12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 1, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SEMUA ORANG menginginkan hidup sempurna. Ya, sempurna, maksud mungkin hidup utuh, lengkap segalanya, tidak cacat dan tidak tercela.

Barangkali, hal itulah yang menjadi tolok ukur bagi setiap orang dalam kehidupannya. Kita semua berangan-angan atau bermimpi untuk menjadi sempurna, dan alangkah bahagianya jika semua itu bisa terjadi.

Sempurna dalam hidup, sempurna dalam rumah tangga, dalam karier, kesehatan, punya cinta, punya harta, dan betapa senang dan bahagianya. Memang tidak ada salahnya kalau menginginkan yang terbaik dari hidup ini.

Namun begitu, ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan dunia di sekitarnya. Sebagai manusia, kita seringkali terjebak dalam perjuangan untuk mencapai standar sempurna yang mungkin tidak pernah bisa tercapai sepenuhnya.

Keinginan untuk menjadi sempurna akan membuat kita lebih hati-hati, jangan sampai salah langkah, jangan sampai ada penyesalan yang tidak berkesudahan. Dan itu manusiawi dan tidak ada yang menyalahkan hal itu.

Kadang-kadang situasi lingkungan yang membuat dan memaksa kita untuk menjadi orang yang tidak sempurna itu. Bagaimana tidak? Ada kesalahan sedikit saja akan ada hujatan, kurang sedikit saja langsung banyak yang mencela.

Banyak sekali ekspetasi dari sana-sini, apalagi hidup bersosial media yang harus berhadapan dengan netizen yang jumlahnya ratusan, ribuan bahkan jutaan orang.

Ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan dunia di sekitarnya. Sebagai manusia, kita seringkali terjebak dalam perjuangan untuk mencapai standar sempurna yang mungkin tidak pernah bisa tercapai sepenuhnya.

Ada orang bilang hidup itu seperti keramik, yang mudah retak dan pecah kalau kita tidak hati-hati dalam menjalaninya. Mungkin ada benarnya, life is fragile that’s why we have to handle it with care.

Namanya juga manusia. Aalaupun kita sudah berhati-hati, tetap saja kita tidak luput dari kesalahan. Dari kesalahan itulah yang akhirnya membuat keramik yang awalnya indah menjadi pecah dan tidak sempurna.

Kecerobohan, kekhilafan dan keteledoran yang akhirnya menjadi sebuah penyesalan. Tapi apa daya, nasi sudah jadi bubur karena kesalahan tidak bisa dihindari, dan waktu tidak bisa diulang kembali.

Keramik yang indah dan sempurna, sekarang telah retak atau lebih parah lagi keramik itu hancur berantakan. Kalau itu yang terjadi di hidup kita, maka saya katakan itu bukan akhir segalanya.

Kesalahan memang sudah terjadi, tapi kesalahan bisa diperbaiki. Setiap luka memiliki cerita yang nantinya memberikan makna dan dapat menguatkan orang-orang yang mendengarnya.

Di Jepang ada sebuah seni untuk memperbaiki mangkuk dan cangkir keramik  yang pecah atau retak. Nama seni itu adalah KINTSUGI. KIN artinya emas dan TSUGI artinya sambungan.

Karya seni yang luar biasa ini berawal dari kisah seorang kaya di Jepang bernama Yoshimasa. Suatu hari tanpa sengaja dia memecahkan cangkir keramik kesayangannya. Ia pun meminta seorang ahli seni untuk menambal pecahan-pecahan keramik itu, namun sayangnya setelah ditambal cangkir itu justru menjadi tidak karuan dan bahkan tidak bisa digunakan.

Ketika cangkir itu hendak dibuang, ada ahli seni yang tidak menyerah. Dia pun berpikir keras dan akhirnya munculah sebuah ide. Ide untuk menambahkan emas di bagian tambalan-tambalan cangkir tersebut, dan akhirnya cangkir yang tadinya pecah berantakan dan tidak berguna kini bisa diperbaiki bahkan menjadi sesuatu yang lebih indah dan bernilai.  Cangkir ini memiliki kisah dan cerita di balik ke-RETAK-kannya.

Ada filosofi yang mendalam dari KINTSUGI ini yang bisa diterapkan dalam hidup kita, ibarat sebuah keramik yang retak akan berbeda nilainya tergantung di tangan siapa. Mau dibuang begitu saja atau diubah menjadi karya yang indah. Mau ditambal dengan lem biasa, atau dengan emas yang bernilai dan mulia.

Sebuah luka, trauma, atau rasa bersalah bisa menjadi indah tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita mau menambal hatimu dengan kebencian, atau merekatnya dengan kasih dan pengampunan.

Pengampunan bagi mereka yang mungkin sudah membuat hatimu luka, pengampunan bagi dirimu sendiri atas kesalahan yang telah terjadi.

Kita harus menyadari bahwa kesalahan itu membuat kita bisa belajar. Ketika semua orang meninggalkanmu, di situ kita belajar untuk mandiri di atas kaki kita sendiri.

Ketika hidup mengujimu dengan sejuta masalah, di situ dituntut untuk kita belajar jadi dewasa dan bijaksana. Ketika kita diberi kesedihan di situlah kita belajar untuk bisa berempati.

Dan sama seperti KINTSUGI yang menjadi karya seni yang indah. Ingat ada harta yang berharga dari setiap luka, dalam hidup tidak bisa lepas dari suka dan tidak suka, dan sudah pasti ada yang tidak suka dengan kita, akan ada orang yang sering mencibir bahkan menertawakan kita, orang yang menghujat bahkan orang yang tidak percaya pada kita.

Tapi ingat selalu akan ada kamu yang membuktikan kepada orang-orang itu, bahwa mereka itu salah.

Di mata Tuhan kita adalah MAHAKARYA, accepting imperfection doesn’t mean that you have to lower your standard, but it means not juging your self for being who you are.

Menerima ketidaksempurnaan bukan berarti kita harus menurunkan standar hidup, bukan berarti kita tidak berusaha dan menerima apa adanya. Itu salah. Menerima ketidaksempurnaan berarti tidak menghakimi diri sendiri, melainkan memahami dan menghargai siapa kita ini seutuhnya.

Tidak perlu menjadi orang yang sempurna untuk bisa memiliki hidup yang indah, tapi lihatlah setiap keindahan di dalam ketidaksempurnaan itu, maka hidupmu akan terasa sempurna. I am perfectly imperfect but I am perfectly me. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Politik itu Kehidupan
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: Dokter Caputgaya hiduprenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Next Post

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails
Next Post
Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co