2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengelola Ketidaksempurnaan Menjadi Keindahan yang Bernilai

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 1, 2023
in Esai
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

dr. Ketut Putra Sedana

SEMUA ORANG menginginkan hidup sempurna. Ya, sempurna, maksud mungkin hidup utuh, lengkap segalanya, tidak cacat dan tidak tercela.

Barangkali, hal itulah yang menjadi tolok ukur bagi setiap orang dalam kehidupannya. Kita semua berangan-angan atau bermimpi untuk menjadi sempurna, dan alangkah bahagianya jika semua itu bisa terjadi.

Sempurna dalam hidup, sempurna dalam rumah tangga, dalam karier, kesehatan, punya cinta, punya harta, dan betapa senang dan bahagianya. Memang tidak ada salahnya kalau menginginkan yang terbaik dari hidup ini.

Namun begitu, ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan dunia di sekitarnya. Sebagai manusia, kita seringkali terjebak dalam perjuangan untuk mencapai standar sempurna yang mungkin tidak pernah bisa tercapai sepenuhnya.

Keinginan untuk menjadi sempurna akan membuat kita lebih hati-hati, jangan sampai salah langkah, jangan sampai ada penyesalan yang tidak berkesudahan. Dan itu manusiawi dan tidak ada yang menyalahkan hal itu.

Kadang-kadang situasi lingkungan yang membuat dan memaksa kita untuk menjadi orang yang tidak sempurna itu. Bagaimana tidak? Ada kesalahan sedikit saja akan ada hujatan, kurang sedikit saja langsung banyak yang mencela.

Banyak sekali ekspetasi dari sana-sini, apalagi hidup bersosial media yang harus berhadapan dengan netizen yang jumlahnya ratusan, ribuan bahkan jutaan orang.

Ketidaksempurnaan adalah bagian alami dari kehidupan manusia dan dunia di sekitarnya. Sebagai manusia, kita seringkali terjebak dalam perjuangan untuk mencapai standar sempurna yang mungkin tidak pernah bisa tercapai sepenuhnya.

Ada orang bilang hidup itu seperti keramik, yang mudah retak dan pecah kalau kita tidak hati-hati dalam menjalaninya. Mungkin ada benarnya, life is fragile that’s why we have to handle it with care.

Namanya juga manusia. Aalaupun kita sudah berhati-hati, tetap saja kita tidak luput dari kesalahan. Dari kesalahan itulah yang akhirnya membuat keramik yang awalnya indah menjadi pecah dan tidak sempurna.

Kecerobohan, kekhilafan dan keteledoran yang akhirnya menjadi sebuah penyesalan. Tapi apa daya, nasi sudah jadi bubur karena kesalahan tidak bisa dihindari, dan waktu tidak bisa diulang kembali.

Keramik yang indah dan sempurna, sekarang telah retak atau lebih parah lagi keramik itu hancur berantakan. Kalau itu yang terjadi di hidup kita, maka saya katakan itu bukan akhir segalanya.

Kesalahan memang sudah terjadi, tapi kesalahan bisa diperbaiki. Setiap luka memiliki cerita yang nantinya memberikan makna dan dapat menguatkan orang-orang yang mendengarnya.

Di Jepang ada sebuah seni untuk memperbaiki mangkuk dan cangkir keramik  yang pecah atau retak. Nama seni itu adalah KINTSUGI. KIN artinya emas dan TSUGI artinya sambungan.

Karya seni yang luar biasa ini berawal dari kisah seorang kaya di Jepang bernama Yoshimasa. Suatu hari tanpa sengaja dia memecahkan cangkir keramik kesayangannya. Ia pun meminta seorang ahli seni untuk menambal pecahan-pecahan keramik itu, namun sayangnya setelah ditambal cangkir itu justru menjadi tidak karuan dan bahkan tidak bisa digunakan.

Ketika cangkir itu hendak dibuang, ada ahli seni yang tidak menyerah. Dia pun berpikir keras dan akhirnya munculah sebuah ide. Ide untuk menambahkan emas di bagian tambalan-tambalan cangkir tersebut, dan akhirnya cangkir yang tadinya pecah berantakan dan tidak berguna kini bisa diperbaiki bahkan menjadi sesuatu yang lebih indah dan bernilai.  Cangkir ini memiliki kisah dan cerita di balik ke-RETAK-kannya.

Ada filosofi yang mendalam dari KINTSUGI ini yang bisa diterapkan dalam hidup kita, ibarat sebuah keramik yang retak akan berbeda nilainya tergantung di tangan siapa. Mau dibuang begitu saja atau diubah menjadi karya yang indah. Mau ditambal dengan lem biasa, atau dengan emas yang bernilai dan mulia.

Sebuah luka, trauma, atau rasa bersalah bisa menjadi indah tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita mau menambal hatimu dengan kebencian, atau merekatnya dengan kasih dan pengampunan.

Pengampunan bagi mereka yang mungkin sudah membuat hatimu luka, pengampunan bagi dirimu sendiri atas kesalahan yang telah terjadi.

Kita harus menyadari bahwa kesalahan itu membuat kita bisa belajar. Ketika semua orang meninggalkanmu, di situ kita belajar untuk mandiri di atas kaki kita sendiri.

Ketika hidup mengujimu dengan sejuta masalah, di situ dituntut untuk kita belajar jadi dewasa dan bijaksana. Ketika kita diberi kesedihan di situlah kita belajar untuk bisa berempati.

Dan sama seperti KINTSUGI yang menjadi karya seni yang indah. Ingat ada harta yang berharga dari setiap luka, dalam hidup tidak bisa lepas dari suka dan tidak suka, dan sudah pasti ada yang tidak suka dengan kita, akan ada orang yang sering mencibir bahkan menertawakan kita, orang yang menghujat bahkan orang yang tidak percaya pada kita.

Tapi ingat selalu akan ada kamu yang membuktikan kepada orang-orang itu, bahwa mereka itu salah.

Di mata Tuhan kita adalah MAHAKARYA, accepting imperfection doesn’t mean that you have to lower your standard, but it means not juging your self for being who you are.

Menerima ketidaksempurnaan bukan berarti kita harus menurunkan standar hidup, bukan berarti kita tidak berusaha dan menerima apa adanya. Itu salah. Menerima ketidaksempurnaan berarti tidak menghakimi diri sendiri, melainkan memahami dan menghargai siapa kita ini seutuhnya.

Tidak perlu menjadi orang yang sempurna untuk bisa memiliki hidup yang indah, tapi lihatlah setiap keindahan di dalam ketidaksempurnaan itu, maka hidupmu akan terasa sempurna. I am perfectly imperfect but I am perfectly me. [T]

  • BACA artikel lain dari penulis DOKTER CAPUT atau DR. DR. KETUT PUTRA SEDANA, SP.OG
Dari Salam “MERDEKA”, Kita Memaknai Kemerdekaan
Hamil Sebelum Menikah
Politik itu Kehidupan
Sejarah yang Membuat Saya Bangga jadi Orang Buleleng
Tags: Dokter Caputgaya hiduprenungan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertarungan Bangsawan Oesoel Vs Bangsawan Pikiran 

Next Post

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Akrab dipanggil Dokter Caput. Ia adalah dokter spesialis kandungan yang mengelola klinik bersalin Permata Bunda, Singaraja, Bali. Ia juga dosen di Stikes Buleleng.

Related Posts

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails
Next Post
Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Melalui Single Masterpiece, Ben dan Lily Berkenalan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co