23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Chairil Anwar ke Ki Hadjar Dewantara

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 17, 2023
in Esai
Dari Chairil Anwar ke Ki Hadjar Dewantara

Ilustrasi diolah oleh tatkala.co

TAHUN LALU, tepatnya 26 Juli 2022, Chairil Anwar genap seabad; dan pada 3 Juli 2022, Perguruan Tamansiswa yang didirikan Ki Hadjar Dewantara juga genap seabad. Jika perayaan Chairil Anwar menggunakan waktu wafatnya (28 April 1949) sebagai momentum hari Puisi Nasional, maka perayaan Ki Hadjar Dewantara menggunakan tanggal kelahirannya (2 Mei 1889) sebagai Hari Pendidikan Nasional. Empat hari setelah perayaan hari wafatnya Chairil Anwar adalah hari Pendidikan Nasional.

Paling tidak ada tiga makna penting dari fenomena yang tampak saling bertolak belakang itu. Pertama, wafatnya Chairil dirayakan karena sedih mendalam ternyata menggedor-gedor rasa haru dan rindu untuk menghadirkan dan menghidupkan semangatnya. “Aku ingin hidup seribu tahun lagi”.

Sementara itu, kelahiran Ki Hadjar Dewantara dirayakan sebagai hari Pendidikan Nasional untuk mengetuk hati dan kesadaran anak bangsa untuk belajar sepanjang hayat. Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha sadar dan sabar untuk memerdekakan hidup lahir batinnya manusia, sebagai pembelajar. 

Kedua, paradoksal juga tampak dari usia keduanya. Chairil wafat dalam usia muda, 26  tahun 9 bulan, sedangkan Ki Hadjar Dewantara wafat dalam usia relatif  panjang 69 tahun (26 April 1959).  Usia Chairil yang pendek, dikenang oleh dunia pendidikan dengan melakukan tabur bunga dan mengapresiasi karya-karyanya, dari dulu hingga kini, entah sampai kapan.

Sementara itu, usia Ki Hadjar Dewantara yang relatif panjang menyediakan kesempatan baginya untuk menjadikan puisi-puisi Chairil sebagai bahan ajar dan itu berlangsung sejak Indonesia merdeka sampai kini, walaupun rezim datang silih berganti.

Nilai puisi Chairil sejajar dengan Proklamasi yang dibacakan Bung Karno, sehingga terus berulang muncul dalam buku-buku pelajaran sekolah/kampus. Apresiasi dan pengkajian serius terhadap puisi Chairil juga terus hidup sepanjang zaman.

Hal ini tidak terlepas dari sepak terjangnya Chairil sebagai saksi sejarah yang mencatat Bung Karno dan kawan-kawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Lahirnya puisi Persetujuan dengan Bung Karno dan Krawang Bekasi adalah contoh real kesaksian dan keberhasilan Chairil  menangkap suasana kebatinan para tokoh bangsa  di lingkar utama kekuasaan.

Ketiga, banyak puisi Chairil yang ditujukan kepada seseorang, antara lain Affandi, Darmawidjaya, Karinah Moorjono, Sri Ajati, Sri yang selalu sangsi, Bung Karno, Diponegoro. Tidak ada satu pun puisinya ditujukan kepada Ki Hadjar Dewantara.

Akan tetapi, dalam buku Chairil Anwar: Bagimu Negeri Menyediakan Api, Seri Buku Saku Tempo (2017) disebutkan gairah nasionalisme Chairil terasah di Gedung Joang dengan empat mahaguru kemerdekaan, Sukarno, Mohammad Hatta, Amir Syarifudin, dan Ki Hadjar Dewantara.

Di dalam puisi Krawang Bekasi pun, yang dijaga hanya Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir. Sebagai seorang guru bangsa, Ki Hadjar Dewantara tampaknya lepas bebas merdeka tak peduli muridnya, mengingat atau tidak.

Akan tetapi, Ki Hadjar Dewantara dipuja sebagai Teratai oleh Sanusi Pane. “…Teruslah, o Teratai Bahagia/Berseri di kebun Indonesia/Biar sedikit penjaga taman…”

Sampai memasuki seabad Tamansiswa pada 3 Juli 2022, Chairil Anwar tampaknya menyiapkan api semangat untuk Pendidikan yang memerdekakan, seperti tersurat dalam puisi Diponegoro: “Bagimu negeri/menyediakan api”.

Bahkan dalam puisi berjudul Merdeka ia tulis, “Aku mau bebas dari segala/Merdeka/Juga dari Ida…” Jelaslah, bahwa sampai seabad Chairil, relevansi puisinya masih aktual dijadikan referensi pada Program Sekolah Penggerak dengan Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka.

Semangat Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka yang sedang digencarkan kini adalah bentuk penghormatan kepada Ki Hadjar Dewantara di Perguruan Tamansiswa dan Chairil Anwar di kancah perpuisian Indonesia yang menyediakan api semangat untuk bergerak serentak.

Di sinilah gagasan pendidikan yang memerdekakan dari Ki Hadjar Dewantara bertemu dengan puisi-puisi Chairil Anwar yang mendobrak. Bertemunya semangat nasionalisme melalui jalur yang berbeda untuk tujuan yang sama, mencerahkan dan mencerdaskan.

Ditilik dari tatatulis, penulisan Tamansiswa—yang serangkai bukan “Taman Siswa”—tanda bersatunya siswa dengan taman sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan membahagiakan melalui sentuhan kasih sayang dari guru.

Bagi guru, puisi-puisi Chairil Anwar adalah taman literasi yang menjanjikan untuk diapresiasi sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21: berpikir kritis, komunikatif, kolaboratif, dan kreatif.

Demikianlah, kehadiran Chairil Anwar dan Ki Hadjar Dewantara dalam kancah gelora perjuangan kemerdekaan berkolaborasi saling melengkapi. Api semangatnya layak dikobarkan kembali ketika kita melaksanakan Kurikulum Merdeka—untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila untuk maju bersama hebat semua.

Walaupun Chairil Anwar dan Ki Hadjar Dewantara tidak saling sapa dalam karya-karyanya, jelas keduanya memiliki naluri seni yang tinggi, literat dengan bacaan bermutu kelas dunia. Keduanya sosok pejuang pemikir, pemikir pejuang yang larut dan tenggelam dalam hati Nurani bangsanya.

Chairil Anwar abadi karena puisi-puisinya mendobrak dengan Bahasa Indonesia yang menggetarkan. Ki Hadjar Dewantara abadi karena jasanya di bidang Pendidikan yang berkepribadian bangsa digali dari sumur peradaban Nusantara. Inilah yang disebut berkepribadian dalam kebudayaan menurut ajaran Tri Sakti  Bung Karno.[T]

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 
Ida: Perempuan, Sajak dan Visi Literer Chairil Anwar
Ida, Siapa Dia Sebenarnya? | Tanggapan Atas Esai Pranita Dewi
Tags: Chairil AnwaresaiKi Hadjar Dewantara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kacangdari dan I Lantangidung

Next Post

Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

Ada Tajun Cup IV, Suasana Malam di Desa Tajun Jadi Tak Biasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co