14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
September 1, 2023
in Esai
Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Ilustrasi diolah oleh tatkala.co

“Gajah, kalau umurku panjang, aku akan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya. (Panggilan kesayangan mama adalah Gajah, karena badannya memang gemuk).
“Ah, kalau umurmu  panjang, kamu bakal masuk penjara,” gurau mama.
“Tapi kalau umurku ditakdirkan pendek, anak-anak sekolah akan berziarah ke kuburku menabur bunga,” demikian katanya.

—Evawani Alissa Ch. Anwar  (1999: x)

KUTIPAN di atas adalah dialog Chairil Anwar dengan ibunya, Saleha. Dialog seorang pemuda vitalis penyair dengan orang tua.

Dialog refleksi Chairil yang meramalkan diri dengan dua kemungkinan berumur panjang atau berumur pendek dengan segala konsekuensinya.

Kedua kemungkinan itu berorientasi sama, yaitu memuliakan pendidikan melalui relasi kuasa guru-murid.

Dialog  Chairil itu benar-benar nyata adanya, kini. Usia Chairil yang pendek (27 tahun) dikenang oleh dunia pendidikan dengan melakukan tabur bunga dan mengapresiasi karya-karyanya, dari dulu hingga kini, entah sampai kapan.

Sementara itu, Mendikbud pertama RI Ki Hadjar Dewantara yang berusia relatif  panjang (69 tahun) menyediakan kesempatan baginya untuk menjadikan puisi-puisi Chairil sebagai bahan ajar dan itu berlangsung sejak Indonesia merdeka sampai kini—walaupun rezim datang silih berganti.

Nilai puisi Chairil dapat disejajarkan dengan Proklamasi yang dibacakan Bung Karno, sehingga terus berulang muncul dalam buku-buku pelajaran sekolah/kampus. Apresiasi dan pengkajian serius terhadap puisi Chairil juga terus hidup sepanjang zaman. Hal ini tidak terlepas dari sepak terjang Chairil sebagai saksi sejarah yang mencatat Bung Karno dan kawan-kawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Lahirnya puisi Persetujuan dengan Bung Karno dan Krawang Bekasi adalah contoh real kesaksian  dan keberhasilan Chairil  menangkap suasana kebatinan para tokoh bangsa  di lingkar utama kekuasaan.

Gairah nasionalisme Chairil terasah di Gedung Joang dengan empat mahaguru kemerdekaan, Sukarno, Mohammad Hatta, Amir Syarifudin, dan Ki Hadjar Dewantara. Di dalam puisi Krawang Bekasi, yang dijaga hanya  Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, minus Ki Hadjara Dewantara.

Sebagai seorang guru bangsa, Ki Hadjar Dewantara tampaknya lepas bebas merdeka tak “dipedulikan” muridnya, mengingat atau tidak. Namun, Chairil tampaknya menyiapkan api semangat untuk pendidikan yang memerdekakan, seperti tersurat dalam puisi “Diponegoro”. ..Bagimu negeri /menyediakan api.

Bahkan dalam puisi berjudul “Merdeka” ia tulis, Aku mau bebas dari segala/Merdeka/Juga dari Ida… Jelaslah, bahwa sampai seabad Chairil, relevansi puisinya masih aktual  dijadikan referensi bagi dunia pendidikan yang pada era Merdeka Belajar dan Kurikulum Merdeka yang digali dari pikiran bernas Ki Hadjar Dewantara.

Puisi-puisi Chairil yang mendobrak dengan diksi yang garang, menyemangati para pendiri bangsa memerdekakan bangsanya, berelasi dengan kegalauan R.A. Kartini yang mendobrak tradisi di kalangan bangsawan yang membelenggu kaum perempuan.

Baik Chairil maupun Kartini mewakili kaum muda pendobrak sebagai bangsawan pikiran yang menentang bangsawan oesoel—istilah “bangsawan oesoel” dan “bangsawan pikiran” diperkenalkan oleh  Abdul Rivai, seorang jurnalis berdarah guru dari Sumatera.

Yudi Latif (2021: 89) mengatakan, kemunculan bangsawan oesoel  telah ditakdirkan. Jika orang tua kita dari kalangan bangsawan, kita pun disebut bangsawan, sebagaimana kasta yang masih diwariskan di Bali kini. Sebaliknya, bangsawan pikiran terlahir dari prestasi dan kompetensi pengetahuan yang komprehensif.

R.A. Kartini dalam bukunya Habis Gelap Terbitlah Terang menentang adanya pewarisan bangsawan oesoel yang pengetahuannya tidak seberapa—bahkan nyaris sebagai katak di bawah tempurung (Latif, 2021: 89).

Itu pula sebabnya, R.A. Kartini dengan lantang memperjuangkan emansipasi wanita melalui korespondensi dengan Nona E.H. Zeehandelaar (18 Agustus 1899). Dalam korespondensinya itu, Kartini menentang adanya bangsawan oesoel, dengan memperkenalkan dua macam kebangsawanan, bangsawan jiwa dan bangsawan budi.

“Bagi saya hanya dua macam kebangsawanan: bangsawan jiwa dan bangsawan budi. Pada pikiran saya tidak ada yang lebih gila, lebih bodoh daripada melihat orang-orang yang membanggakan apa yang disebut ‘keturunan bangsawan’ itu.” ( R.A. Kartini, 2018:11).

Korespondensi Kartini dengan kaum intelektual Belanda berlangsung secara intens selama 5 tahun (1899–1904) telah menyadarkannya untuk berpikir merdeka, melepaskan diri dari ikatan tradisi (belenggu adat) dengan menjunjung tinggi semboyan mulia: “kebebasan, kegembiraan”.

Kebebasan yang diperjuangkan  Kartini menohok bangsanya sendiri dan bangsa Belanda yang menjajahnya. Terhadap bangsanya sendiri, ia ingin bebas (merdeka) dari belenggu feodal yang menentang adanya bangsawan oesoel dan memperjuangkan bangsawan pikiran (bangsawan muda).

Gagasan Kartini di tengah hiruk-pikuk politik menjelang Pemilu 2024 layak diapresiasi untuk mencerdaskan dan mencerahkan anak negeri melalui pendidikan yang berkebudayaan.

Hal itu juga diperjuangkan Chairil Anwar melalui puisi-puisinya yang konsisten dikembangkan di dunia pendidikan dengan semangat merdeka belajar sebagaimana Kartini tak ingin dibelenggu oleh kaum feodal.

Dalam konteks kekinian, Kartini sesungguhnya sudah menentang politik dinasti. Politik kekuasaan bukanlah warisan, melainkan  harus diperjuangkan dan Kartini telah menjawab jauh sebelum Indonesia Merdeka.

Di sinilah peran strategis bangsawan pikiran yang dikumandangkan kaum muda melalui gerakan literasi kebangsaan yang serius sungguh-sungguh mewujudkan kemerdekaan lahir batin.

Kartini menyadari betapa semua itu penting dalam pembibitan, pembobotan, dan pembudayaan melalui pendidikan yang memerdekakan.

Chairil Anwar menyiapkan konten yang tidak kalah hebatnya melalui puisi yang menggetarkan semangat kebangsaan yang menjadi masakan bergizi bagi Ki Hadjar Dewantara yang meninggalkan keningratannya untuk mencerdaskan rakyat.

Inilah pertarungan sejati antara bangsawan oesoel dan bangsawan pikiran yang dipelopori kaum muda. Sebuah renungan di tengah pelaksanaan Kurikulum Merdeka dengan semangat Merdeka Belajar. Semoga semua hidup berbahagia.[T]

Merayakan Chairil, Membincangkan Sastra dalam Pekan Sastra Saraswati 2023
Gambaran Ringkas Sastra di Media Cetak dan Digital di Bali
Sastra Indonesia di Bali | Sebelum dan Semasa Umbu Landu Paranggi
Tags: Chairil AnwarPuisisastra
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Feature: Komunikasi Ekspresif dan Naratif dalam Menulis

Next Post

Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
0
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

Read moreDetails

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

by Sugi Lanus
July 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

Read moreDetails

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

by I Wayan Artika
July 12, 2026
0
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

Read moreDetails

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

by Agung Bawantara
July 12, 2026
0
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

Read moreDetails

Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

by Wayan Gde Yudane
July 11, 2026
0
Yang Tidak Pernah Selesai: Requiem untuk Made Budhiana

ADA perpisahan yang datang dengan perlahan, seolah memberi kita waktu untuk bersiap. Ada pula yang, meskipun telah lama kita nantikan...

Read moreDetails

Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

by I Gede Made Surya Darma
July 10, 2026
0
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka

DUNIA seni rupa Indonesia kembali berduka. Maestro seni rupa kontemporer Indonesia, Made Budhiana, berpulang pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul...

Read moreDetails

Fenomena Desa Wisata: Viral Lalu Mati

by Chusmeru
July 10, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

Seiring dengan isu keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata yang jadi orientasi wisatawan generasi Z dan milenial, desa wisata berkembang menjadi...

Read moreDetails

Niat Baik vs Nepotisme: Pelajaran Tata Negara dari Era Utsman

by Nur Inayah Yushar
July 9, 2026
0
Gelar Langit, Gaji Bumi: Gelar Mentereng tapi Dompet Kering, Rahasia Dapur Dosen yang Akhirnya Dibongkar di MK

SALAH satu jebakan terbesar dalam psikologi politik masyarakat Indonesia adalah kecenderungan memilih atau memercayai pemimpin hanya berdasarkan citra kesalehan, keluhuran...

Read moreDetails

Bali, Surga yang Sudah Overload

by Agung Sudarsa
July 9, 2026
0
Bali, Surga yang Sudah Overload

Ketika Surga Kehilangan Napas SELAMA puluhan tahun, Bali dipuja sebagai Pulau Dewata,The Last Paradise, surga tropis yang menghadirkan harmoni antara...

Read moreDetails

Bunglon di Republik Kita

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 8, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

DI taman kebun belakang rumah saya ada 2 ekor bunglon yang hidup sehari-hari di situ. Tadinya tidak ada, tahu-tahu ada...

Read moreDetails
Next Post
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co