23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

Komang Sujana by Komang Sujana
September 17, 2023
in Khas
Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

Suasana lapangan Giri Mukti Desa Tajun menjelang pertandingan sesi I | Foto: Dok. Sujana

SUASANA MALAM itu di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, terasa berbeda dari hari-hari biasanya. Jalan desa menuju Tunjung, tepatnya di kawasan depan Pura Dalem Dasar Desa Adat Tajun sampai depan TPST Desa Tajun, mendadak ramai. Orang-orang mengular dengan urusan dan kepentingan masing-masing.

Di sepanjang jalan tersebut dipenuhi warung-warung layaknya Pasar Senggol. Para pedagang menyediakan beraneka makanan dan minuman seperti nasi campur dengan lauk urutan asap dan sate babi bumbu plecing pedas manis khas Tajun.

Ada juga camilan seperti kacang rebus, jagung bakar, dan makanan tradisional seperti pisang goreng. Bagi pecinta makanan kekinian, tersedia sosis bakar, kentang goreng, dan jajanan ala Korea—yang belakangan menjamur di mana-mana.

Suasana malam di Desa Tajun / Foto: Dok. Panitia

Para pedagang sudah menyiapkan semua itu sejak siang hari, demi menyambut kedatangan masyarakat Desa Tajun dan sekitarnya. Mereka mulai membuka stand saat senja sampai malam menjelang. Pada waktu inilah, masyarakat terbebas dari rutinitas di kebun. Apalagi sejak Agustus lalu sampai sekarang masih berlangsung musim panen cengkeh di Desa Tajun.

Benar saja, setelah matahari terbenam, masyarakat Desa Tajun, dari anak-anak hingga orang tua, mulai berdatangan, ramai seperti laron di musim hujan. Aroma sedap asap sate, sosis bakar, dan aneka makanan dan minuman itu sungguh menggoda warga yang datang, termasuk saya.

Ada yang makan di tempat, tetapi tidak sedikit yang membungkus makanan dan minuman untuk dibawa menuju lapangan Giri Mukti yang lokasinya tidak jauh dari warung-warung tersebut.

Suasana sore saat pedagang mulai menyiapkan dagangannya / Foto: Dok. Sujana

Semakin malam suasana semakin ramai. Mereka yang datang tidak hanya masyarakat yang tinggal di Desa Tajun saja, tetapi juga masyarakat sekitarnya seperti dari Desa Tunjung dan Desa Depeha.

Keberadaan warung-warung bak pasar senggol dan kehadiran ratusan masyarakat itu dipicu oleh pembukaan kompetisi bola voli bertajuk “Tajun Cup IV”. Voli adalah olahraga yang sudah mendarah daging di keseharian masyarakat Desa Tajun. Kalau sudah ada pertandingan voli, sudah bisa dipastikan antusiasme masyarakat sangat tinggi.

Kompetisi bola voli antardesa dan klub se-Kabupaten Buleleng, Gianyar, dan Karangasem itu resmi dibuka oleh Pj. Bupati Buleleng yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.AP, Jumat (15/09/2023) malam.

Dalam sambutannya, Sekdis mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Buleleng sangat mengapresiasi penyelenggaraan Tajun Cup IV sebagai wujud nyata  partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengembangan olahraga bola voli di Kabupaten Buleleng.

Sekdis, Ketua KONI, dan beberapa tokoh bersiap menerbangkan balon sebagai tanda Tajun Cup IV resmi dibuka / Foto: Dok. Sujana

Tajun Cup IV sangat diharapkan untuk mampu menggairahkan dan mengembangkan pembinaan para atlet bola voli Buleleng sehingga mampu berprestasi di kejuaraan-kejuaraan tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan keolahragaan seperti ini, yang melibatkan partisipasi generasi muda. Dengan lebih banyak kegiatan yang melibatkan generasi muda maka dapat meminimalisasi kegiatan generasi muda yang bersifat negatif, seperti minuman keras, narkoba, pornografi, dan balapan liar di jalan raya,” ujar Gde Surya Bharata.

Selain bertujuan untuk pembinaan generasi muda di bidang olahraga secara berkelanjutan, Perbekel Tajun, I Gede Agustawan, S.H., mengatakan bahwa Tajun Cup IV juga bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Para pedagang di warung-warung bak pasar senggol itulah yang diharapkan dapat merasakan dampak positif antusiasme masyarakat terhadap bola voli.

Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Buleleng, I Ketut Wiratmaja. Selesai acara, Ida Bagus Gde Surya Bharata dan Ketut Wiratmaja tampak asyik menikmati satu set pertandingan pembuka antara Himappta Tajun vs Kayu Sambuk Gobleg.

Mereka tampak asyik menonton didampingi oleh Perbekel Tajun, Bendesa Adat Tajun Made Sumarka, dan tokoh masyarakat Desa Tajun, mantan Perbekel dan Camat Kubutambahan Drs. Made Suyasa, M.Si.

Suasana lapangan Giri Mukti Desa Tajun menjelang pertandingan sesi I antara Indrapura Depeha vs SVC Sukewana Bangli / Foto: Dok. Sujana

Dua pejabat di lingkup Pemkab Buleleng itu punya kenangan manis saat menonton final akbar Tajun Cup III  tahun 2022 antara Planet Sembiran vs The Winner yang berlangsung sampai dini hari. Saat itu, Ida Bagus Gde Surya Bharata dan I Ketut Wiratmaja bersama 1.500-an penonton yang memadati tribun Lapangan Giri Mukti benar-benar terpesona oleh penampilan para pemain Timnas Indonesia yang akhirnya membawa Tim Planet Sembiran menjadi jawara. Kedatangannya kembali di Lapangan Giri Mukti tentu menjadi sebuah kebanggan bagi masyarakat Desa Tajun.

Tajun Cup IV tahun ini terdiri atas dua jenis format kompetisi, yaitu lokal desa yang diikuti oleh 16 tim dan semiopen yang diikuti oleh 8 tim. Tajun Cup IV akan berlangsung kurang lebih selama 24 hari. Dan selama itu juga, suasana malam di Desa Tajun akan ramai karena animo masyarakat yang ingin menyaksikan aksi-aksi pemain voli Buleleng, Bali, bahkan mungkin pemain nasional.

Menonton voli sembari menikmati aneka makanan dan minuman di warung-warung bak pasar senggol itu, membuat suasana malam akan menjadi semakin ramai dan meriah.

Jadi, yang suka voli atau suka kuliner, marilah ke Desa Tajun. Anda dipastikan akan disambut oleh pertandingan voli berkelas dan aneka kuliner khas Desa Tajun yang siap menggoyang lidah Anda. Saya pun akan menyambut Anda dengan hangat di lapangan karena dalam beberapa pertandingan saya adalah pemandu acara atau komentatornya.[T]

Baca juga artikel terkait VOLI atau tulisan menarik lainnya KOMANG SUJANA

Reporter: Komang Sujana
Penulis: Komang Sujana
Editor: Jaswanto

Turnamen Bola Voli Desa Tamblang: Konsernya Bagus Wirata, Juaranya Himappta Tajun
Bukan Hanya Cengkeh dan Tuak, Desa Tajun Punya Atlet Voli, Karate Hingga Motocross
Pesona Pemain Timnas di Turnamen Bola Voli Tajun Cup III dan Dampaknya Bagi Buleleng
Tags: balibola volibulelengDesa Tajunolahragavoli
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Chairil Anwar ke Ki Hadjar Dewantara

Next Post

Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang

Komang Sujana

Komang Sujana

Guru SMP Negeri 2 Sawan. Suka menulis puisi Bali. Biasa jadi komentar dalam turnamen bola voli

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang

Ma Gueule : Arabphobia dan Trauma Kolektif Jangka Panjang

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co