kegiatan yang melibatkan generasi muda maka dapat meminimalisasi kegiatan generasi muda yang bersifat negatif, seperti minuman keras, narkoba, pornografi, dan balapan liar di jalan raya,” ujar Gde Surya Bharata.

Selain bertujuan untuk pembinaan generasi muda di bidang olahraga secara berkelanjutan, Perbekel Tajun, I Gede Agustawan, S.H., mengatakan bahwa Tajun Cup IV juga bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Para pedagang di warung-warung bak pasar senggol itulah yang diharapkan dapat merasakan dampak positif antusiasme masyarakat terhadap bola voli.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja. Selesai acara, Ida Bagus Gde Surya Bharata dan Ketut Wiratmaja tampak asyik menikmati satu set pertandingan pembuka antara Himappta Tajun vs Kayu Sambuk Gobleg.

Mereka tampak asyik menonton didampingi oleh Perbekel Tajun, Bendesa Adat Tajun Made Sumarka, dan tokoh masyarakat Desa Tajun, mantan Perbekel dan Camat Kubutambahan Drs. Made Suyasa, M.Si.

Suasana lapangan Giri Mukti Desa Tajun menjelang pertandingan sesi I antara Indrapura Depeha vs SVC Sukewana Bangli / Foto: Dok. Sujana

Dua pejabat di lingkup Pemkab Buleleng itu punya kenangan manis saat menonton final akbar Tajun Cup III  tahun 2022 antara Planet Sembiran vs The Winner yang berlangsung sampai dini hari. Saat itu, Ida Bagus Gde Surya Bharata dan I Ketut Wiratmaja bersama 1.500-an penonton yang memadati tribun Lapangan Giri Mukti benar-benar terpesona oleh penampilan para pemain Timnas Indonesia yang akhirnya membawa Tim Planet Sembiran menjadi jawara. Kedatangannya kembali di Lapangan Giri Mukti tentu menjadi sebuah kebanggan bagi masyarakat Desa Tajun.

Tajun Cup IV tahun ini terdiri atas dua jenis format kompetisi, yaitu lokal desa yang diikuti oleh 16 tim dan semiopen yang diikuti oleh 8 tim. Tajun Cup IV akan berlangsung kurang lebih selama 24 hari. Dan selama itu juga, suasana malam di Desa Tajun akan ramai karena animo masyarakat yang ingin menyaksikan aksi-aksi pemain voli Buleleng, Bali, bahkan mungkin pemain nasional.

Menonton voli sembari menikmati aneka makanan dan minuman di warung-warung bak pasar senggol itu, membuat suasana malam akan menjadi semakin ramai dan meriah.

Jadi, yang suka voli atau suka kuliner, marilah ke Desa Tajun. Anda dipastikan akan disambut oleh pertandingan voli berkelas dan aneka kuliner khas Desa Tajun yang siap menggoyang lidah Anda. Saya pun akan menyambut Anda dengan hangat di lapangan karena dalam beberapa pertandingan saya adalah pemandu acara atau komentatornya.[T]

Baca juga artikel terkait VOLI atau tulisan menarik lainnya KOMANG SUJANA

Reporter: Komang Sujana
Penulis: Komang Sujana
Editor: Jaswanto

Turnamen Bola Voli Desa Tamblang: Konsernya Bagus Wirata, Juaranya Himappta Tajun
Bukan Hanya Cengkeh dan Tuak, Desa Tajun Punya Atlet Voli, Karate Hingga Motocross
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng
Tags: balibola volibulelengDesa Tajunolahragavoli
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Chairil Anwar ke Ki Hadjar Dewantara

Next Post

Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang

Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co